Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Strategi Guru dalam membangun komunikasi dengan Orang Tua Siswa di Sekolah Ike Junita Triwardhani; Wulan Trigartanti; Indri Rachmawati; Raditya Pratama Putra
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.127 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v8i1.23620

Abstract

Membangun kegiatan belajar mengajar yang efektif di sekolah memerlukan peran guru, anak dan juga orang tua. Komunikasi yang efektif dapat menjamin berlangsungnya interaksi antara guru, siswa, dan orang tua secara optimal. Penelitian ini memilih Sekolah Dasar Tunas Unggul sebagai kasus penelitian. Sekolah ini memiliki konsep yang kreatif dan inovatif dengan memandang pentingnya keterlibatan orangtua dalam pendidikan di sekolah, dengan cara yang unik sekolah mengembangkan metode yang diberi nama My Conference dimana dengan metode tersebut keterlibatan orang tua secara aktif dalam pendidikan disekolah dapat terbangun dengan baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus yang pengamatannya terpusat pada komunikasi yang dilakukan guru untuk membangun keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan di sekolah. Merumuskan pola komunikasi yang dilakukan guru dalam membangun keterlibatan orang tua menjadi tujuan dari penelitian ini. Dimulai dengan memetakan bagaimana guru menerjemahkan kurikulum untuk anak, kemudian mengembangkan strategi komunikasi dalam membangun keterlibatan orangtua. Guru menerjemahkan kurikulum dengan berbagai cara yang menarik. Kemampuan memahami materi, berdiskusi, menjawab pertanyaan sampai pada mengelola berbagai kegiatan pembelajaran. Kemampuan menciptakan berbagai program yang mensyaratkan keterlibatan orang tua dalam berbagai kegiatan anak di sekolah menjadi wadah komunikasi yang menarik. Pola komunikasi guru dalam membangun keterlibatan orang tua di sekolah terbentuk karena ketertarikan orang tua terhadap berbagai program belajar dan kehadiran disekolah dengan semangat karena memang menarik, merasa nyaman dan adanya kebutuhan untuk mengikuti dan mendorong program belajar anak.
Digital Information Media of the Salman ITB Halal Center in improving Marketing Performance of Halal Lecture Program Raditya Pratama Putra; Indri Rachmawati; Yuristia Wira Cholifah
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 14, No 1 (2021): (Accredited Sinta 2)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v14i1.6992

Abstract

The community can make wise use of the existing communication media as well as the growing communication media. The era of connectivity brought many changes to the communication media which is currently known as digital media. Digital media provides many opportunities and advantages for finding and sharing information. The purpose of this research is to look at the digital communication media used in the Halal Lecture program and to see the digital marketing communication process carried out by the Halal Salman ITB center regarding the Halal Lecture program. The research method used is qualitative with a case study approach. As for the results of this research, the digital information media Instagram is used by the Salman Halal Center ITB to inform and market the Halal Lecture program by paying attention to the elements of the message's purpose. Information and persuasion is conveyed through an e-flyer posted on the official Instagram @salmanitb. Not only that, the public also participates in digital marketing through Whatsapp broadcast messages, personal Instagram stories and Whatsapp stories. Ease of access and reach of digital media are benefits that can be obtained by users, therefore digital media can be applied in various fields of activity ranging from education, campaigns, entertainment, to marketing.
KEPUASAN MAHASISWA TELKOM UNIVERSITY DALAM PEMANFAATAN SITUS SMB.TELKOMUNIVERSITY.AC.ID SEBAGAI MEDIA INFORMASI Raditya Pratama Putra; Yuliani Rachma Putri
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.1.9

Abstract

Proses komunikasi saat ini semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi yang memadukan antara teknologi informasi dan teknologi komunikasi sehingga muncul istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Teknologi tersebut melahirkan sebuah sarana yaitu internet. Masyarakat menggunakan media, didasari oleh motif sebagai harapan khalayak ketika menggunakan media, dan kesenjangan kepuasan khalayak setelah menggunakan media. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motif informasi, motif identitas pribadi, motif integrasi dan interaksi sosial, dan motif hiburan, serta mengetahui tingkat kepuasan pada mahasiswa Universitas Telkom dalam menggunakan situs smb.telkomuniversity.ac.id. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah terjadinya kesenjangan kepuasan dari skor rata-rata Gratification Sought dan Gratification Obtained. Untuk motif informasi diperoleh skor 3,22>3,14 dan untuk motif identitas pribadi diperoleh skor 3,23>3,16, sehingga terjadi kesenjangan bahwa media tidak memuaskan (GS>GO). Integrasi dan interaksi sosial diperoleh skor 2,69<2,73, dan hiburan diperoleh skor 2,72<2,80, sehingga terjadi kesenjangan yang memuaskan (GS<GO).Kata kunci: informasi, teknologi informasi dan komunikasi, motif, kesenjangan kepuasanToday communication process is developing by utilize technology which combined information technology and communication technology, thus appears new term named Information and Communication Technology (ICT), which led a means named internet. People uses the media, caused by the motif as audience expectation when they used the media and discrepancy gratification of audience after use the media. The purpose of this study was to determine the motive information, motif personal identity, motif integration and social interaction, and motif entertainment, as well as determine the level of satisfaction Telkom University's student in the use of smb.telkomuniversity.ac.id website.The method used in this research is a descriptive survey with quantitative approach. The results of this research is there is a discrepancy gratification from average score of Gratification Sought (GS) and Gratification Obtained (GO). For information the score is 3,22>3,14 and for personal identity, the score is 3,23>3,16 thus appears that the media is unsatisfaction because the score of GS>GO. For the social integration and interaction, the score is 2,69>2,73 and entertainment the score is 2,72<2,80, thus appears that the discrepancy gratification is satisfaction (GS<GO).Keywords: information, information and communication technology, motif, discrepancy gratification
Instagram Sebagai Komunikasi Pemasaran Imah Babaturan Aldi Cahya Suryaldi; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.62 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3312

Abstract

Abstract. Imah Babaturan uses Instagram social media as his information media through the Instagram account @imahbabaturan. The rapid development of the media today is helped by the existence of technology that makes lately affect various things. The presence of this social media, used to make it easier for someone to exchange information, communicate and other activities. Therefore, Imah Babaturan makes good use of Instagram social media through the content it presents. This research has a uniqueness in the presentation and packaging of menu content that is different every week, presenting information related to weekly menus, collaboration content of fellow UMKM, reposting visitors who come to the camp, and content that shows the condition of the kitchen Imah babturan. This research aims to find out how the content planning process, content strategy, content distribution process, and also the reasons for using Instagram social media. This research method uses the constructivism paradigm, a qualitative method with a case study approach. The data collection techniques used are observation, interview, and documentation. Abstrak. Imah Babaturan memanfaatkan media sosial Instagram sebagai media informasinya melalui akun Instagram @imahbabaturan. Pesatnya perkembangan media saat ini dibantu dengan adanya teknologi yang membuat akhir-akhir ini mempengaruhi berbagai hal. Hadirnya media sosial ini, digunakan agar mempermudah seseorang untuk bertukar informasi, berkomunikasi dan kegiatan lainnya. Maka dari itu Imah Babaturan memanfaatakan media sosial Instagram dengan baik melalui konten yang disajikannya. Penelitian ini memiliki keunikan dalam penyajian dan pengemasan konten menu yang setiap minggunya berbeda, menyajikan informasi terkait menu mingguan, konten kolaborasi sesama UMKM, melakukan repost kepada pengunjung yang datang ke Imah babaturan, dan konten yang memperlihatkan kondisi dapur Imah Babaturan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan konten, strategi konten, proses distribusi konten, dan juga alasan menggunaka media sosial Instagram. Metode penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme, metode kualitatif dengan pendekatan Studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Pengelolaan Media Sosial Instagram Sebagai Strategi Digital Marketing Farah Kamila Dewi; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.038 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4175

Abstract

Abstract. The development of technology is currently growing rapidly, one of which is the internet, the Internet has a communication medium currently entering the world of competition. This competition arises with increasingly sophisticated technology, namely digital marketing.The application of digital marketing communications requires proper management of the digital media used by the company. Basically social media management will make it easier for business actors, managing social media is not just posting but can interact with consumers so that companies can listen to what consumers want. The unique thing in this research is that @caprotibuaya posts an instastory at least five times a day, then posts on feeds at least one upload a day, and finally for content using the reels feature which is done intensely once a month. The location of this research is Jalan Cilaki. The research subjects are CEO @caprotibuaya Hariztsani, content marketing Dara Yudha and consumers who follow Instagram @caprotibuaya. The purpose of this research is to find out the process of distributing content, the interactions that are built, managing content, and the reasons for using social media for digital marketing activities. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques are used through interviews, observation, and documentation. The results of this research @caprotibuaya make interactions in terms of service, provide responsiveness to reply to consumers, and repost through Instagram social media. @caprotibuaya shares content with a campaign in the program, @caprotibuaya makes discounts related to the products offered and @caprotibuaya uses influencers to convey a message. Furthermore, @caprotibuaya manages content by making plans, and @caprotibuya uses several content features such as feeds, reels, and stories besides @caprotibuaya manage time to respond to consumers. Finally, @caprotibuaya using Instagram as a digital marketing social media has had a big enough impact, getting awareness and engagement is quite high and the target market is using Instagram more. Abstrak. Perkembangan teknologi saat ini berkembang pesat, salah satunya internet, Internet memiliki media komunikasi yang saat ini memasuki dunia persaingan. Persaingan ini muncul dengan teknologi yang semakin canggih, yaitu digital marketing. Penerapan komunikasi pemasaran digital ini diperlukan pengelolaan yang tepat terhadap media digital yang digunakan oleh perusahaan. Pada dasarnya pengelolaan media sosial akan mempermudah para pelaku usaha, mengelola media sosial tidak hanya sekedar memposting tetapi kita dapat berinteraksi dengan konsumen agar perusahaan bisa mendengarkan apa yang diinginkan oleh konsumen. Hal unik pada penelitian ini yaitu @caprotibuaya memposting sebuah instastory minimal lima kali sehari, selanjutnya posting pada feeds minimal sehari satu kali upload, dan yang terakhir untuk konten menggunakan fitur reels dilakukan secara intens selama sebulan sekali. Lokasi penelitian ini terletak di Jalan Cilaki. Subjek penelitian yaitu CEO @caprotibuaya Hariztsani, konten marketing Dara Yudha dan konsumen yang mengikuti akun instagram @caprotibuaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses penyebaran konten, interaksi yang dibangun, pengaturan konten, dan alasan penggunaan media sosial untuk kegiatan digital marketing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data yang digunakan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini @caprotibuaya melakukan bentuk interaksi dari segi pelayanan, memberikan responsif untuk membalas konsumen, dan melakukan repost melalui media sosial Instagram. @caprotibuaya membagikan sebuah konten dengan campaign pada program tersebut @caprotibuaya melakukan diskon terkait produk yang ditawarkan dan @caprotibuaya menggunakan influencer untuk menyampaikan sebuah pesan. Selanjutnya @caprotibuaya mengatur konten dengan membuat planning, @caprotibuya menggunakan beberapa fitur konten seperti feeds,reels dan story selain itu juga @caprotibuaya mengatur waktu untuk merespon konsumen. Terakhir @caprotibuaya menggunakan media sosial Instagram sebagai digital marketing sudah mempunyai impact yang cukup besar, mendapatkan sebuah awareness dan engagement sudah cukup tinggi dan target market lebih banyak menggunakan Instagram.
Pengelolaan Konten Instagram dalam Komunikasi Pemasaran Digital Lulu Aulia Kusumah; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.229 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4322

Abstract

Abstract. Social media with all its advantages can help the marketing communication process. Regarding this research, Sajjad Muslim Apparel uses Instagram social media in carrying out its digital marketing communication activities through daily content tausiah. The main focus of this research is how Instagram's daily content is in digital marketing communication activities carried out by Sajjad Musim Apparel. The purpose of this study is to find out the digital marketing communication strategy through daily content tausiah on Instagram. This study uses a qualitative method with a case study approach. In addition, this study also uses the theory of The Circular Model of Some as a reference material to strengthen the research. The conclusion of this research is that Sajjad Muslim Apparel has three main aspects in using Instagram social media in conducting digital marketing communications, such as the program of tausiah content, optimization of tausiah content, and interaction of tausiah content. In the end, the use of tausiah content in social media Instagram can help Sajjad in conducting their digital marketing communications. Abstrak. Media sosial dengan segala kelebihannya dapat membantu proses komunikasi pemasaran. Terkait penelitian ini Sajjad Muslim Apparel menggunakan media sosial Instagram dalam melakukan kegiatan komunikasi pemasaran digitalnya melalui daily content tausiah. Fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana daily content Instagram dalam kegiatan komunikasi pemasaran digital yang dilakukan Sajjad Musim Apparel. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran digital melalui daily content tausiah di media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori The Circular Model of SOME sebagai bahan rujukan untuk memperkuat penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sajjad Muslim Apparel mempunyai tiga aspek utama dalam menggunakan media sosial Instagram dalam melakukan komunikasi pemasaran digital yaitu melalui program konten tausiah, pemaksimalan konten tausiah, dan keterlibatan pada konten tausiah. Pada akhirnya penggunaan media sosial Instagram ini dapat membantu Sajjad dalam melakukan komunikasi pemasaran digital.
Representasi Keluarga di Bulan Ramadan dalam Iklan Gojek Indonesia Muhammad Rafi Kalauw; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5296

Abstract

Abstract. Gojek makes the imaginative advertisements that they produce in the media easily accepted by the public and have added value in the form of humor, including trending on the internet. In this study, researchers conducted an analysis of how families are represented in the month of Ramadan in Gojek Indonesia's advertisement entitled Live Ramadan Gojek is ready to help on Gojek Indonesia's YouTube account. John Fiske's semiotic analysis technique is used in this research. In John Fiske's semiotics there are levels of reality, representation, and ideology. This research was conducted to determine the level of reality, representation, ideology, and find out the application of digital advertising in persuading audiences. Qualitative research methods are used in research so that they are concerned with aspects of understanding in depth of a problem. The approach in this research is John Fiske's semiotics. Semiotics is the study of signs in human life. The reality levels include Appearance, Costume and Make-up, Environment, Behavior, Dialogue and Movement represents Indonesian families in the month of Ramadan, the level of representation includes cameras and Voices Voice over and Backsound, in terms of cameras and sound represents the family situation during the month of Ramadan so that it has continuity in terms of audio-visual, the ideological level represents Islamic ideology, and the application of advertisements in persuading audiences There are two elements, namely elements of persuasive language and elements of humor. based on the results of this study it was found that in Jalananin Ramadan advertisements Gojek Ready to Help You already represents families in the month of Ramadan. Abstrak. Gojek membuat iklan imajinatif iklan yang mereka hasilkan di media mudah diterima oleh masyarakat dan memiliki nilai tambah berupa humor, diantaranya menjadi trending di internet. Dalam penelitian ini peneliti melakukan analisis bagaimana representasi keluarga di bulan Ramadan dalam iklan Gojek Indonesia berjudul jalanin Ramadan Gojek siap bantu di akun YouTube milik Gojek Indonesia. Teknik analisis semiotika John Fiske digunakan dalam penelitian. Dalam semiotika John Fiske terdapat level realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui level realitas, representasi, ideologi, dan mengetahui penerapan iklan digital dalam mempersuasi khalayak. Metode penelitian kualitatif digunakan pada penelitian sehingga mementingkan pada aspek pemahaman secara mendalam dari suatu problematika. Pendekatan dalam penelitian ini semiotika John Fiske. Semiotika ilmu mempelajari tanda dalam kehidupan manusia. Level realitas meliputi Penampilan, Kostum, dan Riasan, Lingkungan, Kelakuan, Dialog, dan Gerakan merepresentasikan keluarga Indonesia di bulan Ramadan, level representasi meliputi kamera dan Suara Voice over dan Backsound, dalam hal kamera dan suara merepresentasikan keadaan keluarga di saat bulan Ramadan sehingga memiliki ketersinambungan dalam hal audio visual, level ideologi merepresentasikan ideologi Islam, dan penerapan iklan dalam mempersuasi khalayak terdapat dua unsur yaitu unsur bahasa persuasif dan unsur humor. berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam iklan Jalananin Ramadan Gojek Siap Bantu Kamu sudah merepresentasikan keluarga di bulan Ramadan.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Kedai Kopi @critoe_ Shahreyhan Adhiesa; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5547

Abstract

Abstract. Currently the culinary business is experiencing very significant growth, one of which is in the city of Bandung. This can be seen from the increasing number of new restaurants and cafes opening in the city of Bandung. In addition to cafes, coffee shops are one part of the culinary industry that is in great demand today. With the development of this business, consumers are faced with many choices, therefore manufacturers are competing to attract the attention of consumers by providing the best possible service, and offering a diverse and varied menu. Critoe Coffee is a business engaged in the culinary industry, especially coffee shops. In running a business, each business actor certainly has different strategies and marketing communication activities. Critoe Coffee itself utilizes the digital marketing function in conducting marketing communications, namely through social media Instagram, where they are able to attract many consumers, and increase sales in the midst of a lot of the same business competition. This study aims to determine the packaging of sales promotion programs and messages, implement sales promotion programs, and the reasons for using Instagram as a sales promotion activity. This research uses qualitative research with a case study approach. In collecting data, the researcher used interview, observation, and documentation techniques. The results of the research obtained indicate that the sales promotion program implemented by Critoe Coffee on Instagram social media is effective, on target, and successful in increasing product and consumer sales. This is evidenced by the number of consumers who come to the place during the promotion program. Meanwhile, the obstacles faced by Critoe Coffee are the number of similar coffee shops that offer various kinds of sales promotions. Abstrak. Saat ini bisnis kuliner mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, salah satunya di kota Bandung. Hal itu bisa terlihat dari meningkatnya jumlah rumah makan maupun kafe baru yang buka di kota Bandung. Selain kafe, kedai kopi menjadi salah satu bagian dari industri kuliner yang banyak diminati saat ini. Dengan perkembangan bisnis tersebut, konsumen dihadapkan pada banyak pilihan oleh karena itu produsen berlomba-lomba menarik perhatian konsumen dengan memberikan pelayanan yang sebaik mungkin, dan menawarkan menu yang beragam serta variatif. Critoe Coffee merupakan sebuah bisnis yang bergerak di industri kuliner khususnya coffee shop. Dalam menjalankan bisnis, setiap pelaku usaha tentu memiliki strategi serta kegiatan komunikasi pemasaran yang berbeda-beda. Critoe Coffee sendiri memanfaatkan fungsi pemasaran digital dalam melakukan komunikasi pemasaran yakni melalui media sosial Instagram, dimana mereka mampu memikat banyak konsumen, serta meningkatkan penjualan ditengah banyaknya persaingan bisnis yang sama. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengemasan program dan pesan promosi penjualan, mengimplementasikan program promosi penjualan, dan alasan menggunakan media Instagram sebagai kegiatan promosi penjualan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang didapat, menunjukkan bahwa program promosi penjualan yang diimplementasikan Critoe Coffee di media sosial instagram dikatakan berlangsung secara efektif, tepat sasaran, dan berhasil dalam meningkatkan penjualan produk dan konsumen. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya konsumen yang datang ke tempat tersebut pada saat program promosi berlangsung. Sedangkan hambatan yang dihadapi oleh Critoe Coffee yakni banyaknya kedai kopi sejenis yang menawarkan berbagai macam jenis promosi penjualan.
Penggunaan Influencer dalam Kegiatan Komunikasi Muhammad Rifki Ardan; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5621

Abstract

Abstract. Along with the development of the times, science, technology, to the profession also developed. Social media is a new thing that must be considered when carrying out marketing and advertising strategy activities. Social media refers to a place where content, opinions, viewpoints and media can be directly shared with others. In this case, Instagram social media plays an important role in promoting the product. In this situation, a third party appears which is commonly referred to or known as an influencer. The purpose of this study is to find out the use of influencers in marketing communication activities on Instagram @Geoff Max. The paradigm used in this study is the constructivism paradigm which is a paradigm of reality or truth. The method used in this study is qualitative because researchers directly go into the field to find out the process of digital marketing communication activities through influencer marketing programs. Using a case study approach because it has a unique value, namely, the selection of social media influencers as a marketing communication tool. This research was conducted on Geoff Max's marketing department and Geoff Max's Instagram social media. Abstrak. Seiring perkembangnya zaman, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga profesi pun berkembang. Media sosial merupakan hal baru yang harus diperhatikan ketika akan melakukan kegiatan strategi pemasaran dan periklanan. Media sosial merujuk pada sebuah tempat dimana konten, opini, sudut pandang dan media dapat lansgung dibagikan kepada orang lain. Dalam hal tersebut media sosial Instagram mengambil peran penting dalam mempromosikan produk. Pada situasi ini, pihak ketiga bermunculan yang biasa disebut atau dikenal dengan istilah influencer. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui penggunaan influencer dalam kegiatan komunikasi pemasaran di Instagram @Geoff Max. Paradigma yang digunakan pada penelitian ini yaitu paradigma konstruktivisme yang merupakan paradigma bersifat realita atau kebenaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif karena penelti secara langsung terjun ke lapangan untuk mengetahui proses kegitan komunikasi pemasaran digital melalui program influencer marketing. Menggunakan pendekatan studi kasus karena memiliki nilai unik yaitu, pemilihan sosial mediainfuencer sebagai alat komunikasi pemasaran. Penelitian ini dilakukan pada bagian marketing Geoff Max dan media sosial Instagram Geoff Max.
Representasi Konten Humor dalam Iklan Televisi Shampo Head & Shoulders Putra Akbar Pradina; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6269

Abstract

Abstract. Humor is an attitude that tends to be done to evoke joy and trigger laughter. We can find humor on any platform, for example on television shows and advertisements. There are lots of advertisements that use elements of humor in it to attract people's attention. Indirectly advertisements that use elements of humor to make people who watch are interested. In this study the method used was qualitative method using interview techniques and direct field observation in order to obtain the necessary data with the Ferdinand De Saussure Semiotic Analysis approach in perfecting this research report. This study aims to determine the meaning of Significe (marker) contained in head & shoulder shampoo advertisements. This is to find out the meaning of Signified (signified) and the advertising ethics contained in Head & Shoulder shampoo advertisements. There are as many as 29 million viewers who watch YouTube Head & Shoulders ads. Therefore, researchers are very interested in finding more in-depth information about Joe Taslim Head & Shoulders humorous Youtube advertisements. Based on the formulation of the problem and the results of the research, it can be concluded that there are signifiers, signifiers, and humor ethics in the research entitled "Representation of Humor Content in Head & Shoulders Shampoo Television Advertisements". and mistakes, the achievement of perfect results requires a solid team and does not give up under any circumstances is the meaning of the sign, humorous scenes that are studied using existing theories give birth to value. Abstrak. Humor merupakan sikap yang cenderung dilakukan untuk membangkitkan rasa gembira dan memicu gelak tawa. Humor dapat kita temukan pada platform apapun, contohnya pada acara televisi dan iklan. Terdapat banyak sekali iklan yang menggunakan unsur humor didalamnya untuk menarik perhatian masyarakat. Secara tidak langsung iklan yang menggunakan unsur humor guna membuat masyarakat yang menonton tertarik. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung ke lapangan guna memperoleh data yang diperlukan dengan pendekatan Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure dalam menyempurnakan laporan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Signifie (penanda) yang terdapat pada iklan sampo head & shoulder. Hal ini guna mengetahui makna Signified (petanda) serta etika periklanan yang terdapat pada iklan sampo Head & Shoulder. Terhitung sebanyak 29 juta penonton yang menonton iklan Youtube Head & Shoulders. Oleh karena itu, peneliti sangat tertarik mencari informasi lebih dalam tentang iklan Youtube humor Joe Taslim Head & Shoulders. Berdasarkan dari rumusan masalah dan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat makna petanda, penanda, dan etika humor terhadap penelitian yang berjudul “Representasi Konten Humor Dalam Iklan Televisi Shampo Head & Shoulders” Terdapat dua makna mengenai penanda yaitu dalam bekerja pasti terdapat begitu banyak rintangan dan kesalahan, tercapainya kesempurnaan hasil dibutuhkan tim yang solid dan tidak pantang menyerah dalam keadaan apapun merupakan makna penanda, Adegan-adegan humor yang dikaji menggunakan teori-teori yang ada melahirkan nilai.