Wulan Trigartanti
Prodi Ilmu Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Proses Komunikasi Keterbukaan Diri Korban Bullying Jessica Riantifanny; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.288 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.233

Abstract

Abstract. One of the cases of violence that never ends and the number of cases continues to increase is bullying. Not only done directly, bullying can also occur indirectly, such as being shunned by the environment because it is considered different. Basically, bullying is done repeatedly by the perpetrator until the victim feels physically and psychologically intimidated. As of February 2020, 2,473 cases of bullying have been recorded that have been reported to KPAI. One of the bad effects of bullying on victims is the psychological or mental impact of the victim. Those who experience bullying victims tend to close themselves. One way that they can open up is by communicating with the right people. Rangkoel Care is one of the foundations engaged in mental health and is quite professional in responding to victims of mental disorders, including victims of bullying, by communicating with Rangkoel Care, victims of bullying have a strong possibility to reopen themselves. The purpose of this study was to find out about experiences, motives and meanings when carrying out the communication process carried out by bullying victims with Rangkoel Care. Then, this study was compiled using a qualitative method with a phenomenological approach because researchers can find out more about the experiences of bullying victims during the self-disclosure communication process with the Rangkoel Care foundation. The results of the study show that (1) the experience of the victim when carrying out the communication process of self-disclosure is in accordance with Adler and Rodman's theory in which the stages of self-disclosure are clichés, facts, opinions, and feelings. (2) the meaning of conducting a self-disclosure process for victims of bullying equally interprets it as a positive thing and is considered important to do. (3) the motives of the victims of bullying in carrying out the communication process of self-disclosure, namely they do it purely from within and the desire of themselves. Abstrak. Pada dasarnya bullying dilakukan secara berulang-ulang oleh pelaku hingga korban merasa terintimidasi secara fisik dan psikologis. Hingga Februari 2020 sudah tercatat 2.473 kasus bullying yang dillaporkan pada KPAI. Dampak buruk dari bullying pada korban salah satunya pada piskologis atau mental korban. Mereka yang mengalami korban bullying cenderung akan menutup dirinya.Salah satu cara agar mereka dapat membuka diri yaitu dengan melakukan proses komunikasi dengan orang yang tepat. Rangkoel Care merupakan salah satu yayasan yang bergerak di bidang kesehatan mental dan cukup propesional dalam menanggapi korban yang mengalami gangguan mental termasuk korban bullying, dengan melakukan komunikasi bersama Rangkoel Care korban bullying besar kemungkinannya untuk membuka dirinya kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengalaman, motif dan makna ketika melakukan proses komunikasi yang dilakukan korban bullying dengan Rangkoel Care. Kemudian, penelitian ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi karena peneliti dapat mengetahui lebih dalam perihal pengalaman korban bullying selama melakukan proses komunikasi keterbukaan diri dengan yayasan Rangkoel Care. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengalaman korban saat melaksanakan proses komunikasi keterbukaan diri sesuai dengan teori Adler dan Rodman yang di mana tahapan keterbukaan diri yaitu klise, fakta, opini, dan perasaan. (2) makna melakukan proses keterbukaan diri bagi korban bullying sama-sama memaknainya sebagai suatu hal yang positif dan dianggap penting untuk dilakukan. (3) motif korban bullying dalam melakukan proses komunikasi keterbukaan diri yaitu mereka melakukannya pure berasal dari dalam diri dan keinginan dari diri sendiri.
Manajemen Krisis Humas Saung Angklung Udjo Muhammad Harun Ar Rasyid; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.13 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.285

Abstract

Abstract. Saung Angklung Udjo or commonly known as Saung Udjo is a place for educational and cultural tourism typical of Sundanese. Saung Udjo has been around for 55 years, precisely located at Jl. Padasuka No.118, Bandung, West Java, Indonesia. Public relations officer is no stranger to hearing the word crisis management, because crisis management is the handling of a difficult situation. As is currently experienced by Saung Udjo regarding the visitor crisis during the COVID-19 pandemic. The number of visitors who come to Saung Udjo at this time does not reach 50 people each week, whereas before the pandemic, the number of visitors at Saung Udjo can reach 500 to 2000 people every day. Therefore, the writer intends to know the Crisis Management of Public Relations Saung Angklung Udjo, with the aim of this research to find out how crisis management is carried out to handle the crisis experienced. The author uses a qualitative research method with a case study approach, and explores the Saung Angklung Udjo Bandung in Facing Visitor Crisis During the COVID-19 Pandemic. A public relations officer from Saung Angklung Udjo himself has to make breakthroughs and innovations in order to deal with the current pandemic situation. One of the breakthroughs and inovations made by Saung Angklung Udjo during the COVID-19 pandemic in dealing with the visitors crisis was to create virtual products, one form of which is like a virtual performance. Abstrak. Saung Angklung Udjo atau yang akrab disebut dengan Saung Udjo merupakan tempat wisata edukasi dan budaya khas Sunda. Saung Udjo telah berdiri selama 55 tahun, tepatnya berlokasi di Jl. Padasuka No.118, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Seorang humas sudah tidak asing mendengar kata manajemen krisis, karena manajemen krisis merupakan penanganan dalam menghadapi situasi yang sulit. Seperti halnya saat ini yang dialami oleh Saung Udjo mengenai krisis pengunjung saat pandemi COVID-19. Pengunjung yang datang ke Saung Udjo pada saat ini setiap minggunya tidak mencapai 50 orang sedangkan sebelum adanya pandemi, jumlah pengunjung di Saung Udjo dapat mencapai 500 hingga 2000 orang setiap harinya. Maka dari itu peneliti bermaksud untuk mengetahui Manajemen Krisis Humas Saung Angklung Udjo, dengan tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana manajemen krisis yang dilakukan untuk menangani krisis yang dialami. Peneliti.menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan mendalami mengenai Saung Angklung Udjo Kota Bandung Dalam Menghadapi Krisis Pengunjung Saat Pandemi COVID-19. Seorang humas dari Saung Angklung Udjo sendiri harus melakukan gebrakan dan inovasi guna menghadapi situasi pandemi saat ini. Salah satu gebrakan dan inovasi yang dilakukan oleh Saung Angklung Udjo di masa pandemi COVID-19 dalam menghadapi krisis pengunjung adalah membuat produk digital, salah satu bentuknya seperti pertunjukan digital.
Strategi Electronic Word of Mouth Ekara Coffee & Resto di Tengah Pandemi Mayrianna Sabilla Moelia; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.189 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1662

Abstract

Abstract. Ekara Coffee & Resto is one of the businesses that uses WOM and e-WOM activities during this pandemic. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What are the stages of e-WOM promotion carried out by Ekara Coffee & Resto in maintaining customer loyalty in the midst of a pandemic? (2) How is the media used by Ekara Coffee & Resto to provide information? (3) Why does Ekara Coffee & Resto use the e-WOM strategy in maintaining customer loyalty in the midst of a pandemic?. The purpose of this study is to find out how e-WOM activities are carried out during this pandemic. The research method used is a qualitative case study approach. Data collection techniques using in-depth interviews and observation as primary data. Literature study and documentation as secondary data. The results of this study: (1) Ekara's e-WOM promotion stages in maintaining customer loyalty, the first is to create a topic, the second is to create a positive word of mouth and the last is to build relationships with customers. In addition, there are 5Ts in carrying out this strategy, Talkers, employees and Ekara customers. Topic, product quality and service quality Ekara. Tools, google reviews and Instagram. Taking part, interaction with its customers. Tracking, monitoring and rewarding loyal customers (2) The media used by Ekara in providing information in maintaining customer loyalty is Ekara using social media Instagram, Google and WhatsApp. The reason Ekara uses social media is to be able to spread the information widely in various circles. (3) The reason for using the electronic word of mouth strategy is because this strategy is very profitable during a pandemic like now, besides that this strategy is a cheap strategy but has a very large and effective impact that makes potential customers know about Ekara's existence and want to come to Ekara. Abstrak. Ekara Coffee & Resto adalah salah satu usaha yang menggunakan kegiatan WOM dan e-WOM di masa pandemic ini. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana tahapan promosi e-WOM yang dilakukan oleh Ekara Coffee & Resto dalam mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah pandemi? (2) Bagaimana media yang digunakan oleh Ekara Coffee & Resto untuk memberikan suatu informasi? (3) Mengapa Ekara Coffee & Resto menggunakan strategi e-WOM dalam mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah pandemi?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kegiatan e-WOM ini dilakukan di masa pandemi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi sebagai data primer. Studi kepustakaan dan dokumentasi sebagai data sekunder. Hasil dari penelitian ini: (1) Tahapan promosi e-WOM Ekara dalam mempertahankan loyalitas pelanggan yang pertama adalah menciptakan topic, yang kedua menciptakan word of mouth yang positif dan yang terakhir adalah membangun relasi dengan para pelanggan. Selain itu terdapat 5T dalam menjalankan strategi ini, Talkers, karyawan dan para pelanggan Ekara. Topic, kualitas produk dan kualitas pelayanan Ekara. Tools, google review dan Instagram. Taking part, interaksi dengan para pelanggannya. Tracking, melakukan pengawasan dan memberikan reward kepada para pelanggan loyal (2) Media yang digunakan Ekara dalam memberikan suatu informasi dalam mempertahankan loyalitas pelanggan yaitu Ekara menggunakan media sosial instagram, google dan whatsapp. Alasan Ekara menggunakan media sosial tersebut agar dapat menyebarkan informasinya dengan luas di berbagai kalangan. (3) Alasan menggunakan strategi electronic word of mouth yaitu dikarenakan strategi ini sangat menguntungkan di masa pandemi seperti sekarang, selain itu strategi ini merupakan strategi yang murah namun memiliki dampak yang sangat besar dan juga efektif yang membuat para calon pelanggan mengetahui keberadaan Ekara dan berkeinginan untuk datang ke Ekara.
Kampanye Vaksinasi Covid-19: Studi Kasus Program Kampanye Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nadhifa Rikhansa; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.964 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.2788

Abstract

Abstract. The emergency PPKM policy created a number of riots in Indonesia. Therefore, the government needs to provide other policies besides Emergency PPKM to deal with Covid-19 cases in Indonesia. One of them is the Covid-19 Vaccination Program which aims to form a national Herd Immunity. Unfortunately, the number of Indonesians who are willing to be vaccinated against Covid-19 is still far from the Government's target of 70%. For this reason, the government needs some strategies in campaigning for Covid-19 vaccination activities. This study examines the Covid-19 Vaccination Campaign Program by the Provincial Government of the Bangka Belitung Islands. This study aims to determine the Covid-19 Vaccination Campaign Program and its implementation by the Provincial Government of Kep. Bangka Belitung. This research uses qualitative method with constructivist paradigm and case study approach. The concept used as a perspective in this research is the Campaign Technique by Ruslan and Arifin's Communication Strategy. The results of this study explain that the Covid-19 Vaccination Campaign Program by the Provincial Government of the Bangka Belitung Islands is a “Promotive Program” and a "Pick-up" program. This program is carried out by “Satuan Tugas Khusus Vaksinasi Covid-19”. These two programs were carried out because of the threat and strength that Bangka Belitung had in the Covid-19 Vaccination. In its implementation, the Provincial Government of the Bangka Belitung Islands uses participation techniques, associations, integrative techniques, reward techniques, ice sculpture arrangement techniques, and coercion or coercion techniques. The Provincial Government of the Bangka Belitung Islands has also carried out several communication strategies including repetition and canalizing. The content of this campaign message is also educative, persuasive, and informative. Abstrak. Kebijakan PPKM darurat membuat sejumlah kerusuhan di Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah perlu memberikan kebijakan lain selain PPKM Darurat untuk mengatasi kasus Covid-19 di Indonesia. Salah satunya adalah Program Vaksinasi Covid-19 yang bertujuan untuk membentuk Herd Immunity nasional. Sayangnya, jumlah masyarakat Indonesia yang bersedia untuk divaksin Covid-19 masih jauh dari target capaian Pemerintah di-angka 70%. Karena itulah, pemerintah memerlukan sebuah upaya dalam mengkampanyekan kegiatan Vaksinasi Covid-19. Penelitian ini meneliti mengenai Program Kampanye Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Program Kampanye Vaksinasi Covid-19 dan implementasinya oleh Pemerintah Provinsi Kep. Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif dengan paradigma konstruktivis serta pendekatan Studi Kasus. Konsep yang digunakan sebagai perspektif dalam penelitian ini adalah Teknik Kampanye oleh Ruslan dan Strategi Komunikasi Arifin. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Program Kampanye Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Program Promotif dan program “Jemput Bola”. Program ini dilakukan oleh Satuan Tugas Khusus Vaksinasi Covid-19. Kedua program ini dilakukan karena ancaman dan kekuatan yang dimiliki Bangka Belitung dalam Vaksinasi Covid-19. Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggunakan teknik Partisipasi, Asosiasi, teknik integratif, Teknik ganjaran, Teknik penataan patung es, dan Teknik koersi atau paksaan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melakukan beberapa strategi komunikasi diantaranya dalah pengulangan dan Canalizing. Isi pesan kampanye ini juga bersifat edukatif, persuasif, dan informatif.
Kampanye Public Relations Aksi Cepat Tanggap Cabang Bandung pada Program Warteg Keliling Aurora Alfa Marchella; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.424 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3023

Abstract

Abstract. Public relations campaign is a very important activity in growing the image of an organization, company or institution for either promotion or publicity purposes. Programming activities carried out for PR campaigns cannot be separated from the current situation of society. For example, the Aksi Cepat Tanggap (ACT) Social and Humanitarian Institution Foundation has created a program of activities to help people who are experiencing food difficulties. So that ACT Bandung branch created a Warteg Keliling program in a campaign to share food with the community. The purpose of this study was to determine the process of Warteg Keliling program activities and the background of ACT Bandung making Warteg Keliling program as part of a public relations campaign. The author uses a descriptive method with a quantitative approach. This research also uses data collection techniques through observation first, after that the researchers conducted in-depth interviews with the Bandung branch of ACT team. The results of this study indicate that 1). The process of defining the problem by means of an assessment in the field through a situation analysis of what social problems are happening in the community and how this Mobile Warteg can be formed. 2). The planning process starts from analysis, setting goals, determining resources starting from the implementation team (HR), budget, and transportation, then the next planning stage is implementation tactics that begins with action before donations and final planning using media as activity reporting. campaigns and mediators in inviting donations to the public or partners. 3). The process of implementing the Bandung branch of the ACT program is based on Action-Communication-Trust. 4). The evaluation process is carried out by monitoring the successes and failures during the campaign program. Abstrak. Kampanye public relations adalah aktivitas yang sangat penting dalam menumbuhkan citra organisasi, perusahaan atau Lembaga baik untuk keperluan promosi ataupun publisitas. Pembuatan program kegiatan yang dilakukan untuk kampanye PR tidak terlepas dari situasi masyarakat saat ini. Seperti salah satunya Yayasan Lembaga sosial dan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat program kegiatan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan pangan. Sehingga ACT cabang Bandung membuat program Warteg Keliling dalam kampanye berbagi makanan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini guna mengetahui proses kegiatan program Warteg Keliling dan latar belakang ACT Bandung membuat program Warteg Keliling sebagai bagian kampanye public relations. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini pun menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi terlebih dahulu, setelah itu peneliti melakukan wawancara mendalam kepada tim ACT cabang Bandung. kampanye berjalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Proses mendefinisikan masalah dengan cara assessment dilapangan melalui analisis situasi permasalahan sosial apa yang terjadi di masyarakat dan bagaiamana Warteg Keliling ini bisa terbentuk. 2). Proses perencanaan yaitu dimulai dari Analisis, menentukan sasaran, menentukan Resource (sumber Daya) mulai dari tim pelaksana (SDM), anggaran, dan transportasi kemudian tahapan perencanaan selanjutnya taktik pelaksanaan yang diawali dengan aksi terlebih dahulu sebelum donasi dan perencanaan terakhir memanfaatkan media sebagai reporting kegiatan kampanye dan mediator dalam mengajak berdonasi kepada publik atau mitra. 3). Proses pelaksanaan program ACT cabang Bandung berlandaskan pada Aksi-Komunikasi-Trust. 4). Proses mengevaluasi dilakukan dengan cara monitoring keberhasilan dan kegagalan selama program kampanye berjalan.
Strategy Marketing Public Relations Co-Branding Compass X PMP Muhammad Zenal; Wulan Trigartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.747 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3588

Abstract

Abstract. Strategy marketing in public relations building co-branding Compass X PMP one step to develop cooperation. mutually beneficial Cooperation was aimed at just to be effective in inducing, interesting, persuade consumers to purchase products shoes limited editions Compass X PMP edition “Darahbiruku”. Strategy marketing public relations to build each other up brand image, breakthrough, and expected company stay. Company to establish cooperation through will produce innovative products, limited edision, or special products limited scale in the market. Research purposes know Compass X PMP Strategy marketing public relations in building co-branding on a series of certified limited edition “darahkubiru”. To figure out how marketing public relations co-branding on a series of certified limited edition “darahkubiru”. To know why Compass X PMP administration created marketing strategy public relations in building co-branding. Methods used a qualitative, approach a case study Robert K. Yin by design research type 1, one case , a unit of analysis. Using interviews speakers, observations, documentation, and study literature. Drawing conclusions: Compass X PMP Strategy marketing public relations co-branding on shoes series certified limited edition “darahkubiru” one of them is how to use pull strategy, push strategy, pass strategy with a view to the two companies more in, know in the eyes of consumers created attraction for consumer interest targets and new consumer, and build respect, value , credibility when cooperation Compass X PMP so as to create a good reputation and appreciative. Abstrak. Strategi marketing public relations dalam membangun co-branding Compass X PMP salah satu langkah membangun mitra saling menguntungkan. Kerjasama itu bertujuan supaya lebih efektif dalam mendorong, menarik, membujuk konsumen untuk membeli produk sepatu limited editions Compass X PMP edisi “Darahbiruku”. Strategi marketing public relations bertujuan saling membangun brand image, sehingga dengan terobosan co-branding, diharapkan perusahaan tetap bertahan. Perusahaan yang berani membangun kerjasama melalui co-branding akan menghasilkan produk yang inovatif, limited editions, ataupun produk khusus berskala terbatas di pasaran. Tujuan penelitian mengetahui Compass X PMP menciptakan strategi marketing public relations dalam membangun co-branding pada sepatu seri bersertifikat limited edition “Darahkubiru”. Untuk mengetahui cara marketing public relations co-branding pada sepatu seri bersertifikat limited edition “Darahkubiru”. Untuk mengetahui mengapa Compass X PMP menciptakan strategi marketing public relations dalam membangun co-branding. Metode yang digunakan yaitu kualitatif, pendekatan studi kasus Robert K. Yin dengan desain penelitian tipe 1, satu kasus, satu unit analisis. Menggunakan wawancara narasumber, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Simpulan: Compass X PMP menciptakan strategi marketing public relations dalam membangun co-branding pada sepatu seri bersertifikat limited edition “Darahkubiru” salah satunya dengan cara menggunakan pull strategy, push strategy, pass strategy dengan tujuan agar kedua perusahaan lebih di kenal di mata konsumen, menciptakan daya tarik bagi minat konsumen target dan konsumen baru, serta membangun nilai respect, kredibilitas, pada saat kerjasama Compass X PMP sehingga menciptakan reputasi yang baik serta apresiatif.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Kartu By.U Wahyu Sugiarto; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.106 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3750

Abstract

Abstract. The digital era is currently developing, one of which is in the field of communication. The demand for the internet continues to increase, even every year there is always a rapid increase. Currently, many providers are present in Indonesia by offering various advantages such as the digital provider by.U. by. U is the first digital provider in Indonesia where the target is the millennial generation or Gen Z. This is what makes researchers interested in researching more deeply about by. U. This study uses marketing communication theory by Soemanegara, to find out the description of marketing communication in increasing sales. The researcher uses a qualitative method with a case study approach. To obtain relevant data, the subjects in this study were employees of the company by. U. with data collection techniques in the form of interviews and observations which then the data will be analyzed through three stages, namely, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that By.U manages its marketing communications by doing social media marketing, influencer marketing, and digital placement so that customers want to buy the products offered by the company. by. U uses a digital marketing strategy because By.u itself is the first digital provider in Indonesia and also because it follows the development of an increasingly modern era. The Marketing Communication Strategy in this study consists of social media marketing, influencer marketing, and digital placement. Abstrak. Era digital saat ini sedang berkembang salah satunya dibidang komunikasi. Permintaan akan internet terus meningkat bahkan tiap tahun selalu mengalami peningkatan yang pesat saat ini banyak provider hadir di Indonesia dengan menawarkan berbagai keunggulannya seperti provider digital by.U. by. U merupakan provider digital pertama di Indonesia dimana targetnya merupakan generasi milenial atau Gen Z. Hal tersebut yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai by. U. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi pemasran oleh Soemanegara, untuk mengetahui gambaran komunikasi pemasaran dalam meningkatkan penjualan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Untuk mendapatkan data yang relavan maka subjek dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan by. U. dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan observasi yang kemudia data tersebut akan dianalisis melalui tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa By.U mengelola komunikasi pemasarannya dengan melakukan sosial media marketing, influencer marketing, dan digital placement agar pelanggan mau membeli produk yang ditawarkan perusahaan. By. U menggunakan strategi pemasaran digital karena By.u sendiri merupakan provider digital pertama di Indonesia dan juga krena mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Strategi Komunikasi Pemasaran dalam penelitian ini terdiri dari sosial media marketing, influencer marketing, dan digital placement.
Komunikasi Guru dengan Siswa dalam Adaptasi Kegiatan Belajar Mengajar Online di Masa Pandemi Covid-19 Enggar Danurdoro; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.149 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4107

Abstract

Abstract.These Days, communication is increasingly made easier by the existence of technology or digital media to communicate, call it mobile phones, radios, to laptops or computers. We don't need to worry about differences in distance or time to communicate, because with the media mentioned above, we can communicate anytime and anywhere we want to start communicating with the people we want to go to. This research is entitled "Teacher Communication with Students in Adapting Online Teaching and Learning Activities in the Covid-19 Pandemic Period" which aims to find out Empathy, Mutual Support, Openness, Positive Attitude, and Equality by Teachers and Students during the Covid-19 Pandemic. The method used is descriptive quantitative method. Collecting data obtained through interviews, observations, and literature studies to support this research. In this study, there were also several resource persons who became the research subjects, namely, the Principal, One of the Class Guardians and Counseling Guidance Teachers, and 2 representatives from students. The results of this study indicate that teacher-student communication in adapting online teaching and learning activities during the covid-19 pandemic is based on Joseph A. Devito's theory of interpersonal communication (1989) which includes empathy, supportiveness, equality, openness, and positiveness and also the guidebooks according to the applicable curriculum. Some aspects of online learning do require adjustment and time, but it is not a difficult matter to find solutions. 23 Senior High School Bandung as a driving school also has an important role to support the smooth running of teachers and students in carrying out distance learning and communication. Abstrak. Dewasa ini, komunikasi semakin dipermudah dengan adanya teknologi atau media digital untuk berkomunikasi, sebut saja telefon genggam, radio, hingga laptop atau komputer. Kita tidak perlu khawatir dengan adanya perbedaan jarak atau waktu untuk berkomunikasi, karena dengan media yang disebutkan tadi, kita dapat berkomunikasi kapan saja dan dimana saja kita mau memulai komunikasi dengan orang yang ingin kita tuju. Namun dengan kondisi pandemi sekarang, justru media atau teknologi tersebut mampu membuat hambatan pada komunikasi, baik dalam segi pemanfaatan media yang kurang, hingga masyarakat yang belum siap hidup bergantung kepada teknologi seutuhnya. Penelitian ini berjudul “Komunikasi Guru dengan Siswa Dalam Adaptasi Kegiatan Belajar Mengajar Online di Masa Pandemi Covid-19” yang bertujuan untuk mengetahui Empati, Sikap saling mendukung, Keterbukaan, Sikap positif, dan Kesetaraan yang dilakukan Guru baik Murid selama Pandemi Covid-19 berlangsung. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data didapat melalui Wawancara, Observasi, dan Studi Pustaka untuk mendukung penelitian ini. Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa narasumber yang menjadi subjek penelitian yaitu, Kepala Sekolah, Salah satu Wali Kelas dan Guru Bimbingan Konseling, dan 2 perwakilan dari Siswa/I. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi Guru dengan Siswa dalam adaptasi kegiatan belajar mengajar online di masa pandemi covid-19 berdasarlam teori komunikasi interpersonal Joseph A. Devito (1989) yang meliputi empati, sikap mendukung, kesetaraan, keterbukaan, dan sikap positif dilakukan dengan maksimal dan guidebook sesuai kurikulum yang berlaku. Beberapa aspek dalam pembelajaran online ini memang perlu penyesuaian dan waktu, tetapi bukan perkara sulit untuk menemukan solusi serta jalan keluarnya. SMAN 23 Bandung sebagai sekolah penggerak juga memiliki peranan penting untuk menunjang kelancaran Guru dengan Siswa dalam menjalankan pembelajaran dan komunikasi jarak jauh.
Proses Re-branding Blishful Indonesia Aninda Nisya Fitrina; Wulan Tri Gartanti Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.626 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4158

Abstract

Abstract. Micro, small and medium enterprises or MSMEs created by the community, especially millennials, are an important pillar in the Indonesian economy. One of them is Blishful Indonesia, a local business in the beauty sector since 2015 which still maintains its home-made products using natural ingredients. Blishful is re-branding in 2021 and requires a strategy from public relations to achieve the goals that have been set. The purpose of this study was to determine the re-branding process carried out by PR Blishful Indonesia through Instagram social media. Using the theory and concept of Public Relations, Public Relations strategy and re-branding process. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. Data collection uses in-depth interviews, observations, and literature studies. The results of this study indicate that the PR strategy used is the strategy of publicity and strategy of persuasion. By using four elements of re-branding, namely repositioning, renaming, redesign and relaunching. Abstrak. Usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang diciptakan oleh masyarakat khususnya kaum milenial menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah Blishful Indonesia merupakan bisnis lokal di bidang kecantikan sejak tahun 2015 yang masih mempertahankan pembuatannya secara home made menggunakan bahan-bahan natural. Blishful melakukan re-brandingpada tahun 2021 dan membutuhkan strategi dari public relations untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses re-branding yang dilakukan oleh PR Blishful Indonesia melalui media sosial Instagram. Menggunakan teori dan konsep Public Relations, strategi Public Relations dan proses re-branding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan kajian Pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi PR yang dipakai adalah strategy of publicity dan strategy of persuation. Dengan menggunakan empat elemen re-branding yaitu repositioning, renaming, redesign dan relaunching.
Strategi Komunikasi Persuasif Komunitas 1000 Guru Bandung dalam Mengajar dan Memotivasi Anak-Anak Negeri Muchamad Fadhil Abdusy Syukur; Wulan Trigartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.516 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4584

Abstract

Abstract. Inequality in education in Indonesia is a figure that is often discussed by many parties. Starting from inadequate educational facilities, to the lack of educators which can affect the lack of quality education in Indonesia. These educational problems are often found in small towns and villages, especially in remote villages far from the city, which makes many students in the area stop pursuing their education. This phenomenon has made many education activists from the individual, group, organizational, community and even government levels to take action to support the assistance of various kinds of facilities for those who live in remote areas so that they can get their rights as citizens who deserve to receive education. One of them is the Bandung 1000 Guru Community which supports providing assistance to students in remote areas by becoming a teacher figure with the hope of making students in remote schools motivated to be enthusiastic about learning in pursuing knowledge until they can achieve everything they aspire to. The researcher wants to know the Persuasive Communication Strategy carried out by the Bandung 1000 Teacher Community in teaching and motivating students who attend school in the Bandung area who are affected by educational inequality. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection methods used in this study were interviews, observation, literature study and documentation. The data obtained were then analyzed by reducing, displaying and drawing conclusions. The result of this research is the persuasive communication strategy carried out by the Bandung 1000 Guru Community has 5 stages, namely Knowing the Audience, Composing Messages, Establishing Methods, Selection of Media Uses and Barriers. Which in the communication strategy element contains the concept of message design consisting of Fear Appeal, Emotional Appeal, Reward Appeal, Motivational Appeal, Humorious Appeal and also contains persuasive communication Abstrak. Ketimpangan pendidikan di Indonesia menjadi sosok yang sering diperbincangkan oleh banyak pihak. Dari mulai fasilitas pendidikan yang kurang memadai, sampai kurangnya tenaga pendidik yang dapat mempengaruhi kurangnya mutu pendidikan di Indonesia. Masalah-masalah pendidikan tersebut sering dijumpai di kota-kota kecil dan di desa-desa terutama desa yang terpelosok jauh dari kota yang membuat banyak siswa pendidikan di daerah tersebut berhenti mengejar pendidikannya. Fenomerna tersebut membuat banyak aktivis pendidikan dari mulai tingkat individu, kelompok, organisasi, komunitas bahkan sampai pemerintahan yang melakukan aksi untuk mendukung bantuan berbagai macam fasilitas bagi mereka-mereka yang tinggal di daerah terpelosok agar dapat mendapatkan haknya sebagai warga negara yang layak untuk mendapat pendidikan. Salah satunya adalah Komunitas 1000 Guru Bandung yang mendukung memberikan bantuan kepada siswa di daerah terpelosok dengan menjadi sosok pengajar dengan membawa harapan dapat menjadikan siswa-siswa di sekolah terpelosok termotivasi untuk semangat belajar dalam mengejar ilmu sampai dapat mencapai segala apa yang dicita-citakannya. Peneliti ingin mengetahui Strategi Komunikasi Persuasif yang dilakukan oleh Komunitas 1000 Guru Bandung dalam mengajar dan memotivasi siswa yang bersekolah di daerah Bandung yang terdampak oleh ketimpangan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara mereduksi, mendisplay dan mengambil kesimpulannya. Hasil dari penelitian ini adalah Strategi komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Komunitas 1000 Guru Bandung memiliki 5 unsur tahapan yaitu Mengenal Khalayak, Menyusun Pesan, Menetapkan Metode, Seleksi Penggunaan Media dan Hambatan. Yang mana dalam unsur strategi komunikasi tersebut mengandung konsep perancangan pesan yang terdiri dari Fear Appeal, Emotional Appeal, Reward Appeal, Motivational Appeal, Humorious Appeal dan juga mengandung teknik komunikasi persuasif dengan teknik asosiasi, integrase, ganjaran, tataan dan red-hearing.