Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA PERANCANGAN SMK PARIWISATA “BRILIANT” DI KOTA BANDUNG Caessar Kurniawan; Shirley Wahadamaputera
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2469.449 KB) | DOI: 10.59970/jas.v15i1.88

Abstract

Lembaga pendidikan formal menyiapkan peserta didik untuk memiliki keunggulan di dalam pendidikan kejuruan. SMK pariwisata merupakan pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan profesional di bidang pariwisata juga meningkatkan kualitas pelayanan dalam bidang pariwisata di Indonesia. Perancangan SMK Pariwisata “Briliant” ini menerapkan filosofi kreatif, yang diperlukan untuk membedakan keunggulan SMK dibanding SMA, melalui konsep arsitektur untuk mewakili aspek kreatifitas yang diterapkan pada desain bangunan yaitu desain yang ditandai dengan penerapan teknologi baru, dan penggunaan material yang ramah lingkungan untuk disesuaikan dengan masa kini dan tahun-tahun yang akan datang. Konsep Arsitektur modern pada perancangan SMK Pariwisata “Briliant” ini diterapkan pada desain yang tidak rumit dengan bentuk dasar denah persegi dan memanfaatkan lahan yang mengalami substraktif dan adiktif pada bentukan awal massa bangunan, diikuti dengan desain tanpa ornamen dari bangunan sehingga kesan modern dapat dicapai. Penerapan arsitektur modern ini diharapkan dapat menjadi jawaban terhadap desain bangunan pendidikan yang ramah lingkungan sebagai sarana meningkatkan kreatifitas di lingkungan pendidikan.
Tipologi Bangunan Cagar Budaya Karya A.F. Aalbers Di Kota Bandung: Transformasi Fungsi Hunian Menjadi Komersil Nurrahman, Ilham; Soewarno, Nurtati; Wahadamaputera, Shirley
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4507

Abstract

Kota Bandung menjadi pusat kegiatan pada era pemerintahan kolonial Belanda di Jawa Barat. Banyak bangunan karya arsitek Belanda di Kota Bandung yang bertahan hingga saat ini. Arsitek Belanda yang datang ke Kota Bandung adalah arsitek yang bekerja untuk perusahaan swasta salah satunya adalah A.F. Aalbers. Bangunan karyanya kini termasuk kedalam bangunan cagar budaya, namun seiring dengan tuntutan zaman beberapa bangunan mengalami transformasi fungsi. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana tipologi bangunan yang dimiliki dan transformasi yang terjadi pada bangunan karya Aalbers di Kota Bandung yang awalnya berfungsi hunian kini menjadi komersil. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggambarkan bagaimana kondisi bangunan setelah mengalami transformasi. Hasil yang didapatkan dengan beberapa parameter amatan adalah proses transfomasi yang terjadi didasari oleh faktor tertentu. Perubahan ruang dan sirkulasi disesuaikan dengan fungsi tanpa melanggar peraturan yang berlaku. Transformasi bangunan hunian menjadi komersil yang terjadi tidak hanya mencerminkan bentuk adaptasi bangunan dalam menjaga keberlangsungan bangunan kolonial dari masa ke masa tetapi juga berperan sebagai bagian konservasi dan pengembangan bangunan cagar budaya tersebut untuk tetap hidup.
Penerapan Arsitektur Modern Tropis Pada Perancangan Al-Bahru Islamic Boarding School di Ciburial Bandung Ardyananda, Muhammad Haris; Wahadamaputera, Shirley
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.13455

Abstract

ABSTRAK Pendidikan di Jawa Barat masih menghadapi tantangan, seperti kualitas yang tidak merata dan tuntutan pembentukan karakter di era globalisasi. Boarding school yang menggabungkan pembelajaran dan pemondokan dapat menjadi solusi dalam membentuk karakter kuat sebagai bagian dari standar pendidikan modern. Konsep arsitektur modern yang menekankan fungsi, kesederhanaan, dan penggunaan material baru dapat diterapkan tanpa mengabaikan kebutuhan desain di kawasan tropis. Kajian ini membahas bagaimana rancangan Al-Bahru Islamic Boarding School di Ciburial, Bandung, memadukan arsitektur modern dan tropis untuk merespons tantangan iklim. Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan holistik digunakan untuk memahami kebutuhan ruang. Rancangan ini berdasarkan analisis data tapak, literatur, dan studi banding yang diwujudkan dalam bentuk visual. Konsep modern tampak pada fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, ruang kelas fleksibel, laboratorium mutakhir, dan ramp untuk aksesibilitas difabel dan orang tua. Sementara itu, konsep tropis diterapkan melalui tata ruang, atap overstek lebar, bukaan besar untuk pencahayaan alami, dan secondary skin sebagai penghalang sinar matahari langsung.Hasil kajian menunjukkan bahwa perpaduan desain modern dan tropis menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan inspiratif. Boarding school ini diharapkan menjadi model bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan berkualitas di Jawa Barat. Kata Kunci: Pendidikan, Arsitektur, Modern Tropis, PendidikanABSTRACT Education in West Java still faces challenges, such as unequal quality and the need for strong character development in the era of globalization. Boarding schools that integrate learning and dormitory life offer a solution for fostering strong character as part of modern education standards. A modern architectural concept that prioritizes functionality, simplicity, and innovative materials can be applied while still meeting tropical design needs. This study explores how the design of Al-Bahru Islamic Boarding School in Ciburial, Bandung, combines modern and tropical architecture to address climate challenges. A qualitative descriptive method with a holistic approach is used to analyze spatial needs. The design is based on site analysis, literature reviews, and comparative studies, presented in visual illustrations. The modern concept is reflected in technology-based learning facilities, flexible classrooms, advanced laboratories, and ramps for accessibility for people with disabilities and parents. Meanwhile, the tropical concept is applied through spatial planning, wide overhanging roofs, large openings for natural lighting, and secondary skin facades to reduce direct sunlight exposure. Findings show that integrating modern and tropical designs creates a healthy, comfortable, and inspiring learning environment. This boarding school is expected to serve as a model for other institutions in West Java in creating a high-quality educational environment. Keywords: Education, Architecture, Education, Tropical Modernism
Penerapan Arsitektur Futuristik Pada Penerapan Taman Bunga Gardenia Themepark di Kabupaten Bandung Wafda Abdullah, Muhammad Daffa; Wahadamaputera, Shirley; Suryadini, Widya
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i2.9994

Abstract

ABSTRAK Tema taman tematik di Indonesia umumnya masih didominasi oleh taman bermain, padahal Indonesia memiliki kekayaan flora yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Kekurangan sarana rekreasi berbasis edukasi flora di Kabupaten Bandung mendorong perlunya pengembangan taman tematik bunga sebagai alternatif destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk mengidentifikasi potensi kawasan, kebutuhan pengunjung, serta strategi desain yang tepat dalam perancangan Gardenia Theme Park. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis tapak, dan kajian desain. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan gaya futuristik pada bangunan di dalam taman mampu menciptakan identitas visual yang unik dan menarik bagi pengunjung. Penataan tapak dirancang dengan skybridge yang menghubungkan hampir seluruh fasilitas sehingga mendukung sirkulasi ramah lingkungan dan memaksimalkan penyerapan air hujan. Elemen desain lainnya meliputi cottage bertipe pilotis yang memberikan pengalaman menginap di atas lanskap alami, green roof pada visitor center yang sekaligus menjadi area pertunjukan musik, serta tiga bangunan conservatory flora yang menampilkan koleksi tanaman Indonesia, Asia, dan mancanegara. Bentuk futuristik conservatory diwujudkan melalui massa menyerupai tetesan air dengan struktur space truss baja dan penutup atap low-e glass untuk mengoptimalkan cahaya dan menjaga kelembapan ruang. Temuan ini menunjukkan bahwa Gardenia Theme Park berpotensi menjadi solusi inovatif dalam menghadirkan sarana rekreasi yang edukatif dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung, dengan mengintegrasikan keindahan alam dan teknologi modern dalam satu kawasan. Kata kunci: taman tematik bunga, futuristik, kabupaten bandung  ABSTRACT Thematic parks in Indonesia are generally dominated by recreational playgrounds, despite the country’s rich floral diversity which holds significant potential to be developed as an attractive tourism asset. The limited availability of flora-based educational recreational facilities in Bandung Regency highlights the need for a flower-themed park as an alternative tourist destination. This study employs a descriptive–qualitative approach to identify site potentials, visitor needs, and appropriate design strategies for the development of the Gardenia Theme Park. Data were obtained through literature review, site analysis, and design studies. The design results indicate that applying futuristic architectural expressions within the park creates a distinctive visual identity that enhances visitor appeal. The site layout incorporates a skybridge system connecting most facilities, supporting environmentally friendly circulation and maximizing rainwater absorption. Additional design elements include pilotis-style cottages that provide a unique elevated lodging experience, a green roof on the visitor center that also functions as a live music venue, and three floral conservatories showcasing plant collections from Indonesia, Asia, and other regions. The futuristic character of the conservatories is articulated through building masses inspired by water droplets, supported by steel space-truss structures and low-e glass roofing to optimize daylight and maintain interior humidity. These findings demonstrate that the Gardenia Theme Park has strong potential to become an innovative recreational facility that is educational and environmentally sustainable for Bandung Regency, integrating natural beauty with modern technological advancements within a unified landscape. Keywords: thematic parks, futuristic, bandung regency area
Pemanfaatan Sumber Energi Alami Pada Perancangan Rumah Sakit Ibu Anak H.I.S Bandung Sari, Fitri Nisriina; Wahadamaputera, Shirley; Hartati, Etih
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i1.7558

Abstract

ABSTRAK Kota Bandung memiliki rumah sakit rujukan untuk berobat bukan hanya bagi masyarakat Bandung, tapi juga luar daerah, termasuk rumah sakit ibu dan anak. Sebuah rumah sakit yang mudah dijangkau moda transportasi antar kota dirancang berlokasi di jalan Kebon Jati, guna memenuhi kebutuhan sarana tersebut. Pelayanan rumah sakit ibu anak akan membutuhkan banyak energi untuk operasional kegiatannya. Rumah sakit H.I.S ini didesain dengan menerapkan konsep arsitektur hijau yang memperhatikan penghematan energi,melalui pemanfaatan sumber daya alami secara optimal dalam hal penghawaan dan pencahayaan di dalam bangunan pada area umum. Orientasi massa bangunan dipertimbangkan sebagai upaya pemanfaatan sinar matahari untuk memperoleh kualitas pencahayaan yang baik pada dekat koridor perimeter luar dan ruang rawat inap. Desain sistem ventilasi silang dengan bukaan jendela, diterapkan sebanyak mungkin untuk menghemat penggunaan AC pada peralihan dari ruang semi steril ke kotor. Desain semi basemen diangkat 120 cm dari muka tanah guna mengurangi penggunaan alat mekanis pada area parkir. Solar panel pada bangunan dimanfaatkan untuk penghematan penggunaan listrik, sedikit perawatan. Konsep ini akan memberikan dampak positif untuk menciptakan kesembuhan pasien dengan bangunan sekitarnya. Kata kunci: rumah sakit, arsitektur hijau, energi  ABSTRACT The city of Bandung has a referral hospital for treatment not only for the people of Bandung, but also outside the region, including a maternal and child hospital. A hospital that is easily accessible by means of inter-city transportation is designed to be located on Jalan Kebon Jati, to meet the needs of these facilities. Mother and child hospital services will require a lot of energy for operational activities. This HIS hospital is designed by applying the concept of green architecture that pays attention to energy savings, through optimal utilization of natural resources in terms of air conditioning and lighting in buildings in public areas. The orientation of the building mass is considered as an effort to utilize sunlight to obtain good lighting quality near the outer perimeter corridor and inpatient rooms. Cross ventilation system design with window openings, applied as much as possible to save the use of air conditioning in the transition from semi-sterile to dirty rooms. The semi- basement design is raised 120 cm from the ground to reduce the use of mechanical devices in the parking area. Solar panels in buildings are used to save electricity use, less maintenance. This concept will have a positive impact on creating healing for patients with the surrounding buildings. Keywords: hospital, green architecture,  energy