Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RADIASI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK YANG DITIMBULKAN PERALATAN LISTRIK DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Jumingin; Atina; Joni Iswan; Nur Haziza; Balina Ashari
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 7 No. 2 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 7 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v7i2.17267

Abstract

Telah dilakukan penelitian radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan peralatan listrik di Lingkungan Universitas PGRI Palembang khususnya Fakultas Sains dan Teknologi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar medan listrik dan medan magnet yang dihasilkan peralatan listrik dan membandingkannya dengan nilai ambang batas radiasi gelombang elektromagnetik yang diperbolehkan di lingkungan kerja. Metode yang dipergunakan adalah pengukuran langsung di lapangan dilakukan secara direct reading. Pengukuran dilakukan selama 12 hari kerja, dengan jarak pengukuran 0cm dan 15cm dari alat elektronik. Hasil penelitian menunjukkan besarnya jangkauan kuat medan listrik dan medan magnet yang ditimbulkan peralatan elektronik adalah pada jarak 0cm 14 – 2000 V/m dan 0 – 677 µT dan pada jarak 15cm 101 – 721 V/m dan 0 – 17,03 µT. Kuat medan listrik yang ditmbulkan masih berada di bawah ambang batas kecuali oleh TV dan kuat medan magnet oleh Komputer, TV dan kipas angin berada di atas ambang batas yang diperbolehkan.
Studi Kualitas Kimia Air Pada Kawasan Mangrove Hutan Lindung Air Telang Kabupaten Banyuasin Jumingin; dewi, Dewi Rosanti; Giyanto; Kamisah; Rahmawati
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.17811

Abstract

Penelitian tentang studi kualitas kimia air pada kawasan mangrove Hutan Lindung Air Telang Kabupaten Banyuasin telah  dilakukan dari bulan Juli hingga November 2024, untuk membandingkan kualitas air sungai Musi melalui sifat kimia, pada 5 stasiun berdasarkan tipe vegetasi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menentukan pengambilan sampel bahan uji dan mengukur kualitas air yang dilakukan dengan purposive sampling, disesuaikan dengan zonasi mangrove. Stasiun pertama di kawasan pasir timbul, stasiun kedua di  zona Avicennia, stasiun ketiga di zona Sonneratia, stasiun keempat di zona Nypa dan stasiun kelima dizona Rhizophora.Analisis data dilakukan di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan meliputi sifat kimia (DO, COD dan BOD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air secara kimia di kawasan mangrove Hutan Lindung Air Telang memenuhi baku mutu air kelas II, sehingga sangat baik untuk kehidupan biota akuatik yang dalam pengembangannya dapat dijadikan sebagai kawasan pertambakan. Kata Kunci:  Mangrove, BOD, COD, DO
Penyuluhan pengelolaan dan kesehatan, keselamatan kerja di Laboratorium IPA SMAN 6 Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan Arief Setiawan, Andi; Jumingin; Lumbantoruan, Parmin; Rahmawati; Iswan, Joni; Charolina Sihombong, Sagita
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v1i1.11491

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertemakan penyuluhan pengelolaan dan kesehatan, keselamatan kerja (K3) dilakukan di laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMA Negeri 6 Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Hal ini didasarkan oleh kajian awal yang menunjukkan bahwa guru dan siswa IPA (biologi, fisika, dan kimia) belum sepenuhnya memahami cara mengelola laboratorium dan menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kegiatan PKM menggunakan metode kolaboratif partisipatif, yang menggabungkan metode ceramah dan demonstrasi. Peserta yang terlibat terdiri dari 30 siswa dan 10 guru IPA yang diberi angket sebagai dasar penilaian kegiatan PKM. Dari hasil kegiatan PKM, 90% siswa dan guru memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan dan K3 di laboratorium.
Sistem Pengelolaan Sampah Dengan Prinsip 3R Di SMAN 1 Pulau Beringin Kabupaten Oku Selatan Emilia, Ita; Eddy, Syaiful; Arief Setiawan, Andi; Saputra, Wahyu; Jumingin; Septinar, Helfa; Panca Putri, Yunita; Anggraini, Parasmita
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Kemas Journal - Juli - Desember
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v1i2.13572

Abstract

Sampah secara sederhana dapat diartikan sebagai segala barang padat yang tidak terpakai lagi. Seringkali sampah menimbulkan masalah yang serius jika tidak dikelola dengan tepat. Manajemen pengelolaan sampah yang kompleks dengan multi tahapan, mulai dari sampah dihasilkan pada tingkatan rumah tangga, sampah industri atau sampah agraris, pengumpulan sampah, transportasi sampah, fasilitas-fasilitas pengelolaan sampah sampai pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah harus mendapat perhatian yang serius dari semua komponen masyarakat dengan tujuan memperkecil pencemaran yang dapat ditimbulkan. Dengan melihat permasalahan di atas, maka kami bermaksud melakukan   sosialisasi kepada peserta didik/siswa dan guru dengan tema kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Pengelolaan Sampah dengan Prinsip 3R di SMAN 1 Pulau Beringin Kabupaten Oku Selatan”. Program PkM ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam hal pemanfaatan dan pengelolaan sampah yang dihasilkan dalam kegiatan sehari-hari terutama sampah yang berasal dari lingkungan sekolah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Dalam kegiatan ini diberikan contoh pemanfaatan sampah di lingkungan sekolah menjadi sesuatu yang berguna, misalnya pemanfaatan pipet plastik minuman menjadi bunga hias, dan stik ice cream menjadi miniatur hiasan rumah.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Dalam Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Upaya Preventif Kesehatan Sara Surya; Jumingin; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Household medicinal plants (TOGA) represent an initiative to utilize plants with medicinal properties to improve public health through self-reliance. The use of medicinal plants can serve as an easily accessible and relatively safe alternative to traditional medicine for addressing various minor health complaints. However, the utilization of medicinal plants in the community remains suboptimal due to a lack of knowledge regarding the types of medicinal plants and how to use them. This community service activity aims to improve the community’s knowledge and skills in developing family medicinal plants as a preventive measure to maintain health. Implementation methods include health education on the benefits of medicinal plants, training in planting and maintaining TOGA, and community assistance in managing TOGA gardens. The results of the activity indicate an increase in community knowledge regarding medicinal plants as well as increased community participation in the utilization of family medicinal plants. The TOGA development program can serve as a strategy to enhance community self-reliance in maintaining health. Keywords: Family Medicinal Plants, Community Empowerment, Preventive Health, Public Health. ABSTRAK Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemanfaatan tanaman yang memiliki khasiat obat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri. Pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh serta relatif aman digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan. Namun, pemanfaatan tanaman obat di masyarakat masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat serta cara pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan tanaman obat keluarga sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai manfaat tanaman obat, pelatihan penanaman dan pemeliharaan TOGA, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan kebun TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program pengembangan TOGA dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Preventif, Kesehatan Masyarakat