Akhir-akhir ini, anak-anak sering menjadi korban kekerasan di sekolah. Sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak sehingga potensi yang terdapat dalam diri anak dapat dikembangkan. Selain itu, guru yang menggunakan slogan sekolah ramah anak nyatanya belum mengimplementasikan sekolah ramah anak. Proses pembelajaran masih berpusat pada guru dengan gaya belajar, metode strategi, model yang sesuai dengan potensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sekolah ramah anak dalam perspektif teori belajar humanistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan library research. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan antara konsep sekolah ramah anak dengan teori belajar humanistik. Hal ini berdasarkan hasil dari kesamaan antara konsep sekolah ramah anak dengan teori belajar humanistik yang menitikberatkan pada pengembangan potensi siswa dan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kedua konsep ini sama-sama menitikberatkan pada memanusiakan manusia dengan menggunakan metode dan model pembelajaran yang ramah anak sehingga dapat mengoptimalkan potensi siswa.Kata kunci: sekolah ramah anak, teori belajar humanistik