I Made Suwanda
Universitas Negeri Surabaya

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Dalam Membentuk Warga Negara Yang Baik Pada Anak Jalanan Di Wonorejo Surabaya Wahyu Krismi Oktavia; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.614 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p857-871

Abstract

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri merupakan salah satu lembaga di bawah naungan Dinas Surabaya yang menampung dan membina anak-anak dengan permasalahan sosial, baik itu anak yang di terlantarkan orang tua maupun anak jalanan. Anak-anak yang tinggal dan menetap di lembaga tersebut tentunya memiliki karakter yang berbeda namun cenderung pada karakter negatif akibat dari latar belakang mereka. Oleh karena itu, UPTD berupaya untuk menanamkan karakter tanggung jawab guna membentuk cerminan warga negara yang baik melalui strategi pembinaan dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi UPTD Kampung Anak Negeri dalam membentuk warga negara yang baik pada anak jalanan di Wonorejo Surabaya. Teori yang digunakan adalah good citizenship dari Derek Heater. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Subyek penelitian adalah Kepala atau Wakil UPTD, Pembina, pendamping dan staff yang berada di lembaga tersebut sebagai informan pendukung. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat beberapa strategi penanaman karakter yang dilakukan antara lain: Penyesuaian jadwal pembinaan, Pendekatan, Pembinaan, Character building melalui pembiasaan anak, Learning by doing, Penegasan tugas, Pemberian reward, Pelatihan Baris-Berbaris (PBB), Kekompakan pembina maupun pendamping, dan Pendampingan terus-menerus, Dalam pelaksanaannya tentu pembina dan pendamping memiliki kendala, kendala utama yang dihadapi oleh pembina maupun pendamping yaitu sikap malas anak-anak. Berdasarkan strategi yang di terapkan menunjukkan adanya pembentukan karakter tanggung jawab terhadap anak-anak yang dibuktikan dengan perubahan karakter anak dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di UPTD Kampung Anak Negeri. Kata Kunci: Strategi, Warga Negara, Kampung Anak Negeri
Upaya Pembina Ekstrakurikuler TNI-POLRI Dalam Menumbuhkan Sikap Patriotisme Siswa Di SMK KAL 1 Surabaya Fanni Irsyadillah Fuadiyah; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.339 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p824-856

Abstract

Abstrak Berkembangnya jaman dari tahun ke tahun memberikan beberapa dampak dalam kehidupan bangsa dan generasi muda Seperti masuknya budaya asing hal itu menyebabkan lunturnya sikap nasionalisme dan patriotisme, sehingga dibutuhkan suatu upaya agar generasi muda tetap memiliki sikap nasionaisme serta patriotisme seperti Ekstrakurikuler TNI-Polri yang ada di SMK KhususiAngkataniiLaut Surabaya. Tujuan pada penelitian untuk mengetahuiiiupaya apa yang dilakukan pada kegiatan ekstrakurikuler TNI-Polri dalam menumbuhkan sikap Patriotisme pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif.iiHasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukaniidemi meningkatkaniisikap patriotismeiisiswa melaluiiiekstrakurikuler antara lain: pertama memberikahan pemahaman dasar seperti menampilkan video perjuangan penjajah, kedua memberikan materi sehingga siswaiimemahami serta mengingatiidampak apa saja yang akan terjadi jika generasi muda tidak memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme, ketiga pembentukan perilaku dan yang keempat memberikan motivasi. Kata Kunci: Patriotisme, Ekstrakurikuler, Upaya . Abstract The development of the era from year has had several impacts on theiilifeiiof theiinationiiand the youngeriigeneration. For example, the inclusionof of foreign cultures has led to the loss of attitude of nationalism and Patriotism, so an effort is needed so that the younger generation still has an attitude of nationalsm and patriotsm such as the TNI-Polri extraculicullar the pattern in the special vocation school in Surabaya. Of this stududy was to find out what efforts were made by supervisiors at the TNI-Polri extraculicullar to foster an attitude of patriotism in students. Others, the first to provide basic understanding such as showing videos of colonial strugle, The second to provide materials so that students can understand and remember what impact will occur if the younger generation does not have this attitude. Nationalism and patriotisnm, further efforts to shape behavior and finally provide motivation. Keywords: Patriotism, extracurricular, efforts.
Penguatan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dan Moral melalui Program 5S (Senyum Sapa Salam Sopan Santun) di SMK Negeri 1 Trenggalek pada Masa Pandemi Covid-19 Prezthidya Negtha Zsantana; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v11n1.p222-236

Abstract

AbstractTeachers must be able to create a learning environment that can foster character-building attitudes. When implementing online learning, teachers must be creative in utilizing strategies on how to best carry out teacher duties in character building during the pandemic. The most basic character education instilled from an early age, especially in school, is the 5S culture (Greetings, Smiles, Greetings, Politeness, Courtesy). This study aims to describe 1) The formation of character and moral education values through the 5S program (Smile Sapa Salam Courtesy). At SMK Negeri 1 Trenggalek During the Covid-19 Pandemic Period. This research use desciptive qualitative approach. The research informants were the Principal, PPKn teachers, Counseling Guidance teachers and parent. Data collection techniques used participant observation, in-depth interviews and documentation studies. Data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that 1) The implementation of character education through 5S culture (smiles, greetings, greetings, courtesy and manners) during the pandemic was by including character education in the school's vision and mission; include the 5S culture (smile, greet, greet, be polite and courteous) in the spontaneous habituation program; and include 5S activities (smiles, greetings, greetings, courtesy and manners) in the lesson plan. 2) The supporting factor of the 5S program is the existence of teacher resources, the environment and parents of students who support the implementation of the 5S program. The teacher is agile and easy to guide. The inhibiting factor of the 5S program is the presence of students who sometimes behave impolitely, students who are disorganized or undisciplinedKeywords: Character education, 5S program (Greetings, Smiles, Greetings, Politeness, and Courtesy), covid 19