Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PATOLOGI SOSIAL LINTAS GENERASI: KRISIS KEJUJURAN DAN RASIONALISASI KORUPSI DALAM CERPEN “CERITA CALON KORUPTOR” Aa Hermawan; Halimah Halimah; Rudi Adi Nugroho; Yulianeta Yulianeta; Welsi Damayanti
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 2 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v7i2.83483

Abstract

This study analyzes the short story “Cerita Calon Koruptor” by Galang Gelar Taqwallah as a literary diagnosis of the social pathology of corruption in Indonesia. The study uses a qualitative descriptive method with a sociological literary approach. The primary data is the text of the short story “Cerita Calon Koruptor,” included in the anthology Merah pada Melati, while the secondary data consists of relevant literature. The analysis technique used is close reading across three stages: text reading, coding, and interpretation. This study found three main findings: corruption is depicted as an aspiration that is inherited and normalized across generations; the crisis of honesty is manifested through moral inversion and horizontal political brutality; and rationalization functions as a psychological mechanism that perpetuates the cycle of corruption. These findings underscore the importance of integrating the social pathology framework, which has been more widely used in sociological studies, into Indonesian literary studies as a more comprehensive analytical perspective compared to partial satirical or sociological approaches, and highlight the potential of short stories on corruption as teaching materials to build critical awareness of the normalization of corrupt values.
Pengaruh Literasi Emosi terhadap Keterampilan Menulis Cerita Anak Pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar S. Nailul Muna Aljamaliah; Sumiyadi Sumiyadi; Yulianeta Yulianeta; Halimah Halimah
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4907.340-351

Abstract

This study aims to analyse the difficulties students face in developing quality children's story writing skills, particularly in relation to emotional literacy and content suitability for children's psychological development. Writing children's stories requires writers to not only master narrative techniques but also the ability to manage and reflect emotions effectively so that their writing can touch and be relevant to children. The main objective of this study is to identify the difficulties experienced by students majoring in Primary School Teacher Education (PGSD) in writing children's stories in this context and to analyse the role of emotional literacy in improving the quality of their writing. This study uses a qualitative approach involving three classes of fourth-year students as samples. Data collection was conducted through surveys, interviews, and observations of the writing process. The results of the study show that students face challenges in two main aspects: first, difficulty in choosing ideas and themes that are appropriate for children's cognitive and emotional development stages; second, challenges in integrating story elements (characters, plot, theme) into a cohesive whole. These findings consistently underline the importance of emotional literacy as a determining variable that helps students choose themes and compose stories with the appropriate emotional depth. Therefore, this study recommends the need for a holistic curriculum integration, including comprehensive training in emotional literacy and an in-depth understanding of child development psychology to improve the quality of their writing. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan menulis cerita anak yang berkualitas, khususnya terkait dengan literasi emosi dan kesesuaian konten terhadap perkembangan psikologis anak-anak. Menulis cerita anak menuntut penulis untuk tidak hanya menguasai teknik narasi, tetapi juga kemampuan untuk mengelola dan merefleksikan emosi secara efektif agar tulisan dapat menyentuh dan relevan bagi anak-anak. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi kesulitan menulis cerita anak yang dialami mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam konteks tersebut dan menganalisis peran literasi emosi dalam meningkatkan kualitas penulisan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan tiga kelas mahasiswa tingkat empat sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan observasi terhadap proses penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi tantangan dalam dua aspek utama: pertama, kesulitan dalam memilih ide dan tema yang sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif dan emosional anak; kedua, tantangan dalam mengintegrasikan elemen cerita (karakter, alur, tema) menjadi satu kesatuan yang kohesif. Temuan ini secara konsisten menggarisbawahi pentingnya literasi emosi sebagai variabel penentu yang membantu mahasiswa memilih tema dan menyusun cerita dengan kedalaman emosional yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi kurikulum yang holistik, mencakup pelatihan komprehensif literasi emosi dan pemahaman mendalam mengenai psikologi perkembangan anak untuk meningkatkan kualitas tulisannya.
Tren Penelitian Kesadaran Fonologis dan Asesmen Diagnostik Vivih Karlina; Yeti Mulyati; Halimah Halimah; Rosita Rahma; Khaerudin Kurniawan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8502

Abstract

Research on phonological awareness has developed rapidly, yet the position of diagnostic assessment in early reading has not been mapped in an integrated manner. This study aims to map research trends in phonological awareness and diagnostic assessment in early reading during the 2014–2024 period. This study employed bibliometric analysis and a systematic literature review. Data were collected by retrieving articles from the Scopus database using Boolean queries. From an initial 103 articles, 40 met the inclusion criteria following the PRISMA 2020 flow diagram. The data were analyzed using VOSviewer to map publication trends, contributions by countries and institutions, author collaboration, and keyword co-occurrence, followed by thematic analysis to identify research focuses, methods, populations, and major findings. The results show that publications have increased since 2020 and that the United States is the dominant contributor. Thematically, the literature is dominated by studies on phonological awareness and phonological processing (35%), followed by decoding and word-reading development (25%), whereas diagnostic assessment and screening account for only 15%. The findings further indicate that phonological awareness is the main predictor of early reading in 20 articles, decoding contributes to word-reading development in 11 articles, and only 6 articles report diagnostic assessment instruments for screening. This study confirms that stronger integration between phonological awareness and diagnostic assessment is needed to support the early detection of reading difficulties. Abstrak Penelitian mengenai kesadaran fonologis berkembang pesat, tetapi posisi asesmen diagnostik dalam membaca awal belum dipetakan secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan memetakan tren penelitian kesadaran fonologis dan asesmen diagnostik dalam membaca awal pada periode 2014–2024. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik dan tinjauan pustaka sistematis. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran artikel pada basis data Scopus menggunakan kueri Boolean. Dari 103 artikel awal, diperoleh 40 artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan alur PRISMA 2020. Data dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, kontribusi negara dan institusi, kolaborasi penulis, serta ko-kemunculan kata kunci, kemudian dilanjutkan dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi fokus penelitian, metode, populasi, dan temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi meningkat sejak 2020 dan didominasi oleh Amerika Serikat. Secara tematik, penelitian didominasi oleh kesadaran dan pemrosesan fonologis (35%) serta decoding dan perkembangan membaca kata (25%), sedangkan asesmen dan skrining diagnostik hanya menempati 15%. Temuan lain menunjukkan bahwa kesadaran fonologis menjadi prediktor utama membaca awal pada 20 artikel, decoding memperkuat perkembangan membaca kata pada 11 artikel, dan instrumen asesmen diagnostik untuk skrining masih terbatas pada 6 artikel. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara kesadaran fonologis dan asesmen diagnostik masih perlu diperkuat untuk mendukung deteksi dini kesulitan membaca.