Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pelatihan Menulis Teks Narasi Menggunakan Cartoon Story Maker di SMA Negeri Cilimus Kuningan Dwiniasih Dwiniasih; Wendi Kusriandi; Andi Sutisno; Neneng Aminah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v1i1.36

Abstract

Guru merupakan pengelola dalam proses pengajaran, dan dalam pengelolaannya mereka dituntut kreatif dalam membangun proses pembelajaran yang menarik dan tercapai tujuan pembelajarannya. Dari hasil wawancara dan survei, ternyata masih banyak guru yang belum bisa untuk memanfaatkan fitur-fitur maupun aplikasi sebagai penunjang dalam pembelajaran daring. Hal ini akan menyulitkan pada rancangan proses kegiatan pembelajaran menulis yang dibuat yang meliputi materi, proses ajar, dan evaluasi. Keadaan ini akan membuat guru hanya terpaku pada buku ajar dan cara mengajar luring. Solusi dari permasalahan yang akan ditangani dalam kegiatan PKM ini adalah memberikan pelatihan menulis teks narasi menggunakan media cartoon story maker bagi guru dan siswa di SMA Negeri Cilimus Kabupaten Kuningan. Mitra pada kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diusulkan ini adalah guru dan siswa di SMA Negeri Cilimus Kabupaten Kuningan. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia SMA Negeri Cilimus Kabupaten Kuningan merancang proses kegiatan KBM untuk peningkatan kemampuan menulis teks narasi.
Peningkatan Kapasitas Kelompok Pemuda Desa Ciijagamulya Kabupaten Kuningan dalam Pemanfaatan Barang Bekas menjadi Studiobox Neneng Aminah; Wendi Kusriandi; Nurani Hartini; Herlina Herlina
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v2i1.158

Abstract

Kewirausahaan sosial semakin dikenal sebagai mekanisme untuk menciptakan nilai sosial dan ekonomi. Dengan menerapkan ekologi populasi, ketergantungan sumber daya dan perspektif pandangan berbasis sumber daya, makalah ini mengembangkan model konseptual untuk memberikan wawasan yang lebih besar tentang bagaimana usaha kewirausahaan sosial berkolaborasi dengan organisasi lain dalam jaringan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya. Melalui proses ini, usaha sosial menangani kebutuhan sosial yang tidak terpenuhi untuk menciptakan nilai yang mengarah pada perkembangan dan pertumbuhan individu, komunitas, dan wilayah. Menggunakan pelaku pembangunan ekonomi kota besar yang terlibat dalam promosi usaha kecil sebagai kasus uji, studi eksplorasi ini menggambarkan bahwa usaha sosial secara efektif memperoleh sumber daya dari pelaku jaringan keterlibatan sosial utama: perusahaan, pemerintah, dan usaha sosial lainnya sehingga terciptanya kesejahteraan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan studio box untuk foto produk guna meningkatkan pemasaran online shop. Metode yang dilakukan adalah persiapan, pelaksanaan, dan pendampingan. Sesi pelaksanan melakukan sosialisasi, edukasi, kemudian memberikan contoh langkah-langkah pembuatan produk sedangkan peserta langsung mempraktekkan. Setelah diberi pelatihan, selanjutnya tim pelaksana menjelaskan manfaat studio box guna untuk melakukan pemasaran secara online. Kemudian tim pelaksana melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan pelatihan pembuatan studiobox dari barang bekas sebagai media foto produk guna meningkatkan pemasaran online shop. Hasil kegiatan pengetahuan photograpy laki-laki meningkat sebesar 1,5 sedangkan perempuan meningkat sebesar 2 score. Pengetahuan media sosial laki-laki meningkat sebesar 2 score, sedangkan perempuan meningkat sebesar 2,5 score. Pengetahuan marketing online laki-laki meningkat sebesar 2 score, sedangkan perempuan meningkat sebesar 2 score. Pengetahuan photoproduk laki-laki meningkat sebesar 2 score sedangkan perempuan meningkat sebesar 2 score.
Examining The EFL Students Motivation at The Vocational High School of Tourism During The Process of Online English Learning Turini Erawati; Wendi Kusriandi; Setia Budiyanti; Putri Ghina Salamah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.558 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9519

Abstract

Learning motivation can determine the result of students' online learning by several factors, namely internal and external factors (from within students) and external factors (from outside students). The purpose of this study is to determine the internal and external factors that affect students' learning motivation in class XI AKP 2 SMK Pariwisata Kota Cirebon in online learning. This qualitative descriptive research collects the data from questionnaires and unstructured observations interviews. The questionnaire used in this study was 21 questions; unstructured observation and unstructured interviews. The results obtained from the questionnaire show that the internal factors that can affect students' learning motivation in online learning consist of four indicators, namely Interests, Needs, Attitudes, and Intelligence, with percentage values ​​of 74.6%, 55.6%, 79.5%, and 77.8%. External factors that influence students' learning motivation in online learning consist of three indicators: the Family Environment, School Environment, and Community Environments, with the percentage values ​​of 80.2%, 62.5%, and 75.7%.
Using Mobile Language Learning Technology to Promote Intercultural Awareness: Insights From an Extensive Listening Class Ratna Andhika Mahaputri; Hendriwanto Hendriwanto; Wendi Kusriandi
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 2 May (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i2.912

Abstract

Purpose: This study reports on the intervention of technology-enhanced language learning in an extensive listening class to promote intercultural awareness. Methods: The nature of the present study was exploratory as the recruited students were engaged in virtual language learning tasks through different online platforms, such as zoom meetings, podcasts, Padlet, and other online listening resources (ESL Fast, BBC Learning English, voice tube, and news in level). A phenomenological case study was adopted to investigate the intervention of technology-enhanced language learning to promote intercultural awareness perceived through the participants’ perspective. Data were garnered through analysis with interpretative phenomenological analysis (IPA) and critical discourse analysis (CDA) from questionnaires and interviews.  Findings:  The learners’ intercultural awareness  was perceived to enhance during the experiences of extensive listening mediated by technology. Generally, they respond positively to intercultural incidents within various topics of intercultural listening. Research Implications:  This study contributes to the research on technology-enhanced intercultural learning with extensive listening activity in EFL teaching. In this sense, the students teachers’ perceptions of intercultural awareness development during technology-mediated extensive listening, rather than providing intervention effectiveness. Originality: The present study investigates the intervention of language learning technology to promote intercultural awareness in EL class. Furthermore, the language learners’ responses to various online listening platforms concerning intercultural topics are also discussed.
EFL STUDENTS’ KAHOOT! EXPERIENCE: PERSPECTIVES FROM INDONESIAN SECONDARY SCHOOL STUDENTS IN LANGUAGE LEARNING Meita Dwi Putri Angelita; Nabilla Purnama Asri; Afida Annisa; Wendi Kusriandi; Nunung Nurjannah
FRASA: ENGLISH EDUCATION AND LITERATURE JOURNAL Vol. 7 No. 1 (2026): Vol7 No.1 March 2026
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/frasa.v7i1.5120

Abstract

The use of technology into English language learning is becoming more and more vital for keeping students interested and motivated. Kahoot! is a gamified learning platform that provides dynamic and enjoyable learning experiences across a range of technical instruments. Nonetheless, studies examining students' firsthand experiences with Kahoot! in EFL (English as a Foreign Language) classrooms in Indonesia are still scarce. This study seeks to investigate the experiences of intermediate-level EFL students utilising Kahoot! as a tool for English language acquisition and to ascertain how its characteristics enhance motivation, engagement, and comprehension of the educational content. A descriptive qualitative methodology was utilised, gathering data via questionnaires and semi-structured interviews with 21 Grade 11 students from a senior high school governed by the Ministry of Religious Affairs in Cirebon Regency. The results show that Kahoot! makes the classroom more fun and interactive, helps students stay focused, and helps them understand better. Also, gamification features like competition, awards, and rapid feedback really encourage kids to become involved. These findings indicate that Kahoot! can function as an efficacious technology-driven pedagogical approach that fosters student-centered education and encourages constructive learning dispositions within the Indonesian EFL setting.
Peran Usaha Bawang Goreng Simbok dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Desa Larangan Wendi Kusriandi; Yumna Shafa Azzahra; Neni Triana; Licha Dian Puspita; Lala Syahidatul Fadhillah; Dhea Amelia Kartika; Delia Dwi Hafsari; Lulu Abellyani; Geisya Safana Camila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1283

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi desa, khususnya dalam memberdayakan kelompok perempuan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui KKN Tematik ini bertujuan untuk mendampingi dan mendokumentasikan peran UMKM Bawang Goreng Simbok di Desa Larangan dalam memberdayakan ibu rumah tangga setempat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi partisipatif, pendampingan proses produksi, dan evaluasi dampak ekonomi bagi para pekerja perempuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui keterlibatan dalam produksi bawang goreng, para perempuan di Desa Larangan mengalami peningkatan pendapatan tambahan, kemandirian ekonomi, serta pengembangan keterampilan teknis. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, keberadaan usaha ini memperkuat solidaritas sosial antarwarga. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa KKN dan UMKM lokal dapat menjadi katalisator pemberdayaan perempuan berbasis potensi daerah.
Pembuatan Insinerator Sebagai Upaya Penanggulangan Permasalahan Sampah di Desa Larangan Kecamatan Larangan Wendi Kusriandi; Muhammad Rano Hidayat; Nana Najiyullah; Lukman Arief; Mohamad Dimas Nurullah; Denmas Fatah Anom Subekti; Muhammad Agil Humaid; Angga Oktavian; Mudihansa Fikri Aushaffarel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1285

Abstract

Permasalahan sampah di Desa Larangan, Kabupaten Brebes, telah mencapai tahap mengkhawatirkan akibat praktik pembakaran terbuka (open burning) di TPS bahu jalan raya yang memicu kecelakaan lalu lintas dan mengancam sanitasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan Pengabdian Masyarakat (KKN-T) ini bertujuan untuk mengimplementasikan solusi nyata melalui pembuatan dan penerapan teknologi insinerator. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan perangkat desa, pembangunan fisik alat, serta edukasi operasional kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan insinerator mampu mereduksi emisi asap secara signifikan, sehingga meningkatkan jarak pandang pengendara dan menjaga kebersihan lingkungan SPPG. Program ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi solusi praktis bagi problematika sosial-lingkungan di wilayah perdesaan melalui pelibatan aktif mahasiswa dan warga.
The Effect of Using Youtube as a Media in English Language Learning Vocational School Jiharan Dwi Maharani; Wendi Kusriandi; Ratna Prasasti Suminar
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 3 No. 6 (2024): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v3i6.210

Abstract

This study describes the impact of utilizing YouTube as a medium in the context of English learning. The goal of this study is to determine whether using YouTube as a media makes learning more effective and increases students' knowledge in their English learning process. The research findings reveal that using YouTube as a medium for learning articles has a significant impact on pupils. The students subsequently completed a questionnaire and stated that utilizing YouTube as a medium improved learning effectiveness and raised their grasp of English learning.
The Assertive Communication Style of English Language Education Students in Verbal Interaction: A Descriptive Study Abdul Malik Badrudin; Wendi Kusriandi; Agus Wirabhakti
Journal of English Language and Education Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i4.3066

Abstract

Assertive communication is a communication style that enables individuals to express thoughts, feelings, and opinions openly, honestly, and confidently while respecting the rights of others. This study aims to describe how students of the English Language Education Study Program apply assertive communication in their everyday verbal and non-verbal interactions. A qualitative descriptive approach was employed. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews with four students. The research instrument was developed based on the assertive communication indicators proposed by Samfira (2020) and Yoshinaga and Cooper (2025), complemented by recent studies on assertive communication in language education (Ogunyemi Olagbaju, 2020; Hastuti Wijayanto, 2023). The verbal findings revealed that all participants consistently demonstrated openness, the use of “I” statements, respect for their own rights and those of others, non-aggressive firmness, and contextual appropriateness through empathic assertion. In contrast, the non-verbal findings showed greater variation, particularly in maintaining eye contact, with three participants displaying limited eye contact and one participant demonstrating it consistently. Triangulation of observation and interview data also identified discrepancies between self-perceived and actual communication behaviors, as well as individual differences in empathic assertion strategies. These findings contribute to understanding assertive communication development among prospective English teachers.
Self-Reflection of Student Through of a Dialogic Inquiry Approach in Writing Azhah Nurlita Maulin; Wendi Kusriandi; Diana Rahmawati Rozak
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i2.3641

Abstract

Writing instruction in EFL contexts involves not only the development of language proficiency but also the ability to evaluate ideas, revise drafts, and recognize strengths and weaknesses in the writing process. However, many students still experience difficulties in engaging in critical and sustained self-reflection. This study aims to describe students’ self-reflection experiences and identify the factors that support and hinder its development through Dialogic Inquiry-based writing instruction. A qualitative case study design was employed with seven English Education students who had participated in academic writing instruction using the Dialogic Inquiry approach. Data were collected through open-ended questionnaires, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed thematically. The findings indicate that students’ self-reflection developed through dialogic discussions, questioning, peer and lecturer feedback, and revision activities. These processes enabled students to become more aware of the organization, coherence, argument quality, and clarity of their writing. The development of self-reflection was supported by instructional scaffolding, peer feedback, checklists, and rubrics. Nevertheless, students also encountered several challenges, including difficulty maintaining objectivity, confusion when applying feedback during revision, and fatigue throughout the writing process. The study concludes that Dialogic Inquiry provides a meaningful and interactive learning environment that encourages students to reflect on their writing more actively and critically. Its implication is that EFL writing instruction should integrate structured dialogue, feedback, and reflective tools to strengthen students’ metacognitive awareness and support continuous improvement in writing. Dialogic and reflective practices have also been associated with greater self-regulation and awareness in EFL writing development.