Sri Rustianti Rustianti, Sri Rustianti
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Prof. DR. Hazairin, SH

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agriculture

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica Junceae. L) DENGAN PERLAKUAN ARANG SEKAM BAKAR DAN PUPUK NPK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) Farida Aryani; Sri Rustianti; Sutiara Sutiara
Agriculture Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.22 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1607

Abstract

Tanaman sawi untuk pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan tanah yang subur dan gembur. Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) merupakan tanah yang kurang subur, biasa disebut sebagai lahan marginal. Salah satu permasalahan pada tanah Podsolik Merah Kuning rendahnya unsur hara. Untuk itu perlu penambahan dan perbaikan sifat fisik dan kimia tanah melalui pemupukan dengan bahan organik maupun pupuk an-organik.Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu, mulai bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2019, Rancang yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 6 tarap perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali, setiap satuan perlakuan terdiri dari 6 polybag. Tarap perlakuan tersebut adalah P0 = tanpa pemupukan,                    P1 = pemberian pupuk 200 kg/kg NPK, P2 = 5 ton/kg arang sekam bakar + 150 kg/kg NPK, P3 = 10 ton/kg arang sekam bakar + 50 kg/kg NPK, P5 = 20 ton/kg arang sekam bakar.Berdasarkan uji lanjut DMRT 5%, menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah daun umur 8 minggu setelah tanam dengan perlakuan P1 = 200 kh/kg NPK, berbeda nyata dengan perlakuan P0, P2, P3, P4, dan P5. Perlakuan P1 memberikan hasil yang terbaik. Sedangkan untuk bobot basah pertanian dan bobor kering pertanian berpengaruh tidak nyata, perlakuan yang tertinggi adalah pada perlakuan 10 ton/kg  arang sekam bakar + 100 kg/ha NPK (P3), berarti disini pemberian arang sekam bakar + pupuk NPK cenderung memberikan hasil yang meningkat dari pada yang tidak diberikan arang sekam bakar. Kata kunci : Sawi, Arang Sekam Bakar, Podsolik Merah Kuning, NPK
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Dalam Berbagai Konsentrasi Pada Tanaman Sawi Pokcoy (Brassica rapa L) Lola Pitaloka; Sunarti; Sri Rustianti
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman sawi pokcoy terhadap pemberian ekstrak kulit bawang merah dalam berbagai konsentrasi yang dibudidayakan secara organik dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari ekstrak kulit bawang merah yang dapat memberikan merespon pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pokcoy yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Jl. Merapi Raya, Kelurahan Padang Nangka. Kecamatan,Singgaran Pati Kota Bengkulu dari bulan September Sampai Desember 2023. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Blender, polybag, cangkul, timbangan digital, gembor, hand sprayer, penggaris, alat tulis, parang/pisau, meteran, waring, dan kamera. Bahan yang digunakan yaitu benih pokchoy, kulit bawang merah, media tanah, pupuk kandang sapi dan air. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Sebagai perlakuan adalah konsentrasi limbah kulit bawang merah dan perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Perlakuan terdiri dari 5 taraf yaitu: K1 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 100 g/l air. K2 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 150 g/l air. K3 : Konsentrasi limbah kulit bawang merah 200 g/lt air. K4 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 250 g/lt air. K5 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 300g/lt air. Ulangan 3 kali dan setiap satuan percobaan ada 5 tanaman yang diamati. Total terdapat 75 tanaman yang diamati. Hasil sidik ragam yang bebeda nyata akan diuji lanjut dengan menggunakan Ducan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf uji 0,05. Peubah yang diamati adalah Tinggi Tanaman, jumlah daun, Berat basah dan Berat Kering tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak kulit bawang merah dengan berbagai konsentrasi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati (tinggi tanaman minggu ke-2, ke-4, ke-6, jumlah daun minggu ke-2, ke-4, ke-6, berat basah dan berat kering). Perlakuan konsentrasi terbaik didapat pada perlakuan K5 (300 g/l air). Kata Kunci : Ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L), Pupuk organic cair, Sawi Pokcoy (Brassica rapa L)