Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA Ahmad Fahri Yahya Ainuri
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3446

Abstract

Abstract As Indonesian people, of course we are familiar with religious groups with transnational ideologies that are oriented towards replacing government systems with Islamic systems (Imamat / Khilafah) based on the Qur'an and Hadith. Actually there is nothing wrong with the group's vision because the khilahfah system is a product of ijtihad of the predecessor ulama and normatively does not contradict Islamic law. It's just that the effort to coerce to change the law which has become a collective agreement in a country can legally be said as an act of rebellion and the act is not constitutionally justified. To address this phenomenon, the writer wants to give an understanding that implicitly our country (Indonesia) has actually implemented laws that are in accordance with Islamic sharia because the Pancasila ideology which is used as a national and state paradigm is fully in line with the sharia maqashid as contained in the Koran 'and Hadith which fully aims to educate people to become human beings who are deified, humane, united, just manifested into a common life (social life). Keywords: Islamic maqashid, Epistemology, Pancasila Education. Abstrak Sebagai masyarakat Indonesia, tentu kita tidak asing dengan adanya kelompok beragama dengan ideologi transnasional yang berorientasi mengganti sistem pemerintahan dengan sistem Islam (Imamah/Khilafah) yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadis. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan visi kelompok tersebut karena sistem khilahfah merupakan produk ijtihad para ulama pendahulu dan secara normatif tidak bertentangan dengan syariat Islam. Hanya saja, usaha melakukan paksaan untuk merubah undang-undang yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam suatu negara secara yuridis bisa dikatakan sebagai tindakan pemberontakan dan tindakan tersebut tidak dibenarkan secara konstitusional. Untuk mensikapi fenomena tersebut penulis ingin memberikan pemahaman bahwa secara implisit negara kita (Indonesia) sebenarnya sudah menerapkan undang-undang yang sesuai dengan syari’at Islam karena ideologi pancasila yang dijadikan sebagai paradigma berbangsa dan bernegara sepenuhnya sejalan dengan maqashid syariah yang tertuang dalam al-Qur’an dan Hadis yang spenuhnya bertujuan untuk mendidik masyarakat menjadi manusia yang berketuhanan, berperikemanusiaan, bersatu, adil yang termanifestasi ke dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial). Kata Kunci : maqashid syariah, Epistemologi, Pendidikan Pancasila.
Zuhud Vis A Vis Modernity: The Resistance of Rural Community to Modernity Agus Khunaifi; Mirza Mahbub Wijaya; Ahmad Fahri Yahya Ainuri
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v19i1.5363

Abstract

This research aims to reveal the opposition of a rural community at Kedungbanteng, Paguyangan, Brebes in responding to the pace of modernity, which tends to degrade human morality as its main actor. This study used a qualitative method with a phenomenological approach. This study uses the interview method with structured interview guidance and participatory observation. A combination of several existing techniques carried out the data collection. Those techniques were observation, interviews, and documentation. Meanwhile, to test the validity of the data, three methods were used: source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. It was found that the opposition applied by society in responding to the fundamental changes due to modernization was using zuhud behaviour. Specifically, these oppositions were manifested by eliminating materialism, increasing the caution of seeking sustenance (wirai), and firmly rejecting the formalist tradition diversity (fikih oriented). The zuhud movement can be carried out because a charismatic figure initiated it. In addition, what is quite prominent is the tomb pilgrimage to certain tombs believed to be the tombs of local ancestors and kyai. Pilgrimage can increase awareness that life exists in the world and in the grave; there is also life in the afterlife. So that someone will be careful and prepare provisions for the next life. The emphasis is on the spiritual practice of religious teachings rather than studying texts. So rarely try to find arguments as the basis of certain practices. (Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap resistensi kelompok masyarakat di Dusun Kedungbanteng, Desa Paguyangan, Kab. Brebes dalam menanggapi laju modernisasi yang dewasa ini cenderung menurunkan moralitas manusia sebagai aktor utamanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi transendental. Penelitian ini juga dilengkapi dengan metode wawancara serta pedoman wawancara terstruktur, serta observasi partisipatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan beberapa teknik yang ada. Teknik-teknik tersebut adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menguji keabsahan data digunakan tiga metode yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknis, dan triangulasi waktu. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa resistensi yang dilakukan masyarakat dalam menyikapi perubahan mendasar akibat modernisasi adalah praktik zuhud. Lebih khusus lagi, secara praktis resistensi ini dimanifestasikan oleh; menghilangkan paham materialis, meningkatkan kehati-hatian dalam mencari rezeki (wirai) dan sangat menentang tradisi agama formalis (berorientasi fikih). Gerakan zuhud tersebut dapat terlaksana karena diprakarsai oleh sosok yang kharismatik. Selain itu, yang cukup menonjol adalah ziarah makam ke makam-makam tertentu yang diyakini sebagai makam para leluhur dan kyai setempat. Ziarah dapat meningkatkan kesadaran bahwa hidup ada di dunia dan di alam kubur; ada juga kehidupan di akhirat. Sehingga seseorang akan berhati-hati dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya. Penekanan terdapat pada pengamalan spiritual ajaran agama daripada mempelajari teks. Sehingga jarang mencoba mencari argumentasi sebagai dasar dari praktek-praktek tertentu.)
Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Masyarakat Di Era Revolusi Industri 4.0 Hastuti, Windi; Ainuri, Ahmad Fahri Yahya; Muthohar, Sofa
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.085 KB) | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.9018

Abstract

Kemajuan teknologi dari masa ke masa secara akumulatif telah mendorong terjadinya revolusi industry. Hal ini menuntut dunia pendidikan untuk memperbaiki sistem mutu secara dinamis. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai muara awal era Revolusi Industri 4.0, harus mempersiapkan diri dengan strategi-strategi baru. Artikel ini bertujuan untuk menelaah lebih lanjut tentang PAUD di era Reformasi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat strategi pengembangan PAUD berbasis masyarakat yaitu: Pertama, hal yang dilakukan adalah menyatukan pemahaman masyarakat tentang Anak Usia Dini. Kedua, masyarakat dan pemerintah menyiapkan tenaga pendidikan (guru) dan kependidikan yang ideal-profesional serta mengupayakan serta mendorong (dari segi moril dan materiil) tenaga pendidikan untuk meng-upgrade kompetensi—khususnya dalam mengahadapi era revolusi industri 4.0. Ketiga adalah masyarakat ikut serta dalam mendesain kurikulum yang akan diberikan kepada para siswa. Strategi keempat adalah supervisi dan evaluasi. 
Cross-Religious Studies Curriculum at Theological Seminary: Case Study of The Islamology Implementation at Abdiel Theological Seminary Ahmad Fahri Yahya Ainuri; Syamsul Ma’arif; Abdurrahman Mas’ud; Mirza Mahbub Wijaya
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 2 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v21i2.1487

Abstract

Abdiel Theological Seminary (STT) incorporates Islamic studies (Islamology) in its curriculum. This qualitative case study research explores the reasons behind teaching Islamology and the learning model adopted at the seminary. Furthermore, to analyze how the Islamology learning model is applied at Abdiel Theological Seminary and how it influences understanding, respect, and tolerance among religious believers. Data were collected through interviews, documentation, and observations during one semester from July to December 2019. Additionally, in October 2022, the researcher conducted follow-up interviews with colleagues to update the data. The learning model of Islamic Studies at Abdiel Theological Seminary contains various aspects that can support learning success. First, determination in learning planning by raising the themes according to the time's need and development. Implementing learning with open discussion activities inculcated a critical attitude towards all forms of information available, without any dogmatic attitude. Teaching Islamology at STT can generate understanding, respect, and tolerance among Muslim and non-Muslim citizens. The learning model focuses on contemporary Islamic religious phenomena, emphasizing critical thinking through open discussions without dogmatic attitudes. This approach contributes to constructive interactions among religious communities, promoting unity despite historical inter-religious conflicts.
Pendidikan Islam Perspektif Filosof Islam Klasik sebagai Model Pengembangan Pendidikan di Indonesia Nurdianzah, Erry; Azizah, Nurul; Wathoni, Kharisul; Yahya Ainuri, Ahmad Fahri
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v5i2.9742

Abstract

Maraknya kasus bullying yang akhir-akhir ini telah melanda berbagai institusi pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa masih lemahnya pendidikan akhlak dan spiritual di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang model pendidikan Islam prespektif filosof Islam klasik sebagai model pengembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dokumen, manuskrip, jurnal dan buku yang relefan dengan topik kajian. Analisis data dilakukan dengan mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode dan kemudian dicari tema-tema yang sesuai untuk dilakukan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan Islam prespektif filosof Islam klasik berfokus pada pengembangan aklhak dan spiritualitas manusia. Oleh karenanya, dalam konteks keIndonesiaan, pendidikan yang berorientasi pada pengembangan spiritualitas dan akhlak anak didik sangat dibutuhkan, sebab model pendidikan Islam prespektif filosof Islam klasik dapat menumbuhkan rasa kemanusiaan dan persaudaraan antar anak didik.
Efforts to Improve Religious Understanding of Islamic Education Study Programs’ Students Graduated from Public Schools Ikramina, Mahreshaibati Bilqis; Sya’bana, Rizqi Putra; Ainuri, Ahmad Fahri Yahya; Ainuzzahro, Mayada
Jurnal Al Maesarah Vol 4 No 2 (2025): Education, Social, and Community
Publisher : LPPM STAI Darul Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58988/jam.v4i2.422

Abstract

This study explores the impact of limited Islamic Religious Education (IRE) lesson hours in public schools on the religious understanding of students enrolled in the Islamic Education Study Program at UIN Walisongo Semarang. Students from public school backgrounds often encounter difficulties in comprehending complex religious materials at the university level, especially those related to Arabic texts and classical Islamic sciences. Employing a descriptive qualitative approach, the research involved eight participants selected for their academic challenges in adapting to religious learning. Data were collected through interviews, observations, document analysis, and literature studies. The findings highlight the existence of a significant gap in religious knowledge between public school graduates and their peers from madrasahs or Islamic boarding schools. To overcome this, various support strategies were identified, including religious student activity units, Arabic enrichment programs, guidebooks, mentoring systems, and inclusive teaching methods. The study emphasizes the importance of collaborative efforts between lecturers and institutions to provide an inclusive and adaptive learning environment. These interventions aim to strengthen students' religious competence and ensure equal opportunities for academic success in Islamic higher education.
Epistemology of Islamic Education According to Hasyim Asy'ari Thought Ainuri, Ahmad; Wijaya, Mirza
Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society Vol. 6 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/islimus.v6i2.4020

Abstract

This paper examines the epistemology of Hasyim Asy'ari as one of the Islamic scholars who has contributed to the development of Islamic education in Indonesia. This research is considered very important because previous studies of researchers only examine Islamic education and Morals. Thus, efforts to conduct philosophical studies related to epistemology use and seek its relevance in Indonesia. This study uses qualitative research with a rationalistic philosophical approach. Meanwhile, data analysis methods use content analysis. The study's findings showed that epistemology colored the thinking of Hasyim Asy'ari, among others: Bayani, Burhani, Irfani, and Authoritarianism. While paradigm Hasyim Asy'ari belongs to the Conservative-Religious tradition.
Early Childhood Education Institution Strategies in Maximizing Community Support Nadia, Isma Qotrun; Muthohar, Sofa; Ainuri, Ahmad Fahri Yahya
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v7i1.26798

Abstract

ABSTRAK. Pemberdayaan masyarakat penting untuk memaksimalkan dukungan masyarakat dalam mewujudkan Pendidikan yang berkualitas. Tulisan ini ditunjukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Memaksimalkan Dukungan Masyarakat. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dengan tahapan reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha pemberdayaan masyarakat oleh TK Darul Hasanah diimplementasikan dalam 3 program antara lain: 1) Mengirimkan guru untuk mengisi workshop. 2) Memberi pelatihan kepada kader-kader PKK. 3) Melakukan kerjasama dengan lembaga lain yaitu puskesmas. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Darul Hasanah Kindergarten pada skala mezzo dan Mikro dengan pendekatan Partisipatif, Pendekatan Berkelanjutan dan pendekatam kolaboratif. Serta menggunakan dua strategi , yaitu melalui aksi osial dan melalui pendidikan atau pemberdayaan. Dampak maupun implikasi kepada lembaga yang dihasilkan dari upaya pemberdayaan tersebut adalah adanya peningkatan jumlah peserta didik tiap tahun, perkembangan dan pertumbuhan anak meningkat berdasarkan profil kelulusan, dan presentase masyarakat yang mengetahui tentang lembaga meningkat. Kata Kunci:  Pemberdayaan, Anak Usia Dini, Masyarakat, StrategiABSTRACT. Community empowerment is important to maximize community support in realizing quality education. This article is intended to describe and analyze the strategies of Early Childhood Education Institutions in maximizing community support. The data in this research was obtained through interviews, observation and documentation. Next, the data is analyzed using the stages of data reduction, data display and verification. The research results show that Darul Hasanah Kindergarten's community empowerment efforts are implemented in 3 programs, including: 1) Sending teachers to fill workshops. 2) Providing training to PKK cadres. 3) Collaborating with other institutions, namely community health centers. Community empowerment is carried out by Darul Hasanah Kindergarten on a mezzo and micro scale with a participatory approach, a sustainable approach and a collaborative approach. And using two strategies, namely through social action and through education or empowerment. The impacts and implications for institutions resulting from these empowerment efforts are that there is an increase in the number of students each year, the development and growth of children increases based on graduation profiles, and the percentage of people who know about the institution increases.Keyword : Empowerment, Early Childhood, Community, Staregy
Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Masyarakat Di Era Revolusi Industri 4.0 Hastuti, Windi; Ainuri, Ahmad Fahri Yahya; Muthohar, Sofa
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.9018

Abstract

Kemajuan teknologi dari masa ke masa secara akumulatif telah mendorong terjadinya revolusi industry. Hal ini menuntut dunia pendidikan untuk memperbaiki sistem mutu secara dinamis. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai muara awal era Revolusi Industri 4.0, harus mempersiapkan diri dengan strategi-strategi baru. Artikel ini bertujuan untuk menelaah lebih lanjut tentang PAUD di era Reformasi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat strategi pengembangan PAUD berbasis masyarakat yaitu: Pertama, hal yang dilakukan adalah menyatukan pemahaman masyarakat tentang Anak Usia Dini. Kedua, masyarakat dan pemerintah menyiapkan tenaga pendidikan (guru) dan kependidikan yang ideal-profesional serta mengupayakan serta mendorong (dari segi moril dan materiil) tenaga pendidikan untuk meng-upgrade kompetensi—khususnya dalam mengahadapi era revolusi industri 4.0. Ketiga adalah masyarakat ikut serta dalam mendesain kurikulum yang akan diberikan kepada para siswa. Strategi keempat adalah supervisi dan evaluasi.