Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PROTOKOL PERJANJIAN KUNCI STICKEL ATAS GRUPOID NON KOMUTATIF DAN PERUBAHANPEMBOBOTANHURUF Anas, Aswar
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2018): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2239.184 KB) | DOI: 10.32528/gammath.v3i1.1088

Abstract

AbstrakPengiriman pesan lewat jaringan komunikasi global sangat rawan disadap oleh musuh. Faktor keamanan pengiriman pesan menjadi aspek yang penting ditengah-tengah kemajuan teknologi sekarang ini. Chiperteks adalah pesan yang dikirim seseorang setelah melalui enkripsi dan di terjemahkan atau dideskripsi menjadi Plainteks. Chiper Vigenere salah satunya. Namun kelemahan Chper Vigenere terletak pada kunci yang diberikan. Jika kunci tersebut terlalu mudah, maka dengan kemajuan teknologi sekarang kunci tersebut dapat dibaca dengan cepat. Protokol perjanjian stikel merupakan kunci yang menggunakan grup non komutatif G. Protokol ini mempublikasikan tiga elemen dari grup a,b, dan g. para pengirim dan penerima pesan akan saling menerima u dan v, yang merupakan hasil perkalian a,b,g yang a dan b dipangkatkan bilangan asli tertentu yang dipilih secara acak. Akan tetapi processor yang semakin cepat dan algoritma pemecah kode sudah banyak ditemukan dikhawatirkan akan mempercepat musuh mendapatkan informasi. Hal ini dapat diatasi dengan pembobotan huruf yang di bedakan dengan pemecahan graf. graf yang dikirimkan dapat disamarkan berupa gambar jalan, bentuk pohon atau yang lain yang berisikan informasi pembobotan huruf. Jika hal ini dilakukan, maka ada 26! kemungkinan yang terjadi. Dengan demikian tujuan untuk mempersulit musuh mendapatkan pesan tercapai.Kata Kunci: Stickel, Graf, Matriks.AbstractA Sending a message from a global communication network is very disturbed by an enemy. Safety of sending a message is an important aspect between of technology development. Chypertext is a message from someone after encrytion process and tranlseted to plainteks. Chiper vigenere is on of them. But the weakness of this Chiper is from sharing secret key. If key is too easy, then with newest technology, the sharing secret key can be translated fastly. Stikel Agreement Protocol is a key based from non commutative group G. This Protocol plubishing a, b,  and g element of G. The Sender and Receiver a message will be accepted u and v. u and v is from multiplication of a, b, and g with a and b has exponentated with any natural number random. However,now,  the processor is very fast and a lot of  reading code algorithm is funded, worried that enemy can get the information. But this problem can be solved by giving a different number of alpabhet by graf solve problem. The sending  graf can be given by addressing road or tree’s model. If this doing, then 26! Probability can be happened on giving a number of alphabet. Then difficulty of enemy to read a messege has been get.Keywords: Stickel, Graf, Matrix
PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS DITINJAU DARI GENDER Sri Retno Anggraini; Lutfiyah Lutfiyah; Aswar Anas
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i1.2453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan tahapan Wallas ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu soal tes dan wawancara. Subyek penelitian terdiri dari dua kelompok gender yaitu kelompok gender laki-laki dan kelompok gender perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa laki-laki mampu melakukan ke empat tahapan Wallas. Akan tetapi disetiap tahapan Wallas, siswa laki-laki hanya mampu melakukan 1 atau 2 kriteria berpikir kreatif. Yaitu siswa laki-laki hanya mampu melakukan kriteria berpikir kreatif kebaruan saja pada tahap persiapan, selanjutnya pada tahap inkubasi siswa laki-laki melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan dan keluwesan, serta pada tahap iluminasi dan verifikasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan saja. Sedangkan proses berpikir kreatif siswa perempuan mampu melakukan ke empat tahapan Wallas. Akan tetapi disetiap tahapan Wallas, siswa perempuan hanya satu tahapan saja yang mampu melakukan ke tiga kriteria berpikir kreatif yaitu kefasihan, keluwesan dan kebaruan pada tahap persiapan, untuk ketiga tahapan lainnya hanya melakukan 1 atau 2 kriteria berpikir kreatif saja. Yaitu pada tahap inkubasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan dan keluwesan, serta pada tahap iluminasi dan verifikasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan saja. 
Michaelis-Menten Models with Constant Harvesting of Restricted Prey Populations Minimum Place and Amount Capacity Aswar Anas; Marsidi
Jurnal Matematika MANTIK Vol. 7 No. 2 (2021): Mathematics and Applied Mathematics
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mantik.2021.7.2.107-114

Abstract

Food chain modeling is currently developing rapidly. The ecosystem is protected from the chain of eating and eating processes. All living things need each other, but if the process of eating them is not balanced, then the extinction of living things will occur. One of them is the prey and predator model that serves as a balancer in the food chain system. The Michaelis-Menten model is a prey-predator model that essentially prevents prey extinction. The problem is how to keep the prey from becoming extinct but with maximum harvesting in one place and the minimum amount of prey at the right time. The method used to overcome this problem is to add two new variables to the Michaelis-Menten model, namely the minimum number of prey and the capacity of the place to be occupied. It is seen that the system will be in equilibrium if the predator mortality rate is large so that the prey is kept from extinction until harvesting. In addition, the right time for good breeding can also be determined. From this model, it is found that the right time for harvesting so that prey extinction does not occur is
PROTOKOL PERJANJIAN KUNCI STICKEL ATAS GRUPOID NON KOMUTATIF DAN PERUBAHANPEMBOBOTANHURUF Aswar Anas
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2018): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v3i1.1088

Abstract

AbstrakPengiriman pesan lewat jaringan komunikasi global sangat rawan disadap oleh musuh. Faktor keamanan pengiriman pesan menjadi aspek yang penting ditengah-tengah kemajuan teknologi sekarang ini. Chiperteks adalah pesan yang dikirim seseorang setelah melalui enkripsi dan di terjemahkan atau dideskripsi menjadi Plainteks. Chiper Vigenere salah satunya. Namun kelemahan Chper Vigenere terletak pada kunci yang diberikan. Jika kunci tersebut terlalu mudah, maka dengan kemajuan teknologi sekarang kunci tersebut dapat dibaca dengan cepat. Protokol perjanjian stikel merupakan kunci yang menggunakan grup non komutatif G. Protokol ini mempublikasikan tiga elemen dari grup a,b, dan g. para pengirim dan penerima pesan akan saling menerima u dan v, yang merupakan hasil perkalian a,b,g yang a dan b dipangkatkan bilangan asli tertentu yang dipilih secara acak. Akan tetapi processor yang semakin cepat dan algoritma pemecah kode sudah banyak ditemukan dikhawatirkan akan mempercepat musuh mendapatkan informasi. Hal ini dapat diatasi dengan pembobotan huruf yang di bedakan dengan pemecahan graf. graf yang dikirimkan dapat disamarkan berupa gambar jalan, bentuk pohon atau yang lain yang berisikan informasi pembobotan huruf. Jika hal ini dilakukan, maka ada 26! kemungkinan yang terjadi. Dengan demikian tujuan untuk mempersulit musuh mendapatkan pesan tercapai.Kata Kunci: Stickel, Graf, Matriks.AbstractA Sending a message from a global communication network is very disturbed by an enemy. Safety of sending a message is an important aspect between of technology development. Chypertext is a message from someone after encrytion process and tranlseted to plainteks. Chiper vigenere is on of them. But the weakness of this Chiper is from sharing secret key. If key is too easy, then with newest technology, the sharing secret key can be translated fastly. Stikel Agreement Protocol is a key based from non commutative group G. This Protocol plubishing a, b,  and g element of G. The Sender and Receiver a message will be accepted u and v. u and v is from multiplication of a, b, and g with a and b has exponentated with any natural number random. However,now,  the processor is very fast and a lot of  reading code algorithm is funded, worried that enemy can get the information. But this problem can be solved by giving a different number of alpabhet by graf solve problem. The sending  graf can be given by addressing road or tree’s model. If this doing, then 26! Probability can be happened on giving a number of alphabet. Then difficulty of enemy to read a messege has been get.Keywords: Stickel, Graf, Matrix
Layanan Konseling Individu dengan Teknik Reinforcement Positif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Anak Broken Home Yuliana Radianengsih; Aswar Anas; Bhennita Sukmawati
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v1i1.831

Abstract

Motivasi belajar sangat penting untuk dimiliki siswa agar mendapatkan hasil belajar yang baik, terutama bagi anak broken home. Perilaku membolos, menganggu teman, malas mengerjakan tugas serta tidak memperhatikan pembelajaran merupakan ciri-ciri perilaku anak dengan motivasi belajar yang rendah, karena salah satunya disebabkan oleh kurangnya perhatian oleh orang tua akibat peristiwa perceraian. Penelitian ini menggambarkan hasil akhir dari pelayanan konseling individu dengan teknik reinforcement positif untuk mendorong motivasi belajar anak dari keluarga broken home. Penggunaan metode pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus. Lokasi penelitian terletak di dusun Manggungan, desa Karangbayat, kecamatan Sumberbaru, kabupaten Jember. Adapun subjek penelitian, diambil melalui teknik purporsive sampling, sehingga terdapat dua subjek penelitian yang merupakan siswa kelas III di SDN Karangbayat 04, serta terdapat narasumber untuk melengkapi data penelitian yang meliputi guru kelas III dan wali dari subjek. Mengenai strategi pengumpulan data berupa, pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, tampilan data, dan kesimpulan. Triangulasi sumber oleh H.B Sutopo digunakan untuk memenuhi keakuratan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan konseling individu dengan metode reinforcement positif dapat meningkatkan motivasi belajar pada anak broken home.
Pengaruh Teknik REBT (Rational Emotive Behaviour Theraphy) Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI BDP-3 SMK Trunojoyo Jember Nyi Ageng Wasilatussalam; Aswar Anas; Bhennita Sukmawati
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v1i1.836

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa yang kurang percaya diri sehingga dapat menghambat perkembangan prestasi di Sekolah SMK Trunojoyo Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah diberi layanan konseling individual dengan pendekatan Rational Emotive Therapy. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pre-eksperimen dengan jenis Countrol Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 28 siswa Sekolah SMK Trunojoyo Jember. Sampel diambil sebanyak 8 siswa yang mengalami masalah tentang kepercayaan diri rendah melalui teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Adapun untuk analisis data, peneliti menggunakan Kuasi Eksperiment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa sebelum diberikan layanan konseling individual dengan pendekatan Rational Emotive Therapy berada dikategori skor sedang yaitu 56 dan setelah diberikan layanan konseling individual dengan pendekatan Rational Emotive Therapy kepercayaan diri siswa mengalami peningkatan skor menjadi 145, maka dapat dikatakan adanya perbedaan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa pendekatan Rational Emotive Therapy dalam konseling individual efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa yang dilihat dari angka probalitas Asyimp. Sig (2-tailed) 0,000 < 0,025 sehingga Ho ditolak.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Mind Mapping Terhadap Perencanaan Karir Mahasantri Angkatan XI Ibnu Katsir 1 Jember Abdul Ghofur; Aswar Anas; ST. Fanatus Syamsiyah
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 1 No. 2 (2023): Terbitan ke 2
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v1i2.1164

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dampak layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik mind mapping kepada perencanaan karir mahasantri angkatan XI Ibnu Katsir 1 Jember. Jenis riset ini adalah kuantitatif. Sedangkan populasinya ialah semua mahasantri angkatan XI Ibnu Katsir 1 Jember dengan sampel sebanyak 6 mahasantri. Hasil penelitian ini ialah adanya dampak metode teknik mind mapping atas perencanaan karir mahasantri angkatan XI Ibnu Katsir 1 Jember. Hal ini dibuktikan setelah pemberian treatment dengan teknik mind mapping terdapat hasil kalkulasi nilai rata rata pada saat pretest dan posttest menghasilkan kenaikan tingkat perencanaan karir mahasantri angkatan XI Ibnu Katsir 1 Jember. Pada pretest diperoleh skor rata-rata 127,5 dan skor rata-rata pada posttest 199,3 dan selisih diantara nilai pretest dan posttestnya yaitu 71.8.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self Management Terhadap Peningkatan Kedisiplinan Siswa Kelas IX SMPN Sukorambi Jember Al Adawiyah, Roviqoh; Anas, Aswar; Ulwiyah, Imaratul; Kurniawan, Moh. Usman
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 2 No. 1 (2024): Terbitan ke 3
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v2i1.1634

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management terhadap peningkatan kedisiplinan siswa kelas IX SMPN 01 Sukorambi Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi adalah seluruh siswa kelas IX di SMPN 01 Sukorambi Jember dengan sampel sebanyak 8 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon Match Pairs Test. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pr-etset post-test. Hasil penelitian adalah: Terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management terhadap peningkatan kedisilinan siswa kelas IX SMPN 01 Sukorambi Jember. Hal ini dibuktikan setelah pemberian treatment dengan teknik self management terdapat hasil perhitungan skor rata-rata pada saat pre-test dan post-test mengalami peningkatan terhadap kedisiplinan siswa. Pada pre-test diperoleh skor rata-rata 46,2 % dan pada post-test diperoleh skor rata-rata 63 % sehingga didapatkan selisih antara skor pre-test dan post-test sebesar 57,5 %. Berdasarkan hasil pengujian uji wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar - 2,527 dengan simpotik signifikansi untuk uji dua arah sebesar 0,012. Dari hasil pengujian di atas, diketahui nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,012, nilai tersebut lebih kecil dari 0,25 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya ada perbedaan skor antara rata-rata skor angket pre-test dan post-test. Jadi bimbingan kelompok dengan teknik self management berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan siswa kelas IX SMPN Sukorambi Jember.
Pengaruh Teknik Self Instruction terhadap Kejenuhan Belajar Siswa di Smpit Al-Ghozali Jember Munna, Nova Nailal; Anas, Aswar; Ulwiyah, Imaratul
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 2 No. 2 (2024): Terbitan ke - 4
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh teknik self instruction terhadap kejenuhan belajar siswa di SMPIT Al-Ghozali Jember. Pendekatan ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis true-experimental design dengan tipe pretest-posttest control groub design. Populasi adalah siswa kelas VIII di SMPIT Al-Ghozali Jember berjumlah 49 siswa. Metodologi memperoleh data melalui wawancara, kuesioner, dan observasi. Sebelum disebarkan angket diuji validasi dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil penelitian adalah terdapat pengaruh teknik self instruction terhadap kejenuhan belajar siswa di SMPIT Al-Ghozali Jember. Hal ini dibuktikan hasil pretest dan posttest bahwa setelah pemberian treatment dengan teknik self instruction, siswa mengalami penurunan kejenuhan belajar. Hasil pretest kelompok eksperimen menunjukkan rata-rata skor 188,7 sedangkan hasil skor posttest menunjukkan rata-rata skor 144,8 dengan selisih 42,4. Perubahan tersebut menunjukkan kejenuhan belajar yang awalnya tinggi menjadi sedang setelah diberikannya treatment dengan teknik self instruction. Adapun besaran Asymp. Sig. (2-tailed) ialah 0,018 < 0,025. Artinya terdapat perbedaan secara signifikan pada tingkat kejenuhan belajar diantara pretest dan posttest, sehingga hipotesis diterima, Kesimpulannya bahwa penggunaan teknik self instruction ada pengaruh terhadap kejenuhan belajar di SMPIT Al-Ghozali Jember.
Ethnomathematics exploration of Jember Fashion Carnaval (JFC) costume design Bashar, Nazarul; Sujiwo, Dimas Anditha Cahyo; Anas, Aswar
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 6, No 4 (2023)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ijtmer.v6i4.278

Abstract

Knowledge and views of certain tribes, community groups, or individuals without going through formal education. Mathematics with cultural nuances (ethnomathematics) will make a huge contribution to mathematics learning. The aim of this research is to describe the mathematical concepts contained in JFC costume designs. In this research, researchers used qualitative research with an ethnographic approach. The instrument in this research is a human instrument; the researcher is directly related to the research and acts as a data collector through library data collection, interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques are carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this research show that ethnomathematics in Jember Fashion Carnival (JFC) fashion design can be in the form of the concept of symmetry and flat shapes such as triangles, squares, rhombuses, and circles. This can be seen in several costumes worn at JFC. The ethnomathematics in JFC costumes can certainly provide inspiration for educators to develop interesting learning by applying ethnomathematics. Educators can use JFC costume design patterns as material for teaching students mathematical concepts.