Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA DAN SUMBER BELAJAR BAGI ANAK: PKM Irfandi Irfandi; Ahmad Mualif; Alhairi Alhairi; Helbi Akbar; Ikrima Mailani; Jumriana Rahayu Ningsih; Dwi Putri Musdansi; Nofri Yuhelman; Rosa Murwindra
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.3092

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat merubah pendidikan ke arah digital. Perubahan ini menuntut seluruh stakeholder pendidikan untuk memiliki keterampilan menggunakan teknologi tersebut. Melalui Pendidikan dapat dihasilkan generasi penerus bangsa yang merupakan inovator handal dan kreatif yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai sumber belajar dan sarana yang dapat dijadikan sarana pembelajaran. Guru dan siswa membutuhkan teknologi informasi untuk melaksanakan pembelajaran. Teknologi informasi sangat berguna dan memudahkan anak-anak dalam mempelajari dan mendalami materi. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini diberikan pelatihan kepada anak-anak rumah tahfidz banjar benai bagaimana menggunakan teknologi sebagai sumber dan media pembelajaran yang benar agar perkembangan teknologi memiliki dampak yang positif. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan. Pemberian pertanyaan diakhir kegiatan dilakukan sebagai pengukur keberhasilan kegiatan yang dilakukan. Tingkat keberhasilan dari kegiatan ini mencapai 90% yang dapat dilihat dari jumlah pertanyaan yang mampu dijawab oleh peserta
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS DIGITAL MENGGUNAKAN WORDWALL Febri Haswan; Ahmad Mualif; Helpi Nopriandi; Nofri Wandi Al-Hafiz; Aprizal
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4234

Abstract

Dalam era digital saat ini, pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan menjadi suatu kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Desa Kuantan Sako, penerapan media pembelajaran interaktif berbasis digital masih terbatas karena kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan Wordwall. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah workshop berbasis praktik (hands-on training) dan pendampingan langsung (mentoring). Pelaksanaan pelatihan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu sosialisasi dan pengenalan media pembelajaran digital, workshop pembuatan media pembelajaran interaktif, implementasi dan uji coba di kelas, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan guru dalam menggunakan Wordwall, dengan persentase pemahaman yang meningkat dari 20% sebelum pelatihan menjadi 90% setelah pelatihan. Selain itu, implementasi media pembelajaran interaktif di kelas juga berdampak pada meningkatnya keterlibatan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berbasis praktik dan pendampingan langsung terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat mendukung inovasi pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Desa Kuantan Sako serta memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di era digital.
PEMBINAAN KETERAMPILAN KEAGAMAAN TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN JENAZAH DI DESA SIBEROBAH KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Alhairi alhairi; Ikrima Mailani; Sopiatun Nahwiyah; Bustanur Bustanur; Helbi Akbar; Andrizal Andrizal; Ahmad Mualif; Zulhaini Zulhaini
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1822

Abstract

Dalam syari’at Islam jika ada seorang muslim meninggal dunia maka hukumnya fardhu kifayah atas muslim yang masih hidup untuk menunaikan empat perkara wajib, yaitu memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan saudaranya yang telah wafat tersebut. Namun permasalahannya tidak sedikit muslim tidak mampu menunaikan kewajibanny itu. Dari hasil survey dan hasil wawancara tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Kuantan Singingi di desa Siberobah Kec. Gunung Toar Kab. Kuantan Singingi beberapa bulan sebelum pelaksanaan pengabdian ini dilakukan, maka masyarakat mengeluhkan terkait dengan keberanian dan keterampilan masyarakat dalam menyelenggarakan jenazah. Begitu juga hasil wawancara dan observasi pada pemuda dan pemudinya, dimana masih banyak diantara mereka yang tidak faham bagaimana tata cara penyelenggaraan jenazah seperti memandikan, mengkafani, menshalatkan serta menguburkan jenazah sebagaimana yang diuraikan di atas. Dari lanjutan hasil wawancara tersebut ketika ditanya mengapa mereka tidak faham tentang bagaimana tatacara penyelenggaraan jenazah? rupanya dikarenakan kurangnya kesadaran, keberanian dan keterampilan dari diri sendiri untuk mempelajarinya serta minimnya penyuluhan-penyuluhan dari para penyuluh agama atau tokoh agama baik yang ada di lingkungan Desa, Kecamatan maupun Kabupaten. Melihat dari permasalahan mitra dan analisis situasi yang ada, maka metode yang tepat dalam pelaksanaan program PKM ini adalah metode pendekatan partisipatori, yaitu sebuah metode pelaksanaan yang dilakukan secara aktif baik oleh tim PKM maupun mitra sasaran yang diawali dengan perencanaan dan diakhiri dengan pelaporan kegiatan PKM tentang pembinaan keterampilan tata cara menyelenggarakan jenazah. Setelah pembinaan dilaksanakan sebanyak tiga sesi, maka didapatkanlah hasil bahwa peserta pembinaan yang ikut serta sudah mampu mengerti, memahami dan mempraktekkan bagaimana tatacara penyelenggaraan jenazah tersebut sesuai dengan syari’at Islam.