Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Tinjauan Yuridis Keterlambatan Penerbitan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Banjar Gusti Widya; Wahyu Utami
Jantera Hukum Bornea Vol. 4 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Fakultas Hukum UVAYA Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.838 KB)

Abstract

Salah satu kebutuhan primer setelah kebutuhan sandang dan adalah memiliki rumah yang tentunya didirikan di atas sebidang tanah. Tanah ditempatkan sebagai suatu bagian penting bagi kehidupan manusia. Seiring dengan berkembangnya jumlah penduduk, kebutuhan akan tanah terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor keterlambatan dalam penerbitan sertifikat hak milik atas tanah pada kantor pertanahan Kabupaten Banjar dan untuk mengetahui akibat hukum penerbitan sertifikat hak milik atas tanah pada kantor pertanahan Kabupaten Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris. Sumber data dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data dan verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor keterlambatan dalam penerbitan sertifikat hak milik atas tanah pada kantor pertanahan Kabupaten Banjar antara lain ,Kurangnya sumber daya manusia, Setiap tahunnya Kantor pertanahan Kabupaten Banjar selalu meninggalkan berkas-berkas permohonan yang belum diselesaikan, Adanya berkas tidak lengkap atau kurang lengkap serta Kurangnya koordinasi antara pemohon hak dan Kantor Pertanahan Kabupaten Banjar dalam menentukan waktu untuk melaksanakan proses pengukuran dan penetapan batas-batas bidang tanah. Akibat hukum penerbitan sertifikat hak milik atas tanah pada Kantor Pertanahan Kabupaten Banjar adalah memberikan perlindungan hukum dan kepastian hukum terhadap pemegang hak atas tanah namun dalam hal pelayanan di kantor pertahanan yang terkesan lambat dalam menerbitkan sertifikat sehingga hal ini merugikan masyarakat pemohon sertifikat. Tidak ada peraturan yang mengatur akibat dari keterlambatan penerbitan sertifikat karena sertifikat itu sendiri adalah produk hukum.
PENETAPAN ADVERTISING, SALES PROMOTION, DAN DIRECT MARKETING PADA LE MAGNIFIQUE Wahyu Utami
Jurnal Performa : Jurnal Manajemen dan Start-up Bisnis Vol. 1 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/jp.v1i3.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan strategi advertising, sales promotions, dan direct marketing pada bisnis Le Magnifique untuk penjualan secara daring. Penelitian dilakukan dengan menggunakan peneliatian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Uji validitas dan reliabilitas data menggunakan keabsahan data yaitu member check dan analisis data yang digunakan yaitu mereduksi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Le Magnifique mendapatkan rumusan baru yang dapat ditetapkan untuk strategi advertising, sales promotions, dan direct marketing untuk diaplikasikan pada penjualan melalui Instagram guna untuk meningkatkan penjualan daring. Strategi pengiklanan yang baru adalah melakukan endorsement kepada fashion blogger. Promosi penjualan dengan memberikan potongan harga dalam bentuk voucher, giveaway, diskon harga pada hari besar atau tertentu. Pemasaran langsung dengan menambah akun Line official dan Instagram sebagai pendekatan kepada pelanggan.
Kajian Literatur: Suplementasi Vitamin D Mengurangi Tingkat Keparahan serta Mencegah dan Mengobati COVID-19 Ayuningtyas Istiqomah; Wahyu Utami
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 12, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2023.v12.i01.p02

Abstract

Supplementation can play a supporting role in COVID-19 patients, one of which is the provision of vitamin D supplementation. This study aims to discuss and examine the existing evidence regarding the effect of vitamin D supplementation in reducing severity and preventing/treating COVID-19. The method used is a literature study from various library sources that can be accessed using the PubMed and Google Scholar databases with the keywords [(“Vitamin D” OR “Vitamin D2” OR “Vitamin D3”) AND (“COVID-19” OR “Coronavirus Disease 2019” OR “SARS CoV 2”)]. Sixty-eight studies met the inclusion and exclusion criteria and are therefore included in this literature review. This study shows that the lower the level of vitamin D in the body, the higher the severity of COVID-19. In addition, the use of vitamin D supplementation has a positive effect on COVID-19 by reducing the risk of being infected with COVID-19, reducing the risk of death, and reducing the severity of COVID-19. This could be because vitamin D can enhance the innate immune system which is the body's first line of defense against pathogens and regulate the adaptive immune system to reduce cytokine storms, and has a potential protective role against acute respiratory distress syndrome by inhibiting the renin-angiotensin pathway. Therefore, vitamin D supplementation can be used as an additional treatment for COVID-19.
REVITALISASI HOTEL TUGU SEBAGAI BUTIK HOTEL Revi Sugiantoro; Wahyu Utami
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v3i2.48

Abstract

Setiap bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai dengan Undang-Undang RI No 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya selalu mempunyai nilai penting sehingga perlu dilestarikan. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya terbengkalai tidak terlestari dengan optimal, salah satunya yaitu Bangunan eks Hotel Toegoe yang berada di Kota Yogyakarta, seberang Stasiun Tugu.  Sementara di satu sisi, dalam perundang-undangan telah disebutkan adanya kewajiban pada bangunan cagar budaya memuat amanah untuk memanfaatkan dan mengembangkannya sesuai aturan yang berlaku. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan digambarkan metode alternatif pemanfaatan dan pengembangan Bangunan Eks Hotel Toegoe dengan tapak disisinya untuk dikembangkan sebagai hotel butik.  Pemilihan fungsi tersebut tidak bisa dilepaskan dari posisi bangunan yang berdekatan dengan Stasiun Tugu, Kawasan Malioboro, berada di sumbu imajiner dan juga berada di pusat kota.  Posisi strategis tersebut menjadi pertimbangan pengembangan desain butik dengan keistimewaan pada interior bangunan eks Hotel Toegoe dan bangunan barunya. Untuk mendukung fungsi tersebut, dalam tahapan desain yang menggunakan Metode lima langkahnya Mc Ginty dengan pendekatan Olah Desain Arsitektur Pusaka (ODAP) serta EBD (Evidence Based Design), maka tahapan yang dilakukan selain menjalani tahapan  permulaan dengan memahami status cagar budaya dan fungsi saat ini, persiapan dengan mengeksplorasi data sejarah dan eksisting bangunan serta kawasannya, yang dilanjutkan dengan memberikan alternatif (pengajuan usul) solusi pemanfaatan dan pengembangan yang dilanjutkan dengan eksekusi alternatif desain, serta selalu mengevaluasi alternatif desain dengan berbagai teori dan peraturan cagar budaya dan diakhiri pada desain terpilih.  Untuk menunjang tahapan tersebut, melalui pendekatan ODAP dan EBD yang mengkaji tentang alternatif olah desain atau pengembangan dengan berdasarkan bukti-bukti yang menyatakan bahwa bangunan tersebut layak untuk diolah untuk memperkuat dan minimal menjaga nilai-nilai penting bangunan yang terlihat dari bentuk/gaya arsitektur dan nilai penting lainnya. Sementara itu, pertimbangan POE (Post Ecupation Evaluation) digunakan untuk lebih menjelaskan fungsi yang tidak digunakan saat ini. Penerapan metode tersebut diharapkan mampu menjadi pertimbangan dalam pemanfaatan dan pengembangan bangunan cagar budaya sesuai peraturan perundang-undangan dan teori pelestarian. Olah Desain Arsitektur Pusaka (ODAP) dapat menjadi solusi untuk merancang dengan penerapannya metode adaptasi agar tidak merusak bangunan Eks Hotel Toegoe.
Study of Imageability in the Pajak Ikan Lama Medan Annisa Widhiyanti; Dwi Lindarto Hadinugroho; Wahyu Utami
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 8 No. 1 (2024): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v8i1.14467

Abstract

The Pajak Ikan Lama area is one of the old town commercial areas in Medan City that has a row of Chinatown shophouse buildings with various local trading activities. The rapid economic growth and modernization in this area is feared to have an impact on the physical aspects and spatial quality of the area that does not show its concept and aesthetics as an old town commercial area. The irregularity of activities that occur in this area also affects the condition of visitors in observing and understanding this area. These problems affect the imageability of the Pajak Ikan Lama area. The purpose of this research is to examine the formation of imageability of the Pajak Ikan Lama area based on its supporting qualities, such as legibility, enclosure, human scale, complexity, coherence, linkage, and transparency. The method used in this research is descriptive qualitative with case study research type. The results of this research are expected to reveal the formation of imageability of the Pajak Ikan Lama area based on its supporting qualities.
Pentingnya Pelayanan Kefarmasian secara Daring sebagai Konsekuensi Adanya Penerapan Physical Distancing saat Pandemi Covid-19 di Jawa Timur Susanto, Leonard; Setyoningrum Oktaviani; Siti Rahmaniah Sekaryadi; Vina Aulia Tri Andriana; Nurul Usmia; , Esti Rahayuningtyas; Hendrayanti Haniyah Putri; Brigitta Alvina Kumalasari; Dyan Churniawan Syaputra; Steven Guitomo; Atikah Luthfiyyah Sari; Bagus Dwi Zufar; Nadhifa Hanunnisa; Qonita Zulfa Rachmawati; Wahyu Utami
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.32944

Abstract

Coronavirus disease (Covid-19) pertama kali ditemukan pada tahun 2019 di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyebaran virus yang masif membuat organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi. Hal tersebut membawa perubahan dalam kehidupan bersosial akibat adanya kewajiban untuk menjaga jarak termasuk dalam mendapatkan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian secara daring dapat menjadi solusi dari adanya pembatasan sosial yang diterapkan selama pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara komunikasi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kefarmasian di masa pandemi dengan menerapkan physical distancing, mengetahui pelayanan kefarmasian yang dirasakan selama penerapan physical distancing, serta memberikan edukasi dalam rangka peningkatan pemahaman masyarakat jawa timur terhadap pelayanan kefarmasian secara daring. Berdasarkan klasifikasi menurut tujuannya, penelitian ini tergolong  sebagai penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Data didapatkan melalui survei menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini melibatkan 223 responden yang merupakan masyarakat Jawa Timur dengan mayoritas usia 21 tahun. Dari hasil penelitian diketemukan bahwa responden memiliki pengetahuan terkait physical distancing yang baik (98,2%) namun kurangnya kesadaran untuk mengimplementasikannya. Dalam pelayanan kefarmasian, responden merasakan adanya perubahan akibat penerapan pembatasan sosial saat pandemi. Sebagian besar responden memiliki ketertarikan untuk menggunakan pelayanan kefarmasian secara daring (82.96%) jika tersedia. Sebanyak 29,15% dari total responden pernah menggunakan pelayanan kefarmasian secara daring. Umumnya pelayanan didapatkan melalui aplikasi kesehatan (54,95%) dan whatsapp (35,16%) dengan frekuensi pemakaian yang rendah (1-2 kali dalam 6 bulan terakhir). Responden yang pernah menggunakan pelayanan kefarmasian secara daring memiliki intensi untuk memanfaatkannya kembali di masa yang akan datang. Namun, tidak semua apotek menyediakan layanan tersebut. Sehingga edukasi pelayanan kefarmasian menjadi penting untuk dilakukan guna mendukung penerapan physical distancing di masa pandemi COVID-19 ini.
Profil Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Obat Tetes Mata pada Mahasiswa Kota Surabaya Fiona Oktavia Putri; Amanda Amelia Istiqomatullaily; Mawar Ayu Setyo Ningrum; Aqillaning Sekar Arum; Lutfiyatus Zahroh; Jesica Amalia Marianti; Amira Solicha As'ad; Zahra Ashila Wardani; ‘Afif Amara Sofaria; Dian Furqoni; Intan Wahyu Ningrum; Mahisyura Zalsabila; Wahyu Utami
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.49048

Abstract

Penggunaan obat tetes mata saat ini semakin meningkat untuk mengatasi gangguan mata seperti mata kering. Kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang cara penggunaan obat tetes mata yang benar dapat mengurangi efektivitas terapi dan meningkatkan resiko bahaya dari penggunaan obat tetes mata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tetes mata pada mahasiswa di Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah  accidental sampling dengan analisis data secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara online melalui media google form. Parameter yang digunakan pada penelitian ini berfokus pada pengetahuan dan perilaku mahasiswa terhadap penggunaan obat tetes mata. Dari 232 responden diantaranya 30,2% merupakan laki-laki dan 69,8% perempuan dengan mayoritas mahasiswa non kesehatan sebesar 70,3%. Penelitian ini diawali dengan identifikasi pengetahuan responden terhadap jenis produk tetes mata dan penggolongannya cukup beragam dan sebanyak 64,5% mengetahui informasi tetes mata dari apoteker. Pengetahuan responden tentang penggunaan obat tetes mata tergolong cukup berdasarkan jawaban responden dari 5 pernyataan rata-rata jawaban benar yaitu 59,48%. Adapun perilaku mahasiswa dalam menggunakan obat tetes mata rata-rata jawaban benar dari empat pernyataan sebesar 45,20% sehingga masih tergolong kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan penggunaan obat tetes mata pada mahasiswa kota Surabaya tergolong dalam kategori cukup sedangkan perilaku tergolong dalam kategori kurang. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku terkait penggunaan obat tetes mata serta mengurangi bahaya dari penggunaan obat tetes mata yang kurang tepat.
Patient satisfaction with pharmacy services in Kediri city pharmacies Maharani Dwi Pratiwi; Abdul Rahem; Wahyu Utami
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patient satisfaction is considered an essential indicator of the outcomes of pharmaceutical services. This study aimed to assess patient satisfaction with the pharmaceutical services in Kediri, and to knowing what services that make patient feels satisfying. A cross sectional study was conducted by administering the questionnaire using accidentally sampling in 27 Pharmacy in Kediri. A questionnaire instrument using SERVQUAL method. Respondens were selected by accidental sampling. Gap results being the difference between what patient expects and what patient receives. Descriptive statistics were calculated for satisfaction scores in Tki Score and cartesian diagram by comparing perception and expectation. Data of 108 patients were analyzed. A negative score in Gap analyze. The overall Tki score was 82,64%. The services that must be maintained are services in the assurance dimension and the empathy dimension. In the services that are a low priority for improvement are the tangible dimension and the reliability dimension. There are no services that are a top priority for improvement because the patient is already satisfied. Overall, patients are satisfied with the services. Our study showed that patients in Kediri were the services is under expectation. The services that must be maintained are services in the assurance dimension and the empathy dimension. Patients in Kediri were feels satisfied with the pharmaceutical services provided
Pengaruh Employee Engagement terhadap Turnover Karyawan Gen Z Nolifa Collection Kota Solo Anisa Fitri Ulhusna; Wahyu Utami
Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2025): Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi, Juni, 2025
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/fe3ewx02

Abstract

Establishing a company certainly has various twists and turns and challenges that cannot be avoided, for example, employee turnover which has been rampant for several decades.The number of samples consisted of 31 employees and was carried out at Nolifa Collection Solo City. The research instrument was the result of adopting the UWES and the turnover intention scale. The results of the study show (1) The level of employee engagement of Gen Z Nolifa Collection employees is mostly in the low category with a percentage of 35% and medium with a percentage of 55%. (2) The turnover rate of Gen Z Nolifa Collection employees is in the high category with a percentage of 74%. (3) this means that the lower the employee engagement, the higher the turnover and vice versa. The R-squared value is 0.363, indicating that employee engagement contributes 36.3% to turnover, with the remaining 63.7% influenced by other factors not examined.