Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : e-CliniC

KARAKTERISTIK PENDERITA PREEKLAMSIA DI RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO Warouw, Patricia C.; Suparman, Erna; Wagey, Freddy W.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.10986

Abstract

Abstract: Worldwide there are about 76,000 pregnant women die each year due to preeclampsia and other hypertensive disorders in pregnancy. The incidence rate of preeclampsia in the United States, Canada, and Western Europe ranges from 2-5%. In developing countries, the rate ranges from 4-18% of all pregnancies. In Indonesia, the Maternal Mortality Ratio (MMR) of the period of 2008 to 2012 was 359 deaths per 100,000 live births. The occurrence of preeclampsia in Indonesia is about 3-10% of all pregnancies. This study aimed to determine the characteristics of patients with preeclampsia. This was a retrospective descriptive study. Samples were pregnant women with preeclampsia and had complete medical records at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital during the period of January 1, 2014 until December 31, 2014. The results showed that the number of pregnant women with preeclampsia were 201 people. Mild preeclampsia and severe preeclampsia were most prevalent in the age group of 20-35 years (70% and 61.46%) meanwhile superimposed preeclampsia in the age group of >35 years (78.13%). Preeclampsia was mostly among multiparity. Superimposed preeclampsia was found in 32 cases. Most pregnant women with preeclampsia had a BMI ≥ 30.00. Conclusion: Most preeclampsia cases occured in the age group of 20-35 and> 35 years with multiparity, some had hypertension, and mostly were obese. Keywords: mild preeclampsia, severe preeclampsia, superimposed preeclampsia, age, parity, nutritional status (obesity). Abstrak: Diseluruh dunia sekitar 76.000 wanita hamil meninggal setiap tahun akibat preeklamsia dan gangguan hipertensi lainnya pada kehamilan. Insiden preeklamsia di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa Barat berkisar 2-5% sedangkan di negara berkembang berkisar 4-18% dari semua kehamilan. Di Indonesia Maternal Mortality Ratio (MMR) periode 2008 sampai 2012 sebesar 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Frekuensi kejadian preeklamsia di Indonesia sekitar 3-10% dari semua jumlah kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita preeklamsia. Jenis penelitian ini deskriptif retrospektif. Sampel penelitian ialah ibu hamil dengan preeklamsia dan mempunyai data rekam medis lengkap di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou periode 1 Januari 2014 sampai 31 Desember 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ibu hamil dengan preeklamsia 201 orang. PER dan PEB terbanyak ditemukan pada kelompok usia 20-35 tahun (70% dan 61,46%) sedangkan superimposed PE pada kelompok usia >35 tahun (78,13%). Preeklamsi terbanyak pada paritas multigravida. Superimposed PE berjumlah 32 kasus. Ibu hamil dengan preeklamsia terbanyak memiliki IMT ≥30.00. Simpulan: Preeklamsia terjadi pada kelompok usia 20-35 dan >35 tahun dengan paritas multipara, sebagian dengan riwayat hipertensi, dan sebagian besar disertai obesitas.Kata kunci: preeklamsia ringan, preeklamsia berat, superimposed preeklamsia, usia, paritas, status gizi (obesitas).
Luaran Ibu dan Perinatal pada Kehamilan dengan Preeklampsia Berat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Januari - 31 Desember 2016 Kalam, Chaerul; Wagey, Freddy W.; Mongan, Suzanna P.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.2.2017.18542

Abstract

Abstract: Maternal mortality in Indonesia is still dominated by three main causes: bleeding (30.3%), hypertension in pregnancy (27.1), and infection (7.3%). Hypertension in pregnancy is one of the main causes for maternal and perinatal mortality and morbidity. This tsudy was aimed to obtain maternal and perinatal outcomes in pregnancies with severe preeclampsia (sPE) at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from January to December 2016. This was a descriptive retrospective study using patients’ medical record data. The results showed that the characteristics of pregnant woman with sPE included mother age 20-35 years old (69.2%), primigravida (50.8%), pregnancy interval ≥5 years (65.6%), preeclampsia history (25%), overweight (55.4%), and history of chronic hypertension (10.8%). The results of maternal outcomes included maternal mortality (1.5%), HELLP syndrome (4.6%), visual impairment (4.6%), eclampsia (6.2%), ICU care (1.5%), and sepsis (1.5%). The results of perinatal outcomes included perinatal mortality (4.6%), IUGR (6.2%), LBW (35.4%), asphyxia (7.7%), fetal distress (20%), and prematurity (26.2%). Conclusion: Maternal outcomes in pregnancy with sPE included mortality, HELLP syndrome, visual impairment, eclampsia, ICU care, sepsis meanwhile perinatal outcomes included perinatal mortality, IUGR, LBW, asphyxia, fetal distress, and prematurity.Keywords: sPE, maternal outcome, perinatal outcome Abstrak: Kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh tiga penyebab utama yaitu perdarahan (30,3%), hipertensi dalam kehamilan (27,1), dan infeksi (7,3%). Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada maternal dan perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luaran ibu dan perinatal pada kehamilan dengan preeklampsia berat (PEB) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2016 - 31 Desember 2016. Jenis penelitian ialah retrospektif deskriptif menggunakan data rekam medik pasien PEB. Hasil penelitian pada kehamilan dengan PEB memperlihatkan karakteristik usia ibu 20-35 tahun (69,2%), primigravida (50,8%), jarak hamil ≥5 tahun (65,6%), riwayat preeklampsia (25%), overweight (55,4%), dan riwayat hipertensi kronis (10,8%). Luaran ibu meliputi mortalitas ibu (1,5%), sindrom HELLP (4,6%), gangguan penglihatan (4,6%), eklampsia (6,2%), rawat ICU (1,5%), dan sepsis (1,5%). Luaran perinatal meliputi mortalitas perinatal (4,6%), IUGR (6,2%), BBLR (35,4%), asfiksia (7,7%), gawat janin (20%) dan prematur (26,2%). Simpulan: Luaran ibu pada kehamilan dengan PEB berupa mortalitas, sindrom HELLP, gangguan penglihatan, eklampsia, rawat ICU, dan sepsis sedangkan luaran perinatal berupa mortalitas perinatal, IUGR, BBLR, asfiksia, gawat janin, dan prematur.Kata kunci: PEB, luaran ibu, luaran perinatal
Gambaran jenis kanker ovarium di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode Januari 2013 - Desember 2015 Gea, Imanuel T.; Loho, Maria F.; Wagey, Freddy W.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14374

Abstract

Abstract: Ovarian cancer is a primary malignancy process of the ovary. This disease is commonly found in woman at post-menopausal age. The causes of ovarian cancer are still unclear. The majority of ovarian cancer are ephitelial cell originated from ovarian ephitelial cells. Another group is non-ephitelial cells that include germinal tumor cell and sex cord-stromal tumor cell. This study was aimed to describe types of ovarian cancer at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive retrospective study using data of ovarian cancer patients’ medical records. There were 95 patients with ovarium cancer in the medical records from January 2013 to December 2015. The majority cases were woman aged ≥51 years, BMI 18.5-24.9, and multipara (P≥1). Conclusion: Ephitelial cell ovarian cancer was the most dominant type followed by germinal cell ovarian cancer.Keywords: ovarian cancer Abstrak: Kanker ovarium adalah proses keganasan primer yang terjadi pada ovarium. Penyakit ini umumnya dijumpai pada wanita usia pasca menopause dengan penyebab belum jelas. Mayoritas kanker ovarium ialah jenis sel epitelial. Kelompok lainnya ialah non epitelial, termasuk di antaranya sel tumor germinal dan sel tumor sex cord-stromal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis kanker ovarium di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Jenis penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medik pasien kanker ovarium. Dari hasil penelitian didapatkan 95 orang penderita kanker ovarium periode Januari 2013-Desember 2015 yang memiliki rekam medik. Kejadian terbanyak pada wanita dengan usia ≥51 tahun, IMT 18,5-24,9, multipara (P≥1) dan stadium IIIC. Kanker ovarium epitelial merupakan jenis terbanyak, disusul dengan jenis germinal. Kata kunci: kanker ovarium
PROFIL PENDERITA MOLA HIDATIDOSA DI RSUP Prof.dr.R.D. KANDOU MANADO Paputungan, Tiara V.; Wagey, Freddy W.; Lengkong, Rudy A.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.10958

Abstract

Abstract: Hydatidiform mole or molar pregnancy is characterized histologically by abnormalities in the chorionic villi consisting of trophoblastic proliferation and swollen stromal villous. The incidence of hydatidiform mole has increased each year recently. This study aimed to obtain the profile of patients with hydatidiform mole in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado period 1 January – 31 Desember 2014. This was a descriptive retrospective study. Data of patients with hydatidiform mole were obtained from the medical record of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. The results showed that there were 35 cases of hydatidiform mole during that period. The most frequent cases were ≥35 years old (33.3%), senior high school (77.8%), multiparity (83.3%), hemoglobin level ≤11 gr/dl (61.1%), size of uterine pregnancy >20 weeks (58.3%), hyperemesis gravidarum and thyrotoxicosis (54.5%), treated with suction currettage (88.9%), and β-hCG level ≥5 mIU/ml (53.3%). Keywords: hydatidiform mole  Abstrak: Mola hidatidosa atau yang disebut dengan kehamilan mola, secara histologis ditandai oleh abnormalitas vili korionik yang terdiri dari proliferasi trofoblastik dan edema stroma vilus. Insiden mola hidatidosa setiap tahun mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita mola hidatidosa di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari – 31 Desember 2014. Metode penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data penderita mola hidatidosa yang tercatat di rekam medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian memperlihatkan 35 kasus mola hidatidosa dengan distribusi terbanyak pada kelompok umur ≥35 tahun (33,3%), pendidikan terakhir tingkat SMA (77,8%), multipara (83,3%), kadar hemoglobin ≤11 gr/dl (61,1%), besar uterus sesuai usia kehamilan >20 minggu (58,3%), penyulit hiperemesis gravidarum dan tirotoksikosis (54,5%), penanganan menggunakan kuretase hisap (88,9%), dan kadar β-hCG ≥5 mIU/ml (53,3%). Kata kunci: mola hidatidosa
Luaran persalinan gemeli di RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Periode 1 Januari 2014 – 31 Desember 2015 Parlindungan, Yoel B.; Wagey, Freddy W.; Mewengkang, Maya
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14488

Abstract

Abstract: Multiple pregnancies are pregnancy more than one fetuses. Multiple pregnancies increase seventy percent lately and effected on mortality and morbidity of maternal also fetal. This research is retrospective descriptive study with the purpose is outcome of twins’ delivery in RSUP Prof. DR. R. D Kandou from January 1st 2014 until December 31st 2015. The result of this research show 60 events of twins’ labor from 5038 labors (0.012%), most founded on mother age 21 – 25 years old with primiparas. The twins’ outcome shows the most presentations are cephalic-cephalic with vaginal delivery method. The most duration of gestation is 34 – 37 weeks shows prematurity is high. Female infants dominated. Birthweight show most 2000 – 2499 g on first infants and 2500 – 2999 g on second infants with 6-8 score of apgar.Keywords: twins’ delivery outcome, number of incidence. Abstrak: Kehamilan multijanin adalah kehamilan dengan jumlah janin lebih dari satu. Kehamilan kembar meningkat tujuh puluh persen saat ini dan meningkatkan angka mortalitas maupun morbiditas baik maternal maupun fetal. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif deskriptif dengan tujuan untuk melihat luaran persalinan gemeli di RSUP Prof. DR. R. D Kandou periode 1 Januari 2014 – 31 Desember 2015. Hasil pengumpulan data dan penelitian menunjukan terdapat 60 kejadian persalinan gemeli dari 5038 persalinan (0.012%), paling banyak ditemukan pada ibu usia 21 – 25 tahun dengan primipara. Luaran bayi ditemukan presentasi bayi paling banyak adalah kepala-kepala, dengan metode persalinan spontan pervaginam. Usia kehamilan terbanyak adalah 34 – 37 minggu yang menunjukan tingginya prematuritas. Bayi perempuan mendominasi. Berat lahir terbanyak adalah 2000 – 2499 g pada bayi 1 dan 2500 – 2999 g pada bayi 2 dengan apgar skor terbanyak 6-8. Kata kunci: luaran persalinan kembar, angka kejadian.
Pengetahuan dan Sikap Ibu Postpartum terhadap Program Keluarga Berencana di RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano Lukas, Andrie E.; Mongan, Suzanna P.; Wagey, Freddy W.
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.1.2020.28688

Abstract

Abstract: Family planning program is a program of the government of the Republic of Indonesia that aims to achieve a healthy and prosperous family by limiting births. Tondano is the center of Minahasa district and has four sub-districts and population of 70,467 people with a female number of 34,800. Data on women using family planning showed a number of 25,749 people which indicates a large and growing population. This study was aimed to evaluate the level of knowledge and attitudes of mothers towards the family planning program. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Data were obtained by using questionnaire as the instrument. Respondents were 50 postpartum mothers who came to Dr. Sam Ratulangi Hospital Tondano and were willing to fill in the distributed questionnaires. The results showed that 92% of responsdents had good knowledge and 8% had poor knowledge. Meanwhile, based on the attitudes of respondents, 70% of them were positive and 30% were negative. In conclusion, family planning services based on the level of knowledge and attitudes of postpartum mothers at Dr. Sam Ratulangi Hospital Tondano were good or above average. Albeit, postpartum mothers who had good knowledge may not necessarily had good attitudes.Keywords: family planning, contraception, knowledge, attitude Abstrak: Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk membentuk gerakan keluarga sehat dan sejahtera dengan cara membatasi kelahiran. Tondano merupakan pusat dari Kabupaten Minahasa dan memiliki empat kecamatan dengan populasi sebesar 70.467 jiwa dan jumlah perempuan sebesar 34.800 jiwa. Data perempuan yang memakai KB ialah 25.749 jiwa. Data tersebut menunjukkan jumlah penduduk yang banyak dan terus bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan dan sikap ibu postpartum terhadap program KB di RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Responden penelitian ialah ibu postpartum yang datang di RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano dan bersedia mengisi kuesioner yang dibagikan. Hasil penelitian mendapatkan total 50 responden. Sebanyak 92% ibu memiliki pengetahuan baik dan 8% memiliki pengetahuan kurang baik. Untuk pengukuran sikap dari responden, sebanyak 70% wanita bersikap positif dan 30% yang bersikap negatif. Simpulan penelitian ini ialah bahwa pelayanan KB berdasarkan tingkat pengetahuan dan sikap ibu di RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano sudah baik atau di atas rata-rata. Walaupun demikian ibu yang memiliki pengetahuan baik belum tentu memiliki sikap yang baik.Kata kunci: keluarga berencana, kontrasepsi, pengetahuan, sikap
Profil Penderita Endometriosis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada Tahun 2011-2015 Pangemanan, Grandy; Loho, Maria; Wagey, Freddy W.
e-CliniC Vol 5, No 1 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i1.14761

Abstract

Abstract: Endometriosis is a benign gynecological disorder that often affects woman of reproductive age are characterized by the presence of endometrial glands and stroma outside the normal location. The disease gets a lot of attention from researchers and experts; this is due to that endometriosis often occurs in woman but the mechanism in still unclear. This was a descriptive retrospective study using the medical records of cases in Obstetric and Gynecology Department at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado 2011 – 2015. The results showed that there were 33 cases of endometriosis during that period. The most frequent cares were ≥39 years old (39,3%), nulliparous (36,3%), complaint of abdominal pain (81,8%), and most types of endometriosis was ovarian endometrial cyst (78,8%). Treatment given was medical therapy and operation.Keywords: endometriosis Abstrak: Endometriosis merupakan kelainan ginekologik jinak yang sering diderita oleh perempuan usia reproduksi yang ditandai dengan adanya glandula dan stroma endometrium di luar letak normal. Penyakit ini makin mendapat perhatian dari para peneliti dikarenakan endometriosis makin sering terjadi pada wanita namun belum diketahui mekanisme yang jelas tentang terjadinya penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita endometriosis yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan menggunakan catatan rekam medik dengan subjek penelitian ialah semua kasus di bagian obstetric dan ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2011-2015. Hasil penelitian memperlihatkan 33 kasus endometriosis dengan distribusi terbanyak menurut kelompok umur ≥ 39 (39,3%), nulipara (36,3%). Keluhan nyeri perut (81,8%). Jenis endometriosis terbanyak adalah ovarian endometrial cyst (78,8%). Penanganan yang diberikan berupa terapi medikamentosa dan operasi.Kata kunci: endometriosis
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Preeklampsia Sudarman, .; Tendean, Hermie M. M.; Wagey, Freddy W.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.9.1.2021.31960

Abstract

Abstract: Hypertension in pregnancy is still a major cause of maternal death. Preeclampsia affects about 2% to 8% of pregnancies worldwide. This study was aimed to determine the risk factors associated with the occurrence of preeclampsia. This was is a literature review study, using three databases, namely PubMed, ClinicalKey, and Google Scholar. The keywords used were risk factors OR faktor risiko AND preeclampsia OR preeklampsia. After being selected with inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out and obtained 30 literatures consisting of 14 cross-sectional studies, 13 case control studies, and 3 cohort studies. The results found 30 literatures examined the relationship factors or characteristics of age, parity or gravida status, obesity, diabetes mellitus, chronic hypertension, history of kidney disease, history of preeclampsia, multiple pregnancies, family history of preeclampsia, duration between pregnancies, socioeconomic status (education levels and employment), and autoimmune diseases. In conclusion, the factors associated with the occurrence of preeclampsia are age at risk for pregnant women, nulliparity, primigravida, obesity, diabetes mellitus, chronic hypertension, history of kidney disease, history of preeclampsia, multiple pregnancies, family history of preeclampsia, distance between pregnancies, socioeconomic level, and autoimmune disease.Keywords: risk factors, preeclampsia.  Abstrak: Hipertensi dalam kehamilan masih menjadi penyebab kematian ibu yang cukup tinggi. Preeklampsia memengaruhi sekitar 2% hingga 8% kehamilan di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya preeklamp-sia. Jenis penelitian ialah literature review, menggunakan tiga database yaitu PubMed, ClinicalKey, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu risk factor OR faktor risiko AND preeclampsia OR preeklampsia. Setelah diseleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan critical appraisal, didapatkan 30 literatur yang terdiri dari 14 cross-sectional study, 13 case control study, dan 3 cohort study. Hasil penelitian mendapatkan 30 literatur yang meneliti hubungan faktor atau karakteristik usia, paritas atau status gravida, obesitas, diabetes melitus, hipertensi kronik, riwayat penyakit ginjal, riwayat preeklampsia, kehamilan ganda, riwayat preeklampsia keluarga, jarak antar kehamilan, status sosial ekonomi (tingkat pendidikan dan pekerjaan), dan penyakit autoimun. Simpulan penelitian ini ialah faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya preeklampsia yaitu usia ibu hamil berisiko, nuliparitas, primigravida, obesitas, diabetes melitus, hipertensi kronik, riwayat penyakit ginjal, riwayat preeklampsia, kehamilan ganda, riwayat preeklampsia keluarga, jarak antar kehamilan, tingkat sosioekonomi, dan penyakit autoimun.Kata kunci: faktor risiko, preeklampsia
Gambaran Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Wanita di Indonesia Rotinsulu, Fioren G. F.; Wagey, Freddy W.; Tendean, Hermie M. M.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.9.1.2021.32478

Abstract

Abstract: Population growth rate affects various sectors. Therefore, the National Family Planning (KB) program was established with the aim of reducing Indonesia's population growth rate. This study was aimed to obtain the description of contraception used according to contraception methods in various regions of Indonesia. This was a literature review study. Data were searched by using one database with the specified criteria, which was Google Scholar, and data collection from BKKBN application. The keywords used in literature searching were contraception use AND contraception methods AND Indonesian. After being selected by inclusion and exclusion criteria, there were 12 literatures consisting of 6 descriptive studies, 4 cross sectional studies, 1 purposive sampling study, and 1 secondary data study. The majority of literatures mentioned that contraception method mostly used in various regions of Indonesia was hormonal contraception, in this case injection. It seems that other methods such as vasectomy in males and tubectomy in females were still not preferred. In conclusion, hormonal contraception method namely injection is the mostly used in various regions of Indonesia.Keywords: contraception use, contraception methods Abstrak: Laju pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap berbagai sektor. Program Keluarga Berencana (KB) Nasional dibuat dengan tujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan alat kontrasepsi menurut metode alat kontrasepsi di berbagai daerah di Indonesia. Jenis penelitian ialah suatu literature review. Pencarian data menggunakan satu database dengan kriteria yang ditentukan yaitu Google Scholar dan pengambilan data yang berasal dari integrasi aplikasi BKKBN. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel ialah Penggunaan kontrasepsi DAN Metode kontrasepsi DAN Indonesia. Hasil seleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi mendapatkan 12 literatur yang terdiri dari 6 penelitian deskriptif, 4 penelitian cross-sectional, 1 penelitian purposive sampling, dan 1 penelitian data sekunder. Didapatkan penggunaan metode alat kontrasepsi di berbagai daerah di Indonesia yang terbanyak ialah kontrasepsi hormonal suntik. Metode alat kontrasepsi yang masih kurang penggunaannya ialah vasektomi atau Metode Operatif Pria (MOP) dan tubektomi atau Metode Operatif Wanita (MOW). Simpulan penelitian ini ialah mayoritas penggunaan metode alat kontrasepsi di berbagai daerah di Indonesia ialah kontrasepsi hormonal suntik.Kata kunci: penggunaan kontrasepsi, metode kontrasepsi
Karakteristik kehamilan dengan luaran asfiksia saat lahir di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari – Desember 2014 Pangemanan, Eunike A.; Wantania, John J.E.; Wagey, Freddy W.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11694

Abstract

Abstract: Asphyxia is a condition when a newborn baby does not breath spontaneously soon after birth. Maternal, labor, and fetal factors such as premature rupture of membrane, sectio caesarea, and fetal distress can cause asphyxia.. According to World Health Organization, in each year 3,6 million of 120 million newborns had asphyxia, and nearly one million babies died. According to data from the Indonesian Health Profile, low birth weight has the highest mortality risk (40,15%) in newborn, followed by asphyxia during birth (25,13%) in all hospitals in Indonesia. This study aimed to obtain the characteristics of pregnancy with asphyxia during birth in the Obstetric and Gynecology Department at Prof. Dr. R. D. Kandou Hosppital Manado during the period of January 2014 to December 2014. This was a descriptive retrospective study using medical record data of characteristics of pregnancy with asphyxia during birth in the labour room. The results showed that of 1273 cases of infant with asphyxia, pregnancies with complications had higher cases than pregnancies without complication. Among pregnancies without complication, there were 25% moderate asphyxia and 30% severe asphyxia newborns. Newborns with asphyxia were more common in primigravida than in multigravida. Based on age of mothers, asphyxia occured the most among mothers with the age range of 20-35 years (17.4%). Based on gestational age, aterm pregnancy had the highest incidence rate in newborn asphyxia (20%). Fetal distress was the highest cause of asphyxia in complicated pregnancy (18.3%). Asphyxia occured more common in pregnancies with complications than in pregnancies without complications. Among pregnancies without complications, primigravida, age of mothers 20-35 years, and aterm pregnancy had the highest rate of newborn asphyxia. Fetal distress was the highest cause of asphyxia in complicated pregnancy. Keywords: pregnancy, asphyxia Abstrak: Asfiksia adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernapas spontan dan teratur segera setelah lahir. Faktor yang dapat menyebabkan asfiksia ialah faktor ibu, persalinan, dan janin; sebagai contoh ketuban pecah dini, seksio sesarea, dan gawat janin. Berdasarkan data World Health Organization, setiap tahunnya 3,6 juta bayi (3%) dari 120 juta bayi baru lahir mengalami asfiksia, hampir satu juta bayi ini meninggal. Menurut data dari Profil Kesehatan Indonesia dari semua rumah sakit di Indonesia didapatkan kematian terbanyak ialah berat badan lahir rendah resiko kematian pertama tertinggi 40,15% dan kedua tertinggi asfiksia saat lahir yaitu 25,13%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kehamilan dengan luaran asfiksia saat lahir di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari – Desember 2014. Jenis penelitian ini ialah deskriptif retrospektif menggunakan catatan rekam medik di ruang VK Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian memperlihatkan dari 1273 kasus bayi asfiksia, kehamilan dengan penyulit lebih banyak menderita asfiksia dibandingkan kehamilan tanpa penyulit. Penyulit kehamilan pada asfiksia derajat sedang 75% dan asfiksia derajat berat 70%. Tanpa penyulit kehamilan yaitu pada asfiksia derajat sedang 25% dan asfiksia derajat berat 30%. Didapatkan data tanpa penyulit kehamilan, primigravida(14,5%) lebih banyak menderita asfiksia dibandingkan multigravida. Berdasarkan umur ibu, bayi yang mengalami asfiksia terbanyak pada umur ibu 20-35 tahun (17,4%). Berdasarkan usia kehamilan, usia kehamilan aterm merupakan angka kejadian tertinggi pada bayi asfiksia (20%). Data penyulit kehamilan didapatkan gawat janin merupakan angka tertinggi menderita asfiksia (18,3%). Penyulit kehamilan lebih banyak menderita asfiksia dibandingkan tanpa penyulit kehamilan. Kehamilan tanpa penyulit didapatkan primigravida, umur ibu 20-35 tahun, dan usia kehamilan atterm merupakan penderita asfiksia terbanyak. Kehamilan dengan penyulit didapatkan gawat janin merupakan penderita asfiksia terbanyak. Kata kunci: kehamilan, asfiksia