Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Keabsahan Risalah Lelang Atas Objek Lelang Yang Tidak Dapat Dibalik Nama Junaidi, Muhammad; Wibowo, Tri; Ratna Sediati, Diah Sulistyani; Arifin, Zaenal; Soegianto, Soegianto
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 6 No. 3 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v6i3.7916

Abstract

The study aims to analyze the validity of the auction bulletin and the constraints and solutions made by the Office of Auctions on the object of the auction that cannot be renamed. The process of execution of the auction has been regulated in this way by various laws and regulations. In practice, there are some cases where the auction object cannot be renamed, even though the auctions have been carried out in accordance with the conditions and have been made by the Auction Office. The type of research used in this investigation is normative jurisprudence with a method of legislative approach. As a result, in the event that there is an auction object that cannot be named after, it does not immediately result in the following auction process: The auction notice made by the auction office becomes invalid. For example, the case in the decision of the Central Java High Court No. 161/PDT/2016/PT.SMG dated July 15, 2016. The Supreme Court's judgment recognizes the validity of the Auction, although the judgement leads to legal uncertainty for the auction vendor and KPKNL Semarang. In order to establish the basis of legal certainty and the foundation of justice for the seller and KPKNL Semarang, it is recommended to file a lawsuit and settlement to the state court to ensure the status and legal status of the post auction process that has taken place. The novelty of this research is the study of the Auction Records on an auction object that cannot be renamed.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan Risalah Lelang beserta kendala dan solusinya yang dibuat oleh Pejabat Lelang atas objek lelang yang tidak dapat dibalik nama. Proses pelaksanaan lelang telah diatur sedemikian rupa dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Begitu juga dengan proses balik nama atas objek lelang, telah diatur dalam peraturan perundangan dengan jelas. Dalam praktiknya, terdapat beberapa kasus bahwa objek lelang tidak dapat dibalik nama meskipun lelang telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan telah dibuat Risalah Lelang oleh Pejabat Lelang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan. Hasilnya, dalam hal terdapat objek lelang yang tidak dapat dibalik nama, tidak serta merta mengakibatkan proses lelang berikut Risalah Lelang yang dibuat oleh Pejabat Lelang menjadi batal dan tidak sah. Sebagai contoh, kasus dalam putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Nomor 161/PDT/2016/PT.SMG tanggal 15 Juli 2016. Dari putusan pengadilan tinggi tersebut keabsahan Risalah Lelang tetap diakui, meskipun dengan adanya putusan tersebut mengakibatkan adanya ketidakpastian hukum bagi penjual lelang dan KPKNL Semarang. Guna mewujudkan asas kepastian hukum dan asas keadilan bagi penjual dan KPKNL Semarang, disarankan untuk mengajukan gugatan dan penetapan kepada pengadilan negeri untuk memastikan kedudukan dan status hukum atas proses pasca lelang yang telah terjadi. Kebaruan penelitian ini yaitu kajian tentang Risalah Lelang atas objek lelang yang tidak dapat dibalik nama.       
Promoting exercise prescription among community health centers physiotherapists Wibowo, Tri
BKM Public Health and Community Medicine PHS8 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v0i0.3293

Abstract

Background: Based on Riskesdas 2018, the number of Non-Communicable Diseases in Indonesia continues to increase nationally, Heart Disease-Stroke 10.9%, Cancer at 1.8%, Diabetes at 8.5%, Hypertension at 34% (Ministry of Health, 2018). Objective: Looking for a model of appropriate and efficient health services to prevent and control the number of Non-Communicable Diseases (NCDs) in primary care. Result: Prevention-based Physiotherapy services with prescription Physical activity/Sport is a modern preventive-based medical concept that is effective and efficient in preventing several non-infectious diseases.
PERBEDAAN HASIL PEWARNAAN HEMATOXYLIN - EOSIN PREPARAT LIMFONODI PADA PROSES CLEARING MENGGUNAKAN XYLOL DAN MINYAK ZAITUN Wibowo, Tri; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.562

Abstract

Pewarnaan jaringan sangat diperlukan untuk mewarnai komponen-komponen jaringan yang transparan setelah melalui proses pematangan jaringan.Pewarnaan rutin yang umumnya digunakan untuk histopatologi merupakan pewarnaan Hematoxylin Eosin (H&E). Salah satu organ yang dapat digunakan untuk pembuatan sediaan jaringan didalam laboratorium Patologi Anatomi merupakan kelenjar limfonode colli (Kelenjar getah bening pada leher) untuk sediaan jaringan biasa disebut preparate limfonodi. xylol mempunyai kekurangan antara lain bersifat toksik, berbahaya untuk tubuh manusia serta menimbulkan pengerutan jaringan apabila terlalu lama direndam. Sehingga dibutuhkan bahan alternatif pengganti xylol yang lebih aman seperti minyak zaitun) minyak yang mempunyai sifat non polar dapat menghilangkan sisa parafin yang ada pada jaringan. Penelitian ini memakai metode penelitian eksperimental. Metode eksperimen diartikan sebagai metode dengan wujud yang sistematis dengan tujuan untuk mencari pengaruh variabel satu dengan variabel yang lain dengan memberikan perlakuan khusus serta pengendalian yang ketat dalam suatu kondisi.Pada kelompok xylol didapat hasil yang baik, yaitu inti berwarna biru, hiperkromatos. Sitoplasma berwarna merah muda, eosinofilik sebagian bergranular. Xylol mempunyai tingkat kelarutan yang tinggi terhadap agen dehidran dan juga materi paraffin sehingga xylol yang diberikan jaringan tersebut memberikan hasil yang baik ketika sediaan dilakukan pewarnaan. Pada kelompok minyak zaitun didapatkan kualitas preparat jaringan yang menunjukkan gambaran mikroskopis yang baik dengan warna inti terlihat jelas biru, sitoplasma ,merah muda pucat. Berdasarkan hasil serta ulasan yang sudah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan hasil pewarnaan Hematoxylin-eosin pada preparat lomfonodi colli dengan proses clearing memakai minyak minyak zaitun (olea europeae) serta xilol.
Srikandi of the Ministry of Religious Affairs: Women’s Leadership in PTKIN Confronting Patriarchal Culture Ngardi, Valensius; Yufriadi, Ferdi; Sori Alom Harahap, Sahrul; Wibowo, Tri; Istiqomah, Musnif
Modern Islamic Studies and Sharia Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/missr.v1i2.10199

Abstract

This study investigates the role of female leaders, referred to as the "Srikandi of the Ministry of Religious Affairs," in shaping leadership practices within State Islamic Higher Education Institutions (PTKIN) in Indonesia, within the context of a patriarchal cultural framework. The research adopts a qualitative approach using a case study design, combining in-depth interviews, document analysis, and observations to capture the lived experiences and strategies employed by female leaders across several PTKIN in the country. The study finds that women leaders in PTKIN face significant structural and cultural challenges stemming from patriarchal norms, yet they actively navigate these barriers by adopting adaptive leadership styles. These women leaders skillfully balance professionalism, religious values, and gender equity in their roles. Their leadership practices reflect resilience, negotiation skills, and strategic networking, allowing them to gain legitimacy and authority within male-dominated environments. The study highlights that the presence of female leaders in PTKIN serves as a transformative force, subverting patriarchal hegemony and creating opportunities for more inclusive and egalitarian governance within Islamic higher education. By contributing to the ongoing discourse on gender and leadership in this context, the research provides new insights into how women leaders navigate cultural constraints, assert their agency, and enhance institutional performance in the face of systemic gender inequality. The study underscores the importance of fostering supportive environments that allow women to thrive in leadership roles within religious and educational institutions.