Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

Usulan Penerapan Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja di Bagian Utility (Paraxylene Storage Tank) PTIP Umyati, Ani; Sri Mariawati, Ade; Aditya, Raka
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1494

Abstract

PTIP adalah perusahan petrokimia penghasil bahan baku dasar untuk pembuatan polyethylene. Sebelum berganti nama menjadi PTIP perusahaan ini bernama PTPPKR. PTIP memiliki tiga tangki penyimpanan paraxylene sebagai bahan baku utama yang berkapasitas hampir 10000 m3. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene yaitu sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene. Ada berbagai potensi bahaya di area ini dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene bila dilakukan dengan tidak hati-hati akan berakibat fatal bagi diri sendiri, lingkungan kerja, dan lingkungan sekitar. Untuk mengetahui potensi-potensi bahaya yang ada pada kegiatan sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene digunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Dari metode HIRADC dapat diketahui potensi-potensi bahaya yang akan terjadi, dampak yang ditimbulkan, dan nilai risiko dari bahaya yang ada. Bahaya yang dapat terjadi diantaranya jatuh dari ketinggian, kebakaran, kematian, hingga terjadinya ledakan yang dapat menyebabkan kerugian bagi pekerja dan perusahaan. Selanjutnya dalam menentukan pengendalian harus mempertimbangkan hirarki pengendalian mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, administratif, dan penyediaan alat keselamatan (APD)
Penentuan Waktu Baku dan Perbaikan Metode Kerja Menggunakan Metode MOST (Maynard Operation Sequence Technique) Pada PT. Purba Karya Baja Sri Mariawati, Ade; Umyati, Ani; Jamilah, Euis
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1495

Abstract

Berdasarkan hasil observasi pada pembuatan handle belt cover conveyor pada PT. Purba Karya Baja yang proses pengerjaan produknya dilakukan secara manual oleh manusia memerlukan waktu proses yang lama. Setelah dilakukan analisis, maka ditemukan adanya gerakan-gerakan yang tidak efektif sehingga tidak memberi nilai tambah bagi pekerjaan untuk dapat segera diselesaikan memenuhi target. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan pengukuran waktu baku dan perbaikan metode kerja menggunakan metode MOST (Maynard Operation  Sequence Technique). Penelitian ini dilakukan pada proses setting, pemotongan, pelubangan, bending, pengelasan, dan penghalusan. Pengukuran waktu baku diawali dengan memisahkan gerakan efektif dan tidak efektif kemudian mengidentifikasi elemen gerakan dari rekaman video dan melakukan pengukuran waktu baku menggunakan tabel MOST. Pada metode kerja eksisting didapatkan waktu baku sebesar 2,77 menit. Setelah dilakukan perbaikan metode kerja, didapatkan waktu baku sebesar 2,34 menit dengan output produk meningkat dari 172 unit menjadi 204 unit
USULAN PENERAPAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN KERJA DI BAGIAN UTILITY (PARAXYLENE STORAGE TANK) PTIP Umyati ST., MT, Ani; Sri Mariawati ST., MT., Ade; Aditya, Raka
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1498

Abstract

PTIP adalah perusahan petrokimia penghasil bahan baku dasar untuk pembuatan polyethylene. Sebelum berganti nama menjadi PTIP perusahaan ini bernama PTPPKR. PTIP memiliki tiga tangki penyimpanan paraxylene sebagai bahan baku utama yang berkapasitas hampir 10000 m3. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene yaitu sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene. Ada berbagai potensi bahaya di area ini dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene bila dilakukan dengan tidak hati-hati akan berakibat fatal bagi diri sendiri, lingkungan kerja, dan lingkungan sekitar. Untuk mengetahui potensi-potensi bahaya yang ada pada kegiatan sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene digunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Dari metode HIRADC dapat diketahui potensi-potensi bahaya yang akan terjadi, dampak yang ditimbulkan, dan nilai risiko dari bahaya yang ada. Bahaya yang dapat terjadi diantaranya jatuh dari ketinggian, kebakaran, kematian, hingga terjadinya ledakan yang dapat menyebabkan kerugian bagi pekerja dan perusahaan. Selanjutnya dalam menentukan pengendalian harus mempertimbangkan hirarki pengendalian mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, administratif, dan penyediaan alat keselamatan (APD).
USULAN PENERAPAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN KERJA DI BAGIAN UTILITY (PARAXYLENE STORAGE TANK) PTIP Umyati, Ani; Mariawati, Ade Sri; Aditya, Raka
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.14826

Abstract

PTIP adalah perusahan petrokimia penghasil bahan baku dasar untuk pembuatan polyethylene. Sebelum berganti nama menjadi PTIP perusahaan ini bernama PTPPKR. PTIP memiliki tiga tangki penyimpanan paraxylene sebagai bahan baku utama yang berkapasitas hampir 10000 m3. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene yaitu sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene. Ada berbagai potensi bahaya di area ini dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene bila dilakukan dengan tidak hati-hati akan berakibat fatal bagi diri sendiri, lingkungan kerja, dan lingkungan sekitar. Untuk mengetahui potensi-potensi bahaya yang ada pada kegiatan sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene digunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Dari metode HIRADC dapat diketahui potensi-potensi bahaya yang akan terjadi, dampak yang ditimbulkan, dan nilai risiko dari bahaya yang ada. Bahaya yang dapat terjadi diantaranya jatuh dari ketinggian, kebakaran, kematian, hingga terjadinya ledakan yang dapat menyebabkan kerugian bagi pekerja dan perusahaan. Selanjutnya dalam menentukan pengendalian harus mempertimbangkan hirarki pengendalian mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, administratif, dan penyediaan alat keselamatan (APD).
Usulan Penerapan Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja di Bagian Utility (Paraxylene Storage Tank) PTIP Umyati, Ani; Mariawati, Ade Sri; Aditya, Raka
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.14824

Abstract

PTIP adalah perusahan petrokimia penghasil bahan baku dasar untuk pembuatan polyethylene. Sebelum berganti nama menjadi PTIP perusahaan ini bernama PTPPKR. PTIP memiliki tiga tangki penyimpanan paraxylene sebagai bahan baku utama yang berkapasitas hampir 10000 m3. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene yaitu sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene. Ada berbagai potensi bahaya di area ini dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene bila dilakukan dengan tidak hati-hati akan berakibat fatal bagi diri sendiri, lingkungan kerja, dan lingkungan sekitar. Untuk mengetahui potensi-potensi bahaya yang ada pada kegiatan sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene digunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Dari metode HIRADC dapat diketahui potensi-potensi bahaya yang akan terjadi, dampak yang ditimbulkan, dan nilai risiko dari bahaya yang ada. Bahaya yang dapat terjadi diantaranya jatuh dari ketinggian, kebakaran, kematian, hingga terjadinya ledakan yang dapat menyebabkan kerugian bagi pekerja dan perusahaan. Selanjutnya dalam menentukan pengendalian harus mempertimbangkan hirarki pengendalian mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, administratif, dan penyediaan alat keselamatan (APD).
Penentuan Waktu Baku dan Perbaikan Metode Kerja Menggunakan Metode MOST (Maynard Operation Sequence Technique) Pada PT. Purba Karya Baja Mariawati, Ade Sri; Umyati, Ani; Jamilah, Euis
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.14825

Abstract

Berdasarkan hasil observasi pada pembuatan handle belt cover conveyor pada PT. Purba Karya Baja yang proses pengerjaan produknya dilakukan secara manual oleh manusia memerlukan waktu proses yang lama. Setelah dilakukan analisis, maka ditemukan adanya gerakan-gerakan yang tidak efektif sehingga tidak memberi nilai tambah bagi pekerjaan untuk dapat segera diselesaikan memenuhi target. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan pengukuran waktu baku dan perbaikan metode kerja menggunakan metode MOST (Maynard Operation  Sequence Technique). Penelitian ini dilakukan pada proses setting, pemotongan, pelubangan, bending, pengelasan, dan penghalusan. Pengukuran waktu baku diawali dengan memisahkan gerakan efektif dan tidak efektif kemudian mengidentifikasi elemen gerakan dari rekaman video dan melakukan pengukuran waktu baku menggunakan tabel MOST. Pada metode kerja eksisting didapatkan waktu baku sebesar 2,77 menit. Setelah dilakukan perbaikan metode kerja, didapatkan waktu baku sebesar 2,34 menit dengan output produk meningkat dari 172 unit menjadi 204 unit.
Optimizing packaging process efficiency and quality control at a black carbon manufacturer through lean six sigma and design of experiment Bahauddin, Achmad; Trenggonowati, Dyah Lintang; Sonda, Atia; Yusuf, Vira Aleyda; Saeful Mutaqin, Ade Irman; Umyati, Ani
Journal Industrial Servicess Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v9i1.19052

Abstract

CI is a multinational company that involves manufacturing carbon black. The carbon black is packed in a 1250 kg jumbo bag and a 25 kg paper sack. Based on reject weight data for December 2019, 4.4% of paper sacks were rejected, with some caused by suboptimal packer machine settings. The study will use the design of experiment to determine critical quality factors for carbon black grade Sterling-V, identify waste in the packaging process, determine the sigma value in the packaging process, identify factors causing product defects, evaluate the risk priority number, and provide suggestions for optimal packaging machine conditions through factorial experiments. The reject weight of Sterling-V products due to reject weight was 123 out of the total production. The study results showed a sigma level of 2.205, with the engine factor being the main cause of reject weight (RPN 900). The optimal packaging machine conditions proposed for Sterling-V grade are Bulk Fill Cut Off (22.5 kg), High Pressure Air (7 bar), and Trim Final Cut Off (25 kg), which can reduce reject weight to 23 from total production.
Risk analysis and safety measures: JSA, HIRA, and FTA in LPG distribution Dewantari, Nustin Merdiana; Ferdiansyah, Muhamad; Herlina, Lely; Mariawati, Ade Sri; Umyati, Ani
Journal Industrial Servicess Vol 9, No 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v9i2.21847

Abstract

Industrial competition is intensifying, raising the importance of Occupational Safety and Health (OSH) practices. This study focuses on LPG distributor Fajar Sidiq Nurhidayah, a company specializing in 3 kg LPG cylinders. The lack of safety inductions and adequate Personal Protective Equipment (PPE) heightens the risk of workplace accidents, necessitating this research to mitigate such risks. Employing the Job Safety Analysis (JSA), Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), and Fault Tree Analysis (FTA) methods, potential hazards were identified. JSA revealed risks like collisions, being struck by the truck's back, tube pinching, and ergonomic hazards, foreseeing injuries ranging from bruises to fractures and Musculoskeletal Disorders (MSDs). HIRA uncovered six hazards: one low-risk, four medium-risk, and one high-risk. FTA pinpointed the primary danger source to be the warehouse station due to operator negligence during tube lifting, lack of PPE usage, and entangled tubes, emphasizing the worker's condition and work environment.
Workload measurement with Bourdon Wiersma and Cardiovascular Load (CVL) methods Mariawati, Ade Sri; Anggraeni, Shanti Kirana; Nisfulail, Maura Citra; Dewantari, Nustin Merdiana; Herlina, Lely; Umyati, Ani
Journal Industrial Servicess Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jiss.v10i1.24477

Abstract

A company operating in the sector of workshop production of nuts and bolts requires workers to maintain high levels of speed, precision, and consistency, as well as significant responsibility to deliver the best results for customers. However, while carrying out their tasks, workers may make mistakes due to work fatigue. Therefore, researchers conducted a study to determine the extent of mental and physical workload using the Bourdon Wiersma and Cardiovascular Load (CVL) methods. Bourdon Wiersma is an objective method of measuring workload to determine the level of mental burden in tasks requiring precision, speed, and high consistency, including monotonous tasks. Cardiovascular Load (CVL) involves comparing the increase in heart rate with the maximum heart rate and classifying workload based on the increase in working heart rate compared to the maximum heart rate, expressed as cardiovascular load (% CVL). The research results show that the Bourdon Wiersma percentage for the three job tasks was generally quite good before work and fell within the category of moderate or mild tiredness after work. Additionally, the largest average %CVL occurred in operators at 63%.
Work posture analysis and complaint risk using Nordic Body Map (NBM) and Rapid Entire Body Assessment (REBA) methods Umyati, Ani; Mariawati, Ade Sri; Peti, Peti
Journal Industrial Servicess Vol 9, No 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v9i2.22004

Abstract

This research investigates work posture analysis and complaint risks associated with polyethylene pellets production at a petrochemical company in Cilegon, Indonesia. The concerns center on improper work postures among forklift operators engaged in repetitive tasks and loading personnel involved in manual handling, such as transferring bagged pellets onto trucks. The study aimed to identify the Nordic Body Map (NBM) questionnaire's primary complaint categories, assess the Rapid Entire Body Assessment (REBA) score, determine recommended weights for workers using Recommended Weight Limit (RWL) and lifting Index (LI) calculations, and propose enhancements to mitigate the risk of MSDs. According to the NBM questionnaire, both forklift operators and loading personnel reported experiencing moderate to high levels of Musculoskeletal Disorders (MSD) discomfort. REBA scores revealed forklift operators scoring between 5 and 6, while loading dock workers scored between 11 and 12. The estimated RWL for loading personnel in different positions is 6.531 kg, 3.5707 kg, and 6.0463 kg, respectively. Recommendations include improving the work system, conducting health assessments, revising hiring criteria, developing adjustable tables, optimizing packaging bags, establishing SOPs, and modifying forklift area components. These suggestions remain broad, with detailed plans intended for future research and implementation.