Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PERUBAHAN BEBAAN GENERATOR TERHADAP EFISIENSI PLTU (STUDI PADA PLTU SEMEN TONASA UNIT 35 MW) Andi Ervianto Nur; Sugeng A Karim; Hasrul Hasrul
Jurnal Media Elektrik Vol. 20 No. 1 (2022): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v20i1.5485

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi sebelum dan setelah beban generator berubah. Serta untuk mengetahui pengaruh perubahan beban terhadap efisiensi generator. Objek pada penelitian ini adalah generator pada PLTU Semen Tonasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan efisiensi sebelum beban generator berubah yaitu 97,4% sedangkan efisiensi setelah beban generator berubah yaitu 84,68%, dan perubahan beban pada generator dapat mempengaruhi efisiensi generator dimana beban dan nilai efisiensi berbanding terbalik.
STUDI PENGUJIAN KESEREMPAKAN PEMUTUS TENAGA (PMT) 150 KV MENGGUNAKAN BREAKER ANALYZER DI GARDU INDUK Edi Suhardi Rahman; Muhammad Yusuf Mappeasse; Hasrul Hasrul
Jurnal Media Elektrik Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v20i2.5537

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui keserempakan pemutus tenaga (PMT) 150 kV di gardu Induk Jeneponto. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian pada kontak PMT 150 kV bay line Jeneponto-Punagaya #2 dengan mengukur keserempakan waktu kerja kontak open dan close menggunakan alat ukur Breaker Analyzer. Pengujian yang dilakukan pada pemeliharaan 2 tahunan yaitu pada tahun 2020 dan 2022. Standar SPLN NO.52-1 1984 waktu maksimum membuka dan menutup kontak PMT untuk sistem 150 kV tidak melebihi 120 ms. Dimana hasil pengujian keserempakan yang dihasilkan menggunakan breaker analyzer masih dalam batas standar PLN. Kemudian untuk hasilpengujian selisih waktu pada tahun 2020 dan 2022 juga sudah sesuai dengan standar PLN yaitu dengan selisih waktu kontak <10 ms, maka dinyatakan PMT 150 kV di Gardu Induk Jeneponto tersebut masih layak untuk digunakan. Apabila selisih waktu PMT 150 kV tidak sesuai dengan standar, salah satu penyebabnya adalah motor yang terdapat pada box kontrol PMT di kontak salah satu fasa melakukan pengisian dengan waktu pengisian motor yang lebih cepat dari kedua motor pada fasa lainnya, sehingga otomatis kekuatan mekanik penggerak dari spring (pegas) yang dimiliki oleh kontak PMT pada salah satu fasa ketika menutup kontaknya menjadi lebih kuat daripada kedua kontak pada fasa lainnya. Mengatasi permasalahan tersebut, direkomendasikan untuk melakukan penyetelan pada moving contact yang dimiliki oleh PMT 150 kV tersebut.
Efektivitas Pembelajaran Mikro: Sebuah Tinjauan Sistematis dalam Konteks Pelatihan Profesional dan Pembelajaran Sepanjang Hayat Hasrul Bakri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2467

Abstract

Microlearning telah berkembang sebagai pendekatan inovatif dalam menjawab tantangan fleksibilitas dan efisiensi di era digital, khususnya dalam konteks pelatihan profesional dan pembelajaran sepanjang hayat. Penelitin ini bertujuan untuk ini mensintesis bukti empiris mengenai efektivitas, faktor penentu, dan tantangan implementasi microlearning. Metode Systematic Literature Review (SLR) dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA, mengidentifikasi studi relevan dari basis data terkemuka seperti Scopus, Web of Science, dan ERIC. Hasil tinjauan mengungkapkan bahwa microlearning secara konsisten efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif (pengetahuan dan retensi), afektif (motivasi dan kepuasan), serta perilaku (keterampilan dan keterlibatan). Meta-analisis yang disertakan bahkan menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan secara statistik. Keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh desain instruksional yang tepat, relevansi materi, pemanfaatan media (khususnya mobile), dan karakteristik peserta. Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti risiko fragmentasi pengetahuan, keterbatasan evaluasi dampak jangka panjang, kesenjangan akses teknologi, dan resistensi terhadap perubahan. Disimpulkan bahwa microlearning merupakan strategi pelengkap yang sangat potensial, namun memerlukan desain yang matang, dukungan teknologi, dan strategi implementasi yang holistik untuk mengoptimalkan manfaatnya dalam mendukung pengembangan kompetensi berkelanjutan. Hasil peneitian ini memberikan landasan empiris dan panduan praktis bagi pengembang pembelajaran dalam merancang strategi microlearning yang efektif untuk konteks pelatihan profesional dan pembelajaran sepanjang hayat.
Development of PjBL Module to Improve Students’ Collaboration in Informatics Mustari S. Lamada; Hasrul Bakri; A. Sriwana Armi; Aulyah Zakilah Ifani
Journal of Computers, Informatics, and Vocational Education Volume 2 Issue 1, March (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on the development of a learning module for the Informatics subject, grounded in the Project-Based Learning (PjBL) approach, aimed at enhancing the collaboration skills of students at SMAN 4 Sinjai. The PjBL model is deemed appropriate as it promotes teamwork, collaborative problem-solving, and student involvement in real-world, meaningful projects. The study adopts the Research and Development (R&D) methodology using the 4D model, which includes the phases of Define, Design, Develop, and Disseminate. The participants of the study were eleventh-grade students. Research tools utilized comprised expert validation forms, student feedback questionnaires, and learning outcome assessment instruments. Findings indicated that the module achieved a high validity score from content experts (94.6%) and was considered valid by media experts (84.2%). Student feedback placed the module in the "very practical" category, with an average score of 90%. Furthermore, its effectiveness was reflected in improved student achievement, with an average post-test score of 88.18%. Consequently, the PjBL-based module is considered suitable for use as an instructional resource that effectively supports the development of students' collaboration skills in senior high school Informatics education.