Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengenalan Pelatihan Akuatik: Solusi Aman Dan Menyenangkan Sebagai Alternatif Pelatihan Untuk Kesejahteraan Lansia Sirada, Andy; Anggraeni, Risa Kusuma; Wahyudi, Chandra Tri; Oktarina, Mona; Vittala, Govinda; Rahim, Nur Tsarwah
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i1.1787

Abstract

Abstrak Populasi lansia di Indonesia yang terus meningkat dan mencapai sekitar hampir mencapai 10% dari total penduduk, memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan fisik dan mental mereka. Aktivitas fisik yang aman, seperti pelatihan akuatik, efektif untuk meningkatkan kebugaran lansia. Pelatihan ini dapat mengurangi tekanan pada sendi, meningkatkan keseimbangan, dan kekuatan otot. Dalam pengabdian masyarakat oleh Fakultas Ilmu Kesehatan UPNVJ bersama Paguyuban Warga Lanjut Usia (WULAN) Indonesia, 62 lansia mengikuti penyuluhan terkait manfaat latihan akuatik, dengan peningkatan skor pengetahuan berdasar nilai pre-test rata-rata adalah 6,37, sementara post-test rata-rata 9,10, menunjukkan peningkatan sebesar 2,73 atau 42,8%. Diharapkan, pelatihan ini dapat memotivasi lansia untuk rutin beraktivitas di air, yang lebih menyenangkan dan aman. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Lansia, Pelatihan Akuatik, Hidroterapi Abstract The elderly population in Indonesia which continues to grow and now accounts for nearly 10% of the total population, requires special attention to their physical and mental health. Safe physical activities, such as aquatic training, are effective in improving the fitness of the elderly. This training can reduce joint stress, improve balance, and strengthen muscles. In a community service program by the Faculty of Health Sciences UPNVJ in collaboration with the Paguyuban Warga Lanjut Usia (WULAN) Indonesia, 62 elderly participants attended a seminar on the benefits of aquatic training. The average pre-test score was 6.37, while the average post-test score was 9.10, showing an improvement of 2.73 or 42.8%. It is hoped that this training will motivate the elderly to engage in regular aquatic activities, which are safer and more enjoyable. Keywords: Health Education, Elderly, Aquatic Training, Hydrotherapy
Analisis Waist Hip Ratio dan Obesity Degree Sebagai Indikator Risiko Metabolik pada Mahasiswa Sirada, Andy; Faradillah, Kiki Rezki; Wiguna, I Nyoman Agus Pradnya
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v8i1.4759

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, terutama pada usia dewasa muda. Waist-Hip Ratio (WHR) dinilai lebih akurat dalam menilai obesitas sentral dibandingkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan WHR dan Obesity Degree (%) serta membandingkan nilai keduanya antara pria dan wanita. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 230 mahasiswa Fisioterapi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Pengukuran tinggi badan, berat badan, WHR, dan Obesity Degree (%) dilakukan menggunakan InBody 570. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Spearman untuk uji korelasi, serta Mann-Whitney U untuk uji perbedaan antar gender. Hasil menunjukkan WHR berkorelasi positif kuat dengan Obesity Degree (%) (r = 0.753, p < 0.001). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam WHR (p = 0.315) maupun Obesity Degree (%) (p = 0.392) antara pria dan wanita. Kesimpulannya, WHR berhubungan signifikan dengan Obesity Degree (%), sehingga dapat menjadi indikator obesitas sentral yang efektif. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor lain seperti aktivitas fisik, pola makan, dan faktor genetik yang dapat memengaruhi distribusi lemak tubuh.
Lifestyle Behaviors and Cognitive Outcomes in Physiotherapy Students: Cross-Sectional Study Anggraeni, Risa Kusuma; Sirada, Andy
jitek Vol 13 No 1 (2025): September 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v13i1.2097

Abstract

Background: The pervasive use of digital devices, coupled with irregular sleep and low physical activity, poses potential risks to cognitive outcomes in university students. Physiotherapy students, whose education demands both mental and physical engagement, may be particularly vulnerable. Objective: This study aimed to investigate the integrated effects of smartphone use, physical activity, and sleep quality on cognitive outcomes among undergraduate physiotherapy students. Methods: A cross-sectional design was applied involving 100 first- and second-year physiotherapy students at Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Data were collected through validated self-administered questionnaires, including the Cognitive Failures Questionnaire (CFQ), International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ-SF), and a Likert-based assessment of smartphonerelated lifestyle impact. Descriptive statistics, Pearson correlation, and multiple regression analyses were performed using SPSS version 26.0. Results: The findings showed a significant relationship between excessive digital device use and increased cognitive failures. Poor sleep quality was also associated with greater cognitive lapses, while higher physical activity levels correlated positively with better cognitive performance. Regression analysis indicated that the three lifestyle variables jointly explained a substantial proportion of the variance in cognitive outcomes. Conclusion: Digital habits, sleep patterns, and physical activity levels interactively influence cognitive outcomes in physiotherapy students. Interventions promoting digital hygiene, adequate sleep, and physical activity may enhance cognitive resilience and academic performance in this population.
GAMBARAN TINGKAT VOLUME OXYGEN MAXIMAL (VO2MAX) DAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FIKES UPNVJ Herawati, Juniar Nurmaya; Nazhira, Fidyatul; Agustiyawan, Agustiyawan; Sirada, Andy
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19677

Abstract

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat volume oxygen maximal (vo2max) dan aktivitas fisik pada mahasiswa program studi kesehatan masyarakat fakultas ilmu kesehatan universitas pembangunan nasional “veteran” Jakarta.Metode: Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional dan dengan teknik pengambilan sampelpurposive sampling.Hasil: Gambaran tingkat vo2maxpada mahasiswa program studi kesehatan masyarakat angkatan 2020 terbanyak dalam kategori vo2max laki-laki kurang sekali (13,3%), dan vo2max perempuan kurang (78,3%). Gambaran tingkat aktivitas fisik pada mahasiswa program studi kesehatan masyarakat angkatan 2020 terbanyak dalam kategori MET berat laki-laki (11,7%), dan kategori MET berat perempuan (56,7%).Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa prodi kesehatan masyarakat angkatan 2020 baik laki-laki maupun perempuan memiliki tingkat vo2max yang kurang dan aktivitas fisik yang berat. Hal ini dapat disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik dan aktivitas fisik yang berlebihan.
HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN DAN KELINCAHAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Zahra, Helmalia Fayza; Nazhira, Fidyatul; Faradhillah, Kiki Rezki; Sirada, Andy
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19683

Abstract

Latar Belakang: Keseimbangan memiliki pengaruh yang besar dan kemampuan paling dasar pada perkembangan anak. Tingkat keseimbangan yang baik maka menghasilkan gerakan yang efisien dan efektif. Pada aspek ini perlunya aktifitas fisik yaitu kelincahan (agility). Kelincahan menjadi indikator bahwa keterampilan motorik kasar pada anak berkembang dengan baik. Kelincahan memiliki efek keseimbangan yang paling menonjol sehingga menciptakan gerakan yang efisien dan efektif saat melakukan gerakan ke arah yang berlawanan. Selain itu, keseimbangan dan kelincahan memiliki efek luas pada kualitas kehidupan. Tujuan: Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keseimbangan dan kelincahan pada anak sekolah dasar. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 130 siswa-siswi SD Negeri 02 Girijaya Garut berpartisipasi dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah Standing Balance Test guna menilai tingkat keseimbangan dan Shuttle Run guna menilai tingkat kelincahan. Hasil: Berdasarkan hasil dari olahdata menggunakan SPSS 27.0 didapatkan hasil bahwa sebanyak 91 dari 130 responden (70,0%) memiliki nilai kesiembangan yang baik, setelah dilakukan uji korelasi diperoleh correlation coefficient spearman’s Rho keseimbangan dan kelincahan p=<0,001. Kesimpulan: Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan penelitian ini adalah adanya hubungan antara keseimbangan dan kelincahan pada anak sekolah dasar.
Perbandingan Berat Badan dengan Persentase Lemak Tubuh pada Mahasiswa dan Mahasiswi Fisioterapi Faradillah, Kiki Rezki; Sirada, Andy
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jmch.v4i2.1454

Abstract

Latar belakang : Obesitas ialah penimbunan lemak yang melampaui batas dampak dari ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang dipakai dalam periode yang lama. Salah satu indikator untuk menilai obesitas yaitu presentase lemak tubuh atau percent body fat (PBF). Baru-baru ini, indikator PBF sudah meningkat diduga sebagai standar yang lebih tepat untuk menentukan seseorang kelebihan berat badan atau obesitas sebab mengukur lemak tubuh secara langsung dibandingkan pengukuran indeks massa tubuh (IMT). Presentase lemak tubuh yang tinggi bisa menyebabkan terjadinya obesitas sehingga bisa menimbulkan berbagai permasalahan fisik, bermacam komplikasi medis hingga gangguan musculoskeletal yang bisa menghalangi kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan berat badan dan persentase lemak tubuh pada mahasiswa dan mahasiswi jurusan fisioterapi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan cross sectional design. Penelitian ini dilaksanakan sejak Oktober hingga Desember 2022. Sebanyak 104 mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Fisioterapi UPN “Veteran” Jakarta yang bersedia menjadi responden didalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan uji T independent dengan program SPSS. Hasil : Terdapat perbedaan signifikan berat badan dengan persentase lemak tubuh pada mahasiswa dan mahasiswi jurusan fisioterapi. Rerata berat badan mahasiswa lebih tinggi dibandingkan rerata berat badan mahasiswi. Sedangkan rerata PBF mahasiswi lebih tinggi dibandingkan rerata PBF mahasiswa dan lebih banyak jumlah mahasiswi yang obesitas dibandingkan mahasiswa obesitas. Kesimpulan : Ada perbedaan signifikan antara berat badan dan persentase lemak tubuh pada mahasiswa dan mahasiswi jurusan fisioterapi. Kata Kunci: Obesitas; Berat Badan; Percent Body Fat (PBF)
Indeks Massa Tubuh Dan Obesitas Sentral Kaitannya Dengan Tekanan Darah Pada Anggota Batalyon X Kusumarahmawati, Annisa; Bachtiar, Farahdina; Mailani, Rena; Sirada, Andy
Jurnal Fisioterapi Terapan Indonesia Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A sedentary lifestyle leading to obesity is one of the contributing factors to high blood pressure. Excessive fat can result in tissue dysfunction and is a key factor in the development of hypertension. Military personnel are expected to maintain good health and physical fitness. This study aimed to investigate the connection between Body Mass Index (BMI), central obesity, and blood pressure (BP) among Battalion X members. Methodology: A cross-sectional quantitative approach was employed with a sample size of 62 individuals. The data included height, weight, and waist circumference of the participants. Spearman's rho test was used for data analysis. The hypothesis testing indicated a significant relationship between BMI and central obesity with blood pressure, as demonstrated by p < 0.05. The correlation coefficients were as follows: BMI and systolic BP (r = 0.293), BMI and diastolic BP (r = 0.431), central obesity and systolic BP (r = 0.433), and central obesity and diastolic BP (r = 0.390). In sum, there is a significant relationship between BMI and central obesity and blood pressure in members of Battalion X.
Physiotherapy Management of Calcaneal Fracture in a Patient With Schizophrenia: A Case Report From a Psychiatric Hospital in Indonesia Bachtiar, Farahdina; Agustiyawan, Agustiyawan; Sirada, Andy; Fawaz, Muhamad Alif; Febiyahna, Padilah; Adli, Ariq Muafa; Azizah, Zulia Akromatul
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.22297

Abstract

ABSTRACT Physiotherapy is essential in addressing physical health issues and supporting recovery in patients with mental illness. This case report presents a physiotherapy intervention for a 32-year-old woman diagnosed with schizophrenia, who sustained calcaneal and lumbar vertebral fractures. She presented with left ankle edema, localized pain, and restricted joint mobility, resulting in reduced functional mobility and limitations in daily activities. While functional and clinical outcomes showed minimal improvement, pain levels decreased following the intervention. Keywords: Physiotherapy, Mental Illness, Schizophrenia, Ankle, Pain