Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Faktor Determinan yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kalimantan Selatan (Analisis Data Indonesia Family Life Survey 5 Tahun 2014) Husda Oktaviannoor; Ahmad Hidayat; St Hateriah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.744

Abstract

LATAR BELAKANG: Prevalensi Diabetes Mellitus terdiagnosis dokter usia ≥ 15 tahun sebesar 2%. Kalimantan Selatan merupakan prevalensi tertinggi ke-3 setelah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur yaitu sebesar 1,8% dan terjadi peningkatan prevalensi dibandingkan dengan hasil penelitian Riskesdas 2013 sebesar 1,4% (meningkat 0,4%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Provinsi Kalimantan Selatan.METODE: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 1.423. Analisis yang dilakukan yaitu univariat untuk mengetahui gambaran masing-masing variabel, bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel determinan dengan diabetes mellitus tipe 2, serta multivariat untuk membuat model prediksi faktor risiko terhadap kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2.HASIL: Umur ≥ 45 tahun, 35-44 tahun dan 25-34 tahun mempunyai risiko masing-masing 4,21 kali (POR=4,21; 95%CI 2,765-6,396), 1,68 kali (POR=1,68; 95%CI 1,047-2,692) dan 1,77 kali (POR=1,77; 95%CI 1,126-2,776) lebih besar untuk terjadi diabetes mellitus dibandingkan umur 15-24 tahun. Orang yang tidak bekerja mempunyai risiko 1,84 kali (POR=1,84; 95%CI 1,309-2,599) lebih besar untuk terjadi diabetes mellitus dibandingkan dengan orang yang bekerja. Model prediksi didapatkan indikator sebesar 16% untuk mengetahui kondisi seseorang berdasarkan faktor risiko umur dan pekerjaan.KESIMPULAN: Faktor umur dan pekerjaan mempunyai peran penting dalam kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Provinsi Kalimantas Selatan. Penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berupa perhitungan prediksi dari analisis data kepada masyarakat yang mungkin mempunyai risiko untuk mengalami Diabetes Mellitus Tipe 2 sehingga masyarakat dapat segera melakukan pemeriksaan dini faktor risikonya.
Hubungan Sikap Dan Lingkungan Sosial WUS Dengan Pemeriksaan IVA Di PUSKESMAS Pekauman Banjarmasin St. Hateriah St. Hateriah; Dini Rahmayani; Lucia Kurnia Dewi Utami
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.992 KB)

Abstract

Tujuan: Mengidentifikasi Hubungan sikap dan Lingkungan Sosial yang mempengaruhi WUS dengan pemeriksaan IVA sebagai pencegahan kanker serviks di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2017.Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah WUS yang sudah menikah pada bulan mei 2017 yang berjumlah 2037 orang dan sampel responden yaitu berjumlah 95 responden dengan teknik pengambilan random sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 97%.Hasil: Menunjukan dari variable sikap dengan pemeriksaan IVA terdapat tidak ada hubungan sikap WUS dengan melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Pekauman Banjarmasin, ditandai dengan nilai p=0,711 α 0,05. Dan dari variable lingkungan social dengan pemeriksaan IVA terdapat hubungan lingkungan sosial WUS dengan melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Pekauman Banjarmasin, ditandai dengan nilai p=0,00 α 0,05Simpulan: Tidak ada hubungan sikap WUS dengan melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Pekauman Banjarmasin dan Ada hubungan lingkungan sosial WUS dengan melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Kata Kunci: Sikap, Lingkungan Sosial, IVAObjective : Identify relationship attitude and Social Environment that affect WUS with IVA examination as prevention of cervical cancer at Pekakesmas Pekauman Banjarmasin Year 2017.Technology or Method : This research uses analytical research with cross sectional approach. The population of this study were married WUS on May 2017 which amounted to 2037 people and respondent sample that amounted to 95 respondents with random sampling technique. Data were analyzed using Chi-Square Test with 97% confidence level.Results : Showing of attitude variable with IVA examination there is no relation of WUS attitude by doing IVA examination in Pekakesmas Pekauman Banjarmasin, marked with value p = 0,711 α 0,05. And from social environment variable with IVA examination there is a relation of social environment of WUS by doing IVA examination at Pekakesmas Pekauman Banjarmasin, marked with value p = 0,00 α 0,05Conslusion : There is no correlation between WUS attitudes by performing IVA examination at Pekakesmas Pekauman Banjarmasin and There is a relation of WUS social environment by doing IVA examination at Pekakesmas Parmumanin Banjarmasin. Keywords : Attitude, Social environment, IVA 
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Kebiasaan Konsumsi Makanan Jajanan Pada Murid SD Negeri 1 Manarap Lama Kabupaten Banjar St Hateriah; Linda Kusumawati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.285 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.704

Abstract

Latar belakang : Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa di masa mendatang yang akan menjadi tumpuan kualitas bangsa. Anak sekolah biasanya mempunyai lebih banyak aktivitas di luar rumah, dan sering melupakan waktu makan sehingga mereka membeli jajanan di sekolah. Selain itu perilaku konsumsi jajan pada anak sekolah dipengaruhi oleh pengetahuan, karena pengetahuan merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan bisa diperoleh di luar bangku sekolah seperti melalui media dan informasi dari orang tua. Perilaku makan yang sering menjadi masalah adalah kebiasaan jajan dikantin atau warung di sekitar sekolah yang sering membahayakan kesehatan.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku kebiasaan konsumsi makanan.Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan kuantitatif menggunakan survey analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan teknik accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah murid di kelas 4 dan 5.Hasil : Perilaku murid dalam mengkonsumsi makanan jajanan adalah karena dipengaruhi oleh temannya. Mereka jajan dengan alasan melihat teman mereka yang jajan disekolah, ada juga yang merasa tidak bisa menolak ajakan temannya, selain itu ketika tidak memiliki uang temannya selalu membelikan makanan jajan. Pengaruh teman sangat besar terhadap perilaku anak dalam mengkonsumsi makanan jajanan dengan p value 0,03.Simpulan : Perilaku konsumsi jajan pada murid SD Manarap pada umumnya mempunyai prilaku dengan kategori baik, yang paling berpengaruh terhadap perilaku kebiasaan konsumsi makanan jajanan adalah pengaruh teman. Diharapkan dukungan dari keluarga dan pihak sekolah utuk mengurangi perilaku konsumsi jajan disekolah. Kata kunci : Anak Sekolah, Makanan Jajanan, Perilaku Jajan Background: School-age children are the nation's future generations who will become the foundation of the nation's quality. School children usually have more activities outside the home, and often forget about mealtimes so they buy snacks at school. Also, snack consumption behavior in school children is influenced by knowledge, because knowledge is a very important dominant for the formation of one's actions. Knowledge can be obtained outside of school, such as through the media and information from parents. The eating behavior that is often a problem is the habit of snacking in the canteen or stalls around the school which often endangers health. Objective: Examine the various factors that influence the behavior of food consumption habits.Method: Using a quantitative approach using analytical surveys with a cross-sectional research design. The sampling technique is using an accidental sampling technique. The sample in this study were students in grades 4 and 5. Result: The student's behavior in consuming street food is influenced by his friends. They snack because they see their friends who snack at school, some feel they can't refuse their friends' invitation, besides that when they don't have money their friends always buy snacks. The influence of friends is very big on children's behavior in consuming street food with a p-value of 0.03.Conclusion: The snack consumption behavior among SD Manarap students generally has good behavior, the most influencing behavior towards snack food consumption habits is the influence of friends. It is hoped that support from families and the school to reduce snack consumption behavior at school. Keyword: Student, Snack Food, Snacking Behavior
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pencegahan Kejadian Leukorea Di SMKN 3 Banjarmasin St Hateriah; Rizqy Amelia; Nur Ilma Ifadah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.326 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.449

Abstract

Latar Belakang : Hasil penelitian tahun 2012, 70% wanita pernah mengalami keputihan, tahun 2013 bulan Januari hingga Agustus hampir 55% wanita pernah mengalami keputihan. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan 6 dari 15 siswi tidak mengetahui perbedaan keputihan fisiologis dan patologis serta 7 dari 15 siswi tidak mengetahui cara pencegahan keputihan abnormal.Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Postest. Sampel yang digunakan sebanyak 30 orang (sampel minimal). Data didapatkan dari kuesioner pre test dan post test. Data dianalisis menggunakan uji Marginal Homogeinity.Hasil : Berdasarkan 30 orang responden terdapat 53,3% berpengetahuan baik saat pre test dan 100% berpengetahuan baik pada saat post test. Hasil uji marginal homegeinity yaitu p 0.000 ≤ ɑ 0.05.Simpulan : Ada pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja putri tentang leukorea.Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi, Leukorea, Pengetahuan dan Remaja Putri. ABSTRACTObjective : The results of the study in 2012, 70% of women had experienced vaginal discharge, in 2013 from January to August nearly 55% of women had experienced vaginal discharge. From the results of the preliminary study, 6 out of 15 female students did not know the difference in physiological and pathological vaginal discharge and 7 out of 15 female students did not know how to prevent abnormal vaginal discharge.Technology or Method : The method used in this study was Pre Experimental with the Pretest-Posttest One Group research design. The sample used was 30 people (minimum sample). Data obtained from the questionnaire pre test and post test. Data were analyzed using the Marginal Homogeinity test.Results : Based on 30 respondents there were 53.3% knowledgeable both at the pre test and 100% knowledgeable at the time of the post test. The results of the marginal homegeinity test are p 0,000 ≤ ɑ 0.05.Conslusion : There is the influence of reproductive health counseling on the knowledge of young women about leukorrhea.Keywords : Reproductive Health, Leukorea, Knowledge and Young Women. 
ANALISIS DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Esti Yuandari; St. Hateriah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal dalam suatu keadaan dimana jumlah eritrosit atau kapasitas pengangkut oksigen dalam darah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Penyakit anemia dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun sel otak. Kekurangan kadar Hb dalam darah akan menurunkan daya tahan tubuh dan mengakibatkan mudah terkena infeksi. Gejala yang sering dialami antara lain lesu, letih, lelah, lemah, pusing, mata berkunang-kunang dan wajah pucat. Remaja putri mempunyai risiko tinggi untuk anemia karena pada usia ini terjadi peningkatan kebutuhan zat besi akibat pertumbuhan, adanya menstruasi, sering membatasi konsumsi makan, serta pola konsumsinya sering menyalahi kaidah-kaidah ilmu gizi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 75 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Consecutive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kurang tentang anemia sebanyak 42 siswi (56%), pengetahuan cukup tentang anemia sebanyak 17 siswi (22,7%) dan pengetahuan baik tentang anemia sebanyak 16 siswi (21,3%). Perlu Adanya upaya untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan tentang bahaya anemia dan cara pencegahannya agar kejadian anemia pada remaja putri dapat ditanggulangi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Kebiasaan Konsumsi Makanan Jajanan Pada Murid SD Negeri 1 Manarap Lama Kabupaten Banjar St Hateriah; Linda Kusumawati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.704

Abstract

Latar belakang : Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa di masa mendatang yang akan menjadi tumpuan kualitas bangsa. Anak sekolah biasanya mempunyai lebih banyak aktivitas di luar rumah, dan sering melupakan waktu makan sehingga mereka membeli jajanan di sekolah. Selain itu perilaku konsumsi jajan pada anak sekolah dipengaruhi oleh pengetahuan, karena pengetahuan merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan bisa diperoleh di luar bangku sekolah seperti melalui media dan informasi dari orang tua. Perilaku makan yang sering menjadi masalah adalah kebiasaan jajan dikantin atau warung di sekitar sekolah yang sering membahayakan kesehatan.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku kebiasaan konsumsi makanan.Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan kuantitatif menggunakan survey analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan teknik accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah murid di kelas 4 dan 5.Hasil : Perilaku murid dalam mengkonsumsi makanan jajanan adalah karena dipengaruhi oleh temannya. Mereka jajan dengan alasan melihat teman mereka yang jajan disekolah, ada juga yang merasa tidak bisa menolak ajakan temannya, selain itu ketika tidak memiliki uang temannya selalu membelikan makanan jajan. Pengaruh teman sangat besar terhadap perilaku anak dalam mengkonsumsi makanan jajanan dengan p value 0,03.Simpulan : Perilaku konsumsi jajan pada murid SD Manarap pada umumnya mempunyai prilaku dengan kategori baik, yang paling berpengaruh terhadap perilaku kebiasaan konsumsi makanan jajanan adalah pengaruh teman. Diharapkan dukungan dari keluarga dan pihak sekolah utuk mengurangi perilaku konsumsi jajan disekolah. Kata kunci : Anak Sekolah, Makanan Jajanan, Perilaku Jajan Background: School-age children are the nation's future generations who will become the foundation of the nation's quality. School children usually have more activities outside the home, and often forget about mealtimes so they buy snacks at school. Also, snack consumption behavior in school children is influenced by knowledge, because knowledge is a very important dominant for the formation of one's actions. Knowledge can be obtained outside of school, such as through the media and information from parents. The eating behavior that is often a problem is the habit of snacking in the canteen or stalls around the school which often endangers health. Objective: Examine the various factors that influence the behavior of food consumption habits.Method: Using a quantitative approach using analytical surveys with a cross-sectional research design. The sampling technique is using an accidental sampling technique. The sample in this study were students in grades 4 and 5. Result: The student's behavior in consuming street food is influenced by his friends. They snack because they see their friends who snack at school, some feel they can't refuse their friends' invitation, besides that when they don't have money their friends always buy snacks. The influence of friends is very big on children's behavior in consuming street food with a p-value of 0.03.Conclusion: The snack consumption behavior among SD Manarap students generally has good behavior, the most influencing behavior towards snack food consumption habits is the influence of friends. It is hoped that support from families and the school to reduce snack consumption behavior at school. Keyword: Student, Snack Food, Snacking Behavior
Pengelolaan Obat yang Tidak Terpakai Dalam Skala Rumah Tangga di Kecamatan Banjarmasin Timur Rahimah; Melviani; St. Hateriah
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.742 KB)

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, persentase penyimpanan obat pada skala rumah tangga cukup besar. Masyarakat menyimpan obat untuk swamedikasi. Obat tidak dapat disimpan sembarangan karena akan mempengaruhi stabilitas obat. Selain itu, pembuangan obat dengan tidak tepat masih terjadi di masyarakat. Pembuangan obat tidak tepat dapat membahayakan lingkungan sekitar. Pentingnya masyarakat memiliki pengetahuan yang benar terkait obat agar terhindar dari dampak buruk kesehatan diri maupun lingkungan. Tujuan: Mengetahui pengelolaan obat yang tidak terpakai dalam skala rumah tangga di Kecamatan Banjarmasin Timur. Metode: Jenis Penelitian adalah observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif mengunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Dengan teknik purposive sampling Hasil: Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu alasan utama obat tidak terpakai karena kondisi kesehatan membaik (50%), pernah menyimpan obat dirumah  (84%), menyimpan didalam wadah obat khusus (60%) serta melakukan pemeriksaan tanggal kadaluwarsa obat sebanyak (90%), penataan obat dengan  memisahkan obat menurut janisnya 70%, responden juga sering melakukan pembuangan obat (90%), Informasi pembuangan obat didapat dari tenaga kesehatan (50%), responden juga menyatakan obat yang  sudah tidak terpakai langsung  dibuang ketempat sampah (75%), dampak yang terjadi akibat pembuangan obat  yaitu obat disalah gunakan (50%). Simpulan: Masyarakat Kecamatan Banjarmasin Timur dalam penglolaan obat sisa seperti penyimpana dapat dikatakan baik berdasarkan 70% responden melakukan penataan obat berdasarkan jenisnya. Sedangkan dalam pembuangan dapat dikatakan kurang baik berdasrkan 75% responden membuang obat ketempat sampah.
Education of Bullying Behavior in Adolescents Throungh the "Old School" Program (Do Not Have Bullying Between Us) St. Hateriah*; Sarkiah Sarkiah
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 1 (2023): Economic History, Education Media, and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i1.29309

Abstract

In recent years, the number of cases of bullying has increased, both by reenagers at the junior high and high school levels. In Indonesia, there are also many cases of bullying that occur in various places. Acts of violence committed by a group of classmates, in the form of beatings, kicks and ridicule. The types of bullying that are carried out also vary, there are verbal, non-verbal, and cyber bullying. Bullying behavior develops rapidly in the school environment and often gives negative input to students, for example in the form of punisments thet are not constructive so as not to develop a sense of respect and respect among fellow school members. Some chilren engage in bullying behavior in an attempt to prove that they can belong to a certain group, even though they themselves feel uncomfortable with this behavior. Bullying that is done continuously can cause trauma, fear, depression, anxiety, and even death. Bullying can have a negative impact on both the perpetrator and the victim. Bullying can result in physical and mental health of emotional problems, inculding depressions and and anxiety, which can lead to decreased performance in school and other deviant behavior. The purpose of this community service is to provide students with an understanding of bullying behavior, forms of bullying and their impacts, so that students are able to eliminate the culture of bullying in everyday interactions.
Education of Bullying Behavior in Adolescents Throungh the "Old School" Program (Do Not Have Bullying Between Us) St. Hateriah*; Sarkiah Sarkiah
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 1 (2023): Economic History, Education Media, and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i1.29309

Abstract

In recent years, the number of cases of bullying has increased, both by reenagers at the junior high and high school levels. In Indonesia, there are also many cases of bullying that occur in various places. Acts of violence committed by a group of classmates, in the form of beatings, kicks and ridicule. The types of bullying that are carried out also vary, there are verbal, non-verbal, and cyber bullying. Bullying behavior develops rapidly in the school environment and often gives negative input to students, for example in the form of punisments thet are not constructive so as not to develop a sense of respect and respect among fellow school members. Some chilren engage in bullying behavior in an attempt to prove that they can belong to a certain group, even though they themselves feel uncomfortable with this behavior. Bullying that is done continuously can cause trauma, fear, depression, anxiety, and even death. Bullying can have a negative impact on both the perpetrator and the victim. Bullying can result in physical and mental health of emotional problems, inculding depressions and and anxiety, which can lead to decreased performance in school and other deviant behavior. The purpose of this community service is to provide students with an understanding of bullying behavior, forms of bullying and their impacts, so that students are able to eliminate the culture of bullying in everyday interactions.