Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Materi Ajar BIPA Melalui Budaya Lokal Jawa Timur Suher, Suher; Hermoyo, Panji
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.869

Abstract

Materi ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) baru dikenalkan kepada mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada semester genap 2015/2016. Buku ajar yang digunakan sebatas buku umum BIPA. Tujuan dari penelitian adanya pengembangan materi ajar dengan pengenalan budaya lokal dan makanan khas Jawa Timur kepada orang asing melalui pembelajaran BIPA. Metode yang digunakan menggunakan penelitian pengembangan (research and development). Pengembangan bahan ajarnya berupaya menggali berbagai potensi kekayaan budaya dan makanan khas di Jawa Timur. Materi ajar BIPA akan mengajarkan bahasa Indonesia dan pengenalan budaya di Indonesia untuk orang asing/ mahasiswa asing yang belajar di Indonesia, sehingga orang asing yang bekerja di Indonesia tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga mengenal dan paham budaya lokal di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Hasil dari buku ajar tentang kebudayaan dan makanan khas Jawa Timur salah satunya ludruk, reog, karapan sapi, lontong balap, rujak cingur  dan tahu campur. Dari prosentase angket yang sudah divalidasi, kurang setuju ada enam butir pernyataan dengan rata-rata tidak lebih dari 10 %. Mahasiswa yang menyatakan setuju antara 32 % sampai 74 %. dan yang sangat setuju  21 % sampai 68 %.Sehingga mahasiswa yang lulus di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya akan mempunyai buku ajar berkualitas sehingga  menjadi guru BIPA yang profesional. Kata kunci: BIPA, Budaya, Materi Ajar
Peranan Budaya Lokal Dalam Materi Ajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Hermoyo, R. Panji; M, Suher
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2b (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2b.1060

Abstract

Materi ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) masih sangat asing ditelinga sebagian masyarakat. Bahkan dikalangan akademik juga masih awam, karena mata kuliah ini masih baru dan belum banyak dikenal luas masyarakat. Buku ajar BIPA juga sangat terbatas, hanya kalangan tertentu saja yang memilikinya. Budaya lokal khususnya di Jawa Timur sangat beragam. Budaya lokal ini yang natinya bisa digunakan dalam materi ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing agar mahasiswa asing benar-benar seperti hidup dinegaranya sendiri. Tujuan penelitian ini adanya peranan budaya lokal yang dapat dijadikan materi BIPA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini tentang beberapa peranan budaya lokal Jawa Timur seperti; reog, karapan sapi, ludruk dan okol yang bisa dijadikan referensi pengenalan bahasa dan budaya Indonesia ke mahasiswa asing yang belajar di Indonesia. Sehingga dosen maupun guru yang mengajar mahasiswa asing lebih mudah mendidik dan mengenalkan  bahasa Indonesia.KataKunci: budaya lokal, BIPA, materi
PKM Edukasi dan Konservasi: Pengenalan Ekosistem Mangrove bagi Siswa Sekolah Dasar Berbasis Virtual Reality sebagai Media Pembelajaran Interaktif Daesusi, Ruspeni; Wahyudi, Dedy; Suher, Suher; Rusdiyanti, Ekita; Solikah, Amanat
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20813

Abstract

Background: Indonesia, as a coastal country, possesses abundant biological resources, among which the mangrove ecosystem plays a crucial role in maintaining ecological balance, protecting coastlines, and providing habitats for marine life. However, the younger generation’s understanding of the ecological functions of mangroves remains limited, including in Bulak District, Surabaya City. The Community Empowerment Partnership Programme (PKM) on Mangrove Ecosystem Education based on Virtual Reality (VR) was implemented at SD Muhammadiyah 9 Surabaya with the aim of enhancing students’ environmental literacy and improving teachers’ capacity in utilizing digital learning media. Methods: This programme involved socialization, teacher training, VR media implementation, mentoring, and evaluation through student pre-tests and post-tests. Results: The results indicated a significant improvement in students’ understanding of mangrove ecosystems, as reflected by higher post-test scores compared to pre-test scores. Teachers also demonstrated enhanced skills in operating VR media and designing participatory learning activities. Conclusions: Active collaboration among the community service team, schools, and committees contributed to the programme’s success and ensured the sustained use of VR media as an innovative learning strategy. Overall, the integration of VR in environmental education has proven effective, positively impacting students’ ecological literacy, teacher competency development, and sustainable technology-based learning models in coastal areas.
KRISIS EKOLOGI DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE: KAJIAN EKOKRITIK GREG GARRARD Lisa Firnanda; Ridlwan Ridlwan; Suher Suher
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v9i2.1282

Abstract

The relationship between humans and nature has been an important topic in many fields. Man's view of nature has changed throughout History, from a more harmonious view with nature to a more exploitative view. Human activities have caused environmental damage and loss of biodiversity. The focus of this research is the ecological crisis that occurs in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye based on Greg Garrard's concept of ecocriticism. The purpose of this research is to describe the ecological crisis that occurs in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye based on Greg Garrard's concept of ecocriticism. This research method is descriptive qualitative. The research data source is the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. The results showed that there are several forms of ecological crisis that occur, namely: deforestation, ecosystem pollution, floods and droughts, land reduction, natural explotation, and the extinction of endemic animals.
REPRESENTASI KEKERASAN DALAM NOVEL NAMAKU ALAM KARYA LEILA S. CHUDORI: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA JOHAN GALTUNG Isma Sholihah; Mas’ulah Mas’ulah; M Ridlwan; Suher Suher
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14610

Abstract

ABSTRACT The experience of violence in Namaku Alam does not end when past political events come to an end; instead, it continues to shape how characters are treated, perceived, and positioned within social life. Leila S. Chudori’s novel (2023) serves as the object of this study to explore how the legacy of violence operates through the interplay of actions, social structures, and cultural constructions. The study draws on Johan Galtung’s Triangle of Violence within the perspective of literary sociology, employing a qualitative-descriptive approach and content analysis. The data, consisting of words, phrases, sentences, dialogues, monologues, and narratives related to violence, were obtained through repeated reading and systematic note-taking, then classified and interpreted according to their contextual occurrence. The findings reveal three interconnected layers of violence. Direct violence appears through arrests, torture, murder, intimidation, insults, and sexual violence; structural violence operates through institutional discrimination, restrictions on rights and mobility, passport revocation, and exclusion; while cultural violence manifests through stigma, labeling, prejudice, bullying, and the normalization of exclusion. Their interconnectedness demonstrates that stigma can reinforce discrimination, discrimination can create space for direct violence, and the overall process sustains intergenerational trauma and injustice. ABSTRAK Pengalaman kekerasan dalam Namaku Alam tidak berakhir ketika peristiwa politik masa lalu selesai, tetapi terus hadir melalui cara tokoh diperlakukan, dinilai, dan ditempatkan dalam kehidupan sosial. Novel Leila S. Chudori (2023) tersebut menjadi objek kajian untuk menelusuri bagaimana warisan kekerasan bekerja melalui hubungan antara tindakan, struktur sosial, dan konstruksi budaya. Penelitian ini berpijak pada teori Segitiga Kekerasan Johan Galtung dalam perspektif sosiologi sastra, dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan teknik content analysis. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, monolog, serta narasi yang berkaitan dengan kekerasan diperoleh melalui pembacaan berulang dan pencatatan sistematis, kemudian diklasifikasikan serta ditafsirkan berdasarkan konteks kemunculannya. Hasil kajian memperlihatkan tiga lapisan kekerasan yang saling terhubung. Kekerasan langsung muncul melalui penangkapan, penyiksaan, pembunuhan, intimidasi, penghinaan, dan kekerasan seksual; kekerasan struktural berlangsung melalui diskriminasi institusional, pembatasan hak dan mobilitas, pencabutan paspor, serta pengucilan; sedangkan kekerasan kultural beroperasi melalui stigma, pelabelan, prasangka, perundungan, dan normalisasi pengucilan. Keterhubungan ketiganya memperlihatkan bahwa stigma dapat menopang diskriminasi, diskriminasi membuka ruang bagi kekerasan langsung, dan keseluruhan proses tersebut mempertahankan trauma serta ketidakadilan antargenerasi.