Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Refleksi Kristologis dalam Konteks Asia Artha Yualin; Aprilia Pasca; Verra Verra; Sarmauli Sarmauli
Kayee: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : CV. Rumoh Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/08wmq286

Abstract

This research aims to reflect on Christology in an Asian context. This research is beneficial for the development of theological science, particularly in the fields of Christology and contextual theology. This research uses a descriptive approach with a library research method. This study on Christological reflection in an Asian context focuses on the exploration, study, and analysis of various relevant written sources, both classical and contemporary. It can be concluded that Christology is the teaching about the person and work of Jesus Christ, which is inseparable from the doctrine of the Trinity and salvation. Christological reflection in an Asian context arises from the need to present the meaning of Jesus Christ in the reality of religious pluralism, poverty, and suffering that characterize Asian societies. Figures such as Kosuke Koyama with his Water Buffalo Theology emphasize simplicity and closeness to the common people; C.S. Song with his Story Theology emphasizes the importance of folklore and Asian cultural identity; and J.B. Banawiratma with his contextual approach opens dialogue with Islam. The application of contextual Christology in Asia is manifested in interfaith dialogue, social engagement to alleviate poverty, and contextual and tolerant Christian religious education.
Perkembangan Kerajaan Allah di Zaman Paulus Tiara Tiara; Sona Sona; Sarmauli Sarmauli
Kayee: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : CV. Rumoh Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3x3jnn96

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan konsep Kerajaan Allah di zaman Paulus berdasarkan surat-suratnya, serta aplikasinya bagi kehidupan orang percaya masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Sumber data primer meliputi surat-surat Paulus dalam Perjanjian Baru serta karya teologis Donald Guthrie dan George Eldon Ladd, sedangkan sumber sekunder berupa artikel jurnal terkini yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Kerajaan Allah dalam Perjanjian Lama dan ajaran Yesus menjadi fondasi bagi pemikiran Paulus. Paulus mengembangkan pemahaman ini secara signifikan dalam tiga dimensi: eskatologis, etis, dan kristologis. Ia menggeser pemahaman Kerajaan dari eksklusivitas etnis menuju universalitas keselamatan, dengan menekankan bahwa Kerajaan Allah adalah tentang kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17). Paulus juga memahami gereja sebagai komunitas yang telah dipindahkan ke dalam Kerajaan Allah (Kolose 1:13) serta memberitakan Kerajaan sebagai tandingan terhadap klaim Kekaisaran Romawi. Kesimpulan penelitian ini adalah ajaran Paulus tentang Kerajaan Allah tetap relevan bagi orang percaya masa kini dalam menghidupi nilai-nilai Kerajaan, menjadi komunitas yang menghadirkan Kerajaan, serta hidup dalam tegangan "already but not yet" sambil bersaksi di tengah kemajemukan Indonesia.
Peran Roh Kudus Dalam Kehidupan Orang Percaya (Kajian Pneumatologi) Chelsha Chelsha; Japrianka Japrianka; Sarmauli Sarmauli
Kayee: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : CV. Rumoh Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wkqx2y66

Abstract

Artikel ini membahas peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya dari perspektif pneumatologi. Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dalam Tritunggal yang memiliki keilahian yang sama dengan Bapa dan Anak. Dalam ajaran Kristen, Roh Kudus memiliki peran penting sebagai Penghibur, Pengajar, dan Penolong bagi orang percaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roh Kudus sebagai Penghibur memberikan kekuatan, ketenangan, dan pengharapan; sebagai Pengajar menolong manusia memahami dan menerapkan firman Tuhan; serta sebagai Penolong memberikan kekuatan dan bimbingan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penerapan peran Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari meliputi pengambilan keputusan, menghadapi masalah, dan perubahan karakter. Pemahaman yang benar tentang Roh Kudus sangat penting untuk membantu pertumbuhan iman orang percaya dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Artikel ini memberikan kontribusi bagi pengembangan studi teologi khususnya pneumatologi, serta dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan pembaca dalam memahami peran Roh Kudus secara sistematis.
Perkembangan Kristologi Abad Pertama Eny Emelia Hewuni; Mitra Fitria; Reyhan Revando; Sarmauli Sarmauli
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2026): April, Social Sciences, Natural Sciences, and Sustainable Development
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1a9sx754

Abstract

This study aims to determine the development of Christology in the first century. This study uses a qualitative approach with a library research type. Data analysis techniques use content analysis and historical-theological analysis. The results of the study found that the understanding of the development of Christology from the first to the fifth century was a long journey in which the church attempted to formulate a precise understanding of the person of Jesus Christ. Starting from the testimony of the apostles in the New Testament, Christological thought developed through challenges from Gnosticism, Arianism, Nestorianism, and Monophysitism. Through ecumenical councils such as Nicaea (325 AD), Constantinople (381 AD), Ephesus (431 AD), and Chalcedon (451 AD), the church established the doctrine that Jesus Christ is true God and true man, with two natures united in one person without mixing, without changing, without dividing, and without separating. Figures such as Ignatius, Irenaeus, Athanasius, Cyrillus, and Leo the Great played an important role in this formulation. This understanding of historical Christology remains a solid foundation for Christian faith to this day
Eskatologi dalam Perspektif Alkitabiah: Pemahaman tentang akhir zaman dan kedatangan-Nya yang kedua kali Lisdayanti Tinambunan; Riri Handriani; Rike Yulianingsih; Rendy Mirianto; Sarmauli Sarmauli
Journal of Creative Student Research Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober : Journal of Creative Student Research
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jcsr-politama.v2i5.4369

Abstract

The issue of the second coming of Christ has become a church struggle but is also difficult to understand in the Bible. Because the second coming of Christ is a mystery, which until now has been the subject of theological struggle that has never stopped. Therefore, the meaning of the Parousia can add to the understanding of the end times. This research is a qualitative research, using the literature study method. This research aims to explain the understanding of the end times and His Second Coming in a Biblical Perspective.
Doktrin Kristus (Kristologi) Triani Cahyaningsi; Helena Regalia Ujabi; Sarmauli Sarmauli
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober : Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v1i4.356

Abstract

The doctrine of Christ or Christology is the core part of Christian teaching that studies the person and work of Jesus Christ. As the core of the Christian faith, Christology discusses who Jesus is, both in His divinity as the Son of God and in His humanity who was present in the world to atone for human sins. A correct understanding of Christology is very important because it influences how Christians understand salvation, the sacrifice on the cross, and the resurrection of Jesus from the dead. However, in an increasingly modern and pluralistic era, this doctrine often faces quite complex challenges.
Doktrin Keselamatan (Soteriologi): Unsur, Pandangan Teologis, dan Aplikasinya bagi Umat Kristen Retra Chacha Aryuni; Elzha Adryani; Rendy Pratama; Aprilliana Aprilliana; Sarmauli Sarmauli
Educational Journal Vol. 2 No. 1 (2026): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/34k5xw11

Abstract

Soteriologi atau doktrin keselamatan merupakan doktrin inti iman Kristen, namun perdebatan tentang bagaimana keselamatan diterima masih menimbulkan kebingungan tentang hubungan antara anugerah Allah dan tanggung jawab manusia. Artikel ini mendeskripsikan pengertian dan dasar Alkitab soteriologi, unsur-unsur utamanya, pandangan teologis yang berkembang, serta aplikasinya dalam kehidupan umat Kristen masa kini. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis isi deskriptif, dikaji buku teologi sistematika dan artikel jurnal. Keselamatan ditemukan sebagai karya Allah melalui Yesus Kristus yang diterima melalui iman dan bersifat eksklusif di dalam Kristus, dengan lima unsur utama: anugerah, iman, pertobatan, pembenaran, dan pengudusan. Universalisme, Calvinisme, dan Arminianisme berbeda penekanan, tetapi ketiganya sepakat bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Doktrin ini diaplikasikan dalam rasa syukur, kekudusan, pertobatan yang berkelanjutan, kasih, pengampunan, dan pengharapan.