Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT VOLUME OXYGEN MAXIMAL (VO2MAX) DAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FIKES UPNVJ Juniar Nurmaya Herawati; Fidyatul Nazhira; Agustiyawan Agustiyawan; Andy Sirada
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19677

Abstract

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat volume oxygen maximal (vo2max) dan aktivitas fisik pada mahasiswa program studi kesehatan masyarakat fakultas ilmu kesehatan universitas pembangunan nasional “veteran” Jakarta.Metode: Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional dan dengan teknik pengambilan sampelpurposive sampling.Hasil: Gambaran tingkat vo2maxpada mahasiswa program studi kesehatan masyarakat angkatan 2020 terbanyak dalam kategori vo2max laki-laki kurang sekali (13,3%), dan vo2max perempuan kurang (78,3%). Gambaran tingkat aktivitas fisik pada mahasiswa program studi kesehatan masyarakat angkatan 2020 terbanyak dalam kategori MET berat laki-laki (11,7%), dan kategori MET berat perempuan (56,7%).Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa prodi kesehatan masyarakat angkatan 2020 baik laki-laki maupun perempuan memiliki tingkat vo2max yang kurang dan aktivitas fisik yang berat. Hal ini dapat disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik dan aktivitas fisik yang berlebihan.
HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN DAN KELINCAHAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Helmalia Fayza Zahra; Fidyatul Nazhira; Kiki Rezki Faradhillah; Andy Sirada
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19683

Abstract

Latar Belakang: Keseimbangan memiliki pengaruh yang besar dan kemampuan paling dasar pada perkembangan anak. Tingkat keseimbangan yang baik maka menghasilkan gerakan yang efisien dan efektif. Pada aspek ini perlunya aktifitas fisik yaitu kelincahan (agility). Kelincahan menjadi indikator bahwa keterampilan motorik kasar pada anak berkembang dengan baik. Kelincahan memiliki efek keseimbangan yang paling menonjol sehingga menciptakan gerakan yang efisien dan efektif saat melakukan gerakan ke arah yang berlawanan. Selain itu, keseimbangan dan kelincahan memiliki efek luas pada kualitas kehidupan. Tujuan: Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keseimbangan dan kelincahan pada anak sekolah dasar. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 130 siswa-siswi SD Negeri 02 Girijaya Garut berpartisipasi dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah Standing Balance Test guna menilai tingkat keseimbangan dan Shuttle Run guna menilai tingkat kelincahan. Hasil: Berdasarkan hasil dari olahdata menggunakan SPSS 27.0 didapatkan hasil bahwa sebanyak 91 dari 130 responden (70,0%) memiliki nilai kesiembangan yang baik, setelah dilakukan uji korelasi diperoleh correlation coefficient spearman’s Rho keseimbangan dan kelincahan p=<0,001. Kesimpulan: Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan penelitian ini adalah adanya hubungan antara keseimbangan dan kelincahan pada anak sekolah dasar.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGANBENTUK LENGKUNG KAKI PADA ANAK USIA MASA KANAK-KANAK AKHIR Jauza, Zafira; Bachtiar, Farahdina; Ismiyasa, Suci Wahyu; Sirada, Andy
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) menjadi acuan yang digunakan untuk menentukan kategori komposisi berat badan. Pengukuran IMT juga berkaitan dengan status gizi yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Pada anak-anak yang memiliki berat badan berlebihan, lengkung kaki cenderung datar (flatfoot) karena beban yang ditumpu tubuh lebih besar, sehingga dapat menyebabkan diantaranya nyeri, cedera, gangguan berjalan, dan ketidakseimbangan ketika berdiri lama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan lengkung kaki pada anak usia masa kanak-kanak akhir (10 – 12 tahun). Desain penelitian ini menggunakan cross–sectional yang dilakukan dengan metode observasi dalam satu waktu tanpa adanya follow up atau berkelanjutan. Sampel pada penelitian ini adalah anak berusia 10-12 tahun di SD Muhammadiyah 04 Depok yang berjumlah 52 orang. Pengukuran yang dilakukan adalah IMT dengan mengukur berat badan dan tinggi badan, serta lengkung kaki dengan menjiplak kaki di atas kertas dengan menggunakan cat warna. Data dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan uji korelasi Chi-Square, yaitu p=0,025. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan bentuk lengkung kaki pada anak usia 10-12 tahun.
HUBUNGAN ANTARA FEAR OF FALLING DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA LANSIA DI PANTI JOMPO Deviantika, Inez; Bachtiar, Farahdina; Dhari, Ika Fitri Wulan; Sirada, Andy
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 11, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lanjut usia (lansia), terjadinya perubahan fisik akan mempengaruhi proses aktivitas fisiknya. Salah satu faktor yang menjadi faktor terhambatnya aktivitas fisik adalah rasa takut jatuh, dimana hal ini dapat timbul dari pengalaman yang dirasakan lansia. Lansia akan menghindari aktivitas yang menimbulkan risiko jatuh bagi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fear of falling dan aktivitas fisik pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan korelasi di Panti Jompo Hajjah Andi Hasmah Noor Jakarta. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Physical Activities Scale For Elderly (PASE-I) dan Modified Falls Efficacy Indonesian Scale (FES-I). Berdasarkan hasil penelitian pada 30 lansia, didapati 14 lansia (46,7%) mengalami kekhawatiran akan jatuh (fear of falling) yang tinggi. Perolehan nilai uji Fisher menunjukkan nilai p=0,03 atau p=<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fear of falling dengan aktivitas fisik lansia.
Tingkat Kapasitas Aerobik Mahasiswa Fisioterapi Selama Pandemi Covid-19: A Survey Report Mahendra Wahyu Dewangga; Andy Sirada
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic has forced people to limit their daily activities. The Indonesian government issued regulations requiring almost all sectors to be carried out at home (work from home). Students are no exception required to study from home during the COVID-19 pandemic. Conducting lectures at home and limited access to activities outside the home can affect a decrease in students' aerobic capacity. This study aims to asses the level of aerobic capacity of physiotherapy students at UPN Veteran Jakarta. This research is a quantitative descriptive study with test and measurement methods. The population is all 6th semester students of the UPN Veteran Jakarta physiotherapy study program for the 2021/2022 academic year, totaling 68 people. This study was conducted in July 2022. The level of aerobic capacity was measured using the bleep test. The results showed that the student's aerobic capacity level was in the perfect category, none (0%), very good category, none (0%), good category 1 person (1.5%), average category 3 people (4, 5%), sufficient category is 7 people (10.2%), bad category is 26 people (38.2%), and very bad category is 31 people (45.6%). Most of the aerobic capacities of the 6th semester Physiotherapy students at UPN Veteran Jakarta are poor. This is because the COVID-19 pandemic has affected the physical activity level of Physiotherapy students.Keywords: Aerobic Capasity; Physiotherapy; Pandemic; Covid-19AbstrakPandemic COVID-19 membuat masyarakat harus membatasi aktivitas sehari-hari. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan yang mewajibkan hampir semua sektor untuk dilakukan di rumah (work from home). Tak terkecuali para mahasiswa diwajibkan untuk belajar dari rumah pada masa pandemi COVID-19. Melakukan perkuliahan di rumah dan dibatasi akses untuk beraktivitas di luar rumah mampu mempengaruhi penurunan kapasitas aerobik para mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas aerobik mahasiswa program studi fisioterapi UPN Veteran Jakarta. Penelitian ini adalah  penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan metode pengukuran tes dan. Populasi pada pebelitian ini ialah seluruh mahasiswa semester 6 program studi fisioterapi UPN Veteran Jakarta tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 68 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022. Tingkat kapasitas aerobik diukur menggunakan bleep test. Hasil pengukuran dan tes pada penelitian mendapatkan data bahwa tidak terdapat mahasiswa dengan tingkat kapasitas aerobik sempurna (0%), mahasiswa dengan tingkat kategori sangat baik tidak ada (0%), mahasiswa dengan tingkat kategori baik sebanyak 1 orang (1,5%), mahasiswa dengan tingkat kategori rata-rata sebanyak 3 orang (4,5%), mahasiswa dengan tingkat kategori cukup sebanyak 7 orang (10,2%), mahasiswa dengan tingkat kategori buruk sebanyak 26 orang (38,2%), dan mahasiswa dengan tingkat kategori sangat buruk sebanyak 31 orang (45,6%). Kesimpulan pada penelitian ini sebagian besar kapasitas aerobik mahasiswa Fisioterapi semester 6 di UPN Veteran Jakarta adalah Buruk. Hal ini disebabkan karena pandemi COVID-19 mempengaruhi tingkat aktivitas fisik mahasiswa Fisioterapi.Kata kunci: Kapasitas Aerobik; Fisioterapi; Pandemi; Covid-19
Edukasi Nyeri Punggung Bawah Guna Meningkatkan Produktivitas Lansia Fidyatul Nazhira; Andy Sirada; Kiki Rezki Faradillah; Suci Wahyu Ismiyasa; Heri Wibisono; Muhammad Bilal Taufiqurrahman; Bagas Prasetyo Aji
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5851

Abstract

Lansia sehat berkualitas merupakan proses penuaan yang senantiasa sehat dan maksimal secara fisik, psikologis serta social. Nyeri punggung bawah adalah manifestasi kondisi patologis yang dirasakan oleh jaringan tubuh di bagian punggung ataupun yang terdapat di dekat punggung. Akibat nyeri punggung bawah pada lanjut usia dapat memunculkan perubahan pada kolagen yang menimbulkan berkurangnya fleksibilitas pada lanjut usia, maka bisa menimbulkan dampak antara lain nyeri, penurunan kemampuan dalam beraktivitas sehari-hari. Berdasarkan survei yang dilakukan, sebanyak 48% lansia mengeluhkan nyeri dipinggangnya. Edukasi yang dihadiri oleh 65 lansia ini disampaikan menggunakan power point dan poster. Pemberian edukasi ini meningkatkan pengetahuan lansia mengenai nyeri punggung bawah dari 79,4% mejadi 99,1%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang disampaikan berhasil menyebabkan lansia memahami materi yang disampaikan dan harapanya dapat menurunkan prevalensi nyeri punggung bawah di Indonesia
RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND SLEEP QUALITY IN ADOLESCENTS Aliah, Aliah; Bachtiar, Farahdina; Agustiyawan, Agustiyawan; Sirada, Andy
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 2 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i2.124

Abstract

Background: One of the health problems in adolescents is lack of sleep. In previous studies revealed that physical activity is one of the factors that affect the quality of a person’s sleep. Method: This research is a correlational quantitative research with a cross sectional approach. The sample in this research was Senior High School X Jakarta students. The parameters used in this study were the PSQI to assess sleep quality and the IPAQ-SF to assess physical activity level. Results: The results of data processing with SPSS 25.0 found that as many as 104 (66,2%) of the 157 respondents who were had poor sleep quality. The results of the correlation test using the Spearman Test between physical activity and sleep quality obtained a significance value of 0,001 and a correlation coefficient (r)= 0,252. Conclusion: In summary, there is a significant relationship between physical activity and sleep quality in adolescents with very weak relationship. There is a unidirectional relationship indicating that the higher the physical activity, the better the quality of sleep. Recommendation: Further studies are required by taking into account other risk factors that have a significant impact on sleep quality.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MANAJEMEN STRESS KERJA KARYAWAN MELALUI EDUKASI DAN LATIHAN Dwi Suratmini; Susianna Jansen; Rycco Darmareja; Lina Berliana Togatorop; Kiki Rezki Faradillah; Andy Sirada
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19870

Abstract

Abstrak: Stress pada pekerja terus meningkat seiring tingginya tuntutan kerja dan kurangnya dukungan. Stress kerja tidak hanya merugikan para pekerja namun juga pemberi kerja. Tujuan kegiatan edukasi dan latihan manajemen stress ini untuk meningkatkan pengetahuan dan cara memanajemen stress pada karyawan sehingga meningkatkan produktivitas kerja. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di kantor PT Cakra Manggilingan Jaya kepada 32 karyawan dengan metode edukasi dan latihan manajemen stress. Evaluasi dilakukan berdasarkan pertanyaan terkait pengetahuan dan tingkat stress pekerja sebelum dan sesudah edukasi. Hasilnya didapatkan adanya peningkatan pengetahuan pekerja terhadap kesehatan mental di lingkungan kerja sebesar 10,1% dan penurunan tingkat stress pekerja sebesar 3,9%.Abstract: Stress among workes continues to increase due to high works demands and lack of support. Works stress not only harms workers but also employers. The aim of this education and stress management exercises is to increase knowledge and ways of managing stress in employess so as to increase work productivity. The Community Service Activity held at PT Cakra Manggilingan Jaya for 32 employees using educational methods and stress management training. The evaluation is carried out based on questions related to worker’s knowledege and stress levels before and after education. The results showed an increase in workers knowledge of mental health in the work environment by 10,1% and a decrease in workers stress levels by 3,9%.
Pengenalan Pelatihan Akuatik: Solusi Aman Dan Menyenangkan Sebagai Alternatif Pelatihan Untuk Kesejahteraan Lansia Sirada, Andy; Anggraeni, Risa Kusuma; Wahyudi, Chandra Tri; Oktarina, Mona; Vittala, Govinda; Rahim, Nur Tsarwah
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i1.1787

Abstract

Abstrak Populasi lansia di Indonesia yang terus meningkat dan mencapai sekitar hampir mencapai 10% dari total penduduk, memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan fisik dan mental mereka. Aktivitas fisik yang aman, seperti pelatihan akuatik, efektif untuk meningkatkan kebugaran lansia. Pelatihan ini dapat mengurangi tekanan pada sendi, meningkatkan keseimbangan, dan kekuatan otot. Dalam pengabdian masyarakat oleh Fakultas Ilmu Kesehatan UPNVJ bersama Paguyuban Warga Lanjut Usia (WULAN) Indonesia, 62 lansia mengikuti penyuluhan terkait manfaat latihan akuatik, dengan peningkatan skor pengetahuan berdasar nilai pre-test rata-rata adalah 6,37, sementara post-test rata-rata 9,10, menunjukkan peningkatan sebesar 2,73 atau 42,8%. Diharapkan, pelatihan ini dapat memotivasi lansia untuk rutin beraktivitas di air, yang lebih menyenangkan dan aman. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Lansia, Pelatihan Akuatik, Hidroterapi Abstract The elderly population in Indonesia which continues to grow and now accounts for nearly 10% of the total population, requires special attention to their physical and mental health. Safe physical activities, such as aquatic training, are effective in improving the fitness of the elderly. This training can reduce joint stress, improve balance, and strengthen muscles. In a community service program by the Faculty of Health Sciences UPNVJ in collaboration with the Paguyuban Warga Lanjut Usia (WULAN) Indonesia, 62 elderly participants attended a seminar on the benefits of aquatic training. The average pre-test score was 6.37, while the average post-test score was 9.10, showing an improvement of 2.73 or 42.8%. It is hoped that this training will motivate the elderly to engage in regular aquatic activities, which are safer and more enjoyable. Keywords: Health Education, Elderly, Aquatic Training, Hydrotherapy
Analisis Waist Hip Ratio dan Obesity Degree Sebagai Indikator Risiko Metabolik pada Mahasiswa Sirada, Andy; Faradillah, Kiki Rezki; Wiguna, I Nyoman Agus Pradnya
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v8i1.4759

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, terutama pada usia dewasa muda. Waist-Hip Ratio (WHR) dinilai lebih akurat dalam menilai obesitas sentral dibandingkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan WHR dan Obesity Degree (%) serta membandingkan nilai keduanya antara pria dan wanita. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 230 mahasiswa Fisioterapi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Pengukuran tinggi badan, berat badan, WHR, dan Obesity Degree (%) dilakukan menggunakan InBody 570. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Spearman untuk uji korelasi, serta Mann-Whitney U untuk uji perbedaan antar gender. Hasil menunjukkan WHR berkorelasi positif kuat dengan Obesity Degree (%) (r = 0.753, p < 0.001). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam WHR (p = 0.315) maupun Obesity Degree (%) (p = 0.392) antara pria dan wanita. Kesimpulannya, WHR berhubungan signifikan dengan Obesity Degree (%), sehingga dapat menjadi indikator obesitas sentral yang efektif. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor lain seperti aktivitas fisik, pola makan, dan faktor genetik yang dapat memengaruhi distribusi lemak tubuh.