Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KESADARAN DAN TRANSFORMASI DIRI DALAM KAJIAN DAKWAH ISLAM DAN KOMUNIKASI Uus Uswatusolihah
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.007 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v9i2.853

Abstract

Human behavior is a product of the interpretation on the surrounding world through social interaction. It is how a person defines others, situations, objects, and ever his own that defines him/herself. Accordingly, it is the individual him/herself that is active to manage and define his/her behavior and nvironment. Meanwhile, the essence of individual is consciousness. Personal development depends on communication with other people who forms or influences the person, and the vice versa, a person can form and influence other people. Communication also has a significant role in social development. Therefore, what is happening to Indonesian society is a reflection of behaviors and accumulation of individual consciousness level of the citizens. To change the condition of Indonesia, we have to start changing the individuals. Islamic da’wah should be committed through building individual consciousness and constructing positive self-concept among the audience (mad’u). this is because only people with positive self-concept can improve themselves for their ability to reveal the aspects of personality they don’t like and try to change. Perilaku manusia merupakan produk dari interpretasi mereka atas dunia di sekeliling mereka lewat interaksi sosial. Definisi yang mereka berikan kepada orang lain, situasi, objek dan bahkan diri mereka sendirilah yang menentukan perilaku mereka. Jadi individulah yang dipandang aktif untuk mengatur dan menentukan perilaku serta lingkungannya sendiri. Sementara inti dari individu adalah kesadaran (consciousness). perkembangan diri bergantung pada komunikasi dengan orang lain, yang membentuk atau mempengaruhi diri sebagaimana orang–orang tersebut dipengaruhi kehadiran diri tersebut. Komunikasi juga berperan penting dalam perkembangan masyarakat. Dengan demikian, apa yang terjadi dengan masyarakat bangsa Indonesia pada hakekatnya merupakan cermin perilaku dan akumulasi tingkat kesadaran individu-individu warga negaranya. jika ingin mengubah kondisi bangsa Indonesia, maka kita harus memulainya dengan mengubah individuindividu warga negaranya. Dakwah Islam harus dilakukan dengan membangun esadaran individual dan membentuk konsep diri mad’u yang positif. Karena hanya orang yang memiliki konsep diri positiflah yang akan mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.
Pembelajaran Public Speaking di Pondok Pesantren untuk Moderasi Indonesia Uus Uswatusolihah
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.973 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v11i2.1370

Abstract

This study focused on public speaking learning process for Indonesian moderation located at An Najah, Al Amin and Darussalam as pesantren partners of IAIN Purwokerto. Public Speaking learning process in pesantren has been conducted for long period of time and it has distinctive characters to be studied. This study is using explorativephenomenological methodology to uncovered this learning process. Data is collected using observation, interview and documentation. Result shows that public speaking and speaking techniques in general is mandatory subject for An Najah, Al Amin dan Darussalam. The objectives of Public speaking learning in those three pesantren is that the students could conveyed Islamic value and religion effectively. Public speaking is conducted in many methods and activities, such as muhadharah, discussion, role play on many programs and events where santri has responsibilities and authority for managing the process. There are differences in practising muhadharah on those three pesantrens. There are also workshops hosted by experts. With that the process of public speaking learning is more in practical way without theoretical-conceptual background. This results in public speaking theoretical concepts is rarely mastered, whereas pesantren is well known for its rich oral speech tradition.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Siswa SD Melalui Program Bimbingan Belajar Pada Masa Pandemi Dewi Saroh; Uus Uswatusolihah
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v5i2.2922

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 pada sektor pendidikan adalah penerapan kebijakan pembelajaran daring/jarak jauh yaitu aktivitas belajar siswa dilaksanakan di rumah melalui media online. Adapun permasalahan yang timbul adalah kurang efektifnya pembelajaran menggunakan metode daring khususnya bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan sekolah dasar. Atas dasar permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) DR UIN SAIZU angkatan ke-48 berinisiatif membuat program kerja yaitu bimbingan belajar yang dilaksanakan di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor. Tujuan program ini adalah untuk memberikan bimbingan dan pendampingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran secara online. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah tatap muka/luring dengan siswa akan tetapi konsisten mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Hasil dari program bimbingan belajar ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Pekaja terkhusus bagi siswa sekolah dasar (SD). Keberhasilan program ini terlihat dari peningkatan nilai akademik siswa dan peningkatan motivasi belajar siswa selama mengikuti kegiatan bimbingan belajar.
Transformasi Identitas Mahasiswa-Santri (Studi Fenomenologi Perubahan Identitas Mahasiswa STAIN Purwokerto Program 'Pesantrenisasi' Tahun Akademik 2013-2014) Uus Uswatusolihah
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.067 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp258-273

Abstract

Abstract: This study was aimed at knowing the transformation of identity amongstudents joining Pesantrenisasi Program in State College on Islamic Studies ofPurwokerto in the academic year 2013-2014. This study explored their own perceptionof being a student of the college and a santri. This is a qualitative research withinterviews as the main method of collecting data. A number of students wereinterviewed to get the answers of research questions. This research found thatpesantrenisasi program is successful in making closed relationship betweenstudent and pesantren (Islamic boarding school). The life in pesantren has madesome students transform their identity. The transformation happens gradually andslowly through unspontaneous self-dialogue. This transformation also gives them anew self-image, a new self-language, and new relationships with others as well asnew bounds with social norms. Before living in a pesantren, they imagine pesantrenas a dirty, massy, strict, and fully scheduled place of living. This image graduallychanges after they experience themselves living in pesantren. A new image comesto them that pesantren is an ideal place to study religious knowledge, to train aperson to be mature and having good character, and to perform more worship toGod. Some of the transformations include the quantity and quality of their worship aswell as their attitude and behavior to be more discipline, independent, and humble.Keywords: identity transformation, students, pesantren. Abstrak: Hasil penelitian ini adalah bahwa program pesantrenisasi telahberhasil mendekatkan mahasiswa dengan kehidupan pesantren dan menyebabkanterjadinya perubahan atau transformasi identitas diri sebagian mahasiswa.Transformasi itu sendiri pada umumnya berjalan secara perlahan dan melaluiproses-proses perenungan dan dialog diri yang tidak spontan. Transformasi jugamembuat mereka memperoleh citra diri yang baru, bahasa diri yang baru,hubungan-hubungan yang baru dengan orang-orang lain dan ikatan-ikatan yangbaru dengan tatanan sosial. Sebelum tinggal di pondok pesantren, mereka mendefinisikandunia pesantren adalah tempat yang kumuh, tidak rapi, memiliki banyakperaturan yang mengekang. Definisi ini berubah selama mereka berada di pesantren: Pondok pesantren adalah tempat yang ideal untuk menuntut berbagaiilmu agama, melatih diri menjadi lebih dewasa dan berkarakter yang baik sertamemperbanyak ibadah seraya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beberapaperubahan terjadi dalam kuantitas dan kualitas ibadah, perubahan dalam sikapdan perilaku yang lebih disiplin, mandiri dan sederhana, serta peningkatanpengetahuan berbagai ilmu agama Islam.Keywords: perubahan identitas, mahasiswa, pesantren.
Packaging religion through training: Da'wah commodification among middle-class muslim women in Indonesia Uswatusolihah, Uus; Suharto, Abdul Wachid Bambang; Fuad, Muskinul; Asmaya, Enung
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.26965

Abstract

Purpose – This article examines the phenomenon of the commodification of da'wah through religious training programs targeted at middle-class Muslim women in contemporary Indonesia, specifically the Spiritual Motherhood and Miracle Women trainings. Method – The study employs an ethnographic approach, collecting data through participant observation, interviews, and document analysis. Result – The results showed that distinctive patterns in these da'wah trainings: they are held in prestigious venues, involve speakers and participants predominantly from the middle class—especially women—and maintain ongoing communication networks among alums. The commodification of religion within these trainings is evident in branded material packaging, training fees and discounts, the use of celebrity figures, and book production. Implication – This study asserts that commodification serves as a means to present and frame Islamic values, reflecting the dynamics of religious adaptation within a society increasingly influenced by consumer culture. These findings encourage critical reflection on the practices and directions of da'wah in the modern era. Originality/Value – This research is the first study on packaging preaching through paid spiritual training, such as Spiritual Motherhood and Miracle Women. *** Tujuan – Artikel ini mengkaji fenomena komodifikasi da'wah melalui program pelatihan keagamaan yang ditujukan bagi perempuan Muslim kelas menengah di Indonesia kontemporer, khususnya program Spiritual Motherhood dan Miracle Women. Metode – Studi ini menggunakan pendekatan etnografis, mengumpulkan data melalui observasi partisipan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan pola khas dalam program-program da'wah ini: diselenggarakan di tempat-tempat prestisius, melibatkan pembicara dan peserta yang sebagian besar berasal dari kelas menengah—terutama perempuan—serta mempertahankan jaringan komunikasi berkelanjutan di antara alumni. Komodifikasi agama dalam program-program ini terlihat jelas melalui kemasan materi bermerk, biaya pelatihan dan diskon, penggunaan figur selebriti, serta produksi buku. Implikasi – Studi ini menegaskan bahwa komodifikasi berfungsi sebagai sarana untuk menyajikan dan membingkai nilai-nilai Islam, mencerminkan dinamika adaptasi agama dalam masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh budaya konsumerisme. Temuan ini mendorong refleksi kritis terhadap praktik dan arah da'wah di era modern. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini merupakan studi pertama yang mengkaji kemasan dakwah melalui pelatihan spiritual berbayar, seperti Spiritual Motherhood dan Miracle Women.
Meta-Analisis Kecenderungan Penelitian Skripsi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Uswatusolihah, Uus; Turhamun, Turhamun
Jurnal Selasar KPI : Referensi Media Komunikasi dan Dakwah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/selasar.v3i1.1099

Abstract

This article is a meta-analytic study of the student thesis of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program at UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. This research uses a mix method approach with quantitative and qualitative data collection. The source of quantitative data is the theses of the student of the KPI Study Program UIN Saizu Purwokerto from 2005 to 2021. The thesis data is from printed documents and university digital documents in the form of library repositories. Qualitative data were obtained through interviews with some informants. The analysis technique used is descriptive qualitative, namely combining and generalizing the results of the data in the form of descriptive sentences in detail and as is. The data for each parameter is summed and then a percentage is made. Furthermore, the data is presented in tables and described. The results of this study are in the form of a tendency in choosing research methods, a tendency in choosing a study theme, and the factors that influence research tendencies. The results of this research serve as input and evaluation materials for Study Program KPI managers in formulating research quality development policies and strategies. Practically this research is useful to provide direction for further research.
Meta-Analisis Penelitian Dosen Prodi KPI Tahun 2001-2023 Uswatusolihah, Uus; Turhamun, Turhamun
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i2.7446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, tema, dan kontribusi penelitian yang telah dilakukan oleh dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) selama periode 2001-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta-analisis, dengan mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan mengevaluasi berbagai publikasi akademik yang dihasilkan dalam rentang waktu tersebut. Data diperoleh dari jurnal terindeks nasional dan internasional, prosiding seminar, serta laporan penelitian institusional. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian dalam bidang KPI mengalami perkembangan signifikan, dengan tema dominan meliputi dakwah digital, media Islam, komunikasi lintas budaya, serta etika komunikasi dalam perspektif Islam. Selain itu, penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan penggunaan metode penelitian kualitatif dan pendekatan interdisipliner dalam kajian KPI. Studi ini memberikan wawasan tentang arah penelitian KPI ke depan dan implikasi akademik serta praktis bagi perkembangan ilmu komunikasi Islam