Suriah
Departemen Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Modifikasi Perilaku Pencegahan Obesitas Pada Anak Penyandang Tunarungu Di Kota Makassar Nasrah Jayadi; Asmawati Asmawati; Suriah Suriah; Muhammad Syafar; Suci Rahmadani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.243 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i3.1196

Abstract

Masalah gizi masyarakat secara global termasuk Indonesia tidak hanya berfokus pada kekurangan gizi kronik, namun juga kelebihan gizi (obesitas).  Prinsip perilaku pencegahan obesitas yaitu dengan mengatur keseimbangan energy. Perilaku tersebut dapat dilakukan apabila anak pernah mendapatkan informasi mencegah obesitas. Edukasi kesehatan dalam memodifikasi perubahan perilaku telah banyak dilakukan pada masyarakat umum, namun masih sangat kurang dilakukan pada kelompok marjinal seperti penyandang tunarungu (keterbatasan pendengaran). Salah satu proses edukasi yang cocok diterapkan kepada anak tunarungu adalah melalui media video, karena dapat digunakan untuk merangsang motorik anak penyandang tunarungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodifikasi perilaku pencegahan obesitas pada anak penyandang tunarungu di SLB-B Kota Makassar. Penelitian ini merupakan Quasy experiment dengan rancangan Time series design. Pemilihan sampel menggunakan Purposive sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan, yaitu pretest dan post test dengan kuesioner tentang niat, pengetahuan, sarana dan tindakan anak terhadap pencegahan obesitas. Teknik analisis data adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t dan Mc Nemar untuk melihat kelompok sebelum dan setelah intervensi dilakukan. Kelompok intervensi menggunakan video animasi berbahasa yang isyarat menunjukkan tidak ada pengaruh terhadap pengetahuan responden (p> 0,05), tetapi memiliki pengaruh pada niat dan tindakan (p <0,05). Pada kelompok kontrol menggunakan leaflet menunjukkan pengaruh terhadap pengetahuan dan tindakan (p <0,05), tetapi tidak memiliki pengaruh pada niat responden.
Penguatan Perilaku Ibu Hamil Memanfaatkan Layanan Antenatal Care Selama Pandemik Covid-19 Melalui Komunikasi Interpersonal Dan Kelompok Di Wilayah Kerja Puskesmas Biloka Nasrah Nasrah; Amalia Mansur; Suriah Suriah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.16 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1620

Abstract

Latar : Kerentanan ibu hamil terhadap infeksi covid-19 karena ada perubahan tubuh dan sistem imunitas. Menurut Unicef, (2020) layanan ANC terhenti sebesar 46% disebabkan faktor kekhawatiran (64 %). Semua Ibu hamil berisiko mengalami komplikasi, karena itu tetap harus memanfaatkan pelayanan ANC. Dibutuhkan model komunikasi efektif untuk memberikan pemahaman agar ibu hamil dapat mengatasi kehawatirannya. Model komunikasi kelompok dalam bentuk kelas ibu hamil yang dicanangkan pemerintah sudah terlaksana, namun perlu dibandingkan dengan model komunikasi interpersonal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model komunikasi yang dapat menguatkan perilaku ibu hamil memanfaatkan ANC selama pandemik. Metode : Quasi eksperiment rancangan the nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bilokka pada bulan Mei-Juli-2021. Penentuan sampel menggunakan perposive sampling. Analisis data bivariat menggunakan uji t berpasangan dan wilcoxon. Hasil : Terdapat peningkatan mean niat (2,1), pengetahuan (1,56), sikap (2) dan tindakan (0,5) responden pada kelompok intervensi. Begitu juga kelompok kontrol diperoleh niat (2,2) dan pengatahuan (0,75), sikap (0,6), dan tindakan (0,38). Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai p-value niat kedua kelompok (0,032 dan 0,025<0,05). Pada tindakan diperoleh nilai p-value=0,023<0,05 pada kelompok intervensi, pada kelompok kontrol nilai p-value=0,059>0,05. Hasil uji t berpasangan diperoleh nilai p-value pengetahuan kedua kelompok (0,000 dan 0,023 <0,05), namun pada sikap diperoleh nilai p-value=0,018<0,05 pada kelompok intervensi sedangkan kelompok kontrol nilai p-value=0,470>0,05. Kesimpulan : Terdapat perbedaan niat dan pengetahuan ibu hamil sebelum dan setelah edukasi dengan model komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok. Terdapat perbedaan sikap dan tindakan ibu hamil sebelum dan setelah edukasi dengan model komunikasi interpersonal, namun tidak terdapat perbedaan dengan model komunikasi kelompok.