Sulistiana Susanti, Suryane
Bagian Keilmuan Keperawatan Maternitas Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS FISIK LANSIA DENGAN HIPERTENSI: FACTORS RELATED TO PHYSICAL ACTIVITY AMONG ELDERLY WITH HYPERTENSION Roslaini Roslaini; Asniar Asniar; Suryane Sulistiana Susanti
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v16i2.612

Abstract

Kekerasan Aktivitas fisik pada lansia dapat meningkatkan kesehatan, mengurangi risiko beberapa penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup seseorang. Aktivitas fisik secara teratur dapat mencegah dan mengobati penyakit tidak menular seperti hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi di Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 221 lansia dengan hipertensi di Aceh Utara, yang dipilih dengan tehnik simple random sampling. Formulir data demografi, International Physical Activity Questionare (IPAQ) dan kuesioner Stopping Elderly Accidents, Deaths and Injuries (STEADI) digunakan sebagai alat pengumpulan data. Analisa data menggunakan dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan pada variabel jenis kelamin (p =0.04), jumlah keluarga (p = 0,02) risiko jatuh (p = 0,00). Diharapkan Puskesmas dan pihak terkait dapat mempertimbangkan determinan tersebut, dalam merencanakan dan mengimplementasikan intervensi untuk meningkatkan aktivitas fisik, pada lansia dengan hipertensi di Aceh Utara.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN ADAPTASI LINGKUNGAN SANTRI Tazkia Nurasla; Suryane Sulistiana Susanti; Neti Hartaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak sedikit santri yang tidak sanggup menyesuaikan diri di lingkungan pesantren. keberadaan orang tua pada masa remaja sangat penting untuk menumbuhkan jati diri, kondisi lingkungan dan kemampuan dalam penyesuaian dirinya. Keluarga menjadi tempat ternyaman untuk santri saat cemas dan stres di lingkungan barunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan adaptasi lingkungan pada santri Dayah Modern Darul ‘Ulum Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsS Darul ‘Ulum Banda Aceh, menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 110 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan dua alat ukur yaitu kuesioner Perceived Social Support from Family (PSS-Fa) dan kuesioner Adaptasi lingkungan. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan adaptasi lingkungan pada santri Dayah Modern Darul ‘Ulum Banda Aceh (p-value 0,004). Diharapkan perawat kesehatan keluarga untuk bekerjasama dengan keluarga terutama dalam meningkatkan dukungan penilaian pada remaja.
Pelatihan Kapabilitas Kader Kesehatan Dalam Mendampingi Keluarga Balita Stunting di Kabupaten Tegal Dessie Wanda; Hayati, Happy; Sulistiana Susanti, Suryane; Adawiyah, Robiyatul; Astuti, Astuti; Adelia, Hazrina; Nur Emiria, Windi; Ayu Syaiful, Afifah; Ayu Puspitasari, Endang
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.835

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana pertumbuhan anak terhambat akibat malnutrisi jangka panjang yang berakibat perkembangan yang lebih lambat dari anak seusianya. Intervensi pada anak stunting dilakukan secara komprehensif mulai dari tatanan keluarga. Dimana posisi petugas kesehatan terdekat dengan lingkungan keluarga adalah para petugas puskesmas. Dalam pelaksanaan pendekatan keluarga, petugas puskesmas dibantu oleh kader-kader kesehatan. Masalahnya, seringkali kader kesehatan masih ditemukan belum begitu dalam dan komprehensif pengetahuannya untuk mendampingi keluarga maupun balita stunting. Salah satu daerah di Indonesia yang angka stuntingnya masih tinggi adalah Kabupaten Tegal. Berdasarkan uraian-uraian diatas, solusi program yang dapat dilakukan adalah membekali kader kesehatan untuk mendampingi keluarga yang memiliki balita stunting di daerah Tegal. Program yang diberikan adalah pemberian edukasi ke kader kesehatan terkait stunting dan cara mendampingi para keluarganya, mendamping kader kesehatan melakukan pengukuran antropometri di posyandu, dan memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting kepada para ibu hamil. Acara diadakan selama dua hari dengan hari pertama penyampaian materi dan hari kedua praktik di posyandu. Jumlah peserta adalah sebanyak 20 kader kesehatan. Adanya rangkaian program ini diharapkan dapat memandu kader posyandu dan para calon ibu untuk dapat mencegah stunting serta mengurangi angka stunting di wilayah tersebut.
EFEKTIVITAS MULTIMEDIA BREASTFEEDING EDUCATION AND REFLECTION PROGRAM (MEDIBERPRO) PADA IBU PRIMIPARA Siti Maria Ladia Paradisa Syitra; Asniar Asniar; Suryane Sulistiana Susanti
NURSE: Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 2 (2025): NURSE : Journal of Nursing and Health Sciences
Publisher : Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/nurse.v4i2.46969

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding (EBF) is the main source of nutrition for babies aged 0-6 months. Several factors related to exclusive breastfeeding are breastfeeding self-efficacy (BSE), attitude, and knowledge of EBF. One recommended method to improve these efforts is to provide multimedia-based education. This study aims to determine the effectiveness of the Multimedia Breastfeeding Education and Reflection Program (MediBERpro) in increasing BSE, knowledge, and attitudes about breastfeeding among primiparous mothers. Method: This research used a quasi-experimental design with pre- and post-tests in the control and intervention groups. The data was collected by an online form involving 93 respondents of primiparous mothers obtained by the snowball technique, and were randomly assigned as the control group (n = 51) or the intervention group (n = 42). Results: The results in the intervention group demonstrated a difference with the control group, where the P value <0.05 [BSE (0.000), knowledge (0.000), attitude (0.000)]. The intervention group between the pre-test and post-test scores demonstrated a significant difference with P value <0.05 [BSE (0.000), knowledge (0.000), and attitude (0.000)]. Conclusion: The conclusion is that MediBERpro can significantly increase BSE, knowledge, and attitudes among primiparous mothers. Therefore, MediBERpro is applicable to increase the EBF rate. 000) and attitude (0.000)). The conclusion is that MediBERpro can significantly increase BSE, knowledge, and attitudes among primiparous mothers. Therefore, MediBERpro is applicable to increase the rate of EBF. 000) and attitude (0.000).   Keywords: Academic burnout, nursing students, peer assessment, self-efficacy
Peningkatan Kesiapsiagaan Psychological First Aid pada Wilayah Rawan Kebakaran Tambora Mustikasari; Dian Fitria; Suryane Sulistiana Susanti; Ria Utami Panjaitan; Ice Yulia Wardani; Yudi Ariesta Chandra; Giur Hargiana; Firhan Nurfalah; Akbar Nur; Azwar; Ghaida Awad Elradi Mohamed
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2: Juli 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i2.965

Abstract

Bencana kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dan dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis pada masyarakat terdampak. Psychological First Aid (PFA) menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan dukungan psikososial awal pada situasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan tim Psychological First Aid (PFA) di wilayah rawan kebakaran Tambora. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pretest and post-test design pada 40 peserta (tim PFA). Kegiatan dilakukan melalui edukasi, pelatihan, simulasi, dan praktik lapangan kepada 80 keluarga di wilayah Kelurahan Tambora. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan tim PFA dan lembar observasi performance. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kesiapsiagaan peserta dari 61,35 ± 9,12 pada pretest menjadi 65,40 ± 5,82 pada post-test dengan peningkatan sebesar 4,05 poin atau 6,6% (p < 0,001). Selain itu, sebagian besar masyarakat memiliki tingkat kesiapsiagaan dalam kategori baik setelah diberikan edukasi dan praktik lapangan. Pelatihan PFA berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan psikososial masyarakat pada wilayah rawan kebakaran. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana berbasis komunitas.
Maternal Outcomes in Deliveries with Placenta Accreta Spectrum: A Systematic Review Rizki Selly Apriliani; Suryane Sulistiana Susanti; Wiwit Kurniawati; Imami Nur Rachmawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5867

Abstract

Postpartum hemorrhage is a leading complication, causing approximately 75% of maternal deaths. Placenta accreta spectrum (PAS) is characterized by the abnormal invasion of placental trophoblasts into the uterine myometrium, increasing the risk of severe hemorrhage. Globally, PAS incidence has risen, ranging from 0.2% to 0.9% of all pregnancies, primarily due to the increasing number of cesarean deliveries. Other maternal outcomes can also occur in mothers with PAS cases. Objective: this systematic review aims to describe maternal outcomes in deliveries involving PAS. Method: this systematic review study uses the PRISMA guidelines for literature search through databases, including ScienceDirect, ProQuest, Wiley, and Taylor and Francis, focusing on cohort and case-control studies. Thirteen articles in English published between 2019–2024 were analyzed, with 2,455 for total samples. Results: the study identified maternal outcomes, including hemorrhage, organ injury, infections, thromboembolism, vesicovaginal fistula, intensive care admission, and maternal death, with hemorrhage being the most significant complication. Recommendation: Optimal PAS management requires a combination of technology-based strategies, multidisciplinary collaboration, and well-planned interventions to reduce maternal morbidity and mortality.