Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Kebidanan

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS Herdini Widyaning pertiwi; Hana Rosiana Ulfah
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 01, JUNI 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i01.294

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : Kejadian Bendungan ASI akan sangat berpengaruh terhadap masa nifas karena ketidakberhasilan dalam memberikan ASI kepada bayinya, Salah satu tidak tercapainya  ASI  eksklusif yaitu bayi tidak mendapat ASI yang  cukup serta produksi ASI meningkat, terlambat  menyusukan, hubungan dengan bayi (bonding) kurang baik,  dan  dapat  pula  karena adanya pembatasan waktu menyusui. Di klinik Mulia Kasih Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali pada bulan Berdasarkan data studi pendahuluan yang di lakukan di klinik mulia kasih, Ngemplak, Boyolali pada bulan Nopember 2017 terhadap 10 orang ibu post partum, didapatkan 6 orang (60%) tidak mengerti tentang perawatan payudara, dan 4 orang (40%) sudah mengerti perawatan payudara. Dari  4 orang yang sudah mengerti perawatan payudara tidak ada yang mengalami bendungan ASI. Sedangkan dari 6 orang yang tidak mengerti perawatan payudara terdapat 1 orang (16,7%) yang mengalami bendungan ASI., karena sebagian besar ibu belum mengerti tentang perawatan payudara (breast care).. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 30 ibu menyusui yang masih masa nifas dibulan Januari 2018. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian Responden yang memiliki pengetahuan baik tentang  perawatan payudara (43,3%), responden tidak mengalami Bendungan ASI (66,7 %) Diperoleh nilai p 0,003 (p<0,05)bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI. Kesimpulan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan payudara dengan terjadinya bendungan ASI .Kata kunci : perawatan payudara,bendungan asiRELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE OF MOTHER ABOUT BREAST CARE WITH ENGORGEMENT ON THE POST PARTUMABSTRACTBackground: The incidence of breast milk damages will greatly affect the puerperium due to unsuccessful breastfeeding to the baby. One of the exclusion of exclusive breastfeeding is that the infant is not getting enough milk and the milk production is increased, belated, the relationship with the baby is not good enough, and can also be due to restrictions on breastfeeding time. In the clinic of Mulia Kasih, Ngemplak sub-district, Boyolali regency in the month Based on preliminary study data that was done in the noble clinic of love, Ngemplak, Boyolali in November 2017 to 10 post partum mothers, got 6 people (60%) did not understand about breast care, and 4 people (40%) already understand breast care. Of the 4 people who already understand breast care no one has breast dam. While 6 people who do not understand breast care there are 1 person (16,7%) who suffer from breast milk dam, because most of mothers do not understand about breast care (breast care) .. This research type is analytic survey with cross sectional approach. The population in this study were 30 breastfeeding mothers who were still in the month of January 2018. The number of samples were 30 respondents. Data analysis using chi-square test. Results Respondents who have good knowledge about breast care (43.3%), respondents did not experience milk dam (66.7%) obtained p value 0.003 (p <0.05) that there is a relationship between mother's knowledge about breast care with the incidence milk dam. The conclusion that there is a relationship between mother's knowledge about breast care with the occurrence of breast milk dam.keywords: breast care, engorgement
EVALUASI IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN SGD (SMALL GROUP DISCUSSION) Hana Rosiana Ulfah; Moh. Afandi; Sri Sundari
Jurnal Kebidanan VOLUME 09 No.01, JUNI 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v9i01.305

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Mahasiswa sudah terpapar metode pembelajaran SCL khususnya pada mata kuliah KMB. Namun output yaitu hasil belajar belum maksimal. Mata kuliah ini membutuhkan pemahaman dan hafalan yang mendalam sehingga nilai A hanya didapatkan sekitar 10 % dari seluruh mahasiswa. Menurut observasi dan wawancara, metode pembelajaran yang sering digunakan adalah SGD (Small Group Discussion) namun pelaksanaannya belum optimal.Metode Penelitian : Strategi Penelitian Explaratory Sekuensial. Desain penelitian mixed method. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Keperawatan S1 semester 5 UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) yang berjumlah 103 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling.Hasil Penelitian : Hasil penelitian kualitatif didapatkan beberapa permasalahan terkait mahasiswa, proses metode pembelajaran, sarana prasarana dan juga SDM (sumber daya manusia). Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa tidak adanya pembagian peran mahasiswa, peran tutor kurang maksimal, performa individu mahasiswa didominasi nilai tidak memuaskan dan tidak dilakukannya langkah formulating learning issue dan self study implementasi metode pembelajaran SGD.Kesimpulan : Berdasarkan evaluasi implementasi pada metode pembelajaran SGD didapatkan hasil bahwa terdapat permasalahan pada mahasiswa yaitu kurangnya partisipasi aktif mahasiswa, jumlah mahasiswa yang terlalu banyak. Permasalahan pada metode pembelajaran adalah tidak dilakukannya langkah self study dan formulating learning issue. Permasalahan pada sarana prasarana adalah penggunaan ruang kelas yang padat. Permasalahan pada SDM yaitu kurangnya fasilitator.Kata kunci : Metode pembelajaran SGD (Small Group Discussion), mahasiswaEVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF LEARNING METHOD SGD (SMALL GROUP DISCUSSION)ABSTRACTBackground: Students have been exposed to teaching methods SCL particularly in the subject of KMB. But the output of the result of learning is not maximized.This course requires a deep understanding and memorization so that the value of A is only about 10% of all students. According to the observations and interviews, the learning method often used SGD (Small Group Discussion) but still not optimal.Method: Sequential Explaratory Research Strategy. Mixed method research designs.Population in this research is active student of nursing S1 semester 5 UMS (Muhammadiyah University of Surakarta) which amounts to 103 students. The sampling technique in this research is total sampling. Results:Qualitative research results found some problems related to students, the process of learning methods, infrastructure and HR (human resources). The results of quantitative research showed that the distribution of the student's role, the role of tutor less than the maximum, the performance of individual student grades dominated unsatisfactory and does not issue a step formulating learning and self study learning method implementation SGD. Conclusion: Based on the evaluation of the implementation of the learning methods SGD showed that there were problems is the lack of active participation of students, number of students is too much. Problems on method of learning are of not done step self-study and formulating learning issue. Problems in infrastructure is the use of classrooms are crowded. Another problem is on the lack of human resources facilitator. Keywords: Teaching methods, SGD (Small Group Discussion) seven jump, studentABSTRAKLatar Belakang : Mahasiswa sudah terpapar metode pembelajaran SCL khususnya pada mata kuliah KMB. Namun output yaitu hasil belajar belum maksimal. Mata kuliah ini membutuhkan pemahaman dan hafalan yang mendalam sehingga nilai A hanya didapatkan sekitar 10 % dari seluruh mahasiswa. Menurut observasi dan wawancara, metode pembelajaran yang sering digunakan adalah SGD (Small Group Discussion) namun pelaksanaannya belum optimal.Metode Penelitian : Strategi Penelitian Explaratory Sekuensial. Desain penelitian mixed method. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Keperawatan S1 semester 5 UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) yang berjumlah 103 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling.Hasil Penelitian : Hasil penelitian kualitatif didapatkan beberapa permasalahan terkait mahasiswa, proses metode pembelajaran, sarana prasarana dan juga SDM (sumber daya manusia). Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa tidak adanya pembagian peran mahasiswa, peran tutor kurang maksimal, performa individu mahasiswa didominasi nilai tidak memuaskan dan tidak dilakukannya langkah formulating learning issue dan self study implementasi metode pembelajaran SGD.Kesimpulan : Berdasarkan evaluasi implementasi pada metode pembelajaran SGD didapatkan hasil bahwa terdapat permasalahan pada mahasiswa yaitu kurangnya partisipasi aktif mahasiswa, jumlah mahasiswa yang terlalu banyak. Permasalahan pada metode pembelajaran adalah tidak dilakukannya langkah self study dan formulating learning issue. Permasalahan pada sarana prasarana adalah penggunaan ruang kelas yang padat. Permasalahan pada SDM yaitu kurangnya fasilitator.                                    Kata kunci : Metode pembelajaran SGD (Small Group Discussion), mahasiswa EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF LEARNING METHOD SGD (SMALL GROUP DISCUSSION)ABSTRACTBackground: Students have been exposed to teaching methods SCL particularly in the subject of KMB. But the output of the result of learning is not maximized.This course requires a deep understanding and memorization so that the value of A is only about 10% of all students. According to the observations and interviews, the learning method often used SGD (Small Group Discussion) but still not optimal.Method: Sequential Explaratory Research Strategy. Mixed method research designs.Population in this research is active student of nursing S1 semester 5 UMS (Muhammadiyah University of Surakarta) which amounts to 103 students. The sampling technique in this research is total sampling. Results:Qualitative research results found some problems related to students, the process of learning methods, infrastructure and HR (human resources). The results of quantitative research showed that the distribution of the student's role, the role of tutor less than the maximum, the performance of individual student grades dominated unsatisfactory and does not issue a step formulating learning and self study learning method implementation SGD. Conclusion: Based on the evaluation of the implementation of the learning methods SGD showed that there were problems is the lack of active participation of students, number of students is too much. Problems on method of learning are of not done step self-study and formulating learning issue. Problems in infrastructure is the use of classrooms are crowded. Another problem is on the lack of human resources facilitator. Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017                                                                     25               Keywords: Teaching methods, SGD (Small Group Discussion) seven jump, student
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS SIDOREJO KIDUL Ulfah, Hana Rosiana; Widayanti, Idha
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Pelayanan kesehatan merupakan upaya yang diselenggarakan dalam rangka mencapai derajat kesehatan baik untuk individu maupun masyarakat. Kebutuhan akan kesehatan mempengaruhi masyarakat dalam memilih sarana kesehatan, yang mana masyarakat menginginkan pelayanan yang terbaik bagi dirinya. Hal tersebut menjadikan tuntutan bagi puskesmas agar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Pelayanan tersebut diharapkan memiliki hubungan dengan kepuasan pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Sidorejo Kidul. Metode : Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel 47 orang diambil dengan metode consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Kualitas pelayanan kesehatan yang meliputi lima dimensi, yaitu bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati merupakan variabel bebas sedangkan kepuasan pasien adalah variabel terikat. Analisis bivariat menggunakan uji rank spearman. Hasil : Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien ?< 0.05 (?=0.000) dengan koefisien korelasi 0.884 yang artinya memiliki hubungan sangat kuat. Simpulan : Ada hubungan signifikan kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Sidorejo Kidul. Semakin kualitas pelayanan baik, maka kepuasan pasien juga semakin baik. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENINGKATAN SIKAP DALAM PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI SMK N 1 TENGARAN: THE EFFECT OF PEER EDUCATION ON IMPROVING ATTITUDES IN HIV/AIDS REVENTION IN ADOLESCENTS AT SMK N 1 TENGARAN Kurniawati, Emy; Sari, Devita Novia; Ulfah, Hana Rosiana; Dwi Saputro, Bambang Sudono
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.02 DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i02.951

Abstract

ABSTRAK : HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan karena berada dalam masa transisi dan eksplorasi diri yang tinggi terhadap hal-hal baru termasuk perilaku seksual berisiko. Rendahnya sikap remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS menjadi salah satu faktor penyebaran penyakit HIV/AIDS. Intervensi pendidikan kesehatan dengan pendekatan peer education dinilai efektif karena informasi disampaikan oleh teman sebaya, yang dianggap lebih dapat diterima oleh remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesusah Peer Education. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental dan memakai metode pretest posttest one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK N 1 Tengaran. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan pengambilan sampel 36 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data diolah menggunakan program SPSS untuk menganalisis univariat dan bivariat dengan distribusi frekuensi dan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan sikap yang signifikan tentang HIV/AIDS dengan hasil uji statistik: Mean Difference = -18,97, t = -19,63, dan p = 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa ada peer education efektif dalam meningkatan sikap dalam pencegahan HIV/AIDS sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh peer education terhadap peningkatan sikap siswa dalam pencegahn HIV/AIDS. Kata Kunci: Peer Education, Sikap HIV/AIDS, Remaja