Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THERMAL MANAGEMENT AT THE ENERGY WATER ENVIRONMENT NEXUS: FROM PHOTOTHERMAL MATERIALS AND BUILDING ENVELOPES TO GRIDRESPONSIVE ENERGY SYSTEMS Djamalu, Yunita; Djafar, Romi; Fauziah, Siti; Pakaya, Roys
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 3 No. 2 (2025): Journal Of Renewable Energy Engineering (Oktober)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v3i2.61

Abstract

Thermal phenomena sit at the heart of today’s most important sustainability challenges, producing clean water, maintaining healthy indoor climates, valorizing biomass, and balancing increasingly variable power grids. This review synthesizes state-of-the-art advances across materials, devices, buildings, and energy systems to outline an integrated research agenda for the energy–water–environment nexus. We highlight photothermal platforms for desalination and wastewater treatment, including macroporous three-dimensional MXene architectures with high broadband absorption and near-complete contaminant rejection, a nature-inspired “suspended” evaporator that resists salt accumulation even in 15–20 wt% brines, and scaling-mitigating slippery membranes for robust membrane distillation (Lan, Wood, & Yuen, 2019), (Zhao et al., 2019), (Islam et al., 2020). For the built environment, we analyze optimization of phase-change Trombe walls, localized solid-state humidity pumping, evidence-based thermal comfort indices, and holistic multi-objective design of net-zero energy housing in the tropics (Zhang et al., 2022; Tumuluru, Ghiasi, Soelberg, & Sokhansanj, 2021), (Luo et al., 2021; Mani et al., 2023). On the supply side, we assess rapid load transitions in solid-oxide-fuel-cell–gas-turbine hybrids, optimization-driven power-flow management, and thermal-pollution constraints on water-cooled generation (Staiger, Laschewski, & Matzarakis, 2019),(Zhu et al., 2021; Li, Hua, Tu, & Wang, 2019). Finally, we connect circular carbon strategies torrefaction and biochar to both energy quality and environmental remediation (Karanikola, Boo, Rolf, & Elimelech, 2018), (Miara et al., 2018). We conclude with cross-cutting gaps in durability, field validation, and multi-scale modeling, and propose harmonized metrics and standardized protocols to accelerate translation. All citations derive from the user-provided corpus.
IMPLEMENTASI APLIKASI SIDAK SOSIAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENDATAAN DAN PENYALURAN BANTUAN SOSIAL DI PROVINSI GORONTALO Pakaya, Roys
Journal Of Software Engineering And Communication Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Software Engineering and Communication (Oktober)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jsec.v3i2.72

Abstract

Permasalahan pendataan dan penyaluran bantuan sosial di Indonesia masih sering menghadapi kendala berupa ketidakakuratan data, tumpang tindih penerima, serta keterlambatan distribusi. Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Sosial Provinsi Gorontalo meluncurkan aplikasi SIDAK SOSIAL (Sistem Informasi Data dan Layanan Kesejahteraan Sosial) sebagai inovasi dalam memperbaiki kualitas pendataan dan mempercepat proses pelayanan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi Sidak Sosial dalam meningkatkan efektivitas pendataan dan penyaluran bantuan sosial di Provinsi Gorontalo, sekaligus memberikan manfaat berupa rekomendasi bagi optimalisasi kebijakan dan praktik digitalisasi layanan sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dengan teknik studi kasus melalui analisis dokumen resmi, kajian literatur, dan data sekunder terkait digitalisasi perlindungan sosial. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Sidak Sosial memiliki kontribusi positif dalam mempercepat administrasi, meningkatkan transparansi, serta membantu sinkronisasi data penerima bansos. Namun, beberapa hambatan masih ditemui, terutama terkait integrasi dengan DTKS nasional, keterbatasan sumber daya manusia, serta infrastruktur digital di daerah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Sidak Sosial berperan penting dalam mendukung transformasi digital layanan sosial di Gorontalo, tetapi perlu ditunjang dengan penguatan interoperabilitas data, peningkatan kapasitas SDM, serta sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.
ANALISIS ETIKA DAN DAMPAK PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN DALAM MANIPULASI OPINI PUBLIK DI MEDIA SOSIAL Pakaya, Roys; Suleman, Sinta; Latodjo, Rivel; Nurkamiden, Ismet; Bangki, Zulvan Naim; Hidayatulah, Muamar; Bano, Mugairun I; Syamsudin, Lucky Din; Taha, Firman K
Journal Of Software Engineering And Communication Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Software Engineering and Communication (Oktober)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jsec.v3i2.74

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah secara fundamental dinamika komunikasi dan pertukaran informasi di media sosial. Teknologi AI dimanfaatkan untuk mengelola konten dalam skala besar, mempersonalisasi informasi, serta meningkatkan interaksi pengguna. Namun, di balik manfaat tersebut, AI juga membuka peluang terjadinya manipulasi opini publik melalui penyebaran disinformasi, penggunaan akun bot dan deepfake, serta penguatan bias algoritmik yang berpotensi menciptakan polarisasi sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis aspek etika dan dampak penggunaan kecerdasan buatan dalam manipulasi opini publik di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan regulasi yang relevan dengan isu kecerdasan buatan, etika digital, dan komunikasi publik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan AI tanpa prinsip etika yang jelas dapat mengancam nilai-nilai demokrasi, melemahkan kebebasan berekspresi yang sehat, serta menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap informasi digital. Selain itu, algoritma media sosial yang tidak transparan berpotensi memperkuat echo chamber dan mempercepat penyebaran konten manipulatif. Oleh karena itu, diperlukan kerangka etika yang komprehensif, penguatan regulasi, serta transparansi algoritma dalam pengembangan dan penerapan teknologi AI. Di samping itu, peningkatan literasi digital masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan publik terhadap manipulasi opini berbasis kecerdasan buatan. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengambil kebijakan, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dan beretika di media sosial.