Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemodelan Autoregressive Integrated Moving Average Ensemble (ARIMA ENSEMBLE) Averaging Method Dalam Peramalan Produksi Padi di Provinsi Jawa Timur Hariadi, Wigid; Sulantari
ESTIMATOR : Journal of Applied Statistics, Mathematics, and Data Science Vol. 2 No. 2 (2024):
Publisher : Program Studi Statistika Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/estimator.v2i2.2158

Abstract

Padi atau beras merupakan makanan pokok paling favorit bagi masyarakat Indonesia. Jawa Timur salah satu provinsi di Indonesia yang merupakan sentra penghasil padi. Mengingat pentingnya produksi padi bagi pemerintah, maka perlu dilakukan analisis untuk memprediksi produksi padi pada tahun-tahun kedepan. Hal ini berguna untuk dalam mengetahui seberapa besar ketahanan pangan di suatu. Untuk melakukan peramalan data, salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode ARIMA Ensemble averaging. Metode ini menggunakan proses penggabungan hasil ramalan beberapa model ARIMA untuk membentuk nilai peramalan yang baru. Model ARIMA Ensemble (ARIMA (2,2,0) dan ARIMA(0,2,1)) merupakan model ARIMA Ensemble terbaik dalam meramalkan produksi padi di Provinsi Jawa Timur dengan nilai MSE sebesar 2.613E+12 dan nilai RMSE sebesar 1616476.55. Produksi padi di Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2025 sampai tahun 2035 secara berturut-turut diramalkan sebesar: 10.32 juta ton, 10.39 juta ton, 10.45 juta ton, 10.52 juta ton, 10.59 juta ton, 10.65 juta ton, 10.72 juta ton, 10.79 juta ton, 10.87 juta ton, 10.93 juta ton, 10.99 juta ton. Hal ini menyatakan bahwa jika dibandingkan tahun 2023, produksi padi di Jawa Timur pada tahun 2025 akan mengalami kenaikan sebesar 6.29%, dan pada tahun 2035 akan mengalami kenaikan sebesar 13.22%.
Peramalan Produksi Gula Indonesia dengan Model ARIMA(2,2,0) Serta Bagaimana Strategi Swasembada Gula Terjadi Pada tahun 2030 Wigid Hariadi; Sulantari Sulantari; Adi Mustika
UJMC (Unisda Journal of Mathematics and Computer Science) Vol 11 No 2 (2025): Unisda Journal of Mathematics and Computer Science
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Sciences and Technology Unisda Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/ujmc.v11i2.11865

Abstract

Indonesia is an agrarian country with the agricultural sector playing a vital role in meeting basic needs and boosting the social, economic, and trade sectors. One of the widely cultivated crops is sugar cane, which is the raw material for sugar. Sugar is a strategic commodity and plays a vital role in the economy and community food security. The demand for sugar is enormous, but sugar production is still unable to meet all of this demand. Indonesia continues to strive to achieve sugar self-sufficiency. Therefore, the author is interested in conducting research related to how to forecast Indonesian sugar production for 2025-2030 using the ARIMA method? And what strategies are there to achieve Indonesian sugar self-sufficiency in 2030? The results obtained are: forecasting Indonesian sugar production can be done using the ARIMA (2,2,0), with an Sun Square Residuals value of 0.210136. Indonesia's sugar production forecasts from 2025 to 2030 are: 2.497 million tons, 2.450 million tons, 2.601 million tons, 2.635 million tons, 2.646 million tons, and 2.755 million tons, respectively. To achieve sugar self-sufficiency in Indonesia by 2030, the Indonesian government needs to add 1.19 million hectares of new land for sugarcane farming.