Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Perancangan Ruang Kelas dan Asrama. Studi Kasus: Rumah Tahfidz di Kelurahan Talang Kelapa Kota Palembang. Triyuly, Wienty; Teddy, Livian; Romdhoni, Muhammad Fajri; Arief, Abdurrachman; Hidayat, Husnul; Ibnu, Iwan Muraman
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17098

Abstract

Kegiatan pendampingan perancangan Rumah Tahfidz Qur’an Yayasan Fatma Muchlisin Taskiah merupakan kegiatan pendampingan penyediaan ruang kelas dan kamar asrama untuk menunjang kegiatan belajar dan menghafal Al-Quran. Kegiatan ini didasarkan pada permasalahan karakteristik ruang belajar dan yang dapat berfungsi dan menampung kegiatan pembelajaran Al-Quran secara optimal, nyaman, indah, serta kuat. Kegiatan ini terdiri atas kegiatan pendataan, dokumentasi, perencanaan dan perancangan, sosialisasi, serta penyerahan hasil kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan persiapan pengumpulan data lapangan (proses identifikasi potensi dan masalah), tahap pra-desain (penentuan dan penyusunan konsep/gagasan),  perencanaan dan perancangan (arsitektur, struktur, utilitas), serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kegiatan ini dievaluasi melalui kegiatan diskusi langsung dengan pengurus dan masyarakat serta penyampaian produk akhir berupa konsep perancangan, gambar kerja arsitektur, gambar kerja struktur-utilitas, Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar 3Dimensi interior-eksterior, poster, video dan laporan kegiatan. Kegiatan ini menghasilkan desain tapak dan bangunan (desain bangunan 2 lantai yang terdiri atas ruang kelas, ruang tamu, kamar+km/wc, km/wc umum, selasar dan sirkulasi). Desain tapak dan bangunan yang dihasilkan didasarkan pada prinsip fungsi, keindahan, dan kekuatan, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, kenyamanan termal penggunaan warna dan material, dan keberlanjutan untuk pengembangan.
Korespondensi Status Kependudukan Terhadap Preferensi Ruang Jalan: Studi Kasus Kota Bandung Syarlianti, Dessy; Tricia Herliana, Emmelia; Triyuly, Wienty; Hidayat, Husnul
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i1.442

Abstract

Perencanaan kota di negara berkembang semakin menyadari pentingnya pengembangan yang berorientasi pada manusia. Salah satu konsep yang berkembang pesat saat ini adalah Complete Street. Konsep ini menekankan pentingnya respon desain dan perencanaan ruang jalan kota terhadap keberagaman konteks pengguna sehingga dapat meningkatkan kualitas pengalaman ruang. Namun, karakteristik individu khususnya pengaruh latar belakang sosial budaya terhadap pemilihan ruang jalan kota masih belum banyak dikaji, khususnya dalam konteks negara berkembang. Studi ini bertujuan untuk meninjau status kependudukan dapat menjadi representasi karakteristik individu dan memiliki pengaruh terhadap preferensi ruang jalan kota. Analisis korespondensi terhadap kuesioner semi tertutup (semi close-ended) dari 190 responden di Bandung, Indonesia, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status tempat tinggal dan preferensi jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung melihat jalan sebagai tujuan rekreatif, sedangkan penduduk memilih ruang jalan fungsional yang mendukung rutinitas harian (utilitarian). Studi ini mengusulkan kerangka konseptual mengenai empat aspek utama yang memengaruhi preferensi ruang jalan kota, yakni aspek penyerta, aspek motivasi, aspek atraksi, dan aspek mobilitas. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut di dalam perencanaan dan perancangan ruang jalan kota, diharapkan ruang jalan dapat memberikan pengalaman ruang yang akan menjadi identitas kota yang berkesinambungan.
Eksplorasi Perilaku Tigmotaksis dalam Pembentukan Ruang Sosial Informal di Lingkungan Kampus Syarlianti, Dessy; Triyuly, Wienty; Izhhar, Muhammad Arif; Ardias Sukoco , Bimo; Cahyo Utomo, Fajar; Hidayat, Husnul
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 4 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i4.473

Abstract

Interaksi sosial sangat berperan dalam mengembangkan daya kritis dan kreativitas mahasiswa, namun banyak kampus di negara berkembang belum memiliki ruang sosial formal memadai. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perilaku tigmotaksis, yakni kecenderungan beraktivitas dekat elemen batas fisik-dalam pembentukan ruang sosial informal di Kampus Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Palembang. Dengan metode observasi lapangan dan pemetaan perilaku secara kualitatif, ditemukan dua tipe ruang sosial : (1) ruang statis tigmotaksis yang terbentuk di tepian fisik, serta (2) ruang dinamis non-tigmotaksis yang menyebar di sepanjang koridor dan area luar. Keduanya dipengaruhi oleh tiga elemen arsitektural, yakni elemen fisik, fungsional, dan visual. Hasil menunjukkan tigmotaksis mencerminkan kebutuhan mahasiswa akan rasa aman dan nyaman, sehingga interaksi sosial informal berlangsung secara spontan, singkat, menetap, dan dalam kelompok kecil. Temuan tersebut menegaskan pentingnya strategi perancangan kampus dengan lahan terbatas melalui penyediaan area duduk strategis, peningkatan akses visual dari dan ke dalam ruang, dan pengelolaan koridor sebagai ruang interaksi.
Spatial Dynamics and Social Interactions in Planning Open Spaces of Dense Musi Riverside Settlements, Palembang Oktarini, Maya Fitri; Triyuly, Wienty; Lussetyowati, Tutur; Hapsari, Harrini Mutiara
Geosfera Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v10i1.51702

Abstract

Providing open space in densely populated settlements is challenging due to the lack of open land. In contrast, open space is essential in these settlements as a place for social interaction in highly communal settlements. In addition to these challenges in riverbank settlements, planning open space is also necessary, considering the landscape's characteristics and the settlement's unique culture. This study investigates the potential of alternative spaces as a solution for providing open space. The study began by observing the population's activities to be mapped according to age group and gender. Data were collected in settlements along the banks of the Musi River in Palembang. Identification began by mapping open space on a spatial map showing the location and distribution and the type of open space in the settlement area. Open space is formed informally in various spaces in the settlement. Multiple demographic groups generally use six types of open space. Furthermore, the data was processed using contingency and distribution analysis to see the size of the group in activities in the open space, the activities carried out, and the location of the open space. The results of the analysis show that different needs and patterns of involvement in groups of adults, adolescents, and children must be considered in planning and design. This study concludes that optimizing open spaces according to residents' activity patterns can solve the limitations. Riverbanks have the potential to serve as open spaces, requiring further longitudinal and qualitative research to understand usage patterns and community perceptions.  
Spatial Dynamics and Social Interactions in Planning Open Spaces of Dense Musi Riverside Settlements, Palembang Oktarini, Maya Fitri; Triyuly, Wienty; Lussetyowati, Tutur; Hapsari, Harrini Mutiara
Geosfera Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v10i1.51702

Abstract

Providing open space in densely populated settlements is challenging due to the lack of open land. In contrast, open space is essential in these settlements as a place for social interaction in highly communal settlements. In addition to these challenges in riverbank settlements, planning open space is also necessary, considering the landscape's characteristics and the settlement's unique culture. This study investigates the potential of alternative spaces as a solution for providing open space. The study began by observing the population's activities to be mapped according to age group and gender. Data were collected in settlements along the banks of the Musi River in Palembang. Identification began by mapping open space on a spatial map showing the location and distribution and the type of open space in the settlement area. Open space is formed informally in various spaces in the settlement. Multiple demographic groups generally use six types of open space. Furthermore, the data was processed using contingency and distribution analysis to see the size of the group in activities in the open space, the activities carried out, and the location of the open space. The results of the analysis show that different needs and patterns of involvement in groups of adults, adolescents, and children must be considered in planning and design. This study concludes that optimizing open spaces according to residents' activity patterns can solve the limitations. Riverbanks have the potential to serve as open spaces, requiring further longitudinal and qualitative research to understand usage patterns and community perceptions.