Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemanfaatan Smartphone untuk Foto Produk di Komunitas Daluwang Desa Cikedung Lor Indramayu Raden, Agung Zainal Muttakin; Yulianeta, Yulianeta; Sunendar, Dadang; Hardini, Tri Indri; Halimah, Halimah; Amandangi, Dewi Prajnaparamitha; Wibowo, Lili Adi
Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Jurnal PKM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v8i2.29071

Abstract

Daluwang, yang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) sejak 2014, memiliki potensi ekonomi besar, namun pemanfaatannya masih terbatas. Di Desa Cikedung Lor, pengrajin menghadapi kendala minimnya diversifikasi produk dan kurangnya strategi pemasaran modern, sehingga hasil produksi sulit bersaing di pasar luas. Pemanfaatan smartphone untuk foto produk dapat mendukung pemasaran tidak hanya daluwang tapi produk-produk lainnya yang dihasilkan oleh komunitas ini. Tantangan yang dihadapi adalam kurangnya keterampilan dalam mepresentasikan peroduk secara menarik. Melalui pelatihan ini diharapkan para anggota komunita mampu memaksimalkan penggunaan smartphone untuk foto produk yang dihasilkan. Pelatihan fotografi produk menggunakan smartphone difokuskan pada teknik dasar pencahayaan, komposisi, dan pengeditan, sehingga pengrajin mampu menghasilkan foto berkualitas untuk promosi di media sosial dan platform daring. Hasil pelattihan ini memperlihatkan pengingkatan signifikan dalam kualitas pemotretan produk. Program pelatihan ini membuktikan bahwa teknologi smartphone dapat digunakan menjadi alat pemberdayaan yang efektif dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Certa Rakyat Baridin-Ratminah dalam Bingkai Struktur Naratif dan Nilai Budaya: Kajian Kontekstual Cirebon Dewi Kusuma; Sumiyadi Sumiyadi; Yulianeta Yulianeta; Halimah Halimah; Laksmita Laksmita
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1639

Abstract

This study aims to map the narrative structure, identify social values and functions, and link the findings to the context of the Baridin–Ratminah folktale from Cirebon in order to produce recommendations for local culture-based teaching materials in higher education. The study used a qualitative method with a directed literature review design. Data were collected through a review of various written sources, ethnographic documents, and archives of speech performances from scientific repositories and cultural communities. The data collection technique was carried out using the PRISMA criteria-based selection procedure to ensure the relevance of the sources. Data analysis was carried out through three approaches: (1) structural analysis of plot, characters, and motifs using Propp and Todorov's theory; (2) analysis of social values and functions based on the Bascom and Dundes framework; and (3) analysis of the narrative context using Hymes' S–P–E–A–K–I–N–G model. The results show that the Baridin–Ratminah folktale has a consistent narrative pattern with stages of encounter, moral conflict, test of loyalty, and resolution that represent the values of religiosity, loyalty, simplicity, social control, and Cirebon cultural identity. The narrative context within society and digital media has shifted the meaning of the story and opened up opportunities for revitalization through visual media. These findings confirm that the Baridin-Ratminah folktale is worthy of being integrated as teaching material in courses on literary studies, cultural literacy, and the development of local wisdom-based learning media. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur naratif, mengidentifikasi nilai dan fungsi sosial, serta menautkan temuan dengan konteks penuturan cerita rakyat Baridin-Ratminah dari Cirebon guna menghasilkan rekomendasi bahan ajar berbasis budaya lokal di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain kajian pustaka yang terarah. Data dikumpulkan melalui telaah berbagai sumber tertulis, dokumen etnografis, serta arsip performansi tutur dari repositori ilmiah dan komunitas budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan prosedur seleksi berbasis kriteria PRISMA untuk memastikan relevansi sumber. Analisis data dilakukan melalui tiga pendekatan: (1) analisis struktural terhadap alur, tokoh, dan motif menggunakan teori Propp dan Todorov; (2) analisis nilai dan fungsi sosial berdasarkan kerangka Bascom dan Dundes; serta (3) analisis konteks penuturan menggunakan model S–P–E–A–K–I–N–G dari Hymes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Baridin-Ratminah memiliki pola naratif yang ajeg dengan tahapan pertemuan, konflik moral, ujian kesetiaan, dan resolusi yang merepresentasikan nilai religiusitas, kesetiaan, kesahajaan, kontrol sosial, dan identitas budaya Cirebon. Konteks penuturan dalam masyarakat dan media digital turut menggeser makna cerita serta membuka peluang revitalisasi melalui media visual. Temuan ini menegaskan bahwa cerita rakyat Baridin-Ratminah layak diintegrasikan sebagai bahan ajar dalam mata kuliah kajian sastra, literasi budaya, dan pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Pengaruh Literasi Emosi terhadap Keterampilan Menulis Cerita Anak Pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar S. Nailul Muna Aljamaliah; Sumiyadi Sumiyadi; Yulianeta Yulianeta; Halimah Halimah
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4907.340-351

Abstract

This study aims to analyse the difficulties students face in developing quality children's story writing skills, particularly in relation to emotional literacy and content suitability for children's psychological development. Writing children's stories requires writers to not only master narrative techniques but also the ability to manage and reflect emotions effectively so that their writing can touch and be relevant to children. The main objective of this study is to identify the difficulties experienced by students majoring in Primary School Teacher Education (PGSD) in writing children's stories in this context and to analyse the role of emotional literacy in improving the quality of their writing. This study uses a qualitative approach involving three classes of fourth-year students as samples. Data collection was conducted through surveys, interviews, and observations of the writing process. The results of the study show that students face challenges in two main aspects: first, difficulty in choosing ideas and themes that are appropriate for children's cognitive and emotional development stages; second, challenges in integrating story elements (characters, plot, theme) into a cohesive whole. These findings consistently underline the importance of emotional literacy as a determining variable that helps students choose themes and compose stories with the appropriate emotional depth. Therefore, this study recommends the need for a holistic curriculum integration, including comprehensive training in emotional literacy and an in-depth understanding of child development psychology to improve the quality of their writing. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan menulis cerita anak yang berkualitas, khususnya terkait dengan literasi emosi dan kesesuaian konten terhadap perkembangan psikologis anak-anak. Menulis cerita anak menuntut penulis untuk tidak hanya menguasai teknik narasi, tetapi juga kemampuan untuk mengelola dan merefleksikan emosi secara efektif agar tulisan dapat menyentuh dan relevan bagi anak-anak. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi kesulitan menulis cerita anak yang dialami mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam konteks tersebut dan menganalisis peran literasi emosi dalam meningkatkan kualitas penulisan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan tiga kelas mahasiswa tingkat empat sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan observasi terhadap proses penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi tantangan dalam dua aspek utama: pertama, kesulitan dalam memilih ide dan tema yang sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif dan emosional anak; kedua, tantangan dalam mengintegrasikan elemen cerita (karakter, alur, tema) menjadi satu kesatuan yang kohesif. Temuan ini secara konsisten menggarisbawahi pentingnya literasi emosi sebagai variabel penentu yang membantu mahasiswa memilih tema dan menyusun cerita dengan kedalaman emosional yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi kurikulum yang holistik, mencakup pelatihan komprehensif literasi emosi dan pemahaman mendalam mengenai psikologi perkembangan anak untuk meningkatkan kualitas tulisannya.