Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN KELAS KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH KECAMATAN PUJON Ramadhani, Imzky Aulia; Arifin, Moch.; Wijaya, Kemal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2364

Abstract

Konversi tata guna lahan merupakan konsekuensi yang logis dari peningkatan aktivitas penduduk dan jumlah penduduk. Konversi tata guna lahan pada dasarnya merupakan hal yang umum terjadi, namun jika konversi lahan dilakukan tanpa memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air akan menyebabkan degradasi lahan. Perkembangan jumlah penduduk di Kecamatan Pujon menyebabkan tingginya kebutuhan yang menuntut untuk melakukan alih guna lahan tanpa memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air sehingga mengalami degradasi lahan, hal ini dapat dilihat dari adanya dampak lanjutan akibat degradasi lahan yaitu terjadinya kekeringan panjang terjadi dimusim kemarau, longsor dan banjir pada musim hujan di wilayah Pujon menyebabkan terputusnya akses jalur Malang – Kediri. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi kemampuan lahan dengan tujuan untuk menekan tingkat degradasi lahan di wilayah Kecamatan Pujon. Hasil penelitian menunjukan bahwa tiga kelas kemampuan lahan yaitu kelas III, IV, dan VIII. Faktor pembatas dominan yang mempengaruhi kelas kemampuan lahan yaitu kemiringan lereng dan permeabilitas tanah, terdapat pengunaan lahan yang tidak sesuai dengan kelas kemampuannya sehingga diarahkan untuk Hutan Lindung.
Gastropod Diversity as a Bioindicator of the Heavy Metal Iron (Fe) Around the East Coast River of Surabaya Abdillah, Afrisal Amar; Arifin, Moch; Wijaya, Kemal
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.467-472

Abstract

Surabaya is a large city with a high number of industries and population density, so there is potential for heavy metal iron (Fe) pollution which affects environmental quality and the sustainability of aquatic living creatures. Gastropods are one of the macrofauna that have difficulty moving from place to place, so their presence is a bioindicator of an area with heavy metal Iron (Fe) pollution. Gastropod sampling was carried out using the transect sampling method with sampling locations spread across three locations, namely around the Kebon Agung River, Tambak Oso River and Jagir River. The diversity index was calculated using the Shannon-Wiener diversity index. The concentration of iron (Fe) metal pollutants was analyzed using AAS (Atomic Absoption Spectrophotometer). The relationship between heavy metal Fe accumulation and gastropods was analyzed using the Pearson correlation test. The research results showed that there were 14 types of gastropods with a medium diversity index (H') with values between 1.34-2.03 and an accumulation of the heavy metal iron 35994.7-44986.3 (ppm). Keywords: Abundance, Diversity Index, Gastropods, Heavy metal iron (Fe), Surabaya East Coast River.
Analisis Kemampuan Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis Di Das Rejoso Bagian Hulu Billy Primadi, Septiawan; Wijaya, Kemal; Maroeto, Maroeto
Agrium Vol 19 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i1.6763

Abstract

Penelitian dilaksanakan di DAS Rejoso bagian hulu Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran kemampuan lahan dan arahan penggunaan lahan pada DAS Rejoso bagian hulu dengan metode survei dan overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Survei dilakukan dengan pengamatan dan pengambilan sampel tanah pada setiap unit lahan dengan karakteristik yang sama dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap unit lahan tersebut yang dihasilkan dari proses tumpang tindih (overlay) antara peta kelerengan, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan pada skala 1:50.000. Faktor penghambat tiap unit lahan digunakan untuk mengklasifikasi kemampuan lahan  dengan metode matching. Berdasarkan hasil penelitian, DAS Rejoso bagian hulu didominasi oleh lahan kelas kemampuan IV dan VIII dengan luas masing-masing 2.603,27 ha (25,84%) dan 3.654,45 ha (36,27%), Selain itu, terdapat kelas kemampuan lahan III dengan luas 617,95 ha (6,13%), kelas kemampuan VI seluas 2.137,92 ha (21,22%), dan kemampuan lahan kelas VII seluas 1.062,37 ha (10,54%).
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI BUKIT LAMBOSIR TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI KABUPATEN KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT Achmad Zubaidi Febriansyah; Purwadi, P; Siswanto, S; Wijaya, Kemal
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7363

Abstract

Bukit Lambosir merupakan kawasan dengan kemiringan lereng yang bervariasi dari agak curam hingga curam serta didominasi oleh penutupan lahan berupa hutan rimba dan semak belukar, yang menjadikannya rentan terhadap erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya erosi pada wilayah Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dengan menggunakan metode universal soil loss equation (USLE). Parameter utama yang digunakan dalam perhitungan USLE meliputi faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), penutup lahan dan pengelolaan tanaman (C), serta tindakan konservasi (P). Data diperoleh melalui survei lapangan, analisis laboratorium, dan data sekunder dari BMKG serta Badan Informasi Geospasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi bervariasi antar satuan lahan. Semak belukar cenderung memiliki tingkat bahaya erosi yang lebih tinggi dibandingkan hutan rimba akibat rendahnya vegetasi penutup. Beberapa lokasi menunjukkan tingkat bahaya erosi tergolong berat, sehingga diperlukan tindakan konservasi seperti penanaman vegetasi penutup tanah dan penerapan strip rumput permanen. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan lahan dan konservasi tanah di kawasan konservasi lereng Gunung Ciremai.
ANALISIS POTENSI PENYEBARAN LONGSOR BUKIT LAMBOSIR, TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, JAWA BARAT Pratama, Haqqi Rosi; Wijaya, Kemal; Siswanto, Siswanto
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7365

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki kerawanan bencana alam tinggi, termasuk tanah longsor. Kawasan Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai di Desa Randobawa Girang, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan longsor tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor menggunakan pendekatan sistem informasi geografis (SIG) yang melibatkan data curah hujan, kemiringan lereng, erodibilitas tanah, struktur geologi, dan tutupan lahan. Metode yang digunakan adalah analisis spasial dengan model pendugaan yang dikembangkan oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) pada tahun 2004, dengan beberapa modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terletak pada titik H2 (55.05 ha), H3 (54.68 ha), dan H4 (24.17 ha), sementara wilayah dengan kerawanan sedang terdapat pada titik S1 (10.7 ha), S2 (37.41 ha), S3 (79.02 ha), dan H1 (81.86 ha). Analisis ini menunjukkan pentingnya pemetaan kawasan rawan longsor untuk pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana.
ANALISIS KARAKTERISTIK SIFAT FISIK TANAH DI BUKIT LAMBOSIR TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT MOCH ADITYAWARDANA; Widjajani, Bakti Wisnu; Purwadi, Purwadi; Wijaya, Kemal
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7366

Abstract

Komponen penting dalam menjaga produktivitas tanaman, menjaga dan memastikan kualitas udara, dan mendukung aktivitas manusia adalah kualitas tanah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kondisi fisik tanah pada penggunaan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan. Penelitian dilaksanakan di Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Analisis data dilakukan dengan mengolah semua parameter yang diperoleh di laboratorium dan lapangan. Hasil yang diperoleh ditabulasi dan dihitung secara matematis, dan digunakan uji F, analisis regresi, dan analisis korelasi. Hasil penelitian ini Hasil analisis menunjukkan bahwa sifat fisik tanah di lahan hutan alami, Bukit Lambosir lebih baik dibandingkan dengan lahan semak belukar. Hal ini terlihat dari nilai permeabilitas, porositas, kapasitas menahan air (WHC), berat isi, dan kandungan bahan organik yang lebih mendukung fungsi ekologis tanah. Di antara semua satuan lahan, lahan H2 memiliki kondisi terbaik, ditandai dengan WHC tertinggi (67%), berat isi terendah (1.23 g/cm³), porositas tinggi (53.5%), dan kandungan bahan organik tertinggi (12.86%).