Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan humanistik-religius dalam praktik bimbingan dan konseling Islam di sekolah, peran guru BK dalam membangun hubungan empatik dan spiritual, serta dampaknya terhadap perilaku, karakter, dan kesehatan mental peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru BK, peserta didik, kepala sekolah, dan pihak terkait yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik-religius diterapkan melalui integrasi nilai-nilai humanistik seperti empati, penerimaan tanpa syarat, dan komunikasi interpersonal positif dengan nilai-nilai religius Islam dalam proses layanan konseling. Guru BK berperan sebagai fasilitator psikologis dan spiritual yang membantu peserta didik memahami diri, mengembangkan karakter religius, serta meningkatkan kesehatan mental. Pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku, peningkatan disiplin, kontrol emosi, kesadaran religius, serta kesejahteraan psikologis peserta didik. Meskipun demikian, implementasi pendekatan humanistik-religius masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu layanan konseling, rendahnya kesadaran peserta didik terhadap layanan BK, serta keterbatasan kompetensi guru BK dalam mengintegrasikan pendekatan psikologis dan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi sekolah, orang tua, dan peningkatan kompetensi guru BK agar layanan bimbingan dan konseling Islam dapat berjalan lebih efektif dan relevan dengan tantangan pendidikan modern.