Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pola Pertumbuhan dan Rasio Jenis Kelamin Udang Mantis (Lysiosquillina Maculata) yang Ditangkap dengan Jerat di Perairan Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur Malo, Redempta Adventa Nahak; Tallo, Ismawan; Toruan, Lumban Nauli Lumban
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v4i2.6851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang-berat dan rasio jenis kelamin udang mantis (Lysiosquillina maculata) yang tertangkap menggunakan jerat di Perairan Bolok, Kabupaten Kupang. Sebanyak 154 ekor udang mantis, yang terdiri atas 85 jantan dan 69 betina diukur panjang total dan bobotnya untuk menentukan pola pertumbuhan. Analisis rasio jenis kelamin dilakukan berdasarkan selang panjang, berat, dan waktu pengambilan sampel menggunakan uji Chi-square (χ2). Hasil penelitian mengindikasikan hubungan yang kuat antara panjang dan berat tubuh (R² = 0,79 dan r = 0,89), dengan pola pertumbuhan udang mantis bersifat allometrik negatif (b < 3). Rasio jenis kelamin berdasarkan panjang tubuh dan waktu sampling menunjukkan distribusi jantan dan betina yang seimbang, sementara berdasarkan berat tubuh ditemukan perbedaan signifikan, dengan jumlah individu betina mendominasi pada kelas berat tertentu. Hasil ini mengindikasikan bahwa faktor jenis kelamin berpengaruh terhadap distribusi berat, tetapi tidak terhadap panjang tubuh dan waktu pengambilan sampel. Penelitian ini memberikan data komprehensif pertama tentang pola pertumbuhan dan rasio jenis kelamin L. maculata di perairan Nusa Tenggara Timur yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
PEMAMFAATAN LIMBAH BAKAU UNTUK PEMBUATAN AQUASCAPE SEBAGAI USAHA MIKRO DI DESA MATA AIR PESISIR SULAMANDA: UTILIZATION OF MANGROVE WASTE FOR AQUASCAPE MANUFACTURING AS A MICRO BUSINESS IN MAT AIR VILLAGE SULAMANDA COASTAL Saraswati , Suprabadevi Ayumayasari; Toruan, Lumban Nauli Lumban; Rammang, Nixon; Namas, Benediktus Julio Ta
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i1.1885

Abstract

Aquascape is one form of media that can be used for fish maintenance, especially ornamental fish for home scale. Aquascape itself is the identity of life that represents the original habitat of fish. Physically, the aquarium is only a place or container. Aquascape is the art of combining aquatic plants and ornamental fish in water media. However, the existing Aquscape products are generally large in size with expensive prices so that they can only be reached by large consumers such as hotels, restaurants, and offices. The use of mangrove waste is an alternative and also the use of natural materials that are environmentally friendly. Aquascape can meet the needs of the middle to lower market and accommodate the needs of office workers who do not have a large space or place to put an aquarium, so the mini Aquascape business becomes very promising. Some of the problems faced in presenting the natural atmosphere, starting from the fish that cannot survive to the dirty and mossy fish Aquascape quickly. By conducting training on making mini Aquascapes and fish rearing techniques, especially ornamental fish, it is hoped that it can provide information to coastal community fishermen to try to apply it to home micro scale. The method used is field observation, coupled with literature studies and socialization to fishermen on the Sulamanda coast.
Keanekaragaman Echinodermata Pada Ekosistem Lamun Di Teluk Kupang NTT Suprabadevi Ayumayasari S; Lumban Nauli Lumban Toruan; Lady Cindy Soewarlan
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

cukup tinggi dan berfungsi sebagai penyumbang nutrisi yang sangat berpotensi bagi perairan di sekitarnya serta dijadikan sebagai habitat bagi biota laut untuk mencari makan dan tempat berlindung. Salah satu organisme yang hidup berasosiasi dengan lamun adalah filum Echinodermata. Keberadaan Echinodermata sangat berpengaruh penting pada tingkat kesuburan substrat dasar perairan yang disebabkan karena secara tidak langsung Echinodermata merupakan biota bentik pemakan deposit (deposit feeder). Saat ini belum ada informasi tentang keanekaragaman Echinodermata pada ekosistem lamun di Pantai Tebing, Kelurahan Alak, Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, kelimpahan, dan keanekaragaman Echinodermata serta mengetahui kondisi parameter fisika kimia perairan di ekosistem lamun. Pantai Tebing di lokasi penelitian ditemukan 175 individu Echinodermata yang terdiri atas 17 spesies, 14 genus, 13 famili, dan 4 kelas. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi pada lokasi penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman, keseragaman komunitas yang bervariasi. Suhu pada lokasi penelitian adalah 28,68 °C, pH sebesar 7,8, dan salinitas sebesar 30,42. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kondisi parameter sesuai dengan baku mutu No 51 Tahun 2014 antara lain suhu, pH dan salinitas berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa perairan Pantai Alak dalam kondisi yang baik.
Keanekaragaman Echinodermata Pada Ekosistem Lamun Di Teluk Kupang NTT Suprabadevi Ayumayasari S; Lumban Nauli Lumban Toruan; Lady Cindy Soewarlan
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

cukup tinggi dan berfungsi sebagai penyumbang nutrisi yang sangat berpotensi bagi perairan di sekitarnya serta dijadikan sebagai habitat bagi biota laut untuk mencari makan dan tempat berlindung. Salah satu organisme yang hidup berasosiasi dengan lamun adalah filum Echinodermata. Keberadaan Echinodermata sangat berpengaruh penting pada tingkat kesuburan substrat dasar perairan yang disebabkan karena secara tidak langsung Echinodermata merupakan biota bentik pemakan deposit (deposit feeder). Saat ini belum ada informasi tentang keanekaragaman Echinodermata pada ekosistem lamun di Pantai Tebing, Kelurahan Alak, Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, kelimpahan, dan keanekaragaman Echinodermata serta mengetahui kondisi parameter fisika kimia perairan di ekosistem lamun. Pantai Tebing di lokasi penelitian ditemukan 175 individu Echinodermata yang terdiri atas 17 spesies, 14 genus, 13 famili, dan 4 kelas. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi pada lokasi penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman, keseragaman komunitas yang bervariasi. Suhu pada lokasi penelitian adalah 28,68 °C, pH sebesar 7,8, dan salinitas sebesar 30,42. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kondisi parameter sesuai dengan baku mutu No 51 Tahun 2014 antara lain suhu, pH dan salinitas berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa perairan Pantai Alak dalam kondisi yang baik.