Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

HUBUNGAN MEKANISME CEDERA DENGAN STATUS FISIOLOGIS (REVISED TRAUMA SCORE) PADA PASIEN TRAUMA DI RSUD ULIN BANJARMASIN Rini Rini; Hanura Aprilia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.728

Abstract

Abstrak LATAR BELAKANG Ketepatan pengkajian mekanisme cedera akan mempengaruhi prognosis tingkat keparahan trauma yang dinilai pada status fisiologis pasien trauma dengan menggunakan penilaian revised trauma score.TUJUAN Untuk mengetahui hubungan mekanisme cedera dengan status fisiologis (revised trauma score) pada pasien trauma di RSUD Ulin Banjarmasin.METODE: Penelitian ini menggunakan metode korelasional, dengan desain Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 58 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi mekanisme cedera dan lembar observasi revised trauma score dengan analisis uji statistik spearman rho.HASIL: Menunjukkan ada hubungan mekanisme cedera dengan status fisiologis (revised trauma score) dengan hasil uji statistik diperoleh ρ Value 0,027.KESIMPULAN: Sebagian besar responden didapatkan mekanisme cedera kriteria tumpul dengan keadaan status fisiologis yang bervariasi, namun lebih dominan pada pasien trauma dengan tingkat keparahan kriteria ringan. Kata Kunci: Mekanisme Cedera, Revised Trauma Score, Status Fisiologis, Trauma Abstract BACKGROUND The accuracy of the assessment mechanism of injury will affect the prognosis of the severity of the trauma being assessed on the physiological status of trauma patients by using ratings revised trauma score.OBJECTIVE To determine the relationship of the mechanism of injury with physiological status (revised trauma score) in trauma patients in hospitals Ulin Banjarmasin.METHODS This study uses correlational with cross sectional design and technique of sampling with accidental sampling. Sample this study amounted to 58 people. The data collection technique using observation sheets observation mechanism of injury and revised trauma score sheet with a statistical test analysis Spearman rho.RESULT Indicates there is a connection mechanism of injury with physiological status (revised trauma score) with statistical test results obtained ρ Value 0.027.Conclusion: Most respondents obtained blunt criteria injury mechanism with varying physiological status, but were more dominant in trauma patients with mild criteria severity Keywords: Mechanism of Injury, Revised Trauma Score, Physiological Status, Trauma
Hubungan Pemberian Terapi Oksigen Sistem Aliran Rendah Dengan Status Fisiologis (Revised Trauma Score) Pada Pasien Trauma Di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin Ely Purnama; Hanura Aprilia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.312 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.476

Abstract

Latar Belakang: Pemberian terapi oksigenasi sangat perlu dilakukan pada pasien trauma dengan manifestasi klinis pada umumnya adalah sesak nafas sampai penurunan kesadaran yang dapat mempengaruhi fungsi status fisiologis pasien trauma.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemberian terapi oksigen sistem aliran rendah dengan status fisiologis (Revised Trauma Score) pada pasien trauma di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan metode korelasional, dengan desain Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Sampel penelitian berjumlah 43 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan perhitungan Revised Trauma Score dan dianalisis dengan menggunakan Uji Chi Square.Hasil: Ada hubungan pemberian terapi oksigen sistem aliran rendah dengan status fisiologis (Revised Trauma Score) pada pasien trauma di RSUD Ulin Banjarmasin yaitu dengan nilai p (0,000) a 0,05.Kesimpulan: Pemberian terapi oksigen sistem aliran rendah dengan nasal kanul mengarah pada status fisiologis ringan dan pemberian dengan sungkup muka non-rebreathing mengarah ke status fisiologis serius. Perlunya penelitian lanjutan dengan kontrol faktor yang dapat mempengaruhi status fisiologis dan spesifikasi trauma yang lebih fokus.Kata kunci: Terapi oksigen, status fisilogis (revised trauma score), TraumaBackground: Giving oxygenation therapy is very necessary to be done in trauma patients with clinical manifestations in general is shortness of breath to decreased consciousness that can affect the physiological status of trauma patients.Objective: To determine the relationship of low flow oxygen therapy with physiological status (Revised Trauma Score) in trauma patients in Ulin Hospital Banjarmasin.Method: This study uses a correlational method, with cross sectional design and sampling techniques with accidental sampling. The research sample consisted of 43 people. Data collection techniques using the method of observation and calculation of the Revised Trauma Score and analyzed using the Chi Square Test.Results: There is a relationship between low-flow oxygen therapy with physiological status (Revised Trauma Score) in trauma patients at Ulin Hospital Banjarmasin, with a p value (0,000) a 0.05.Conclusion: Giving low flow oxygen therapy system with nasal cannula leads to mild physiological status and administration with non-rebreathing facemasks leading to serious physiological status. The need for further research with control factors that can influence physiological status and trauma specifications are more focused.Keywords: Oxygen therapy, physiological status (revised trauma score), Trauma
ANALISIS KARAKTERISTIK PASIEN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Hanura Aprilia
Journal of Nursing Invention Vol 1 No 1 (2020): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935 KB)

Abstract

Background: Heart failure disease cause a decreasing of physic and psychologic function, failed in doing nursing principals of client with health failure could decrease the life quality, useless hospitalization and faster death. Objective: The aims of this study was to analyze caractheristics patient related the quality of life of patients with heart failure. Methods: This study used the analytic correlation with cross-sectional design. The number of samples in this study there are 100 respondents. Result: In the result of this study are the characteristic of Respondent have relation to the quality of Life in Patient with Heart Failure in physical functional of the patient with p value 0,000 < α with OR: 10.578 (4.124-27.133) Latar Belakang: Penyakit Gagal Jantung menyebabkan penurunan fungsi fisik dan psikologis, kegagalan dalam melaksanakan prinsip-prinsip perawatan pasien gagal jantung dapat mengakibatkan kualitas hidup menurun, hospitalisasi yang sia-sia dan kematian lebih cepat. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik responden yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien penyakit gagal jantung. Metode: Penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini ada 100 responden. Hasil: Pada hasil penelitian ini bahwa karakteristik responden yang mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal jantung adalah fungsi fisik dengan p-value 0.000 ≤ α dengan OR: 10.578 (4.124-27.133)
EFEKTIVITAS PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER DAN POSISI FOWLER TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Rosana Aprilia; Hanura Aprilia; , Solikin , Solikin; Sukarlan Sukarlan
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i1.332

Abstract

AbstrakPenurunan curah jantung menyebabkan peningkatan End-Diastolic Pressure (EDP) ventrikel kiri (preload) dantekanan vena pulmonalis karena darah kembali dalam sirkulasi pulmonal. Penyebab dari mekanisme ini adalahterjadinya dispnea hebat yang memicu terjadinya hipoksemia. Posisi semi fowler dan posisi fowler dapatmeningkatkan pengembangan paru dan menurunkan resiko terjadinya hipoksemua. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menganalisis efektivitas pemberian posisi semi fowler dan posisi fowler terhadap saturasi oksigen pada pasiengagal jantung. Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan non-equivalent controlgroup (pretest-posttest), sampel penelitian berjumlah 25 responden. Saturasi oksigen sebelum diberikan posisi semifowler (x=95,40%) dan sesudah (x=98,20%), pada posisi fowler sebelum (x=95,27%) dan sesudah (x=96,87%).Uji paired t-test menunjukkan ada perbedaan saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan posisi semi fowlerdengan ρ value 0,000 dan posisi fowler ρ value 0,000. Uji independent sample t-test menunjukkan ada perbedaanantara pemberian posisi semi fowler dan posisi fowler terhadap saturasi oksigen pasien gagal jantung dengan ρvalue 0,002.Kata Kunci: Fowler, Gagal Jantung, Saturasi Oksigen, Semi Fowler Daftar RujukanAaronson, I. P. & Ward, P. T. J. (2010). At GlanceSistem Kardiovaskuler. Jakarta: PenerbitErlangga.Agrina, S.S., Hairitama, R. (2011). Kepatuhan LansiaPenderita Hipertensi dalam Pemenuhan DietHipertensi. ISSN1907-364XAmerican College Of Surgeons Commite On Trauma.(2008). Trauma Toraks. Dalam ATLS StudentCourse Manual eight edition. USAAsmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta:EGCBarbara, K. (2010). Buku Ajar FundamentalKeperawatan Konsep Proses dan Praktik. EdisiVII Volume I. Jakarta: EGC.Depkes RI. (2014). Pedoman Surveilans PenyakitJantung Dan Pembuluh Darah. Jakarta:Departemen Kesehatan RI.Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2017).Rekapitulasi Jumlah Penyakit Gagal Jantung.Djuantoro, D. (2014). Patofisiologi Buku Ajar IlustrasiMade Incredibly Easy. Tangerang Selatan:Binarupa Aksara.Hines, R. L. & Marschall, K. E. (2017). Stoelting’sHandbook for Stoelting’s anesthesia andcoexisting disease. 7th ed. Philadelphia, PA:Elsevier/Saunders.Ignatavicius, D. D., & Workman, M. L. (2010). Medical– Surgical Nursing: Clients – CenteredCollaborative Care. Sixth Edition, 1& 2.Missouri: Saunders Elsevier.Kasron. (2012). Kelainan dan Penyakit JantungPencegahan serta Pengobatannya. Yogyakarta:Nuha Medika.Kemenkes RI. (2017). Rekapitulasi Panyakit GagalJantung Seluruh Indonesia.Khasanah, S. & Maryoto, M. (2015). Jurnal KesehatanAl-Irsyad: Efektifitas Posisi Condong Ke DepanDan Pursed Lips Breathing (PLB) TerhadapPeningkatan Saturasi Oksigen Pasien PenyakitParu Obstruktif Kronik, Vol. VII No. 1.Laporan IGD RSUD Ulin, (2018). Profil RSUD UlinBanjarmasin, Kalimantan Selatan.P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 202237Mansjoer, A. & Triyanti, K. (2012). Kapita SelektaKedokteran. Edisi 4. Jakarta: MediaAesculapius.Medical Record RSUD Ulin Banjarmasin. (2018).Rekapitulasi Penyakit Gagal Jantung Di RSUDUlin Banjarmasin. Kalimantan SelatanMeilirianta, Tohri, T. & Suhendra. (2016). Posisi Semi-Fowler Dan Posisi High Fowler TerhadapPerubahan Saturasi Oksigen Pada Pasien AsmaBronchial Di Ruang Rawat Inap D3 Dan E3Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi.Muttaqin, A. (2009). Buku Ajar Asuhan KeperawatanKlien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler& Hematologi. Jakarta: Salemba Medika.Niko, Q., Kristyawati, S. P., Arief. (2017). Jurnal IlmuKeperawatan dan Kebidanan. Efektivitas PosisiSemi Fowler Dengan Pursed Lip Breathing DanSemi Fowler Dengan Diaphragm BreathingTerhadap SaO2 Pasien TB Paru Di RSP Dr.Ariowirawan Salatiga.Potter & Perry. (2010). Buku Ajar FundamentalKeperawatan: Konsep, Proses & Praktek.Jakarta: EGC.Pugsley, M. K. (2008). Cardiac Drug DevelopmentGuide. Springer: New Jersey.Sepdianto. T. C., Tyas, M. D. & Anjaswarni, T. (2013).Jurnal Keperawatan dan Kebidanan.Peningkatan Saturasi Oksigen Melalui LatihanDeep Diaphragmatic Breathing Pada PasienGagal Jantung. Vol. 1 No. 8.Soeharto. I. (2008). Pencegahan Dan PenyembuhanPenyakit Jantung Koroner. Edisi III. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.Suratinoyo, I. (2016). Hubungan Tingkat KecemasanDengan Mekanisme Koping pada Pasien GagalJantung Kongestif di Ruangan CVBC (CardioVaskuler Brain Centre) Lantai III di RSUP. Prof.dr. R. D. Kandou Manado Ejournal Keperawatan(e-Kp) Volume 4 Nomor 1Tarwoto & Wartonah. (2011). Kebutuhan DasarManusia dan Proses Keperawtan. Jakarta:Salemba Medika.WHO. (2017). Prevalensi Penyakit Kardiovaskuler
A ANALISIS KARAKTERISTIK PASIEN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Hanura Aprilia
Journal of Nursing Invention Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v1i1.16

Abstract

Background: Heart Failure disease causes a decline in physical and psychological function, failure to implement the principles of care for heart failure patients can result in decreased quality of life, wasteful hospitalization and faster death.Objective: To determine the characteristics of respondents associated with the quality of life of patients with heart failure disease.Methods: This study uses correlation analytics with a cross sectional design. The number of samples in this study were 100 respondents.Results: In the results of this study that the characteristics of respondents who affect the quality of life of heart failure patients are physical function with a p-value of 0.000 ≤ α with OR: 10.578 (4.124-27.133)Conclusion: There is a relationship between physical function and the quality of life of heart failure patients at the Heart Polyclinic of Ulin Banjarmasin Regional General Hospital with p value = 0.000.
H HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN TRIAGE COVID DI IGD Hanura Aprilia
Journal of Nursing Invention Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v3i1.197

Abstract

Background: Triage of patients with Covid-19 is a new thing for nurses who work in the Emergency Department. The implementation of this triage must be carried out in accordance with the guidelines or procedures that have been set, but there are nurses who have not complied with it. This non-compliance varies based on the characteristics of nurses, namely age, gender, education level and length of work of nurses. Objective: This study aims to determine the relationship between age, gender, level of education, length of work and nurse compliance in the implementation of triage for Covid 19 patients in the ER Banjarmasin Islamic Hospital. Method: This study used a cross sectional design. The population was all nurses who served in the ER taken with a total population technique of 33 people. Data analysis using Spearman Rank. Result: The results of the study found that there was a relationship between age and nurse compliance in the implementation of triage for Covid 19 patients with a value of = 0.004 and the strength of the relationship was moderate (r = 0.492), there was a relationship between gender and nurse compliance with a value of = 0.000 and the strength of a strong relationship (r = 0.686), there is a relationship between the level of education and nurse compliance with a value of = 0.036 and the strength of the relationship is moderate (r = 0.367) and there is a relationship between length of work and nurse compliance with a value of = 0.001 and the strength of a strong relationship (r = 0.563). Conclusion: Nurses who have not complied should be given training or socialization about COVID-19 triage.
Pengaruh Edukasi Interaktif tentang Evakuasi Kecelakaan Lalu Lintas terhadap Pemahaman dan Emosional dalam Belajar pada Mahasiswa Keperawatan Galuh Heni Adelia; Hanura Aprilia; Diah Retno Wulan; Mira Mira
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22148

Abstract

ABSTRACT Traffic accidents are a serious public health issue in Indonesia, highlighting the importance of nursing students’ preparedness in providing first aid and conducting victim evacuation. Preliminary studies have shown limited knowledge and emotional readiness among fourth-semester students. This study aimed to analyze the effect of interactive education on traffic accident evacuation in improving students’ knowledge and emotional readiness. A pre-experimental design with one group pretest–posttest was conducted involving 30 fourth-semester Bachelor of Nursing students at Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, selected through simple random sampling. The intervention consisted of interactive education using the windows shopping method and quizzes. Knowledge was assessed with a multiple-choice questionnaire, while emotional readiness was measured using the AEQ-S questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon test and paired t-test. The results showed a significant improvement in knowledge, with the passing rate increasing from 76.7% to 100% (p 0.001). Emotional readiness also improved significantly, with more students categorized as high and no students remaining in the low category (p = 0.001). These findings demonstrate that interactive education effectively enhances both knowledge and emotional readiness of nursing students in traffic accident evacuation. Keywords:   Interactive Education, Traffic Accident Evacuation, Knowledge, Emotional Readiness, Nursing Students  ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, sehingga menuntut kesiapan mahasiswa keperawatan dalam memberikan pertolongan pertama dan melakukan evakuasi korban. Studi pendahuluan menunjukkan masih terbatasnya pemahaman dan kesiapan emosional pada mahasiswa semester empat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi interaktif tentang evakuasi kecelakaan lalu lintas terhadap pemahaman dan kesiapan emosional mahasiswa keperawatan. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan one group pretest–posttest pada 30 mahasiswa semester empat Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang dipilih melalui simple random sampling. Intervensi berupa edukasi interaktif dengan metode windows shopping dan kuis. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pilihan ganda, sedangkan kesiapan emosional diukur dengan kuesioner AEQ-S. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan kelulusan meningkat dari 76,7% menjadi 100% (p 0,001). Kesiapan emosional juga mengalami peningkatan, ditandai dengan bertambahnya mahasiswa dalam kategori tinggi dan tidak ada lagi yang berada pada kategori rendah (p = 0,001). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan emosional mahasiswa keperawatan pada evakuasi kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci:    Edukasi Interaktif, Evakuasi Kecelakaan Lalu Lintas, Pemahaman, Kesiapan Emosional, Mahasiswa Keperawatan
Hubungan Dukungan Sosial dengan Psychological Well-Being Pada Remaja SMA Negeri 8 Banjarmasin Rina Aisya Septia; Muhammad Anwari; Hanura Aprilia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41105

Abstract

Perkembangan psikologis remaja merupakan hasil dari interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal, di mana dukungan sosial berfungsi sebagai mekanisme perlindungan yang fleksibel dan adaptif. Dukungan sosial membantu remaja menghadapi stressor dan tantangan perkembangan menjadi esensial dalam membangun psychological well-being yang baik. Data dari Dinkes Kota Banjarmasin menunjukkan prevalensi depresi mencapai 316 orang pada populasi usia ≥15 tahun. Studi pendahuluan pada 10 siswa SMA Negeri 8 Banjarmasin mengungkapkan bahwa meskipun mayoritas menerima dukungan sosial dari berbagai sumber, sebagian signifikan masih mengalami kekurangan yang berpotensi mempengaruhi psychological well-being mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada remaja SMA Negeri 8 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan desain cross-sectional melibatkan 175 responden dari kelas XI. Dukungan sosial diukur menggunakan Skala CASSS dengan 40 item mencakup dukungan dari orang tua, guru, teman sekelas, dan teman dekat. Psychological well-being diukur dengan Ryff's Psychological Well-Being Scale (43 item) mengukur enam dimensi: penerimaan diri, hubungan positif, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden menerima dukungan sosial tinggi (53,7%), sementara psychological well-being mayoritas berada pada kategori cukup (96,6%). Analisis mengungkapkan korelasi positif signifikan antara dukungan sosial dan psychological well-being mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin baik psychological well-being remaja.
MULTIPLE CASE STUDY: GAMBARAN STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN OPERASI EKSTREMITAS BAWAH DENGAN SPINAL ANESTESI DI RSUD ULIN BANJARMASIN: Indonesia Nadzarul Izzatil Ishmah; Hanura Aprilia; Ruslinawati
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 14 No. 1 (2026): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v14i1.701

Abstract

Anestesi spinal merupakan teknik anestesi regional yang sering digunakan pada operasi ekstremitas bawah karena menghasilkan blokade sensorik dan motorik yang efektif. Namun, blokade saraf simpatis akibat spinal anestesi dapat menyebabkan perubahan status hemodinamik sehingga diperlukan pemantauan selama periode intraoperatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran status hemodinamik pasien yang menjalani operasi ekstremitas bawah dengan spinal anestesi di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan multiple case study. Partisipan penelitian berjumlah tiga pasien yang menjalani operasi ekstremitas bawah dengan teknik spinal anestesi, yaitu dua pasien menjalani operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) pada kasus Close Fracture Left Subtrochanter Femur dan Post Debridement, serta satu pasien menjalani operasi debridemen pada kasus Necrotic Wound At Anterior Aspect Of Right. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi rekam medis berupa tekanan darah, frekuensi nadi, dan Mean Arterial Pressure (MAP) selama periode intraoperatif, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan status hemodinamik pada seluruh partisipan setelah pemberian spinal anestesi. Pasien pertama mengalami perubahan tekanan darah dari 132/73 mmHg menjadi 125/78 mmHg dengan frekuensi nadi dan MAP yang relatif stabil. Pasien kedua menunjukkan penurunan tekanan darah paling besar dari 143/96 mmHg menjadi 100/62 mmHg disertai penurunan frekuensi nadi hingga 48 kali/menit. Pasien ketiga mengalami perubahan tekanan darah dari 117/47 mmHg menjadi 102/55 mmHg dengan nilai MAP terendah sebesar 65 mmHg selama pengamatan. Perubahan status hemodinamik pada setiap pasien menunjukkan adanya variasi respons fisiologis individu terhadap pemberian spinal anestesi selama operasi ekstremitas bawah.
Peningkatan Keterampilan Masyarakat Dalam Pertolongan Pertama Pada Gigitan Ular Melalui Metode Pelatihan Simulasi Novia Heriani; Noor Khalilati; Hanura Aprilia; Julianto Julianto; Indrayadi Indrayadi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snake bites are a potentially life-threatening health problem, especially in residential areas near swamps and bushes. Inappropriate initial treatment can worsen the victim's condition and increase the risk of complications. This community service activity aims to improve the community's knowledge and skills in providing first aid for snake bites through simulation training. The activity was held on October 7, 2025, in Kelayan Barat Village, RT 09, Banjarmasin City, with 41 participants. The methods used included education, demonstrations, simulations, and hands-on practice. The results of the activity showed an increase in the community's understanding and skills in recognizing the signs of snake bites, providing correct first aid, and avoiding erroneous actions. This activity is expected to increase community preparedness in dealing with snake bites and reduce the risk of complications due to inappropriate treatment.