Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

KECERNAAN BAHAN KERING, KECERNAAN BAHAN ORGANIK, PRODUKSI VFA DAN NH3 PAKAN KOMPLIT DENGAN LEVEL JERAMI PADI BERBEDA SECARA IN VITRO Widodo, Widodo; Wahyono, Fajar; Sutrisno, Sutrisno
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.497 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan leveljerami padi berbeda dalam pakan komplit terhadap nilai kecernaan danfermentabilitasnya. Penelitian dilakukan melalui 2 tahap yaitu penyusunan pakanserta analisis kecernaan dan fermentabilitasnya secara in vitro. Rancanganpercobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4perlakuan (P1, P2, P3 dan P4) dan 4 ulangan (U1, U2, U3 dan U4) yaitu P1 =Pakan komplit (25% jerami padi), P2 = Pakan komplit (30% jerami padi), P3 =Pakan komplit (35% jerami padi), P4 = Pakan komplit (40% jerami padi). Pakanpembanding disusun menggunakan sumber serat rumput gajah 70%. Parameteryang diamati meliputi KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3. Data yangdiperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam, dan apabila perlakuanberpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan taraf 5% untukmenguji perbedaan antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan level jerami padi berbedadalam pakan komplit tidak berpengaruh nyata terhadap nilai KcBK, KcBO,produksi VFA dan NH3. Rata-rata KcBK pada perlakuan P1, P2, P3 dan P4secara berturut-turut adalah 64,53; 63,36; 62,70 dan 60,93%, sedangkan rata-rataKcBO adalah 65,65; 65,14; 65,02 dan 62,92%. Rata-rata produksi VFA padaperlakuan P1, P2, P3 dan P4 secara berturut-turut adalah 122,50; 117,50; 112,50dan 110,00 mM, sedangkan rata-rata produksi NH3 adalah 3,57; 3,55; 3,30 dan3,27 mM. Rata-rata KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3 pakan pembandingsecara berturut-turut adalah 64,70%; 55,87%; 116,25 mM dan 6,02 mM.Berdasarkan hasil penelitian mengenai KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3pakan komplit dapat disimpulkan bahwa penggunaan jerami padi dengan level25% mampu menggantikan pakan pembanding yang menggunakan rumput gajahsebagai sumber seratnya.Kata Kunci : Pakan komplit, jerami padi, kecernaan in vitro.
KECERNAAN NUTRIEN DAN FERMENTABILITAS PAKAN KOMPLIT DENGAN LEVEL AMPAS TEBU YANG BERBEDA SECARA IN VITRO Wijayanti, Eka; Wahyono, Fajar; Surono, Surono
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.017 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan formulasi pakankomplit dengan penggunaan ampas tebu sebagai sumber serat yang berbeda terhadapKecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO), produksivolatille fatty acids (VFA) dan produksi amonia (NH3) secara in vitro. Rancanganyang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4ulangan yaitu R1 (Pakan komplit dengan kandungan ampas tebu 25%, R2 (Pakankomplit dengan kandungan ampas tebu 30%, R3 (Pakan komplit dengan kandunganampas tebu 35%) dan R4 (Pakan komplit dengan kandungan ampas tebu 40%). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pakan komplit dengan penggunaan level ampas tebu(25%, 30%, 35% dan 40%) secara in vitro memberikan pengaruh nyata (P<0,05)terhadap KcBK dan KcBO, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyataterhadap produksi VFA dan NH3. Rata-rata KcBK pada perlakuan R1, R2, R3 danR4 berturut-turut adalah 50,68; 49,46; 46,46 dan 45,62%. Rata-rata KcBO berturutturut56,06; 54,42; 51,76 dan 51,38%. Rata-rata VFA berturut-turut 154,50; 152,00;149,50 dan 143,25 mM. Rata-rata NH3 berturut-turut 3,99; 4,26; 4,08 dan 3,82 mM.Simpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi penggunaan level ampas tebudalam pakan komplit sebagai sumber serat, memberikan efek menurunkan kecernaanbaik BK, BO, VFA dan NH3. Pilihan terbaik dari keempat perlakuan yang diamatiadalah penggunaan ampas tebu sebagai sumber serat dalam pakan komplit sebanyak25%.Kata kunci: ampas tebu, KcBK, KcBO, produksi VFA, NH3, in vitro
PEMBERIAN OROK - OROK (Crotalaria usaramoensis) PADA RANSUM BURUNG PUYUH PERIODE LAYER TERHADAP LEMAK ABDOMINAL DAN LEMAK TELUR Kayatun, Kuter Kaswaningrum Sri; Mulyono, Mulyono; Wahyono, Fajar
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.114 KB)

Abstract

ABSTRACTThe research objective was to determine the extent of the effect of Crotalaria usaramoensis in the quail ration on abdominal and egg fat. The study was conducted on 18 November up to December 30, 2011 in Jamal Sari, District Mijen Semarang, Livestock and Food Science Laboratory of Nutritional Biochemistry Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used in this research were as many as 100 quail with 7-12 weeks of age, were given feed is concentrate, corn, fish meal, and Crotalaria usaramoensis (3%, 6%, 9%). The study design used was completely randomized design with 4 treatments and 5 replications, each replication consisted of five quail. T0 = ration without Crotalaria usaramoensis, T1 = ration with 3% Crotalaria usaramoensis, T2 = ration with 6% Crotalaria usaramoensis, T3 = ration with 9% Crotalaria usaramoensis. Parameters measured were ration consumption, egg production, abdominal fat, and egg fat. The data were statistically processed by analysis of the range and if there is a significant effect of treatment was continued multiple regions Duncan test at 5% level. The results showed that administration of Crotalaria usaramoensis (3%, 6%, 9%) in the quail ration layer period showed a significant effect on consumption, but had no effect on abdominal fat, egg fat, and egg production. The inference is that the provision of research Crotalaria usaramoensis for the purpose of egg quality (fat loss), which is best by giving 9%.Key words: Quail, Crotalaria usaramoensis, Abdominal and egg fat.ABSTRAKTujuan penelitian adalah mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian orok-orok (Crotalaria usaramoensis) pada ransum terhadap lemak abdominal dan lemak telur burung puyuh. Penelitian dilakukan pada 18 November sampai dengan 30 Desember 2011 di Dusun Jamal Sari, Kecamatan Mijen Kota Semarang, Laboratorium Ilmu Makanan Ternak dan Laboratorium Biokimia Nutrisi Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah burung puyuh betina sebanyak 100 ekor dengan umur 7-12 minggu, pakan yang diberikan adalah konsentrat, jagung, tepung ikan, dan orok-orok (3%, 6%, 9%). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. T0 = ransum tanpa orok - orok, T1 = ransum dengan 3% orok - orok, T2 = ransum dengan 6% orok - orok, T3 = ransum dengan 9% orok - orok. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, produksi telur, lemak abdominal, dan lemak telur. Data diolah secara statistik dengan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan uji wilayah ganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian orok-orok (3%, 6%, 9%) pada ransum burung puyuh periode layer menunjukkan pengaruh nyata pada konsumsi, tetapi tidak berpengaruh pada lemak abdominal, lemak telur, dan produksi telur. Simpulan penelitian adalah bahwa pemberian orok-orok untuk tujuan kualitas telur (penurunan lemak) yang paling baik dengan pemberian 9%.Kata Kunci: Burung Puyuh, Orok-orok, lemak abdominal, dan lemak telur.
STATUS DARAH DAN TITER NEWCASTLE DISEASE PADA BURUNG PUYUH PETELUR YANG DIBERI RANSUM MENGGUNAKAN TEPUNG DAUN OROK-OROK (Crotalaria usaramoensis) SEBAGAI SUMBER PROTEIN Ariyani, Siti Anisah; Wahyono, Fajar; Murwani, Retno
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.351 KB)

Abstract

The experiment was carried out to study of adding orok-orok (Crotalariausaramoensis) leaf meal in quail diets with different level on hemoglobin, PVC,and ND titer of layer quail. The data were analyzed by a Completely RandomizedDesign and continued with Duncan’s Multiple Range Test for differences. Theexperiment used 100 quail 7 weeks old which were randomly devided into 4groups and each group had repeated 5 times and each consisted of 5 quails. Thegroups were T0 (basal diet as a control), T1 (basal diet with 3% orok-orok leafmeal), T2 (basal diet with 6% orok-orok leaf meal), dan T3 (basal diet with 9%orok-orok leaf meal). Diets and water were offered ad libitum. Data werecollected during 35 days to obtain the data of total amount of protein intake,hemoglobin, and ND titer. PVC showed that there was no significant different(P>0,05). Conclusion of this research, orok-orok leaf meal can used quail layersdiet until 3%.Key Words: Orok-Orok Leaf Meal, Hemoglobin, Hematokrit, ND Titer.
PEMBERIAN DAUN Crotalaria usaramoensis SEBAGAI SUMBER PROTEIN RANSUM BURUNG PUYUH PERIODE GROWER TERHADAP ENERGI METABOLIS, RETENSI NITROGEN DAN EFISIENSI RANSUM Dianti, Rostika; Mulyono, Mulyono; Wahyono, Fajar
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.179 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of leaf C.usaramoensis with different percentage rate period quail grower diet for metabolicenergy, protein retention and diet efficiency. The material used in the study werefemale quail age of three weeks with an average body weight of 49,55 g ± 2.69with the amount 100 quail. Diet composed of three materials consist of wheat leafC. usaramoensis, concentrate of Charoen Pokpand and yellow corn. Diet researchcompiled by ± 24% protein content and metabolic energy ± 3000 kcal / kg. Thedesign used was completely randomized design with 4 treatments and 5replications and 5 tail quail for each experimental unit. Treatment research is T0(diet without leaf C. usaramoensis), T1 (diet with 3% leaf C. usaramoensis), T2(diet with 6% with leaf C. usaramoensis) and T3 (diet with 9% with leaf C.usaramoensis). Parameters measured were diet consumption, body weight,metabolic energy, nitrogen retention and diet efficiency. Processing data usinganalysis of variance to determine the effect of various treatments. The resultsshowed no significant difference (P> 0.05) due to the provision of leaf C.usaramoensis on metabolic energy, nitrogen retention and diet efficiency. Basedon the results of research on the provision of leaf C. usaramoensis to 9% the sameas the diet control so that leaf C. usaramoensis can be used as an alternativesource of protein feed ingredients in the diet quail.Key words : Crotalaria usaramoensis, metabolic energy, nitrogen retention, dietefficiency