Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penyuluhan dan Pembuatan Hidroponik untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat pada Lahan Terbatas di Kelurahan Gandaria Selatan Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan Eko Adhy Setiawan; Hinijati Widjaja
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JAMSI - Januari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1034

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu kegiatan penghijauan dalam pelestarian di lingkungan perkotaan dengan lahan terbatas. Hidroponik dapat dijadikan wadah usaha dalam skala mikro dan skala makro. Pembuatan hidroponik dilakukan dengan sistem mengalirkan air nutrisi sehingga tanaman tumbuh dengan baik dan optimal, teknik ini disebut Deep Flow Technique. Setelah bahan-bahan hidroponik, peralatan dan lokasi ditentukan, maka baru dimulai kegiatan tersebut. Adapun kegiatan pelatihan hidroponik yang dilaksanakan tiap tahun oleh Yayasan Titikbalik Lestari Nusantara Jakarta, bidang: Sub. Pelatihan dan penyuluhan yang saat ini memiliki kesempatan melaksanakan kegiatan pengabdian ke masyarakat di RT 006/RW 004, Kel. Gandaria Selatan, Kec. Cilandak Jakarta Selatan. Metode yang digunakan Participatory Action Research (PAR), bertujuan adanya perubahan dalam pola pikir secara sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam rangka menciptakan transformasi sosia dan ekonomil, mengingat permasalahan yang dihadapi masyarakat masih minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan panen. Adapun solusi yang ditawarkan narasumber adalah pelatihan yang bertujuan memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat. tentang bagaimana teknik budidaya hidroponik. Hasil manfaat kegiatan bagi Masyarakat: bertambah pengetahuan dan mengerti serta memahami teknik budidaya hidroponik, terdiri dari teknik dasar budidaya hidroponik, pemilihan jenis-jenis tanaman, cara memasarkan, cara menghitung keuntungan bagi masyarakat yang mempunyai panen hidroponik berlebih.
Evaluation of Outdoor Physical Maintenance in the Rectorate Area of the University of Indonesia Rizal Maulana Ardani Satrio Anggoro; Qurrotu ‘Aini Besila; Rini Fitri; Eko Adhy Setiawan
Journal of Synergy Landscape Vol. 3 No. 1 (2023): Vol. 3 No. 1 August 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v1i1.17606

Abstract

The University of Indonesia boasts numerous green open spaces, including the Rector's Area. However, both the softscape and hardscape elements of the University of Indonesia Rectorate Area need to be well-maintained. The outdoor space's physical maintenance needs to meet standard requirements. This study aims to describe the softscape and hardscape conditions in the rectorate area of the University of Indonesia. Qualitative methods were employed for this investigation. Data was gathered via direct observations and interviews concerning the maintenance conditions at the University of Indonesia campus. A descriptive data analysis was conducted to discuss the identified problems. The findings indicate that the Rectorate Area of the University of Indonesia covers both softscape and hardscape maintenance activities. The maintenance of trees, shrubs, and plants aligns with the existing standards, while hardscape maintenance fails to meet these requirements due to several substandard elements. These maintenance issues encompass bus stops, bicycle stands, pedestrian pavements, and seating areas. Attention must be paid to various aspects, including rust, as this indicates the need for repainting.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN MASA PANDEMI UNTUK BUDIDAYA TANAMAN HERBAL DI SMAN 65 JAKARTA Setiawan, Eko Adhy; Budiyanti, Rully Besari; Supriyatna, Yayat; Syabilla, Ovia
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.066 KB) | DOI: 10.31938/jai.v1i1.372

Abstract

AbstractA new regular life change has occurred in the school environment. Teachers must be able to set an example to implement healthy behaviour, especially during a pandemic. The school environment has a significant role in changing health behaviour. The purpose of the service is to apply knowledge and provide education to educators, students, and school managers to cultivate herbal plants in the school environment in realizing the health of the school environment during the pandemic. The method used in implementing this service activity is the lecture method by providing counselling about the use of the school environment for the cultivation of herbal plants at the 65 Jakarta State Senior High School. The service results showed that the service activities at the 65 Jakarta State Senior High School were running smoothly, and the counselling took place online. This service activity will increase knowledge, insight, and educators, students, and school managers can understand the importance of implementing the school environment for cultivating herbal plants in realizing healthy behaviour changes during a pandemic. AbstrakPerubahan kehidupan normal yang baru ada pada lingkungan sekolah. Guru-guru harus bisa memberikan teladan agar bisa menerapkan perilaku sehat, terutama di masa pandemik. Lingkungan sekolah mempunyai andil yang cukup besar dalam mengubah perilkau sehat. Adapun tujuan pengabdian adalah menerapkan pengetahuan dan memberikan edukasi kepada para pendidik, peserta didik dan pengelola sekolah untuk dibudidayakan tanaman herbal di lingkungan sekolah dalam mewujudkan kesehatan lingkungan sekolah masa pandemi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah dengan memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan lingkungan sekolah untuk budidaya tanaman herbal di Sekolah Menengah Atas Negeri 65 Jakarta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian di Sekolah Menengah Atas Negeri 65 Jakarta berjalan lancar dan penyuluhan berlangsung secara daring. Kegiatan pengabdian ini akan meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pendidik, peserta didik serta pengelola sekolah mampu memahami pentingnya penerapan lingkungan sekolah untuk budidaya tanaman herbal dalam mewujudkan perubahan perilaku sehat dalam masa pendemik.
GREEN OPEN SPACE PADA KOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN Eko Adhy Setiawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i2.184

Abstract

Penelitian deksripsi kualitatif ini membahas metode green open space system yang diterapkan di Kota Tangerang. Dengan tujuan jenis ruang terbuka hijau apa saja yang dapat dimanfaatkan dalam pembentukan green open space system di Kota Tangerang untuk meningkatkan luasan ruang terbuka hijau. Metode yang dilakukan dengan menginventarisasi dan identifikasi ruang terbuka hijau, kemudian dilakukan pemetaan ruang terbuka hijau berdasarkan tata guna lahan. Menggunakan analisis data sebagai upaya mendeskripsikan data sehingga tersusun pengetahuan yang tersembunyi di dalam data. Analisis juga mengubah data yang sulit dipahami menjadi mudah dan dikomunikasikan. Teknik yang digunakan untuk secara deskriptif dan over lay, yang digunakan untuk menemukan ruang terbuka hijau yang sesuai dengan karakteristik tata guna lahannya (land use), untuk  menghasilkan profil ruang terbuka hijau sebagai green open space system (GOS System), sebagai upaya meningkatkan luasan ruang terbuka hijau di Kota Tangerang  Banten.
HEALING PARK TAMAN MATARAM: REALIZING A SUSTAINABLE JAKARTA CITY THROUGH GREEN INFRASTRUCTURE Eko Adhy Setiawan; Olivia Seanders
Journal of Synergy Landscape Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 Februari 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v4i2.22516

Abstract

Rapid urbanization in Jakarta has caused an increasing need for green open space (RTH) to solve environmental and social problems. Mataram Park in South Jakarta is a green open space (RTH) that has been converted into a Healing Park to improve the physical and mental well-being of the community, especially in facing the psychosocial impact of the COVID-19 pandemic. This article discusses the application of the Healing Park or Therapeutic Garden concept in Taman Mataram as part of the green infrastructure that supports sustainable development in Jakarta. This research uses a descriptive-analytical approach with field observations and interviews to analyze the park's design and its ecological benefits. The research results show that Mataram Park provides various benefits, such as soil and water conservation, climate change mitigation, and improved air quality. In addition, this park improves people's quality of life by providing space for social interaction, relaxation, and physical activity. Implementing Healing Park has proven effective in reducing stress, improving physical and mental well-being, and providing a space that supports social interaction in urban areas. This research suggests expanding environmentally friendly green spaces and integrating technology in park design to support urban sustainability.
Hidroponik di Lahan Terbatas Widjaja, Hinijati; Setiawan, Eko Adhy; Herika; Indrayaka, Azzukruft
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik di lahan terbatas sudah mulai banyak diterapkan di berbagai perkotaan mengingat lahan diperkotaan juga semakin terbatas. Tujuan kegiatan memberikan penyuluhan dan pelatihan hidroponik di lahan terbatas yang diperuntukkan untuk warga yang mempunyai rumah dengan lahan ruang luarnya terbatas. Metode menggunakan Participatory Action Research (PAR) bertujuan merubah pola pikir ke warga agar menjadi sistematis kolaboratif dan berkeberlanjutan, mengingat warga kurang memahami hidroponik bagian pemanfaatan panen. Sedangkan pendekatan hidroponik berpola sederhana, dengan system mengalirkan air nutrisi, metode ini lebih mudah bagi pemula, dan disebut Deep Flow Technique. Hasil kegiatan pengabdian ke warga ditujukan untuk warga RT 006/ RW 004 Kel. Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan bekerjasama dengan Yayasan Titikbalik Lestari Nusantara Jakarta, bideng Sub Pelatihan dan Penyuluhan. Hasil warga dapat lebih paham mengerti teknik budidaya hidroponik sederhana, memahami bagaimana pemeliharaan jenis-jenis tanaman, marketing panen hidroponik, bagi warga yang dapat memanen hidroponik berlebih.
STUDI KELAYAKAN FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK Akbar, Fahmi Ali; Widjaja, Hinijati; Krisantia, Ina; Setiawan, Eko Adhy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The University of Indonesia (UI) is the benchmark for all universities in Indonesia. The University of Indonesia has several faculties and general (supporting) areas. One of them is the Library as an educational area, the University of Indonesia Library is expected to have more advantages compared to other educational areas. The incomplete supporting functions in the University of Indonesia Library Area and the untapped potential such as the Kenanga Lake in the same area can be a topic in developing the design. Therefore, the purpose of this study is to examine the user's perception of the function of open space which is qualitative in nature and to map the user's behavioral tendencies. This is to find out the guidelines for library landscape design based on visitors' perceptions of the function of open spaces, where the knowledge, experience, and needs of visitors will be used as the basis for measuring the design of the library landscape. This study used a qualitative method with stratified random sampling using a closed Likert scale (1-5) questionnaire with primary and secondary data collection. Thus, this research and landscape design is expected to create an educational environment that becomes a better place to learn.Abstrak: Universitas Indonesia (UI) menjadi acuan bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Universitas Indonesia memiliki beberapa fakultas dan umum (penunjang). Salah satunya Perpustakaan sebagai kawasan pendidikan, Perpustakaan Universitas Indonesia diharapkan memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan kawasan pendidikan lainnya. Belum lengkapnya fungsi penunjang di Kawasan Perpustakaan Universitas Indonesia dan potensi yang belum tergarap seperti Danau Kenanga di kawasan yang sama dapat menjadi topik dalam pengembangan desain. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi pengguna terhadap fungsi ruang terbuka yang bersifat kualitatif dan memetakan kecenderungan perilaku pengguna. Hal ini untuk mengetahui pedoman perancangan lansekap perpustakaan berdasarkan persepsi pengunjung terhadap fungsi ruang terbuka, dimana pengetahuan, pengalaman, dan kebutuhan pengunjung akan digunakan sebagai dasar pengukuran desain lansekap perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan stratified random sampling menggunakan kuesioner skala Likert tertutup (1-5) dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Dengan demikian, penelitian dan desain lansekap ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang menjadi tempat belajar yang lebih baik. 
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN VERTICAL GARDEN DI LAHAN TERBATAS RW 05 DESA KUTABARU KAB. TANGERANG Widjaja, Hinijati; Setiawan, Eko Adhy; Herika, Herika; Widyotomo, Muhammad Ridwan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.46455

Abstract

Hidroponik diterapkan menjadi vertical garden di lahan terbatas, dimana masih belum banyak diterapkan di berbagai perkotaan, meskipun lahan diperkotaan juga semakin terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan vertikal garden di lahan terbatas dengan menggunakan metode hidroponik yang diperuntukkan untuk warga RW 05 RT 09 Desa Kutabaru Kecamatan Pasar Kemis Kab. Tangerang, yang mempunyai rumah dengan lahan ruang luarnya terbatas. Metode pengabdian menggunakan Participatory Action Research (PAR), bertujuan merubah pola pikir ke warga agar menjadi sistematis kolaboratif dan berkeberlanjutan, mengingat warga kurang memahami hidroponik bagian pemanfaatan panen. Sedangkan pendekatan hidroponik berpola sederhana, dengan system mengalirkan air nutrisi, metode ini lebih mudah bagi pemula, dan disebut Deep Flow Technique. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa warga dapat lebih paham dan mengerti teknik budidaya hidroponik sederhana, memahami bagaimana pemeliharaan jenis-jenis tanaman, marketing panen hidroponik, bagi warga yang dapat memanen hidroponik berlebih khususnya bagi warga RT 009/ RW 005 Kel. Kutabaru, Kecamatan Pasar Kamis, Kab. Tangerang bekerjasama dengan Yayasan Titikbalik Lestari Nusantara Jakarta, bidang Sub Pelatihan dan Penyuluhan.
POTENTIAL DEVELOPMENT OF THE SERPONG LAGOON TANGERANG AREA BASED ON VISUAL AESTHETICS Anisa Rumondang Ristanti; Qurrotu ‘Aini Besila; Setiawan, Eko Adhy
Journal of Synergy Landscape Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3 No. 2 Februari 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v1i2.19562

Abstract

 Serpong Lagoon is located in Tangerang, Banten, which is a real estate area with affordable prices for middle- and upper-middle-class families, covering an area of 30 square hectares. Serpong Lagoon has quite diverse facilities and infrastructure. This area has three existing lakes located in open-space areas and in settlements, but there is a lack of utilization of the visual aesthetic potential and good aesthetic quality of the site. The purpose of this research is to find out the potential of visual aesthetics on the site by using the design principles that form the visual landscape and to find out the aesthetic aspects as the basis for developing landscape design, both spatial arrangement activities and visual aesthetics in the area. This research uses the method, namely SBE (Scenic Beauty Estimation). The result of this research is an increase in the visual aesthetic value of the landscape, based on the research assessment.
Evaluasi Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur Hijau di Kabupaten Tangerang Setiawan, Eko Adhy; Widjaja, Hinijati
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.7222

Abstract

Green infrastructure development is an urgent need in metropolitan buffer zones such as Tangerang Regency, which face pressures from urbanization, industrialization, and environmental degradation. This study aims to evaluate the construction and development of green infrastructure in Tangerang Regency, focusing on its ecological, social, and governance functions. Using a qualitative approach with a case study design, the research was conducted over six months through in-depth interviews with stakeholders, field observations of green open spaces, city parks, and infiltration wells, and a review of policy documents and official reports. The results indicate that green infrastructure has had a positive impact on reducing microclimate temperatures, increasing social interaction, and partially reducing stormwater runoff. However, its distribution remains unequal, maintenance is minimal, community participation is unequal, and coordination between agencies tends to be fragmented. The study's conclusions emphasize that the success of green infrastructure cannot be measured solely by physical achievements; instead, sustainability, equitable access, and multi-stakeholder collaboration must be considered. This research's contribution lies in providing a multidimensional evaluation framework that can serve as a reference for local governments and stakeholders in designing more equitable, inclusive, and sustainable green infrastructure policies.