Nurul Sri Wahyuni
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI SMPN 1 SAWOO Devy Intan Kurniawati; Sulistyo Andarmoyo; Nurul Sri Wahyuni; Elmie Muftiana; Rika Maya Sari
Health Sciences Journal Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.101 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v6i1.1155

Abstract

Smoking is one of the public health problems in Indonesia given that smoking is one of the main risk factors for several chronic diseases that can lead to death. This study aims to determine whether there is an effect of health education with audio-visual media on smoking behavior in adolescents. The design of this research is to use the Pre Experiment method with the One Group Pretest-Posttest Design. The population in this study were grade IX students at SMPN 1 Sawoo with a sample size of 40 respondents. In this study using purposive sampling. Data collection techniques using questionnaires and analysis using the Wilcoxon signed Rank Test. The results of this study indicate that there is an increase in good behavior about smoking. Statistical test results show the value of Asymp. Significant (2-tailed) 0.05, which means Ha is accepted, that is, there is an effect of health education with audio-visual media on smoking behavior in adolescents.
TINGKAT PENERIMAAN DIRI WANITA USIA SUBUR YANG MENGALAMI INFERTIL DI SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI PONOROGO Yuliana Windarti; Nurul Sri Wahyuni; Cholik Harun Rosjidi
Health Sciences Journal Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.471 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v3i1.216

Abstract

Penerimaan diri adalah sebuah sikap seseorang menerima dirinya. Pada wanita usia subur yang mengalami infertil akan mengalami perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi sesorang dalam menerima dirinya, usia, pendidikan, intelegensi, keadaan fisik, pola asuh, dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerimaan diri wanita usia subur yang mengalami tentang infertilitas.Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi petugas di salah satu  rumah sakit swasta di ponorogo dengan besar sampel 18 orang. Sampling penelitian menggunakan Total Sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.Analaisa data menggunakan skor T.Hasil penelitian Tingkat penerimaan diri wanita usia subur yang mengalami infertil diinterpretasikan hampir seluruhnya 13 responden (72%) memiliki penerimaan negatif dan sebagian kecil 5 responden (28%) memiliki penerimaan positif.Kesimpulan penelitian di dapatkan sebagian besar responden memiliki penerimaan negatif  terhadap infertilitas. Dalam menghadapi masalah penerimaan diri pada infertil dibutuhkan support dan dukungan dari suami maupun keluarga untuk memandang dirinya secara realistis tanpa harus menjadi malu dan menerima keadaannya tanpa menyalahkan diri atas kondisi yang berada diluar kontrol mereka
LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS SENAM LANSIA (TAI CHI) DALAM PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Amsiatu Syarifah; Saiful Nurhidayat; Rika Maya Sari; Laily Isro’in; Nurul Sri Wahyuni
Health Sciences Journal Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v5i2.845

Abstract

Hipertensi merupakan  masalah yang sering terjadi pada masyarakat saat ini dan salah satu penyakit degeneratif. Hipertensi ini bisa dicegah dengan mejaga pola hidup yang sehat, beraktivitas fisik melakukan Senam Lansia (Tai Chi). Tujuan dari Literature Review ini yaitu untuk mengetahui efektivitas senam lansia (Tai Chi) dalam penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.                 Metode dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menggunakan data sekunder hasil penelitian terdahulu. Sumber datanya yaitu Google Schoolar, Pub Med dan Science Direct. Hasil dari penelusuran studi literatur menunjukkan bahwa senam Lansia Tai Chi efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Melakukan senam Lansia Tai Chi secara teratur sebanyak 3- 5 kali dengan durasi 30 menit-60 menit dan selama 4-8 minggu ini membuat lansia bisa meningkatkan konsentrasi, mengurangi kecemasan, menenangkan pikiran, membantu  lansia menjadi rileks, menurunkan aktivitas saraf simpatis  sehingga efektif untuk membantu proses penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Maka dapat disimpulkan jika senam lansia (tai chi) sebagai salah satu solusi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
STUDI KASUS : UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT PADA KELUARGA DENGAN PENDERITA TB PARU Nia Puji Lestari; Nurul Sri Wahyuni; Ririn Nasriati
Health Sciences Journal Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.633 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v3i2.264

Abstract

TB paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan paling sering mengenai parenkim paru. Faktor yang mempengaruhi penularan TB paru antara lain adanya  lingkungan dan perilaku yang kurang baik. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memahami asuhan keperawatan keluarga dengan salah satu anggota keluarga menderita TB paru dengan masalah ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan mulai dari pengkajian, penegakan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Asuhan keperawatan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo selama 5 hari pada bulan Maret 2019. Hasil pengkajian lingkungan didapatkan bahwa baju digantung disembarang tempat, ventilasi 10%, jendela dan pintu jarang dibuka, kebersihan rumah kurang, tempat khusus membuang dahak tidak tersedia, penerangan cukup, tempat pembuangan sampah terbuka, dapur lembab, jarak septic tank jarak 10m, pasien sering berludah disembarang tempat dan tidak mau memakai masker. Dengan adanya lingkungan sertaperilaku yang kurang baik maka bakteri TB berpotensi untuk menular ke anggota keluarga.Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan yang berfokus pada cara memodifikasi lingkungan untuk penderita TB paru melalui media leaflet. Hasil evaluasi didapatkan pasien dan keluarga mengerti tentang penyakit TB paru serta pencegahan penularannya. Selain itu keluarga mampu memodifikasi lingkungan yang memenuhi syarat untuk penderita TB paru sehingga diharapkan dapat mencegah penularan TB ke anggota keluarga yang sehat.
EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI TURP DI RUANG RAWAT INAP RSI SITI AISYAH MADIUN Erna Dwiningrum; Nurul Sri Wahyuni; Laily Isro'in
Health Sciences Journal Vol 4, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.097 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v4i1.402

Abstract

TURP merupakan penatalaksanaan pasien BPH untuk mengurangi penyumbatan saluran kencing, dengan mengambil jaringan yang menyumbat uretra pars prostatika, tindakan ini akan berdampak nyeri pada pasien. Nyeri merupakan gejala subjektif hanya klien yang dapat mendiskripsikan. Terapi non farmakologi yang digunakanu ntuk mengurangi nyeri pada pasien post operasi TURP yaitu kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian. Kompres hangat terhadap perubahan tingkat nyeri pada pasien post operasi TURP di ruang rawat inap RSI Siti Aisyah Madiun. Desain penelitian menggunakan Quasy Eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre post-test. Populasi semua pasien post operasi TURP, teknik sampling yang digunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 15 responden. Sedang instrument penelitian menggunakan lembaro oservasi. Uji penelitian adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian shif sore sebelum dilakukan kompres hangat sebanyak 10 responden (66,7%) nyeri sedang, dan sebanyak 5 responden (33,3%) nyeri berat, setelah dilakukan kompres hanga tsebanyak 10 responden (66,7%) nyeris edang dan 5 responden (33,3%) nyeriringan, dan pada shif malam sebelum dilakukan kompres hangat sebanyak 9 responden (60%) nyeri sedang, 6 responden (40%) nyeriberat, setelah dilakukan kompres hangat sebanyak 11 responden (73,3%) nyeri sedang dan 4 responden (26,7%) nyeri ringan. Hasil penelitian didapatkan nilai ρ = 0,005 (ρ = value 0,05) pada shif sore dan ρ = 0,008 (ρ = value 0,05) pada shif malam, sehingga dapat diasumsikan bahwa kompres hangat terbukti efektif menurunkan nyeri pada pasien post operasi TURP. Rekomendasi hasil penelitian kompres hangat dapat dijadikan sebagai tindakan non farmakologi menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi TURP.
PERILAKU KELUARGA DALAM PEMENUHAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) ANGGOTA KELUARGA DENGAN SKIZOFRENIA DI DESA PARINGAN, KECAMATAN JENANGAN, KABUPATEN PONOROGO Dinda Mar’atush Sholihah; Nurul Sri Wahyuni; Lina Ema Purwanti
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.17

Abstract

Abstract Some symptoms such as losing motivation, responsibilities, apathetic, and social and Activity of Daily Living (ADL, hereafter) disturbance are often experienced by schizophrenia patients. They often experience inhuman treatments such as cruel behavior, isolated or deprived. This study aims to identify family behavior in ADL for schizophrenia’s family.This study is a descriptive study. The populations of the study are all families whose members are schizophrenia in Paringan village, Jenangan sub-district, Ponorogo district.There are 60 respondents taken as the sample of the study. Total sampling is employed to take the sample of the study. Thus, questionnaire is used as the data collection technique. In addition, score T is utilized to analyze the data.The results of the study show that most families, as many as 36 families (60%) have positive behavior and 24 families (40%) have negative behavior for having ADL for those families whose members are schizophrenia. Based on the results on the study, it is expected that the families whose members are schizophrenia should have a better positive behavior for meeting ADL for schizophrenia patients. The results of this study is proposed to the future researchers. The next studies are expected to conduct studies related to Families’ Motivation in Increased Self-Esteem Schizophrenia Patients  in the Society.  Keywords: Behavior, Family, Activity of Daily Living (ADL), SchizophreniaAbstrak Pasien skizofrenia sering terlihat adanya kemunduran yang ditandai dengan hilangnya motivasi, tanggung jawab, apatis, hubungan sosial dan gangguan pemenuhan ADL. Mereka sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi, misalnya kekerasan, diasingkan, diisolasi atau dipasung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perilaku keluarga dalam pemenuhan ADL anggota keluarga dengan skizofrenia. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo yang mempunyai anggota keluarga penderita skizofrenia sejumlah 60 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan teknik analisa menggunakan skor T. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar yaitu 36 (60%) keluarga berperilaku positif dan hampir setengahnya yaitu 24 (40%) keluargaberperilaku negatif dalam pemenuhan ADL anggota keluarga dengan skizofrenia. Mengacu pada hasil penelitian diharapkan bagi keluarga agar meningkatkan perilaku positifnya dalam pemenuhan ADL pasien sizofrenia . Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang Motivasi Keluarga dalam Meningkatan Harga Diri Pasien Skizofrenia di Masyarakat.Kata kunci : Perilaku, Keluarga, Activity of Daily  Living(ADL), Skizofren
PERILAKU ODHA DALAM MENCEGAH PENULARAN HIV/ AIDS Nurul Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v2i4.1034

Abstract

Aquired Immune Defesiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodefeciency Virus (HIV). Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo menunjukkan bahwa sejak ditemukan tahun 1999 kasus HIV/ AIDS terus meningkat. Hingga akhir tahun 2011, jumlah penderita HIV/ AIDS sebanyak 43 orang.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dampak kerahasiaan ODHA di masyarakat berkaitan dengan penularan HIV/AIDS dan informasi perilaku ODHA, sikap, dan persepsi ODHA terhadap HIV/ AIDS dan juga cara pencegahan dan upaya yang dilakukan ODHA untuk mencegah penularan HIV pada orang lain.Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Unit analisis pada penelitian ini adalah ODHA di wilayah Kabupaten Ponorogo. Teknik sampling yang akan digunakan adalah Snowball Sampling. Jumlah responden yang akan diambil sesuai informasi yang diperoleh peneliti dari key person. Pengumpulan data dilakukan dengan depth interview. Selanjutnya data dianalisis dengan reduksi data, data display, dan verifikasi data. Selanjutnya akan dilakukan uji kredibilitas data dengan triangulasi sumber.Hasil penelitian ini menyatakan semua responden mengatakan tidak mau menularkan penyakitnya kepada orang lain. Masa lalu informan beragam, ada yang berasal dari pengguna napza suntik, heterosek, tertular dari suaminya. Perlakuan kerahasiaan kepada ODHA harus tetap dilaksanakan karena mereka takut adanya diskriminasi terhadap ODHA. Hal tersebut terjadi karena masyarakat belum paham tentang HIV sehingga mereka masih sangat menstigma HIV. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka memang perlu adanya suatu intervensi ganda yang harus dilakukan, yaitun intervensi kepada masyarakat berupa sosialisai tentang HIV/AIDS. Sedangkan kepada ODHA perlu adanya pendampingan yang berkesinambungan sehingga penularan HIV dapat dicegah.
TERAPI MUSIK EFEKTIF MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN ANAK USIA SEKOLAH Nurul Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v2i3.1023

Abstract

Hospitalisasi atau rawat inap merupakan stressor yang besar yang harus dihadapi oleh anak, karena mereka belum mengerti mengapa harus dirawat juga karena lingkungan yang asing, kebiasaan yang berbeda, atau perpisahan dengan keluarga. Reaksi yang umum dari stress adalah kecemasan. Kecemasan adalah emosi atau perasaan yang timbul oleh penyebab yang tidak pasti atau tidak spesifik, biasanya dimanifestasikan dengan perasaan tidak nyaman dan gelisah. Banyak metode yang digunakan untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien anak, salah satunya yaitu dengan terapi musik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada pasien anak usia sekolah (6-12 tahun) yang dirawat ina p di Ruang Marwa. RSU ‘Aisyiyah Ponorogo sebelum dan sesudah diberikan terapi music serta menganalisa pengaruh terapi music terhadap penurunan tingkat kecemasannya.Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental. Dengan desain yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Sampel diambil secara purposive sampling, yaitu pasien anak usia sekolah (6-12 tahun) yang dirawat  inap di ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo dan tercatat sebagai pasien di bulan Desember 2004. Variable yang diukur adalah tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberi terapi music.Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa sebelum diberi terapi music 14,29% responden mengalami cemas ringan, 71,43% cemas sedang, dan 14,29% mengalami cemas berat. Sedangkan setelah diberi terapi music 80,95% responden mengalami cemas ringan, 4,76% cemas sedang, dan 14,29% cemas berat. Dari hasil uji statistik t-test (α = 0,05) didapatkan t hitung (8.604) dengan t tabel (2.086) dan rata-rata penurunan sebesar 4,0476. Karena t hitung lebih besar dari t table berarti hipotesis diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi music terhadap penurunan tingkat kecemasan. Dari hasi temuan diatas disarankan kepada institusi rumah sakit khususunya bidang keperawatan agar terapi music dapat diterapkan pada pasien anak yang dirawat inap.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN LANSIA DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Di Kelurahan Kepolorejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Nova Endah Dwi Indriyani; Nurul Sri Wahyuni; Sulistyo Andarmoyo
Health Sciences Journal Vol 6, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v6i2.1552

Abstract

Meningkatnya angka kejadian Covid-19 mengakibatkan kecemasan pada semua orang tidak terkecuali pada lansia. Dukungan keluarga sangat penting dalam menurunkan kecemasan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk. mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan lansia dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Kelurahan Kepolorejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan. Desain menggunakan korelasi dalam hubungannya dengan metode cross-sectional. Populasi lansia sebanyak 1615 orang. Purposive sampling digunakan untuk memilih 94 responden sebagai sampel. Kuesioner digunakan sebagai alat penelitian. Uji Chi square digunakan untuk mengevaluasi data, dengan ambang signifikansi 0,05. Hasil penelitian terhadap 94 responden menunjukan responden mendapatkan dukungan positif sebanyak 49 responden (52.1%) dan dukungan negatif sebanyak 45 responden (47.9%). Sedangkan kecemasan terdapat 38 responden (40.4%) memiliki kecemasan ringan, 23 responden (24.5%) memiliki kecemasan sedang, dan 33 responden (35.1%) memiliki kecemasan berat. Berdasarkan uji statistik diperoleh p value 0,003 α 0,05, dengan cc 0,331 hal ini berarti terdapat hubungan dukungan keluaraga dengan kecemasan lansia. Pada penelitian menunjukan sebagian kecil 10 responden (20,4%) mendapat dukungan keluarga positif dengan kecemasan berat dan 11 responden (24,4%) mendapat dukungan keluarga negatif degan kecemasan ringan. Hal ini terjadi bukan hanya karena aspek dukungan keluarga, tetapi juga karena faktor usia, karena semakin bertambahnya usia, semakin mudah mengalami kecemasan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan dukungan keluarga yang positif kepada lansia dalam menghadapi pandemi Covid-19, sehingga mengurangi kekhawatiran lansia.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA DI SMAN 1 NGRAYUN PONOROGO Intan Aprillia Melani; Nurul Sri Wahyuni; Saiful Nurhidayat; Siti Munawaroh; Yayuk Dwi Rahayu
Health Sciences Journal Vol 7, No 1 (2023): Health Science Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v7i1.2052

Abstract

Anxiety for adolescents can occur when adolescents are easily threatened or have low self-confidence. Adolescents who experience anxiety have the potential to experience changes in blood pressure due to unstable feelings. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and blood pressure in adolescents at SMAN 1 Ngrayun Ponorogo.The method in this study is cross sectional correlation with an observational approach. The sample used was 73 class XII students at SMAN 1 Ngrayun obtained through simple random sampling method. Primary data were obtained by measuring blood pressure using a sphygmomanometer and the HARS questionnaire. The data that has been collected is then analyzed using the Spearman Rank Test correlation.The results showed that respondents who did not experience anxiety were 39 students (53.4%), mild anxiety were 23 students (31.5%), moderate anxiety was 5 students (6.8%), and severe anxiety was 6 students. (8.2%). Furthermore, respondents who had normal blood pressure scores were 47 students (64.4%), hypotension were 17 students (23.3%) and pre-hypertensive were 9 students (12.3%). Based on the results of the statistical analysis using the Spearman rank test, a p-value of 0.004 was obtained where the value was smaller than 0.01, so it was stated that H1 was accepted, there was a relationship between anxiety levels and blood pressure in adolescents at SMAN 1 Ngrayun Ponorogo.This research is expected to increase knowledge about hypertension such as providing regular education so that efforts can be made to reduce the risk of hypertension and control feelings of anxiety that may be faced.