Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah NOSI

FILOSOFI KARAKTER NASIONALIS DALAM BABAD TULUNGAGUNG Riantin Riantin; Ari Ambarwati; Akhmad Tabrani
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Filosofi adalah suatu pertimbangan atau alasan berkaitan dengan gambaran bahwa peraturan yang dibentuk berdasarkan pertimbangan pandangan hidup yang meliputi suasana jiwa serta falsafah hidup masyarakat yang bersumber pada Pancasila dan UUD 1945. Karakter nasionalis sangat dibutuhkan dan wajib tertanam dalam diri warga khususnya dalam diri siswa. Khususnya pada era milenial ini, pendidikan dan pembelajaran mempunyai peran utama dalam membentuk sifat, sikap atau karakter bangsa khusunya generasi muda yang baik sesuai dengan tujuan PendidikanNasional. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter siswa sehingga ke depan siswa mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Salah satunya dengan memunculkan dan mengenalkan kembali sejarah lokal dan budaya lokal khususnya cerita Babad Tulungagung  ke siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono (2009:15), penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dan dokumenter karena mengumpulkan, mengolah, menyederhanakan, menyajikan, dan menganalisis data agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana filosofi karakter nasionalis dalam Babad Tulungagung.  Berdasarkan hasil angket dan wawancara yang dilakukan oleh penulis terhadap siswa dan guru SMPN 1 Ngantru dapat disimpulkan bahwa keenam cerita yang dijabarkan dalam penelitian  ini memiliki karakter nasionalis. Nilai karakter nasionalis yang tercermin dalam cerita Babad Tulungagung tercermin dalam cara pandang, bersikap, dan perbuatan yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Sikap atau jiwa nasionalis dalam cerita Babad Tulungagung ditunjukkan melalui apresiasi, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama dalam setiap tokoh cerita.Kata Kunci: filosofi, pendidikan karakter, Babad Tulungagung.
EKOLOGI BUDAYA DALAM SASTRA BAHARI IKO-IKO MASYARAKAT BAJO DI KEPULAUAN SAPEKEN Rizal Mahsyar; Akhmad Tabrani; Ari Ambarwati
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan suatu produk budaya yang juga menjadi bentuk atau cara penyampaian dan pola prilaku masyarakat dalam mencapai tujuan tertentu yang memiliki keterkaitan dengan lingkungannya. Karena lingkungan juga telah menjadi faktor penting dalam proses pembentukan suatu karya sastra. Kelompok masyarakat suku Bajo memiliki suatu bentuk sastra lisan yang disebut dengan Iko-Iko. Sastra lisan Iko-Iko merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tuturan secara langsung yang berkembang di masyarakat pesisir kepulauan Sapeken. Sastra lisan tersebut sudah mulai berkembang dan eksis dituturkan oleh nenek moyang masyarakat suku Bajo dari generasi ke generasi. Setiap kisah yang ditampilkan dalam Iko-Iko diyakini memiliki nilai-nilai pendidikan, pesan moral atau norma yang harus dipatuhi bersama guna memberikan keseimbangan dan ketertiban ataupun keharmonisan dalam melestarikan alam. Seiring dengan perkembangan zaman, Eksistensi Iko-Iko di dalam lingkungan masyarakat kepualauan Sapeken telah mengalami masa yang sulit dan terancam punah sehingga diperlukan upaya yang sistematis untuk pelestarian budaya lisan Iko-Iko tersebut. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk melestarikan budaya sastra bahari Iko-Iko tesebut ialah dengan cara mengumpulkan semua jenis satra bahari yang kemudian dijadikan dalam satu buku Ensiklopedia sastra bahari masyarakat kepulauan Sapeken sehingga sastra tersebut mudah untuk diakses dan dipelajari oleh masyarakat umum.Kata Kunci: Ekologi Budaya, Sastra Bahari, budaya Iko-Iko, Kepulauan Sapeken