Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemodelan Matematis Isoterm dan Kinetika Adsorpsi Ion Cr(VI) pada Limbah Elektroplating Menggunakan Adsorben Tempurung Kelapa Costa, Madalena Da; Manulangga, Oktavina G. LP; Martins, Martinho Dos Santos
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v3i1.608

Abstract

Peningkatan jumlah industri di Indonesia berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan akibat pencemaran air dan tanah oleh limbah organik maupun anorganik. Industri elektroplating merupakan salah satu sumber utama limbah berbahaya, khususnya yang mengandung ion logam berat kromium heksavalen (Cr(VI)) seperti kromat, dikromat, dan bikromat, yang tergolong limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Salah satu metode yang dinilai efektif dan ekonomis untuk mengatasi pencemaran ini adalah proses adsorpsi menggunakan karbon aktif. Dalam penelitian ini, digunakan karbon aktif berbahan dasar tempurung kelapa untuk mengadsorpsi ion Cr(VI) dari limbah elektroplating. Efektivitas adsorpsi dikaji melalui pendekatan model isoterm Langmuir, Freundlich, dan Temkin, serta analisis kinetika adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan koefisien determinasi (R²) tertinggi sebesar 0,954, yang mengindikasikan terjadinya adsorpsi monolayer pada permukaan adsorben yang homogen. Dengan demikian, karbon aktif dari tempurung kelapa memiliki potensi besar sebagai adsorben alami yang efisien dan ramah lingkungan untuk penanganan limbah logam berat Cr(VI).
Sosialisasi Manajemen dan Dampak Pembuangan Sampah terhadap Sanitasi Lingkungan di PPI Oeba Kelurahan Fatubesi Kecamatan Kota Lama Kota Kupang Leko, Leonardus Lewa; Manulangga, Oktavina GLP; Da Costa, Madalena
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.222

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Oeba merupakan tempat pusat kegiatan perikanan terutama perikanan tangkap, sebagai fasilitator antara nelayan dengan pengguna hasil tangkapan dan juga sebagai interaksi berbagai kepentingan masyarakat pantai yang bertempat tinggal di sekitar pelabuhan perikanan maupun masyarakat Kota Kupang yang membutuhkan ikan segar. Aktivitas ini menimbulkan banyak dampak diantaranya adalah timbulnya sampah padat baik organik.  maupun organik. Agar dampak ini dapat diatasi perlu ada tindakan berupa kegiatan sosialisasi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yakni melakukan Sosialisasi manajemen Pembuangan Sampah yang Baik dan Dampak Sampah Terhadap Sanitasi Lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba dengan tujuan kegiatannya adalah memberikan informasi tentang umur sampah dalam proses penguraiannya, memberi informasi dampak sampah terhadap sanitasi lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dilakukan penyebaran pertanyaan tertulis dalam bentuk pre-test pada saat sebelum pemberian materi dan post-test setelah  dilakukan pemberian materi. Hasil yang didapatkan adalah bahwa ada kesenjangan informasi pengetahuan mengenai sampah, jenis dan waktu yang diperlukan sampah dalam proses penguraian dan dampak sampah bagi sanitasi lingkungan. Hal ini dapat dilihat pada hasil pre-test pada materi pertama, 4 orang mampu menjawab dan 21 orang tidak mampu menjawab. Setelah diberikan materi, hampir semua peserta memahami isi materi  yang ditunjukan lewat hasil post-test yakni 23 orang mampu menjawab. Sedangkan pada materi kedua saat diberikan pre-test hanya 3 orang yang mampu menjawab pertanyaan. Setelah diberikan materi post-test, 25 peserta mampu menjawabnya. Kegiatan diakhiri dengan aksi nyata pembersihan sampah di lokasi kegiatan dan pemasangan papan reklame tentang jenis sampah dan waktu proses penguraiannya.
Sosialisasi BIOSMO (Biolarvasida Sirih Mosquito) dalam Pengolahan Air sebagai Tindakan Preventif untuk Meminimalisir Perkembangan Jentik Nyamuk Aedes aegypti L. di SMAS NCIPS Anna Apriani Maniuk Solo, Anna Apriani Maniuk Solo; Fahik, Mery; Da Costa, Madalena; Manulangga, Oktavina G LP; Leko, Leonardus Lewa; Manao, Aswat Harnever Imanuel; Eryah, Henri Pietherson
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.300

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi terkait pengolahan air menggunakan BIOSMO untuk mencegah perkembangan jentik nyamuk dengan harapan dapat menurunkan kasus DBD di Kota Kupang di masa depan. Pelaksanaan PKM ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Dalam tahap persiapan diperoleh biolarvasida berbentuk abate yang terbuat dari daun sirih. Sedangkan dalam tahap pelaksanaan, dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Materi yang diberikan kegiatan ini meliputi materi sanitasi lingkungan, DBD, dan BIOSMO, serta pelatihan pembuatan dan aplikasi BIOSMO.  Sedangkan evaluasi dilakukan dengan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa-siswi terkait materi sebelum dan setelah sosialisasi. Evaluasi ini dilakukan dengan melihat jumlah umpan balik yang diberikan siswa-siswi selama kegiatan tanya jawab berlangsung. Sebelum kegiatan sosialisasi, terdapat 6% siswa yang sudah memahami materi dengan baik, 52% siswa memahami dengan tingkat pemahaman sedang, dan 42%  siswa kurang memahami materi yang diberikan. Setelah sosialisai, terjadi peningkatan pemahaman siswa-siswi dimana terdapat 94% siswa-siswi yang memahami materi dengan tingkat pemahaman baik dan 6% siswa-siswa yang memahami dengan tingkat pemahaman sedang. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan sosialisasi dan pelatihan BIOSMO berhasil meningkatkan pemahaman siswa dalam pengolahan air untuk mencegah perkembangan jentik nyamuk. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini siswa-siswi dapat menerapkan penggunaan BIOSMO dalam kehidupan sehari-hari sehingga menurunkan jumlah kasis DBD di Kota Kupang.
Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint sebagai Alternatif Plastik di SMA Negeri 2 Kupang Timur Da Costa, Madalena; Solo, Anna Apriani M.; Fahik, Mery; Manulangga, Oktavina G.LP; Leko, Leonardus Lewa; Dilak, Hory Iramaya; Eryah, Henri P.
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.315

Abstract

Permasalahan limbah plastik yang semakin meningkat menjadi isu lingkungan global yang sangat urgen untuk diselesaikan. Salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan plastik adalah melalui pengenalan produk ramah lingkungan seperti totebag berbahan kain. Pelatihan pembuatan totebag dengan teknik ecoprint di SMA Negeri 2 Kupang Timur bertujuan untuk memberikan edukasi dan keterampilan praktis kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus memberdayakan siswa-siswi melalui kreativitas seni. Teknik ecoprint menggunakan bahan alami, seperti daun dan bunga, untuk menciptakan motif unik pada kain tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Kegiatan ini melibatkan siswa dalam seluruh proses pembuatan totebag, mulai dari pemilihan bahan, proses pewarnaan dengan ecoprint, hingga produk akhir totebag ecoprint. Pelaksanaan PkM ini dilaksanakan dalam 4 tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan publikasi luaran. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, yang berhasil menciptakan totebag dengan motif yang estetis dan bernilai jual. Di akhir pelatihan, tim PkM melakukan evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dengan cara melakukan diskusi tanya jawab terkait tujuan, manfaat dan tahapan pembuatan totebag ecoprint, dan secara keseluruhan siswa dapat menjawab dengan baik dan telah memiliki pemahaman yang baik bagaimana membuat totebag ecoprint dan mengaplikasikan. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah plastik, tetapi juga membangun kesadaran dan keterampilan baru yang relevan untuk keberlanjutan lingkungan dan juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi siswa
Pemodelan Sistem Dinamis Pengolahan Sampah Organik di Kelurahan Oesapa Kota Kupang Solo, Anna Apriani Maniuk; Da Costa, Madalena; Manulangga, Oktavina G. LP.
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.473

Abstract

Kelurahan Oesapa merupakan kelurahan yang masuk dalam kawasan kumuh dengan jumlah penduduk tinggi yang dapat meningkatkan jumlah timbulan sampah organik. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, Kelurahan Oesapa tidak memiliki Tempat Pengolahan Sampah (TPS) organik. Oleh sebab itu perlu ada pengolahan sampah organik secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui timbulan sampah organik dan mengidentifikasi skema pengolahan sampah organik. Skema pengolahan sampah organik dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa skenario pengolahan sampah organik dengan menggunakan metode dinamis. Dalam metodde ini terdapat sub sistem jumlah penduduk dan sub sistem volume sampah organik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2033, jumlah penduduk di Kelurahan Oesapa diprediksi sebanyak 34.979 orang dengan jumlah timbulan sampah organik sebesar 16,1953 m3/hari. Pengolahan sampah organik saat ini masih menimbulkan masalah sampah karena terdapat 9,4386m3/hari sampah organik yang belum dikelola dan 6,0672 m3/hari sampah organik yang terangkut ke TPA. Simulasi sistem dinamis menunjukan skenario pengolahan sampah yang pertama merupakan skenario terbaik untuk mengatasi masalah timbulan sampah organik di Kelurahan Oesapa dengan jumlah sampah organik yang terolah dengan sistem komposting sebesar 2,3599 m3/hari dan terdapat 12,5860 m3/hari sampah organik yang dapat diolah pada TPS-3R dengan metode BSF sehingga jumlah sampah yang terangkut ke TPA hanya sebesar 0,7866 m3/hari.
Pengembangan Biji Kelor dan Biji Pepaya (Biokoagulan IKEYA) Pada Pengolahan Limbah Cair Domestik Menggunakan Analisis TOPSIS Manulangga, Oktavina G. LP; Da Costa, Madalena
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2025): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v10i2.2275

Abstract

Clean water in Kupang City has decreased in quantity by 30-50% with yellowish water quality and contains 45/100 ml of Collifom and E.coli bacteria that can cause diarrhea, salmonellosis, leptospirosis, hepatitis. One of the causes of the decrease in water quantity and quality is climate change, as well as extreme weather so that the available raw water sources are not sufficient to meet domestic needs, while 80% of clean water use comes from domestic sources. Therefore, it is necessary to utilize domestic wastewater through a coagulation-flocculation process using natural coagulants from Moringa seeds and papaya seeds which function as flocculants, reduce the characteristics of chemical contaminants, stabilize colloidal particles and absorb dissolved organic matter and are safe for human health and the environment. Research on the development of moringa seed and papaya seed biocoagulants needs to be done because they are very effective in reducing the concentration of pollutants and are economical. The research method is through laboratory analysis, TOPSIS analysis and proximate analysis to determine the levels of water, oil and fat, protein to produce pure coagulants. Then optimization of the coagulation-flocculation process with jar tests using TOPSIS analysis to determine the optimum conditions with a coagulant dose of 110 mg/L, a fast stirrer of 200 rpm for 1 minute, a slow stirrer of 60 rpm for 20 minutes, and a settling of 15 minutes with a percentage reduction using Moringa seeds and papaya seeds of 31.25% - 98.81% in TSS, Phosphate, Ammonia, Oil and Fat, Coliform.