Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rekomendasi Apoteker Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Komplikasi Nefropati Berdasar Analisis Drug Related Problems (DRP) (Studi Kasus di Instalasi Rawat Inap RSUD Karawang) Faridah Syamsiah; Yusi Anggriani; Hesty Utami Ramadaniati; Hidayat Hidayat
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4178

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji profil rekomendasi Apoteker atas DRP pada pasien penyakit DM nefropati serta faktor-faktor yang mempengaruhi respons dokter terhadap rekomendasi yang disampaikan oleh Apoteker. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain prospective case series. Subyek penelitian ini adalah seluruh pasien penyakit DM nefropati rawat inap di Instalasi Rawat Inap RSUD Karawang selama September – Desember 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Dalam penelitian ini, DRP diklasifikasikan berdasarkan sistem klasifikasi PCNE V9.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 85 DRP yang didentifikasi, terdapat 247 rekomendasi. Rekomendasi pada tataran penulis resep sebanyak 65,18%, pada tataran obat sebanyak 34,82%. Sebanyak 64,37% dari 247 rekomendasi yang diberikan pada tataran penulis resep tidak disetujui dan 35,63% rekomendasi disetujui.
PENGUATAN PRAKTIK FARMASI KLINIS MELALUI APLIKASI BERBASIS AI (ARTIFICIAL INTELLLGENCE) UNTUK PEMANTAUAN TERAPI OBAT DI RUMAH SAKIT. Setiadi, Feri; Utami, Hesty; Ratih , Dian; Subhan, Ahmad
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.485

Abstract

Salah satu pelayanan farmasi klinis adalah Pemantauan Terapi Obat (PTO) yang berfokus pada deteksi dan penanganan masalah terkait obat Drug Related Problems (DRPs), seperti interaksi obat, regimen dosis, klirens kreatinin (CrCl), dan Body Mass Index (BMI). Studi dilakukan oleh Setiadi 2024 di Rumah Sakit Fatmawati (78.4%) potensi interaksi obat. Implementasi PTO di rumah sakit masih secara manual, sehingga membuat keterbatasan komunikasi langsung, jumlah intervensi terbatas, penulisan yang tidak terbaca, akses dokumentasi terbatas sehingga proses PTO kurang maksimal dan beberapa aplikasi penunjang kerja apoteker yang masih terpisah-pisah membuat apoteker harus mebuka banyak aplikasi dalam satu waktu. Oleh karena itu diperlukan sistem pemantauan yang lebih efisien yaitu dalam bentuk aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Tujuan Penelitian ini untuk mengoptimalkan Aplikasi PTO berbasis AI yang dapat memantau interaksi obat, regimen dosis, BMI, dan CrCl secara terpadu dalam satu platform, untuk meningkatkan pelayanan farmasi klinis. Design thinking proses inovatif berbasis pahami kebutuhan pengguna yaitu apoteker, memanfaatkan teknologi framework codeIgniter dan JavaScript untuk menciptakan aplikasi PTO. AI ini memberikan hasil pengembangan Aplikasi SETIA (Sistem E- Telefarmasi Apoteker) untuk PTO, dengan isi fitur-fitur sebagai berikut: pemantauan interaksi obat, regimen dosis, perhitungan kreatinin klirens dan analisa BMI. Aplikasi ini membantu mengenali risiko saat pasien mengonsumsi beberapa obat sekaligus dan pertimbangan sesuai kondisi klinis pasien. Kesimpulan penelitian ini aplikasi SETIA ini berpotensi untuk membantu dan mengurangi kesalahan penggunaan obat yang di pantau apoteker untuk pelayanan farmasi klinis.
Changes in Patient Safety Culture in Pharmacists after Training and Application of the Model in Pharmacy Referral Program: A Pre-Post Quasi-Experimental Study Eka Pebi Hartianty; Hesty Utami Ramadaniati; Antonius Adji Prayitno Setiadi; Sahat Saragih
Indonesian Health Journal Vol. 5 No. 3 (2026): Indonesian Health Journal
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/ihj.v5i3.934

Abstract

Patient safety culture in community pharmacies requires adequate knowledge, operational tools, and continuous organizational learning. This study assessed changes in pharmacists’ knowledge and patient safety culture following training and two months of model implementation. A pragmatic one-group pretest–posttest quasi-experimental study involved 29 pharmacists from 12 Pharmacy Referral Program pharmacies in Jakarta, Bogor, Depok, and Tangerang. Approximately three-hour training sessions were delivered in six groups, followed by the implementation of a module, incident classification guide, and logbook. Safety culture was measured using a 63-item, 14-dimension instrument adapted from the Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Knowledge scores increased from 21.59 to 25.48 (Z = ?4.685; p < 0.001; r = 0.87). Total safety culture scores increased from 269.59 to 274.38, representing a 4.79-point difference (95% CI: 3.58–6.01; t(28) = 8.07; p < 0.001; dz = 1.50). Significant improvements were observed in responses to mistakes, overall safety perceptions, incident awareness and identification, and mistake documentation. Training and model implementation were associated with improvements in targeted safety culture dimensions, although documentation remained the lowest-scoring dimension. Controlled studies with longer follow-up periods and cluster-adjusted analyses are needed to further evaluate effectiveness and sustainability