Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi dan Pendampingan Pembuatan MP-ASI pada Ibu-ibu Petani dalam Upaya Pencegahan Stunting Dwining Handayani; R.A. Helda Puspitasari; Ayu Dewi Nastiti; Erik Kusuma
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v2i2.2260

Abstract

Permasalahan stunting di Indonesia masih menjadi skala prioritas, berbagai upaya dilakukan pemerintah cukup banyak mulai desa sampai pusat berupaya menurunkan kejadian stunting. Desa Mojoparon salah satu desa di Kabupaten Pasuruan dengan tingkat perekonomian baik dan kategori desa berkembang dan mayoritas ibu-ibunya aktif namun memerlukan pendampingan dalam pembuatan MP-ASI untuk anak-anak balita mereka. Pentingnya pemenuhan gizi dan variasi makanan untuk anak-anak menurut ibu-ibu merupakan salah satu upaya menurunkan stunting Kabupaten Pasuruan yang masih tinggi, sehingga diperlukan, kesadaran masyarakat akan pentingnya MP-ASI untuk balita. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan ibu-ibu tentang pembuatan MP-ASI dalam upaya pencegahan stunting. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu- ibu petani yang mempunyai anak balita berjumlah 25 orang. Metode pelaksanaan pengabdian dengan ceramah dan demonstrasi membuat MP-ASI dengan bahan hasil tanaman pekarangan. Setelah diberikan pendampingan pembuatan MP-ASI terdapat antusiasme dan wawasan tentang pembuatan MP-ASI meningkat. Hasil peningkatan wawasan ibu-ibu yaitu 88% baik, 8% cukup dan 4% kurang. Setelah pendampingan ini diharapkan dapat diterapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat sehingga kejadian stunting dapat dicegah.
The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Coastal Areas Dwining Handayani; Erik Kusuma; Helda Puspitasari; Ayu Dewi Nastiti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.065 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.967

Abstract

Stunting is a physical growth disorder characterized by a decrease in the speed of growth that occurs due to a lack of nutritional intake in children in the first 1000 days of life. The prevalence of stunting in Pasuruan Regency is high, at 22.5%. The area with the highest prevalence of stunting is the coastal area. This study aims to determine the factors that cause stunting in children under five in the coastal area of Pasuruan. The results showed that from the 17 variables analyzed, 6 factors have formed that influence the incidence of stunting in coastal areas, including high parental education factors, history of infectious diseases, economy, breastfeeding, family structure and nutrition of pregnant women. The results showed that from the 17 variables analyzed, 6 factors have formed that influence the incidence of stunting in coastal areas, including high parental education factors, history of infectious diseases, economy, breastfeeding, family structure and nutrition of pregnant women. The results showed that from the 17 variables analyzed, 6 factors have formed that influence the incidence of stunting in coastal areas, including high parental education factors, history of infectious diseases, economy, breastfeeding, family structure and nutrition of pregnant women. An integrated and multi-sectoral program is needed to increase family income, family knowledge related to balanced nutrition and the growth and development of toddlers to reduce the incidence of stunting. Abstrak: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan yang terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan. Prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan tergolong tinggi, yaitu 22,5%. Wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi adalah wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor penyebab stunting pada balita di daerah pesisir Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini adalah balita stunting berusia 24 - 60 bulan sebanyak 51 orang yang dipilih dengan teknik quota sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2021. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan uji KMO dan Bartlett's Test. Hasil penelitian menunjukkan dari 17 variabel yang dianalisis terbentuk 6 faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah pesisir antara lain tinggi faktor pendidikan orang tua, riwayat penyakit infeksi, ekonomi, pemberian ASI, struktur keluarga dan nutrisi ibu hamil. Perlu program yang terintegrasi dan multisektoral untuk meningkatkan pendapatan keluarga, pengetahuan keluarga terkait gizi seimbang dan tumbuh kembang balita untuk mengurangi kejadian stunting.
PEMBERIAN TRIPOD POSITION DAN PURSED-LIP BREATHING PADA PASIEN PPOK DENGAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF Wulandari, Eka Ananda Agustina Lilis; Ida Zuhroidah; Ayu Dewi Nastiti; Mokh. Sujarwadi; Dimas Hadi Prayoga; Fatimah Zahra; Nadia Rohmatul Laili
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/3fnhq480

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, serta menjadi penyebab kematian ketiga menurut WHO pada tahun 2019. Di Indonesia, prevalensi PPOK terus meningkat dengan gejala utama sesak napas akibat pola napas tidak efektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas tripod position dan pursed-lip breathing pada pasien PPOK di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Desain penelitian kuantitatif deskriptif eksploratif dengan pendekatan observasi. Subjek penelitian adalah seorang pasien PPOK berusia 65 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi tripod position dan pursed-lip breathing diberikan selama tiga hari, dengan penilaian kondisi respirasi melalui frekuensi napas, penggunaan otot bantu, rasio inspirasi-ekspirasi, saturasi oksigen, dan tingkat sesak berdasarkan skala Borg. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif. Setelah intervensi, frekuensi napas menurun dari 26 menjadi 20 kali/menit, saturasi oksigen meningkat dari 94% menjadi 99%, dan tingkat sesak berkurang dari skala Borg 6 (berat) menjadi 2 (ringan). Penggunaan otot bantu pernapasan dan flaring cuping hidung tidak ditemukan lagi, serta rasio inspirasi-ekspirasi membaik dari 1:3 menjadi 1:2. Tripod position dan pursed-lip breathing efektif memperbaiki pola napas tidak efektif pada pasien PPOK, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan klinis.
Mitigasi Kesehatan Anak: Optimalisasi Air Bersih, Sanitasi, Nutrisi Mewujudkan Generasi Tangguh Bebas Stunting R. A. Helda Puspitasari; Ayu Dewi Nastiti; Dwining Handayani; Erik Kusuma
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.916

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan dimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat dikarenakan kekurangan gizi ataupun kekurangan akses kebersihan lingkungan pada anak. Kabupaten Pasuruan menempati urutan nomor 3 di Jawa Timur dengan prevalensi stunting 30,7% dan Desa Pager pada tahun 2024 menyumbang peningkatan prevalensi stunting sebesar 10%. Rendahnya penggunaan air bersih, sanitasi dan penyediaan nutrisi di area pertanian Desa Pager menjadi fokus pada pengabdian kali ini karena bakteri, virus, parasit yang tersebar melalui air yang terkontaminasi dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh anak. penyelesaian masalah yang diajukan adalah Pengembangan Desa Binaan (Probang Debi) yang akan diimplementasikan pada Mitra, yakni penekanan angka kejadian stunting melalui optimalisasi penggunaan air bersih, sanitasi dan nutrisi dalam mewujudkan generasi tangguh bebas stunting di area pertanian Desa Pager melalui program Mitigasi Kesehatan Anak. Program yang ditawarkan dalam kegiatan ini yaitu berupa pembentukan tim mitigasi, KIE dan juga kegiatan pelatihan. Dalam pelaksanaannya warga sangat antusias dan menerima kegiatan tersebut, dimana hal tersebut dapat dilihat dari keaktifan warga dalam mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan. Hasil evaluasi kegatan menunjukkan terdapat perubahan yang siginifikan dalam hal pengetahuan dan perilaku warga terkait dengan stunting dan cara pencegahannya.
Community-Led Health Education and Social Mobilization for Improving Stunting Prevention Behavior Erik Kusuma; Ayu Dewi Nastiti; Dwining Handayani; R.A. Helda Puspitasari; Iis Rahmawati
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 4: October 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.4.323-332

Abstract

Background: Stunting remains prevalent in Indonesia’s coastal regions, where social norms and resource limitations hinder the implementation of preventive practices. In Tapa’an Village, Pasuruan, these challenges are compounded by the influence of extended family, unstable income, and restricted access to clean water. This study aimed to evaluate the effect of a community-led health education program combined with digital reinforcement on mothers’ stunting-prevention behaviors, using the Theory of Planned Behavior (TPB) framework.Method: A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted with 57 mothers of children under five. Data on attitude, subjective norms, perceived behavioral control, and behavioral intention were collected using validated questionnaires. Statistical analyses included paired t-tests and ANOVA to assess mean differences, and Pearson correlation to explore inter-domain relationships, chosen to capture both magnitude and interaction of behavioral change.Result : Significant improvements were found across all TPB constructs (p < 0.001) with large effect sizes (η² > 0.80). The most substantial change occurred in behavioral intention, driven by enhanced attitudes and social approval. Mothers described greater motivation, confidence, and collective encouragement after receiving digital reminders. The integration of participatory learning and digital cues effectively transformed individual awareness into a shared community practice. Digital reinforcement uniquely sustained motivation beyond group sessions, especially among digitally active mothers in extended families. Despite the design’s lack of a control group and short observation period, findings highlight the model’s potential for adaptation in coastal maternal health programs. Embedding digital reinforcement into Puskesmas activities could strengthen long-term stunting prevention efforts.
Penguatan Resiliensi dan Optimalisasi GENZI dalam Meningkatkan Berat Badan Balita Stunting di Wilayah Pertanian Ayu Dewi Nastiti; R.A.Helda Puspitasari; Dwining Handayani; Erik Kusuma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27207

Abstract

 ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini membahas masalah stunting di wilayah pertanian, dengan fokus di Desa Pager, Kabupaten Pasuruan, di mana kekurangan gizi anak masih tinggi. Subjek sasaran adalah 30 ibu dengan balita stunting. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan ibu dan mengoptimalkan Program Genzi (Gerakan Sadar Gizi) untuk meningkatkan berat badan balita dan mengurangi prevalensi stunting. Metode yang digunakan meliputi kegiatan terstruktur seperti pendidikan tentang gizi seimbang, pelatihan praktis dalam mengolah makanan bergizi lokal, dan pemantauan kesehatan berkelanjutan. Pendekatan partisipatif berbasis masyarakat digunakan dengan melibatkan tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat setempat. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu (29,6%), sikap (27%), dan praktik (28,6%). Setelah tiga bulan intervensi, stunting menurun menjadi 6,7%. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas ibu melalui pendidikan berbasis sumber daya lokal dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengurangi stunting di wilayah pertanian. Kata Kunci: Stunting, Program Genzi, Nutrisi Anak. ABSTRACT This community service addresses the issue of stunting in agricultural areas, focusing on Pager Village, Pasuruan Regency, where child malnutrition remains high. The target subjects were 30 mothers with stunted toddlers. The purpose was to strengthen maternal resilience and optimize the Genzi Program (Nutrition Awareness Movement) to improve toddler weight and reduce stunting prevalence. The method included structured activities such as education on balanced nutrition, practical training in processing local nutritious food, and continuous health monitoring. A community-based participatory approach was used involving health workers and local leaders. The results showed a significant increase in maternal knowledge (29.6%), attitude (27%), and practice (28.6%). After three months of intervention, stunting decreased to 6.7%. This indicates that strengthening mothers' capacity through local resource-based education can be an effective strategy to reduce stunting in rural areas. Keywords: Stunting, Genzi Program, Child Nutrition.