Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Widya Teknik

Implementasi Aspal Emulsi Tipe CSS-1 Pada Tanah Lempung Merah Untuk Estimasi Daya Dukung Tanah Pondasi Dengan Metode Regresi Budirahardjo, Slamet; Hartanti, Lusia Permata Sari; Wibowo, Setyoningsih
Widya Teknik Vol. 23 No. 2 (2024): November-Profesi Insinyur
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i2.6070

Abstract

Daerah BSB (Bukit Semarang Baru) Kota Semarang merupakan bagian Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah, yang dalam pengembangan kedepannya akan dikembangkan sebagai kawasan industri, perumahan dan pusat perkantoran. Deskripsi daerah BSB merupakan daerah perbukitan, dimana tanahnya adalah tanah merah. Jalan Semarang – Boja merupakan salah satu jalan akses penghubung dari Kota Semarang, khususnya kawasan Semarang bawah menuju daerah BSB dan Mijen. Selain itu Jalan Semarang - Boja juga sebagai jalan alternatif bagi pengguna jalan yang akan menuju ke Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang. Di lokasi Jalan Semarang – Boja ini sering dijumpai permasalahan kerusakan jalan berupa penurunan, lobang jalan dan pergeseran (sliding).Tujuan dilakukan penulisan implementasi pencampuran aspal emulsi pada tanah dasar (subgrade) di daerah BSB untuk mengetahui sifat asli tanah dasar (subgrade) pada lokasi penelitian, mengetahui ada tidaknya pengaruh pencampuran bahan aspal emulsi pada tanah dasar (subgrade) terhadap sifat tanah dasar asli dan untuk mengetahui besarnya daya dukung tanah pondasi dangkal akibat implementasi pencampuran bahan aspal emulsi kadar 3% dan 6% terhadap berat kering tanah serta masa pemeraman campuran tanah aspal emulsi selama 1 hari dan 3 hari.Metode pengujian tanah yang penulis gunakan merupakan pengujian campuran tanah aspal emulsi di laboratorium yang proses pelaksanaannya mengacu pada peraturan-peraturan SNI tentang uji tanah di laboratorium dan metode regresi yang selanjutnya digunakan untuk estimasi nilai yang diinginkan berdasarkan data-data hasil uji sampel di laboratorium.Hasil uji indek plastisitas sampel tanah asli di daerah BSB Kota Semarang menunjukkan sifat tanah yang mempunyai plastisitas sedang. Terjadinya peningkatan nilai daya dukung tanah pondasi jenis pondasi dangkal rata-rata lebih dari 50% akibat implementasi campuran aspal emulsi CSS-1 pada tanah asli. Implementasi aspal emulsi CSS-1 pada tanah lempung merah daerah BSB Kota Semarang memberikan efek peningkatan nilai daya dukung tanah pondasi jenis pondasi dangkal berbentuk bujur sangkar yang sangat signifikan.
Simulation of the effect of regenerator porosity on the performance of zero centrigade thermoacoustic cooler generated by the single-stage thermoacoustic machine for sustainable refrigeration Farikhah, Irna; Aldiansyah, Edo Putra; Khoiri, Nur; Ristanto, Sigit; Wibowo, Setyoningsih
Widya Teknik Vol. 23 No. 2 (2024): November-Profesi Insinyur
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i2.6115

Abstract

Refrigeration systems are an essential need in everyday life. There are lots of modern industry that uses refrigerator for helps maintain temperature stability from overheating and prevents the product from drying out protected from dirt and insect attacks. However, the refrigeration system used in industry still uses a refrigeration system vapor compression and using chlorofluorocarbon (CFC) refrigerant and hydro-chlorofluorocarbons (HCFCs) which are harmful to the environment. Therefore, it requires thermoacoustic cooling generated by the engine single-stage thermoacoustic. This research was conducted numerically. In this research, the effects are simulated stack porosity on the performance of thermoacoustic cooling generated by a single-stage thermoacoustic machine at 0°C. the porosity was varied from 0.37 to 0.97. It was found that the stack porosity was optimal when the porosity is 0.97 and the performance of the cooler is 52 %. Moreover, the lowest heating temperature for the thermoacoustic machine is 217°C. This temperature can be used for waste heat recovery.