Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

STRATEGI ADAPTASI SOSIAL DAN EKONOMI NELAYAN ALAT TANGKAP SERO DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Liando, Vicky Yehezkiel; Aling, Djuwita R.R.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28969

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the general condition of the study area and secondly, to find out the adaptation of sero fishing gear life in Jayakarsa Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Adding information and knowledge about the life adaptation of sero fishermen in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency. This research was carried out in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. approximately 4 months, from September to December 2019. This research method uses a case study method that emphasizes the deeper understanding of the problem under study. Research respondents were selected using census techniques so that all members of the population were investigated one by one. This data collection method uses a census, research respondents were selected using a census technique of 4 sero fishermen. This census is intended that all sero fishermen have the same opportunity to become respondents in which questionnaires will be filled in as a systematic structured guide and interview. The data obtained in this study were then analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. Qualitative descriptive analysis is an analysis to provide a description and description using the author's sentence systematically and easily understood in accordance with the data obtained. Quantitative descriptive analysis is an analysis of data by providing a discussion or study of existing data using calculations. Results: Sero fishermen adapt socially and economically. Socially, that is utilizing the social relationships that are created, activities in the organization, fasting at a certain time. Economically, it is diversification of employment sources, assistance from family members of fishermen, the role of fishermen wives, and the role of children.Keywords: Adaptation Strategy, Sero Fishermen, Jayakarsa AbstrakTujuan penelitian adalah mengetahui keadaan umum daerah penelitian dan kedua, mengetahui adaptasi hidup nelayan alat tangkap sero di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Menambah informasi serta pengetahuan mengenai adaptasi hidup nelayan sero Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jayakarsa, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. kurang lebih 4 bulan, yaitu dari bulan September-Desember 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu lebih menekankan kedalaman pemahaman atas masalah yang diteliti. Responden penelitian dipilih menggunakan teknik sensus jadi semua anggota populasi diselidiki satu persatu. Metode pengumpulan data ini menggunakan sensus, responden penelitian dipilih menggunakan teknik sensus atas 4 orang nelayan sero. Sensus ini dimaksudkan semua nelayan sero mendapat kesempatan yang sama untuk dijadikan responden dimana akan dilaksanakan pengisian kuisioner sebagai panduan dan wawancara terstruktur secara sistematis. Data yang diperoleh dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta keterangan dengan menggunakan kalimat penulis secara sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupaka analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Hasil: Nelayan sero beradaptasi secara sosial dan secara ekonomi. Secara sosial yaitu memanfaatkan hubungan sosial yang tercipta, kegiatan dalam organisasi, puasa pada waktu tertentu. Secara ekonomi adalah penganekaragaman sumber pekerjaan, bantuan anggota keluarga nelayan, peran istri nelayan, dan peran anak – anak.Kata Kunci : Strategi Adaptasi, Nelayan Sero, Jayakarsa
ANALISIS GENDER PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP PUKAT PANTAI DI KELURAHAN TANDURUSA KECAMATAN AERTEMBAGA KOTA BITUNG Tambani, Stacey M.J; Rantung, Steelma V.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30624

Abstract

AbstractBased on the results of the study it can be concluded that: (a) The beach seine fishing business in Tandurusa Village, gender activities during the capture process and after the fishing operation have no difference, because female fishermen are able to work in this business. Activities that are not carried out by female fishermen only when spreading nets located at sea; (b) Gender equality in the beach seine business in Tandurusa Village, Aertembaga Subdistrict is divided into profit sharing, employment opportunities, business capital, and resource equality. Both male and female fishermen in this business are equal, because both male and female fishermen are able to carry out the same work, earn wages, work opportunities and be able to manage the available resources.Keywords: Gender, Beach Seine, Tandurusa  AbstrakBerdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (a) Dalam usaha perikanan tangkap pukat pantai yang ada di Kelurahan Tandurusa, aktivitas gender disaat proses penangkapan maupun setelah operasi penangkapan tidak memiliki perbedaan, karena nelayan perempuan mampu bekerja dalam usaha ini. Aktivitas yang tidak dilakukan nelayan perempuan hanya pada saat menebar jaring yang berlokasi dilaut; (b) Kesetaraan gender pada usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga terbagi pada sistem bagi hasil, kesempatan kerja, modal usaha, dan kesetaraan sumberdaya. Nelayan laki-laki maupun nelayan perempuan dalam usaha ini setara, karena baik nelayan laki-laki atau nelayan perempuan mereka mampu melaksanakan pekerjaan yang sama, mendapatkan upah, kesempatan kerja dan mampu mengelola sumber daya yang ada.Kata kunci : Gender, Pukat Pantai, Tandurusa
DINAMIKA KELOMPOK DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI BAHOWO KELURAHAN TONGKAINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Sepang, Novia N.; Durand, Swenekhe S.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30626

Abstract

AbstractGroup dynamics is a group consisting of two or more individuals who have a clear psychological relationship between members of one another can take place in situations that are shared. The purpose of this study was to determine the activities of mangrove management groups in Bahowo, Tongkaina Sub-district, Bunaken District, Manado City and to determine the dynamics of mangrove management groups in Bahowo, Tongkaina Sub-district, Bunaken Sub-District, Manado City. The method used in this study is the census method. With a total population of 12 people. Data collected includes primary data and secondary data. The data obtained are then processed, tabulated and analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The main activity in this management group is making seeds and replanting for old mangroves. Making these seeds is done at the nursery center and here also the seeds are stored where the seeds are placed in a poly bag and there is a small hut made to protect young seedlings from the hot sun. The main activity in this management group is making seeds and replanting for old mangroves. Making these seeds is done at the nursery center and here also the seeds are stored where the seeds are placed in a poly bag and there is a small hut made to protect young seedlings from the hot sun. The dynamics of the mangrove management group in Bahowo has mutual respect and respect for opinions among group members, mutual openness, tolerance and honesty among group members.Keywords: Group Dynamics, Mangroves, Bahowo AbstrakDinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui aktivitas kelompok pengelola mangrove di Bahowo Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado dan untuk mengetahui dinamika kelompok pengelola mangrove di Bahowo Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Dengan jumlah populasi sebanyak 12 orang. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh selanjutnya diolah, ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kegiatan utama pada kelompok pengelola ini adalah pembuatan bibit dan penyulaman untuk mangrove yang sudah tua. Pembuatan bibit ini dilakukan di pusat pembibitan (nursery center) dan disini juga bibit disimpan dimana bibit diletakkan dalam polybag dan ada pondok kecil yang dibuat untuk melindungi bibit muda dari terik matahari. Kegiatan utama pada kelompok pengelola ini adalah pembuatan bibit dan penyulaman untuk mangrove yang sudah tua. Pembuatan bibit ini dilakukan di pusat pembibitan (nursery center) dan disini juga bibit disimpan dimana bibit diletakkan dalam polybag dan ada pondok kecil yang dibuat untuk melindungi bibit muda dari terik matahari. Dinamika kelompok pengelola mangrove di Bahowo memiliki adanya Ssaling menghormati dan menghargai pendapat di antara anggota kelompok, saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok.Kata Kunci: Dinamika Kelompok, Mangrove, Bahowo
DAMPAK COVID-19 TERHADAP USAHA SOMA PAJEKO DI DESA DALUM KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA Mamentiwalo, Marlen Vita; Rantung, Steelma V.; Wasak, Martha P.; Longdong, Florence V.; Kotambunan, Olvie V.; Tombokan, John L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34617

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine how the impact of Covid-19 on labor, marketing and income in the Malalugis soma pajeko business in Dalum Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency, North Sulawesi Province.The method in this study was a census on 2 Soma Pajeko business owners and 8 crew members (Ship's crew) using structured questions in the form of a questionnaire, while the data collected were primary data and secondary data. The analysis in this research is quantitative and qualitative analysis.The results of research and discussion of Covid-19 affect the soma pajeko business in Dalum Village, there are workers who have to find side jobs to increase family income. Fish on the market decreased, which is usually 6000-7000 per kg, but due to Covid-19 the price of fish became 5000 per kg as a result, the income in the Soma Pajeko business decreased.Income at the Soma Pajeko business 1. Thanks to the business, which usually net income per trip is Rp. 16,200,000 because the selling price of fish in the market decreases, the income also decreases to Rp. 13,500,000. While in the Soma Pajeko 2. Malalugis business, which usually net income is Rp. 54,000,000 per trip. Due to the covid-19, income has decreased to Rp. 45,000,000 per trip. Covid-19 has no effect on the number of catches but on the marketing of the catch.Keywords: Covid-19, Soma Pajeko, Dalum Village AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak Covid- 19 terhadap tenaga kerja, pemasaran dan pendapatan pada usaha soma pajeko Malalugis di Desa Dalum Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara.Metode dalam penelitian ini adalah sensus pada 2 pemilik usaha soma pajeko dan 8 ABK (Anak Buah Kapal) dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuisioner, sedangkan data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian dan pembahasan Covid-19 mempengaruhi usaha soma pajeko yang ada di Desa Dalum ada tenaga yang harus mencari pekerjan sampingan untuk menambah pendapatan keluarga.Pemasaran ikan harus terhambat akibat adanya Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) akibatnya ada ikan yang mengalami kemunduran mutu, harga ikan di pasaran menurun yang biasa 6000-7000 per kg tapi karena ada covid-19 harga ikan menjadi 5000 per kg akibatnya pendapatan pada usaha soma pajeko mengalami penurunan.Pendapatan pada usaha soma Pajeko 1.Berkat Usaha yang biasanya hasil bersih per trip adalah Rp.16.200.000 dikarenakan harga jual ikan dipasaran menurun pendapatan juga menurun menjadi Rp.13.500.000. sedangkan pada usaha soma pajeko 2. Malalugis yang biasanya hasil bersih Rp.54.000.000 per trip Karena adanya covid-19 pendapatan menurun menjadi Rp.45.000.000 per trip. Covid-19 tidak berpengaruh pada Jumlah tangkapan tapi pada pemasaran hasil tangkapan.Kata Kunci: Covid-19, Soma Pajeko, Desa Dalum
UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR SAAT NORMAL BARU DI DESA BULAWAN INDUK KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR PROVINSI SULAWESI UTARA Rumampuk, Irine; Sondakh, Srie J.; Kotambunan, Olvie V.; Suhaeni, Siti; Wasak, Martha P.; Tilaar, Sandra O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34614

Abstract

AbstractHuman life around the world is changing, one of which is the result of Covid-19 which forces new conditions. In this case, global social life creates a new order. Human life everywhere enters a space called the New Normal. Bulawan Induk Village is a coastal village in Kotabunan District, Bolaang Mongondow Timur Regency, with a population of 1,167 people consisting of 554 men, 613 women and 309 families. Most of the people work as fishermen for about 121 people. Fishery activities carried out by fishermen as the head of the family vary; some are traditional and some are modern. However, the results of the survey show that the fishermen in Bulawan Induk Village are dominated by traditional fishermen. One of the capture fisheries businesses that are carried out in Bulawan Induk Village is hand-fishing. The purpose of this study is to determine the income of traditional hand-paced fishing rods during new normal in Bulawan Induk Village and what efforts are made to improve the family economy during the new normal. The research method used by the author is a survey method. The population in this study were the wives of traditional hand-pancing fishermen in the village of Bulawan Induk. Data were collected by census because the population was only 9 people. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. The data obtained, processed and analyzed by qualitative descriptive and quantitative descriptive.Based on the results of the analysis, it can be concluded that the average income of the traditional hand-line fishing fishermen family during the new normal in Bulawan Induk Village when the New Normal is IDR 43,733,332 with an increase in average income of 23.77%, thanks to the fishermen's wife's efforts to increase family economy. The wives of traditional fishermen in Bulawan Induk Village are working as petibos and opening stalls to sell groceries. Thanks to the fishermen's wife's efforts to improve the family economy, finally the family income increased by 23.77%. There needs to be attention from the local government to form an institution engaged in the marketing of fishery products so that the fishermen's catch can be marketed at a more stable price by existing marketing agencies.Keywords: Effort, handline, family economy, New Normal AbstrakKehidupan manusia di seluruh dunia berubah, perubahan ini salah satunya akibat covid-19 yang memaksa kondisi baru. Dalam hal ini, secara global kehidupan sosial tercipta suatu tatanan baru. Kehidupan manusia di mana pun memasuki ruang bernama Normal Baru. Desa Bulawan Induk merupakan desa pesisir yang ada di Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan jumlah penduduk 1.167 jiwa terdiri dari laki-laki 554 jiwa, perempuan 613 jiwa dan memiliki 309 kepala keluarga. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan kurang lebih 121 jiwa. Kegiatan perikanan yang dilakukan oleh nelayan sebagai kepala keluarga bervariasi; ada yang tradisional dan ada yang modern. Namun, hasil prasurvei menunjukkan bahwa nelayan di Desa Bulawan Induk didominasi oleh nelayan tradisional. Salah satu usaha perikanan tangkap yang di lakukan di Desa Bulawan Induk adalah pancing ulur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendapatan nelayan tradisional pancing ulur saat normal baru di Desa Bulawan Induk dan upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan ekonomi keluarga saat normal baru. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah istri nelayan tradisional pancing ulur yang ada di Desa Bulawan Induk. Pengambilan data dilakukan dengan sensus karena populasi hanya 9 orang.. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh, diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga nelayan tradisional pancing ulur saat normal baru di Desa bulawan Induk pada saat Normal Baru adalah RP.43.733.332 dengan kenaikan pendapatan rata- rata sebesar 23,77%, berkat upaya istri nelayan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Adapun bentuk upaya yang di lakukan istri nelayan tradisional di Desa Bulawan Induk yaitu bekerja sebagai petibo dan membuka warung untuk menjual sembako. Berkat upaya istri nelayan untuk meningkatkan ekonomi keluarga akhirnya pendapatan keluarga naik sebesar 23,77%. Perlu adanya perhatian dari pemerintah setempat untuk membentuk suatu kelembagaan yang bergerak di bidang pemasaran hasil perikanan sehingga hasil tangkapan nelayan dapat dipasarkan dengan harga yang lebih stabil oleh lembaga pemasaran yang ada.Kata Kunci: Upaya, Pancing Ulur, Ekonomi Keluarga, Normal Baru
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL ALAT TANGKAP JARING IMII DI DESA MIMIKA TIMUR, KECAMATAN POMAKO, KABUPATEN MIMIKA, PROVINSI PAPUA Tipagau, Merince; Aling, Djuwita R.R; Wasak, Martha P.; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.; Pangemanan, Novie P.L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34620

Abstract

AbstractMimika Regency has a very large fishery potential and this potential has been underutilized optimally and sustainably. The socio-economic condition of fishermen is a problem faced by the fishing community which has become a major factor in determining the level of welfare, especially in Mimika Timur Village, Pomako District, Mimika Regency. This study aims to determine the socio-economic condition of traditional fishermen in the Imii fishing gear business in East Mimika Village, Pomako District, Mimika Regency, Papua Province. The population in this study were fishermen who used traditional fishing gear Imii nets. Data collection was carried out using the census method on 4 business owners of Imii fishing gear. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out through field surveys and direct interviews guided by questionnaires. Apart from going through interviews, also by asking and answering questions to respondents using a recording device and using documentation. Secondary data is generally in the form of evidence, notes or reports obtained from village data related to this research. The data analysis used in this research is descriptive quantitative analysis and qualitative descriptive analysis. The result of the research shows that social aspects such as the age of the fisherman in this net are in the productive age range. The average education of fishermen is primary school and the dependents of the families vary. Each fisherman family is 3-7 people. For the economic aspect, fishermen have an average income of iDr 650,000. The average expenditure is IDR 200,000 and you get a profit of IDR 450,000. Apart from the relatively low income from fishing, to meet the daily needs of fishing families in East Mim ika Village, it is obtained from the assistance provided by both the government and NGOs that exist on an ongoing basis. Assistance in the form of fishing gear packages consisting of motorboats, nets, coolboxes and fuel. Apart from that, cash assistance, foodstuffs, education fees and other village facilities support support the livelihoods of the village community.KeyWords: Fishing community, income, poverty, welfare, productivity. AbstrakKabupaten Mimika mempunyai potensi Perikanan yang sangat besar dan potensi tersebut selama ini masih kurang dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan. Kondisi sosial ekonomi nelayan merupakan masalah yang dihadapi masyarakat nelayan yang sudah menjadi faktor utama yang menentukan tingkat kesejahteraan khususnya di Desa Mimika Timur Kecamatan Pomako Kabupaten Mimika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi nelayan tradisional usaha alat tangkap jaring Imii di Desa Mimika Timur, Kecamatan Pomako, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap tradisional jaring Imii. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode sensus atas 4 orang pemilik usaha alat tangkap Imii. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara langsung yang dipandu dengan kuisioner. Selain melalui wawancara juga dengan cara tanya jawab kepada responden dengan menggunakan alat perekam, serta menggunakan alat dokumentasi. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan yang di dapatkan dari data desa yang berhubungan dengan penelitian ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan aspek sosial seperti umur nelayan jaring imii berada pada kisaran umur produktif. Pendidikan nelayan rata-rata sekolah dasar dan tanggungan keluarga bervariasi setiap keluarga nelayannya adalah 3 -7 orang. Untuk aspek ekonomi nelayan memiliki pendapatan rata- rata sebesar Rp 650.000. Pengeluaran rata-rata Rp 200.000 dan diperoleh keuntungan sebesar Rp 450.000. Selain dari penghasilan melaut yang relative rendah, untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga nelayan jaring imii di desa Mimika Timur, didapatkan dari bantuan yang diberikan baik oleh pemerintah maupun LSM yang ada secara kontinu. Bantuan berupa paket alat tangkap yang terdiri dari perahu motor, jaring, coolbox dan bahan bakar. Selain itu juga bantuan uang tunai, bahan makanan, biaya pendidikan dan bantuan fasilitas desa lainnya untuk menopang kehidupan masyarakat desa ini.Kata Kunci: Masyarakat nelayan, Pendapatan, Kemiskinan, Kesejahteraan, Produktivitas
KEADAAN PERUSAHAAN PERIKANAN TANGKAP PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN ERA NEW NORMAL (Studi Kasus PT. Virgo Internusa di Kelurahan Kadoodan Kecamatan Madidir Kota Bitung) Lantang, Shelly A.; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.; Suhaeni, Siti; Wasak, Martha P.; Rompas, Rizald M.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34609

Abstract

AbstractThis study aims to see and describe how PT. Virgo Internusa can survive until Covid-19 Pandemic and New Normal Era, as well as what the company has done to maintain its existence. The research method used is the study method, and data collection by making observations at the research site, interviews and questionnaires to respondents. Data collected from primary data and secondary data,primary data obtained from respondents who state 5 people and are employees at PT. Virgo Internusa, while secondary data is obtained by quoting from existing sources with this research such a books, laws, articles, ensiclopedias, journals and other official archives. Meanwhile, the data analysisused qualitative and quantitative analysis. The quantitative analysis uses simple mathematical calculations, and qualitative analysis through systematic writters’ languages. Based on the results of research and discussion, it can be adjusted: 1) PT. Virgo Internusa only carries out limited activities, and employees are not guaranted to come to the office everyday; and 2) PT. Virgo Internusa is still in existence today becausethere is still a flo of funds flowing in it and sourced from foregn investors who are Filipino citizens who are usually called Mr. Tan; and 3) This company may start a new business or still have hopes of relief and policy changes on licensing from the Minisrty of Marine Affairs and Fisheries, so that it can rise and achievethe same glory as before. Keywords: Case studies, New Normal Era, Pandemic Covid-19, PT. Virgo Internusa  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana PT. Virgo Internusa dapat bertahan hingga saat ini, sampai masa Pandemi Covid-19 dan Era New Normal, serta apa saja yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, dan pengambilan data dengan cara melakukan observasidi tempat penelitian, serta wawancara dan kuisioner terhdapa responden. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dari responden yang berjumlah 5 orang dan merupakan karyawan di PT. Virgo Internusa, sedangkan data sekunder didapatkan dengan cara mengutip dari sumber-sumber yang ada hubungannya dengan penelitian ini seperti buku-buku, undang-ndang, artikel, ensiklopedi, jurnal dan arsip-arsip resmi lainnya. Sedangkan Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Adapun analisis kuantitatif menggunakan perhitungan matemats sederhana, dan analisis kualitatiff melalui bahsa-bahasa penulis yang sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan: 1) PT. Virgo Internusa hanya melakukan aktivitas terbatas, dan para karyawan tidak berkewajinam untuk datang ke kantor setiap hari ; dan 2) PT.Virgo Internusa masih bertahan hingga saat ini dikarenakan masih ada aliran dana yang mengalir di dalamnya dan bersumber dari Investor asing berkewarganegaraan Filipina yang biasa dipanggil Mr. Tan; dan 3) Perusahaan ini mungkin saja akan memulai usaha yang baru ataupun masih memiliki harapan akan adanya keringanan dan perubahan kebijakan tentang perizinan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, agar bisa bangkit dan meraih kejayaan seperti dulu.Kata Kunci: Studi Kasus, Era New Normal, Pandemi Covid-19, PT.Virgo Internusa
STUDI USAHA TRANSPORTASI WISATA BAHARI KALIMAS KELURAHAN CALACA KOTA MANADO PADA MASA PANDEMIK COVID-19 Salanggamo, Verki; Andaki, Jardie A.; Wasak, Martha P.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Rangan, Jetty K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34623

Abstract

AbstractThe formulation of the problem in this study, namely how is the state of the inter-island ecotourism transportation business at the Kalimas Tourism Port, Calaca Village, Manado City in the face of the Covid-19 pandemic. Meanwhile, the purpose of this research is to study the state of the inter-island ecotourism transportation business at the Kalimas Tourism Port, Calaca Village, Manado City in the face of the Covid-19 pandemic.This research uses a descriptive type of research based on case study research, in this case the inter-island ecotourism transportation business in the tourist port of Kalimas, Calaca Village, Manado City. This research uses descriptive qualitative and quantitative approaches, namely research procedures that produce descriptive data in the form of written words or from people's spoken words and observed behavior. The approach is directed to the background of the object and the individual holistically (intact). Respondents in this study are people who carry out inter-island ecotourism transportation businesses at the Kalimas tourism pierThe results of the study can be concluded: 1) the inter-island transportation business in Kalimas has been started since 2016, every day each boat can carry a maximum of up to 30 people along with their luggage, the fare per passenger is Rp. 20,000.00 and for luggage, a rate of Rp. 2,000.00 for all types of goods; 2) during the Covid-19 pandemic, visits from foreign tourists were prohibited, but local residents were still allowed to travel between islands; and 3) during the new normal period, tourist transportation activities using motorized boats could already be carried out including foreign tourists by implementing a strict Covid-19 Protap, but the number of visits was still insufficient.Key words: motorized boat, Kalimas tourism pier, transportation, ecotourism  AbstrakRumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana keadaan usaha transportasi ekowisata antar pulau di Pelabuhan Wisata Kalimas Kelurahan Calaca Kota Manado dalam menghadapi pandemik covid-19. Sedangkan tujuan penelitian ini, yaitu mempelajari keadaan usaha transportasi ekowisata antar pulau di Pelabuhan Wisata Kalimas Kelurahan Calaca Kota Manado dalam menghadapi pandemik covid-19.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus, dalam hal ini usaha transportasi ekowisata antar pulau di Pelabuhan wisata Kalimas Kelurahan Calaca Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau dari lisan orang-orang dan perilaku yang diamati. Pendekatan diarahkan pada latar belakang objek dan individu tersebut secara holistic (utuh). Responden dalam penelitian ini ialah masyarakat yang melakukan usaha transportasi ekowisata antar pulau di dermaga wisata KalimasHasil penelitian dapat disimpulkan : 1) usaha Transportasi Antar Pulau di Kalimas telah dimulai dari tahun 2016 setiap harinya setiap perahu dapat mengangkut maksimal sampai dengan 30 orang beserta barang bawaan, tarif per penumpang yaitu Rp. 20.000.00 dan untuk barang bawaan di bebankan tarif Rp. 2.000.00 untuk semua jenis barang; 2) pada masa pademik covid-19 terjadi pelarangan kunjungan dari turis asing, namun penduduk lokal masih diizinkan melakukan perjalanan antar pulau; dan 3) pada masa new normal kegiatan transportasi wisata menggunakan perahu bermotor sudah dapat dilakukan termasuk turis asing dengan menerapkan Protap Covid-19 yang ketat, namun jumlah kunjungan masih kurang.Kata kunci: perahu bermotor, dermaga wisata Kalimas, transportasi, ekowisata
ANALISIS FINANSIAL USAHA PANCING ULUR DI DESA SALIBABU KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Arunde, Akhsani; Pangemanan, Jeannette F.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v9i2.36919

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to financially analyze the hand line business in Salibabu Village is profitable or not profitable and feasible or not feasible to run. The research method used is descriptive research, while the basic research used is the census method. Data was collected by observation or direct observation at the research site. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out through surveys, interviews guided by questionnaires that had been prepared in advance. The interview was conducted by telephone due to the situation and conditions that made it impossible to visit due to the Covid-19 pandemic. Secondary data is data obtained indirectly, secondary data in the form of evidence, notes and reports that have to do with research that has been done. The total cost for the hand line business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency is Rp. 7,197,500, with an income of Rp. 36,000,000 and a profit of Rp. 28,802,500 per year. The line fishing business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency is feasible and profitable because the BCR> 1 is 5,001 which means the business is feasible to run with a profit rate of 4.001%. Keywords: Financial analysis, fishing rod, Salibabu Village AbstrakTujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis secara finansial usaha pancing ulur di Desa Salibabu menguntungkan atau tidak menguntungkan dan layak atau tidak layak dijalankan.  Metode Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif sedangkan dasar penelitian yang digunakan adalah metode sensus.  Pengumpulan data dilakukan secara observasi atau pengamatan langsung di lokasi penelitian.  Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.  Pengumpulan data primer dilakukan melalui survey, wawancara yang dipandu dengan kuesioner yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Wawancara dilakukan melalui telpon karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk berkunjung karena adanya pandemi Covid-19 ini.  Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, data sekunder berupa bukti, catatan dan laporan yang ada hubungannya dengan penelitian yang sudah di lakukan. Total biaya untuk usaha pancing ulur di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar Rp.7.197.500, dengan pendapatan sebesar Rp.36.000.000 serta keuntungan sebesar Rp.28.802.500 per tahun.  Usaha Pancing Ulur di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud layak untuk dijalankan dan menguntungkan karena BCRnya > 1 yaitu 5,001 yang artinya usaha tersebut layak dijalankan dengan profit rate atau tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 4,001%. Kata Kunci: Analisis finansial; pancing ulur; Desa Salibabu
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L) DENGAN ALAT TANGKAP HUHATE DI DESA GURAPING KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Kimilaha, Abd. Halim H.; Suhaeni, Siti; Andaki, Jardie A.; Longdong, Florence V.; Wasak, Martha P.; Pangemanan, Novie P.L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v9i2.36915

Abstract

AbstractThis study aims to determine whether the fishing effort of skipjack (Katsuwonus pelamis L) using huhate fishing gear in Guraping Village, North Oba District, Tidore Islands City is feasible or not. The population in this study were all fishermen who own Cakalang fishing business with Huhate fishing gear in Guraping Village, North Oba District, Tidore Islands City, totaling 4 people. Collecting data using the census method, ie all populations are taken as respondents. Data were collected through observation and interviews guided by a questionnaire. Based on the analysis conducted, the result is that the net profit per year is Rp. 631.600.000,-: Operating profit of Rp. 834,475,000, -; the value of the profit rate is positive, namely 41.53%; Its profitability is 1.92%; BCR value > 1 which is 1.42%; the sales result is Rp. 2,152,500,000, - and the catch is 143,500 Kg above the sales BEP (BEPSales Rp. 520,192,308) and the unit BEP (BEPunit 34,679.48 kg) and the Payback Period is 2 years 4 months 2 days. Based on all the results of the financial analysis that has been carried out, it can be concluded that the skipjack fishing business using huhate fishing gear in Guraping Village is feasible. Keywords: Financial Analysis, Huhate, Guraping AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L) dengan alat tangkap huhate di Desa Guraping Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan itu layak dijalankan atau tidak. Populasi dalam penelitian ini adalah semua nelayan pemilik usaha penangkap ikan Cakalang dengan alat tangkap Huhate di Desa Guraping Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, yang berjumlah 4 orang. Pengambilan data menggunakan metode sensus, yaitu semua populasi diambil sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa keuntungan bersih per tahun adalah sebesar Rp. 631.600.000, -: Operating profit sebesar Rp. 834.475.000,-; nilai profit ratenya positif yaitu 41,53%; Rentabilitasnya yaitu 1,92%; nilai BCR >1 yaitu 1,42%; hasil penjualan Rp.2.152.500.000,-dan hasil tangkapan sebesar 143.500 Kg diatas BEP penjualan (BEP Penjualan Rp. 520.192.308) maupun BEP satuan (BEP Satuan 34.679,48 kg) dan Payback Periodnya 2 tahun 4 bulan 2 hari. Berdasarkan seluruh hasil analisis finansial yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha penangkapan ikan cakalang dengan alat tangkap huhate di Desa Guraping ini layak dijalankan. Kata Kunci: Analisis finansial; Huhate; Guraping