Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

GAMBARAN KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 1 JANUARI 2012 - 31 DESEMBER 2013 Lomboan, Pricilia S.; Mamengko, Linda; Wantania, John
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8338

Abstract

Abstract: In ectopic pregnancy, fertilized ovum is implanted and grows not in a normal place in the endometrium of the uterine cavity. If such pregnancy is threatened to an abortion then it is called threatened ectopic pregnancy. This study aimed to obtain the description of ectopic pregnancy at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado related to age, husband’s job, marriage status, parity, pregnancy age, history of abortion, history of fluor albus, implantation site, and hemoglobin level. This was a retrospective descriptive study. The population consisted of all patients treated at Department of Obstetrics Gynecology Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital from January 1, 2012 - December 31, 2013. The results showed that of the 49 cases of ectopic pregnancy most of the patients were at the age of 21-35 year (65.30%); their husbands did not have any jobs (77.55%); married (73.46%); parity of 2 (32.65%); pregnancy age <8 weeks (55.10%); had no history of abortion (65.30%) or of fluor albus (81.63%); location in ampullae of uterine tube (97.95%); Hb level 9-10 g% and >10 g% (32.65%).Keywords: ectopic pregnancy, threatened ectopic pregnancyAbstrak: Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan ovum yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh tidak di tempat yang normal yakni endometrium kavum uteri. Bila kehamilan tersebut mengalami proses pengakhiran (abortus) maka disebut kehamilan ektopik terganggu (KET). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kehamilan ektopik terganggu di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dari segi umur, pekerjaan suami, status perkawinan, paritas, usia kehamilan, riwayat abortus, riwayat keputihan, lokasi implantasi, dan kadar Hb. Penelitian ini mnggunakan metode deskriptif retrospektif. Populasi ialah seluruh pasien yang dirawat di Bagian Obstetri Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2012 – 31 Desember 2013. Hasil penelitian memperlihatkan dari 49 kasus KET, pasien terbanyak berumur 21-35 tahun (65,30%); suami yang tidak bekerja (77,55%), status menikah (73,46%), paritas 2 (32,65%), usia kehamilan <8 minggu (55,10%), tanpa riwayat abortus (65,30%), tanpa riwayat keputihan (81,63%), lokasi pada ampula tuba (97,95%), serta kadar Hb 9-10 g% dan Hb >10 g% (32,65%).Kata kunci: kehamilan ektopik, KET
KARAKTERISTIK DAN LUARAN PREEKLAMPSI DI RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO Silomba, Wahyuni; Wantania, John; Kaeng, Joice
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.1166

Abstract

Abstract: Maternal mortality is still one of the world health problems. It was estimated that  more than 536,000 women per year died due to labor. In 2007, Indonesia maternal mortality rate (MMR) was 248 per 100,000 live births, which was the highest among SoutheastAsia countries. The most frequent cause of maternal mortality is hypertension in pregnancy. The insidence of pre-eclampsia in Indonesia is approximately 3-10% of all cases of pregnancies, which is 23.6 per 1,000 births. This study aimed to determine the characteristics and outcomes of pre-eclampsia in Prof. Dr. R.D Kandou General Hospital Manado. This was a retrospective descriptive study. Data were obtained from the medical records of pre-eclampsia patients from January 1 until December 31, 2011 at the Department of Obstetrics Gynecology Clinic. There were 328 patients admitted to the hospital with a diagnosis of pre-eclampsia or eclampsia. The data consisted of 121patients with mild pre-eclampsia, 103 patients with severe pre-eclampsia, 86 patient with superimposed pre-eclampsia, and 18 patients with eclampsia. Maternal deaths were 11.1 %. Perinatal deaths in mild preeclampsia were 1.6%; in severe preeclampsia 3.8%; in super-imposed pre-eclampsia 3.5%; and in eclampsia 11.1%. Conclusion: The most frequent cases of pre-eclampsia were mild pre-ecxlampsia, followed by severe pre-eclampsia, super-imposed pre-eclampsia, and eclampsia respectively. Perinatal deaths were the highest in eclampsia cases. Keywords: preeclampsia, superimposed, eclampsia, maternal death, perinatal death.     Abstrak: Kematian ibu masih merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Diperkirakan lebih dari 536.000 ibu per tahunnya meninggal akibat persalinan.Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2007 adalah 248 per 100.000 kelahiran hidup, yang tertinggi dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara. Salah satu penyebab kematian ibu bersalin paling sering yaitu hipertensi dalam kehamilan. Angka kejadian preeklampsi di Indonesia sekitar 3 – 10% dari semua jumlah kehamilan yaitu 23,6 kasus per 1.000 kelahiran. Penelitian ini berttujuan untuk mengetahui karakteristik dan luaran preeklampsi (PE) di BLU RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado.Penelitian ini bersifat retrospektif deskriptif dengan melihat data rekam medik pasien PE periode 1 Januari – 31 Desember 2011 di Bagian Obstetri-Ginekologi. Terdapat 328 pasien yang dirawat dengan diagnosis PE sampai eklampsi, terdiri dari 121 preeklampsi ringan (PER), 103 preeklampsi berat (PEB), 86 superimposed preeklampsi, dan 18 eklampsi. Kematian maternal sebesar 11,1%. Kematian perinatal pada PER sebanyak 1,6%, PEB sebesar 3,8%, super-imposed PE sebesar 3,5%; sedangkan eklampsi sebesar 11,1%. Simpulan: Jenis preeklamsi yang tersering ialah PER, diikuti PEB, super-imposed preeklamsi, dan eklamsi. Kematian perinatal tertinggi pada kasus eklamsi. Kata kunci : preeklampsi, superimposed, eklampsi, kematian maternal, kematian perinatal.
MARINE RELATED IMPACTS ON PREGNANCIES Wantania, John
Jurnal Biomedik : JBM Vol 3, No 2 (2011): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.3.2.2011.867

Abstract

Abstrak: Aktivitas manusia yang kompleks dan berkaitan dengan kelautan sering berdampak yang tidak menyenangkan, terlebih bagi wanita hamil. Indonesia sebagai negara maritim dengan beribu-ribu pulau menyebabkan sejumlah perjalanan harus dilakukan lewat laut dengan segala konsekuensi dan permasalahannya. Laut yang kaya akan sumber alam juga menjadi salah satu sumber makanan terbesar, termasuk untuk wanita hamil. Kedokteran wisata juga tidak terlepas dari kedokteran kelautan dimana masalah imunisasi yang harus dipertimbangkan ketika berkunjung ke suatu daerah yang memiliki kondisi alam bahari dan pola penyakit tertentu. Kata Kunci: Kesehatan Kelautan, laut, kehamilan.   Abstract: Today’s complex of marine activities often leads to inconvenient related effects, especially for pregnant women. Indonesia is maritime country with thousands of islands, requiring a number of trips made by sea with all their consequences and problems. Moreover, the sea that is rich in natural resources is also one of the biggest food sources for pregnant women. Travel medicine cannot be separated from marine health and immunization which should be considered when visiting a maritime area and its inherent diseases. Keyword: marine health, sea, pregnancy.
Problems in managing eclampsia Wantania, John
Jurnal Biomedik : JBM Vol 9, No 2 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.9.2.2017.16353

Abstract

Abstrak: Eklamsia masih merupakan masalah penting akibat tingginya morbiditas dan mortalitas. Penanganan yang tertunda biasanya berawal dari deteksi dan rujukan yang terlambat akibat variasi karaktetristik yang luas dari preeklamsia dan terdapatnya berbagai teori mengenai patomekanismenya. Masalah tambahan sering menyertai terminasi kehamilan, pemakaian obat antikonvulsan dan antihipertensi, keluaran perinatal, dan follow-up pasca kelahiran. Penanganan eklamsia yang kompleks memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif dan terintegrasi.Kata kunci: penanganan eklamsia, masalahAbstract: Eclampsia is still an important problem due to its high morbidity & mortality. Delayed management usually starts from late detection and referring due to the wide characteristic variation of preeclampsia and various pathomechanism theories. Additional problems often associated with termination of pregnancy, use of anticonvulsant and antihypertensive drugs, perinatal outcome, as well as post partum follow-up. Managing eclampsia is still complicated and needs a comprehensive and integrative management.Keywords: managing eclampsia, problems
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH IBU DAN PENINGKATAN BERAT BADAN SAAT KEHAMILAN DENGAN PREEKLAMPSIA Quedarusman, Hermanto; Wantania, John; Kaeng, Juneke J.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4363

Abstract

Abstract: Preeclampsia is a health problem that occurs when a pregnancy reaches 20 weeks or more, preeclampsia is accompanied by hypertension and protenuria as main signs. Women with obesity before pregnancy are known to have higher risk to get preeclampsia during pregnancy than those with normal IMT. Excessive weight gain during pregnancy can also increase the risk of preeclampsia in pregnant woman. The purpose of this research is to examine the relationship between maternal body mass index and weight gain during pregnancy with preeclampsia.This research used observasional-analytic method through case-control approach. The number of case group is 38 people and the number of control group is 38 people. The result shows that at risk women were four times more likely to develop preeclampsia during pregnancy than those with normal IMT (OR= 4,32 95% CI= 1,15-16,12), and obese women were five times more likely to develop preeclampsia during pregnancy than those with normal IMT (OR= 5,06 95% CI= 1,46-12,67). The result also shows that women with excessive weight gain during pregnancy were almost three times more likely to develop preeclampsia during preeclampsia than women with normal weight gain during pregnancy (OR=2,53 95% IK= 0,99-31,81). The results show that there is a significant association between maternal IMT and weight gain during pregnancy with preeclampsia. Key Word: BMI, obesity, pregnancy and preeclampsia     Abstrak: Preeklampsia adalah masalah kesehatan yang terjadi pada usia kehamilan 20 minggu ke atas dengan tanda utama hipertensi dan protenuria. Wanita dengan obesitas sebelum kehamilan memiliki risiko lebih besar untuk menderita preeklampsia dibandingkan wanita normal. Peningkatan berat badan berlebihan saat kehamilan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia pada wanita hamil. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) ibu dan peningkatan berat badan saat kehamilan dengan preeklampsia. Penelitian ini menggunakan metode observasional-analitik dengan desain case-control. Jumlah sampel untuk kelompok kasus 38 orang dan untuk kelompok kontrol 38 orang. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok IMT at risk berisiko empat kali lebih besar untuk menderita preeklampsia dibandingkan kelompok IMT normal (OR= 4,32 95% IK= 1,15-16,12), sedangkan kelompok IMT obesitas berisiko lima kali lebih besar untuk menderita preeklampsia dibandingkan kelompok IMT normal (OR= 5,06 95% IK= 1,46-12,67). Kelompok dengan peningkatan berat badan tinggi berisiko hampir tiga kali lebih besar untuk menderita preeklampsia dibandingkan wanita dengan peningkatan berat badan saat hamil normal (OR=2,53 95% IK= 0,99-31,81). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh ibu dan peningkatan berat badan saat kehamilan dengan preeklampsia. Kata Kunci: IMT, obesitas, kehamilan, dan preeklampsia.
HUBUNGAN ANTARA USIA MENARCHE DENGAN USIA MENOPAUSE PADA WANITA DI KECAMATAN KAKAS SULAWESI UTARA TAHUN 2014 Senolinggi, Mutiara Aprilia; Mewengkang, Maya; Wantania, John
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6754

Abstract

Abstract: This stuady aimed to investigate the relationship between age of menarche to menopause in women of District Kakas of North Sulawesi in year 2014. This was a cross sectional analytic approach. Samples were taken by using purposive sampling method, in which only the samples that met the inclusion criteria that can be the subject of this study. The results showed that the value of Sig. is 0043 with a value of α = 0.05 so it could be concluded that the Sig. <0.05, then Ho is rejected and Ha accepted. It is claimed that there is a relationship between age of menarche to menopause. Correlation value (R) is 0.274 can be interpreted that the relationship between age of menarche to menopause age in the weak category because the value of the correlation <0.5. Regression models obtained Y = 58.364 to 0.879 x (y = age of menopause, x = age of menarche). Conclusion: There was a relationship between the ages of menarche to the age of menopause in women. The earlier menarche occurs, the slower the menopause arises. Conversely, the slower the menarche occurs sooner menopause arises.Keywords: age, menarche, menopauseAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia menarche dengan usia menopause pada wanita di Kecamatan Kakas Sulawesi Utara tahun 2014. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling, dimana hanya sampel yang memenuhi kriteria inklusi yang dapat menjadi subyek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. adalah 0.043 dengan nilai α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menyatakan bahwa ada hubungan antara usia menarche dengan usia menopause. Nilai korelasi (R) adalah 0,274 dapat diinterpretasikan bahwa hubungan antara usia menarche dengan usia menopause ada di kategori lemah karena nilai korelasi < 0,5. Model regresi yang diperoleh Y = 58,364 – 0,879 X (y = usia menopause, x = usia menarche)Simpulan: Terdapat hubungan antara usia menarche dengan usia menopause pada wanita. Makin dini menarche terjadi, makin lambat menopause timbul dan sebaliknya.Kata kunci : usia, menarche, menopause
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU DI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 2009 – 2013 Aling, Deanette M. R.; Kaeng, Juneke J.; Wantania, John
e-CliniC Vol 2, No 3 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i3.5758

Abstract

Abstract: Ectopic pregnancy accounts for 1 in 200 (5-6%) maternal mortality in developed countries.2 According to the WHO, with over 60 000 annual cases in Indonesia– that is 3% of its population, the number of ectopic pregnancies in Indonesia is estimated to be on the brink to cases in developed countries.6 A risk factor for ectopic pregnancy that has surged over the years is the use of contraceptive methods. According to the research at the Department of Epidemiology and Social Medicine University of Brussels in the 90s and two consecutive research the at the Department of Obstetrics and Gynecology BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado in 2001 and 2011, the use of contraceptive methods have proven to have significant correlation with the incidence of ectopic pregnancy (p>0.05).5,10The issues above are what underlie the aim of this research – that is to investigate the possibility for ectopic pregnancies to occur in patients diagnosed with ectopic pregnancy with prior use of contraceptive methods at the Department of Obstetrics and Gynecology BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado from October 2009 – October 2013. The method applied for this research is by performing a 5 year retrospective study - analyzing the number of patients with ectopic pregnancy as well as those with prior use of contraceptive methods. The result from a Chi-Square analysis is p = 0.457, where if p < 0.05, means there is a significant correlation. Thus with such result, it is proven that there is no significant correlation between the use of contraceptive methods with the incidence of ectopic pregnancy. Keywords: ectopic pregnancy, contraceptive methods.   Abstrak: Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) merupakan penyebab 1 dari 200 (5-6%) mortalitas maternal di negara maju.2 Dengan 60.000 kasus setiap tahun atau 3% dari populasi masyarakat, angka kejadian KET di Indonesia diperkirakan tidak jauh berbeda dengan negara maju, menurut WHO.6 Adapun salah satu faktor risiko KET yang dinilai semakin meningkat dewasa ini adalah pemakaian alat-alat/ metode kontrasepsi. Ditinjau dari penelitian di Department of Epidemiology and Social Medicine University of Brussels pada tahun 90an dan penelitian di BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2001 dan 2011, pemakaian alat kontrasepsi dengan kejadian KET memiliki hubungan yang signifikan, dengan p > 0.05. Masalah tersebut yang menjadi dasar tujuan penelitian ini, yaitu untuk menindaklanjuti kemungkinan terjadinya KET pada pasien-pasien KET dengan riwayat pemakaian kontrasepsi, dengan memberikan gambaran mengenai data-data kasus KET dengan riwayat  penggunaan kontrasepsi yang diperiksa di bagian Obstetri dan Ginekologi BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado periode Oktober 2009 – Oktober 2013.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan studi retrospektif, yaitu dengan melakukan pendataan jumlah pasien KET, serta riwayat penggunaan kontrasepsi oleh pasien-pasien KET tersebut dalam kurun waktu 5 tahun. Hasil yang ditemukan memperlihatkan hasil uji Chi-Square adalah p = 0.457, dimana jika nilai p < 0.05, maka dikatakan terdapat hubungan yang signifikan. Oleh karena nilai p pada uji Chi-Square di tabel 4.4.A >0.05, maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penggunaan kontrasepsi dengan kejadian KET. Kata kunci: KET (Kehamilan Ektopik Terganggu), kontrasepsi.
Pengaruh Metode Emotional Demonstration Terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Ibu Hamil dalam Pemberian Asi Eksklusif di Kabupaten Minahasa Utara Komaling, Chrismyta Stevani; Wantania, John; Rampengan, Novie
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48011

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi dan sangat berperan dalam tumbuh kembang serta kelangsungan hidup anak. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Minahasa Utara masih di bawah target nasional dan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Emotional Demonstration (Emo-Demo) terhadap pengetahuan dan efikasi diri ibu hamil dalam pemberian ASI eksklusif. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test, melibatkan 40 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Intervensi diberikan dalam bentuk penyuluhan menggunakan metode Emo-Demo dan data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dan efikasi diri setelah intervensi. Skor pengetahuan meningkat dari 5,55 menjadi 7,90 dan efikasi diri dari 19,82 menjadi 24,10, dengan nilai signifikansi < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Emo-Demo efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil untuk menyusui secara eksklusif. Pendekatan edukatif berbasis emosional terbukti mampu menciptakan perubahan perilaku yang bermakna dan dapat menjadi strategi yang direkomendasikan dalam promosi kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: ASI eksklusif, ibu hamil, efikasi diri, pengetahuan, Emo-Demo Abstract Breast milk is the best nutrition for infants and plays a vital role in their growth, development, and survival. However, the rate of exclusive breastfeeding in North Minahasa Regency remains below both national and global targets. This study aims to analyze the effect of the Emotional Demonstration (Emo-Demo) method on the knowledge and self-efficacy of pregnant women in providing exclusive breastfeeding. A quasi-experimental design with a one-group pre-test post-test approach was used, involving 40 pregnant women at the Wori Public Health Center. The intervention consisted of health education sessions using the Emo-Demo method, with data collected via standardized questionnaires. The results showed a significant increase in both knowledge and self-efficacy scores after the intervention. Knowledge scores increased from 5.55 to 7.90, and self-efficacy scores from 19.82 to 24.10 (p < 0.05). These findings suggest that the Emo-Demo method is effective in preparing pregnant women to provide exclusive breastfeeding. Emotion-based educational approaches can successfully promote meaningful behavioral changes and are recommended for maternal and child health promotion programs. Keywords: exclusive breastfeeding, pregnant women, self-efficacy, knowledge, Emo-Demo