Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Substitution of Corn Flour and Additional Palm Sugar to Cookies Characteristics Ni Kadek Karina Sari Dewi; I Wayan Sudiarta; I Nyoman Rudianta
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.6.1.4965.42-52

Abstract

Cookies are biscuits made from low protein flour, and have a crunchy texture. Corn flour substitute was chosen because corn flour only contains <1% gluten. The main problem faced by corn commodity lies in the low sugar content as energy. To produce cookies that have nutritional value, palm sugar is added, where the constituent sugar is simpler than granulated sugar. This study aims to determine how the effect of corn flour substitution and the addition of palm sugar on the physicochemical and organoleptic characteristics of cookies. The design used was a Completely Randomized Design (CDR) with two factors and two replications, the first factor was corn flour substitution which consisted of four levels, namely 0%, 15%, 30%, 45%. The second factor is the addition of palm sugar which consists of three levels, namely 15%, 20%, 25%. Observations were made objectively including water content, ash content, protein content, fat content, carbohydrate content, crude fiber content and color. While subjectively include, color, aroma, texture, taste and overall acceptance. The results obtained the best formulation of cookies substituted with 30% corn flour and 20% palm sugar with a water content of 6.39%, ash content of 2.45%, protein content of 10.19%, fat content of 29.90%, carbohydrate content 51.08%, and 0.09% crude fiber content. Cookies are biscuits made from low protein flour, and have a crunchy texture. Corn flour substitute was chosen because corn flour only contains <1% gluten. The main problem faced by corn commodity lies in the low sugar content as energy. To produce cookies that have nutritional value, palm sugar is added, where the constituent sugar is simpler than granulated sugar. This study aims to determine how the effect of corn flour substitution and the addition of palm sugar on the physicochemical and organoleptic characteristics of cookies. The design used was a Completely Randomized Design (CDR) with two factors and two replications, the first factor was corn flour substitution which consisted of four levels, namely 0%, 15%, 30%, 45%. The second factor is the addition of palm sugar which consists of three levels, namely 15%, 20%, 25%. Observations were made objectively including water content, ash content, protein content, fat content, carbohydrate content, crude fiber content and color. While subjectively include, color, aroma, texture, taste and overall acceptance. The results obtained the best formulation of cookies substituted with 30% corn flour and 20% palm sugar with a water content of 6.39%, ash content of 2.45%, protein content of 10.19%, fat content of 29.90%, carbohydrate content 51.08%, and 0.09% crude fiber content.
Pemberdayaan Kelompok PKK dalam Pembinaan Konsumsi Makanan B2SA dan Pengembangan Tanaman HATInya PKK di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; I Wayan Sudiarta; Luh Gede Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.120-126

Abstract

Gizi adalah salah satu faktor yang menentukan dan terpenting dalam kualitas sumber daya manusia. Makanan yang merupakan sumber gizi dalam kehidupan sehari-hari harus sesuai dengan kebutuhan gizi bagi masyarakat, sehingga dapat menunjang kesehatan dan pertumbuhan yang optimal serta mencegah timbulnya berbagai penyakit. Pemenuhan kebutuhan pangan merupakan suatu kondisi pangan yang cukup tersedia bagi setiap anggota masyarakat, dan setiap anggota masyarakat memiliki akses untuk memperolehnya, baik fisik dan ekonomi. Pemenuhan kebutuhan pangan selain berfokus pada penyediaan pangan pada tingkat wilayah, namun juga pada ketersediaan serta konsumsi pangan pada tingkat daerah dan rumah tangga, serta individu dalam memenuhi kebutuhan gizinya. Pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan hal ini mempengaruhi status gizi masyarakat secara langsung. Mitra pada pengabdian ini merupakan kelompok PKK Desa Celuk yang tergabung di dalam Tim Penggerak PKK yang memiliki tugas memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa Celuk, pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK dalam pembinaan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman serta pengembangan tanaman HATInya PKK dalam Pemenuhan Kebutuhan Pangan Keluarga belum seragam dan kurang terlatih. Sarana yang digunakan untuk membina sangat terbatas, ditambah dengan pendanaan dari pemerintah yang minimal pada kondisi pandemik covid-19 untuk menunjang 10 program pokok PKK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan dialog interaktif tentang pembinaan B2SA dan pengembangan tananam HATInya PKK dan pelatihan mitra tentang cara pembinaan B2SA dan pengembangan tananam HATInya PKK. Pelatihan serta pendampingan berkelanjutan dilakukan pada mitra, dilanjutkan dengan monitoring evaluasi berkala tiap bulan sesuai formulir yang telah disiapkan dan dilakukan oleh tim pengabdian. Data pengabdian dianalisis dengan uji paired sample t-test, menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada nilai pretest dan postest, yaitu peningkatan pengetahuan lebih dari ≥85% anggota kelompok PKK mengenai konsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dam aman dan pengembangan tanaman HATINYA PKK dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan Tim Penggerak PKK sudah mampu melakukan menerapkan B2SA dan mengembangkan tanaman HATI-nya PKK untuk dapat digunakan dalam pembinaan oleh PKK. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1 Juli 2021.
Program Kemitraan Masyarakat “Olahan Jagung Manis” I Wayan Sudiarta; A.A. Made Semariyani; N.M.A. Suardani, S
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.1.1.2018.15-19

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan teknologi pengelolaan hasil pertanian di Kelurahan Sumerta yaitu jagung manis menjadi produk olahan jagung manis seperti susu jagung manis, puding jagung manis, dodol jagung manis dan mie jagung manis dan juga untuk memberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung. Kegiatan dilakukan bertahap yaitu: pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi tepat guna pengolahan produk jagung manis, proses produksi serta sanitasi dan higiene pengolahan, penyuluhan kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengenai pembuatan empat produk olahan tersebut, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk membuat produk secara mandiri. Ketiga, difasilitasi untuk mendapatkan ijin P- IRT dari produk yang diproduksi dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar sehingga jangkauan pemasaran produk bisa lebih luas dan dijamin keamanannya. Keempat, dilakukan monitoring dan memotivasi kelompok dan anggota kelompok yang baru mulai merintis usaha pengolahan pangan yang berbasis jagung manis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin terlihat dari daftar kehadirannya; 2) pelatihan untuk pembuatan produk berupa susu jagung manis, pudding jagung manis, dodol dan mie jagung manis dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta pelatihan mampu membuat produk tersebut dengan baik. Kesimpulannya, kegiatan dalam pengelolaan jagung manis ini berhasil dilakukan.
Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan di Desa Sulangai A.A. Made Semariyani; I Wayan Sudiarta; I Nyoman Rudianta; I Putu Candra; I Gede Pasek Mangku; Luh Suriati; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.1.2019.23-28

Abstract

Kegiatan PKM Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan dilaksanakan di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Pelatihan diberikan pada Ibu-ibu PKK Desa Sulangai. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk memberikan teknologi pengemasan dan strategi pemasaran produk pangan yang telah diproduksi oleh ibu-ibu PKK desa Sulangai (jamu kunyit, jamu sirih, Virgin Coconut Oil (VCO), manisan tomat, minyak tandusan, jajanan tradisional dan lain-lain). Pada saat pelatihan diberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung. Kegiatan dilakukan bertahap yaitu: Pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi pengemasan produk pangan, dan penyuluhan Kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengemas hasil olahan pangan khususnya VCO, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk mengemas produk dan memasarkan produk secara mandiri. Hasil dari kegiatan ini adalah 1) Peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin terlihat dari daftar kehadirannya. 2) Pelatihan untuk pengemasan dan pemasaran produk pangan dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta pelatihan mampu mengemas dan memasarkan produk tersebut dengan baik. 3) Target luaran dari kegiatan PKM Pelatihan Pengemasan dan pemasaran produk pangan ini telah diberikan kepada peserta didik.