Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Linguistika

Morfologi Bahasa Bali Aga Dialek Sembiran, di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng Putu Wahyu Citrawati; I Wayan Teguh; Putu N Widarsini; Gede Eka Wahyu
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.112 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p10

Abstract

Bahasa Bali memiliki dua dialek utama, yaitu dialek Bali Dataran (DBD) dan dialek Bali Aga (DBA). DBD digunakan di daerah dataran Pulau Bali termasuk daerah perkotaan seperti Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung. Sebaliknya DBA biasanya digunakan oleh masyarakat yang ada di daerah pegunungan, terutama daerah pegunungan Kintamani, Buleleng, Pulau Nusa Penida, dan Karangasem. Desa Sembiran merupakan salah satu desa Bali Aga yang ada di Bali. Desa Sembiran terletak di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Seperti kebanyakan bahasa Bali Aga, bahasa Bali Aga dialek Sembiran sangat berbeda dengan dialek bahasa Bali dataran atau yang lazim disebut dengan bahasa Bali Kapara. Dialek bahasa Bali Aga memiliki struktur dan fungsi bahasa tersendiri yang berbeda jauh dengan bahasa Bali Daratan. Perbedaan antara DBD dan DBA terlihat dari (1) variasi kosakata, (2) fonologi (termasuk pendistribusian bunyi vokal), (3) anggah ungguhing basa (bahasa halus dan bahasa kasar), serta (4) kosakata (Bawa, 1983). Yang paling jelas perbedaannya adalah pada dialek yang dipergunakan oleh masyarakat penggunanya. Sekadar diketahui bahwa, dalam DBA tidak dikenal adanya bahasa halus, tetapi yang ada hanya bahasa kasar. Kata Kunci: Dialek, morfologi bahasa Bali, bahasa Bali Aga.