Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Masyarakat tentang  Penyakit Periodontal pada Ibu Hamil, Risiko pada Kehamilan dan Pencegahannya Khoman, Johanna A.; Wowor, Vonny N.S.; Wahyuni, Rizka
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5z7v3621

Abstract

Perubahan hormonal pada ibu hamil meningkatkan kerentanan terhadap terhadap inflamasi gusi dan penyakit periodontal. Inflamasi gusi atau gingivitis merupakan manifestasi yang paling sering terjadi pada ibu hamil dan jika tidak diatasi dapat berlanjut menjadi periodontitis. Periodontitis berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur, preeklamsia, bayi lahir dengan berat badan rendah  (BBLR). Untuk mengurangi risiko komplikasi, ibu hamil perlu diberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta hubungannya dengan kehamilan. Masyarakat sebagai kader kesehatan gigi dapat diberdayakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam bentuk pelatihan kader kesehatan gigi ini  bertujuan untuk mendidik  kader sebagai perpanjangan tangan yang efektif guna menyebarluaskan informasi tentang kesehatan gigi mulut yang berdampak pada kehamilan. Kegiatan ini telah dilakukan di desa Kima Bajo yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Wori, melibatkan 18 peserta  pada tanggal 1 September 2025 dan pendampingan lapangan yang dilakukan di Puskesmas Wori pada tanggal 23 Oktober 2025. Media bantu yang digunakan yakni ppt dan in focus, model gigi, serta poster. Hasil pelatihan kader ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader secara numerik.  Analisa hasil pengukuran pre-test dan post-test dengan  metode Normalized Gain (N-Gain) menunjukkan skor rata-rata N-Gain untuk pengetahuan sebesar 0,66 (peningkatan sedang) dan skor rata-rata keterampilan 0,84 (peningkatan tinggi). Perolehan skor N-Gain menunjukkan pemberian edukasi dalam pelatihan cukup efektif (66%) meningkatkan pengetahuan, dan pelatihan keterampilan efektif (84%) meningkatkan keterampilan perserta pelatihan.