Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFISIENSI USAHATANI PAPRIKA (Capsicum annuum L.) Dirham, Maqfirah Ramadhani; Nadja, Rahmawaty A.; Mahyuddin, Mahyuddin; Rukmana, Didi; Heliawaty, Heliawaty
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3517

Abstract

This research aims to analyze the factors that influence paprika production, analyze the technical and economic efficiency of the use of production factors in paprika farming. The respondents in this research were Buluballea paprika farmers. The method used is quantitative descriptive using multiple linear regression with the Cobb-Douglas production function model as well as technical and economic efficiency analysis. The research results show that the input factors of labor, seeds, AB mix fertilizer, husk charcoal, and pesticides simultaneously and partially have a significant effect on paprika production with the RTS yield scale being on the Increasing Return to Scale business scale. Furthermore, production input factors, namely labor, seeds, AB mix fertilizer, husk charcoal, and pesticides have a positive and significant effect on paprika production. The results of the technical efficiency analysis of the production factors used are labor, paprika seeds, AB mix fertilizer, husk charcoal and pesticides which are not technically efficient. Where all production factors need to be reduced. The results of the analysis of the economic efficiency of paprika farming show that production factors that are inefficient are seeds, AB mix fertilizer, husk charcoal and pesticides, so they need to be added to achieve optimal conditions, while production factors that are inefficient are labor, so they need to be reduced to achieve optimal conditions. Keywords : Cobb-Douglas, Farming Efficiency, Paprika INTISARIPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi paprika, menganalisis efisiensi teknis      dan ekonomi dari penggunaan faktor produksi usahatani paprika. Responden dalam penelitian ini adalah petani paprika Buluballea. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan regresi linier berganda dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas serta analisis efisiensi teknis dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan faktor  input tenaga kerja, benih, pupuk AB mix, arang sekam, dan pestisida secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi paprika dengan keadaan skala hasil RTS berada pada  skala usaha Increasing Return to Scale. Selanjutnya, faktor input produksi yaitu tenaga kerja, benih, pupuk AB mix, arang sekam, dan pestisida berpengaruh positif dan signifikan terhadap   produksi paprika. Hasil analisis efisiensi teknis faktor produksi yang digunakan yaitu tenaga kerja, benih paprika, pupuk AB mix, arang sekam, dan pestisida tidak efisien secara teknis. Dimana seluruh faktor produksi perlu dikurangi. Hasil analisis efisiensi ekonomi usahatani paprika menunjukkan faktor produksi yang belum efisien yaitu benih, pupuk AB mix, arang sekam, dan pestisida sehingga perlu ditambah untuk mencapai kondisi optimal, sedangkan faktor produksi yang tidak efisien yaitu tenaga kerja, sehingga perlu dikurangi untuk mencapai kondisi optimal. Kata Kunci : Cobb-Douglas, Efisiensi Usahatani, Paprika
NILAI TAMBAH OLAHAN BUAH MARKISA (Passiflora edulis Sims) (STUDI KASUS HOME INDUSTRI ANUGRAH MARKISA) Nadja, Rahmawaty A.; Halimah, Andi Sitti; Afif, M. Khaerun; Hikmawaty, Hikmawaty
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3512

Abstract

Passion fruit has the potential to be developed by several home industries in an effort to increase added value while increasing its shelf life and making it easier for people to consume. This study aims to determine the amount of added value obtained by Anugrah Markisa home industry. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The collected data is processed using the added value calculation template using the Hayami method. The results of this study indicate that the added value generated from the processing of passion fruit into passion fruit syrup provides a positive added value of IDR 12,510,000 per production, with a ratio of 35% which means that the value added ratio in the process of processing passion fruit into syrup Passion fruit can be categorized as medium. Keywords: Passion Fruit, Value Added, Home Industry INTISARIMarkisa memiliki potensi untuk dikembangkan oleh beberapa home industri dalam upaya meningkatkan nilai tambah sekaligus menambah daya simpan dan membuatnya lebih mudah untuk dikonsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran nilai tambah yang diperoleh home industri Anugrah Markisa.  Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan template penghitungan nilai tambah melalui metode Hayami. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan buah markisa menjadi sirup markisa memberikan nilai tambah positif yaitu Rp.12.510.000 per sekali produksi, dengan rasio sebesar 35% yang dimana dapat diartikan bahwa rasio nilai tambah pada proses pengolahan buah markisa menjadi sirup markisa dapat dikategorikan sedang. Kata Kunci : Markisa, Nilai Tambah, Home Industri
PENINGKATAN NILAI TAMBAH NIRA LONTAR MENJADI GULA MERAH CAIR KHAS MASYARAKAT LATTEKKO Nadja, Rahmawaty A.; Halimah, Andi Sitti; Hikmawaty, Hikmawaty
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10454

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi nilai tambah pada nira lontar sebagai potensi sumberdaya alam di Desa Lattekko dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Melalui penyuluhan dan pelatihan pengolahan nira lontar di daerah ini, dampak positif dapat dilihat melalui evaluasi yang dilakukan secara bersama-sama pemerintah setempat. Awalnya masyarakat mengolah nira lontar menjadi tuak manis dengan berbagai kontroversinya dan setelah kegiatan ini, sebagian masyarakat perlahan memulai mengolah nira lontar menjadi gula merah cair.  Selain waktu yang digunakan lebih singkat, bahan dan cara pembuatan cukup mudah juga sederhana bagi mereka.  Hasil kegiatan dari evaluasi yang dilakukan menggambarkan antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini cukup tinggi termasuk alasan keuntungan yang bisa mereka terima setelah nira lontar diolah menjadi gula merah cair.