Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH ANYAMAN BAMBU AMPEL SEBAGAI TULANGAN ALTERNATIF PELAT BETON TERHADAP KUAT LENTUR DAN POLA RETAK Nanin Meyfa Utami; Erno Widayanto; Annisa Rahmadina; Trismi Ansyah Yogi Pratama
Construction and Material Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Construction and Material Journal Vol. 8 No. 1 Mei 2026
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v8i1.8371

Abstract

Concrete is a material composed of cement, fine aggregate, coarse aggregate, and water. It has high compressive strength but low tensile strength; therefore, reinforcement is required to improve flexural performance. Steel reinforcement is commonly used, but its cost and availability make alternative materials attractive. This study investigates ampel bamboo weaving as a substitute for steel reinforcement in concrete slabs. Bamboo strips with dimensions of 56 × 2 × 0.2 cm were soaked for three weeks and woven into four configurations: dense single-cross weave, loose single-layer weave, loose double-layer weave, and a steel D8 reference slab. Thirteen specimens were tested, consisting of three specimens for each bamboo variation and three steel-reinforced comparison specimens. Flexural capacity and crack pattern were evaluated through experimental testing and yield-line theory. The loose double-layer weave produced the highest average flexural capacity of 4.85 kN·m, while the steel-reinforced slab reached 8.90 kN·m. Observed cracks generally formed an intersecting pattern that initiated at the center of the slab and propagated toward the edges, which is consistent with yield-line theory. The results show that ampel bamboo weaving can be used as an alternative reinforcement, although its capacity remains below that of steel.
Pengaruh Panjang Fiber Kawat Terhadap Perilaku Lentur Balok Beton Bertulang Deka Larasati; Ketut Aswatama W; Erno Widayanto
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1407

Abstract

Sifat getas beton bertulang saat menerima tegangan tarik masih menjadi tantangan dalam aplikasi struktural. Penambahan serat kawat merupakan inovasi untuk meningkatkan perilaku lentur balok beton bertulang. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi panjang serat kawat terhadap perilaku lentur balok beton bertulang. Beton bertulang dengan penambahan serat kawat telah dikenal mampu meningkatkan kapasitas lentur dan daktilitas beton. Namun, panjang serat yang digunakan dapat mempengaruhi distribusi serat dalam campuran beton dan mempengaruhi pola retak serta daya dukung balok. Eksperimen ini dilakukan dengan variasi panjang serat kawat 0 cm, 3 cm, 4 cm, 5 cm, serta kombinasi dari ketiga panjang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang serat 5 cm dan kombinasi memberikan peningkatan kapasitas lentur tertinggi, mencapai 10,46 MPa dibandingkan dengan balok tanpa serat 7,85 MPa. Persentase peningkatan daktilitas berkisar antara 10.99% hingga 33.93%, dengan peningkatan tertinggi terjadi pada balok dengan kombinasi serat kawat dengan lendutan maksimum mencapai 10,85 mm pada kombinasi fiber, dibandingkan dengan 8,10 mm pada balok tanpa serat. Distribusi pola retak juga lebih merata, mengurangi risiko kegagalan mendadak. Hasil ini menunjukkan bahwa panjang serat optimal dapat meningkatkan perilaku lentur beton bertulang dengan tetap menjaga distribusi serat yang seragam dalam matriks beton. Studi ini berkontribusi pada pengembangan teknologi material beton bertulang dengan memberikan rekomendasi panjang serat kawat yang optimal untuk meningkatkan kinerja struktural.