Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK DI KELAS X SMA Aslamiyah Rambe; Ainun Mardiyah Lubis; Darwis Lubis; Syahruddin Aritonang
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 6, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar Isi dan Standar Proses Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran menjadi lebih scientific dan berkarakter ilmiah khususnya pada pembelajaran fisika. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan modul pembelajaran  untuk membantu proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan  modul pembelajaran fisika yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian adalah  penelitian  pengembangan (research and development).  Model pengembangan  yang digunakan adalah model 4-D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development) dan penyebaran (dessiminate). Tahap define dilakukan analisis kurikulum, analisis materi, dan analisis siswa. Tahap design dilakukan perancangan terhadap modul pembelajaran . Tahap development dilakukan uji validitas melalui lembar validasi modul  pembelajaran, uji praktikalitas melalui lembar observasi keterlaksanaan RPP, angket respon guru dan siswa, uji efektivitas diperoleh dari penilaian kompetensi pengetahuan. Tahap dessiminate dilakukan penyebaran modul.       Hasil penelitian pada tahap define diperoleh  KI 1, KI 2, KI 3 dan KI 4 dengan  KD 1.1, KD 2.1, KD 3.9 dan KD 4.7, analisis siswa terhadap diperoleh beberapa karakteristik siswa,  analisis materi diperoleh fakta, konsep, prinsip dan prosedur dari  materi alat optik. Hasil penelitian pada tahap design diperoleh   modul,  yang dirancang mengikuti langkah-langkah pembelajaran menggunakan model discovery learning. Hasil penelitian pada tahap development  pada  uji validitas  diperoleh data  persentase modul adalah 87,6%,. Hasil uji praktikalitas dari keterlaksanaan RPP persentasenya adalah 88,95%, angket respon guru adalah 88,8%  dan angket respon siswa adalah 86 %. Selanjutnya hasil uji efektivitas didukung oleh penilaian pengetahuan dengan rata-rata 89,7. Penelitian ini menghasilkan modul pembelajaran fisika berbasis pendidikan karakter menggunakan model discovery learning
Analisis Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Bimbingan Belajar Berbasis Pembuatan Alat Peraga Sederhana Pada Program KKN Berdampak di Desa Siamporik Dolok Ainun Mardiyah Lubis; Kholid Umar; Laila Tussifah Lubis; Darwis Lubis; Rosa Amelia Siagian; Elisa Ariani
JURNAL PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Vol.3 No.2 Mei 2026
Publisher : Universitas Gara Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/fisika.v2i2.1776

Abstract

Student creativity is an essential component in supporting meaningful and engaging learning processes, particularly at the elementary school level. However, learning activities are often still teacher-centered and lack the use of instructional media that stimulate student creativity. This study aimed to analyze the improvement of students’ creativity through tutoring activities based on the creation of simple teaching aids during the Impactful Community Service Program (KKN Berdampak) in Siamporik Dolok Village, Angkola Selatan District, South Tapanuli Regency. The study employed a descriptive quantitative approach supported by qualitative data. Participants were elementary school students involved in tutoring activities conducted by KKN students. Data were collected through structured observations and documentation. Students’ creativity was assessed using five indicators: generating creative ideas, suitability of teaching aids to learning materials, activeness in the creation process, ability to modify recycled materials, and group collaboration. Observations were conducted before and after the tutoring activities. The results showed an improvement in students’ creativity across all indicators, with the average creativity score increasing from 2.14 before the activity to 3.50 after the activity. Students demonstrated greater creativity in generating ideas, higher participation in learning activities, improved collaboration skills, and enhanced ability to utilize recycled materials as educational teaching aids. These findings indicate that tutoring activities based on the creation of simple teaching aids are effective in enhancing students’ creativity and support the objectives of the Impactful KKN program in fostering a smart, creative, and productive community.
Analisis Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Bimbingan Belajar Berbasis Pembuatan Alat Peraga Sederhana Pada Program KKN Berdampak di Desa Siamporik Dolok Ainun Mardiyah Lubis; Kholid Umar; Laila Tussifah Lubis; Darwis Lubis; Rosa Amelia Siagian; Elisa Ariani
JURNAL PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Vol.3 No.2 Mei 2026
Publisher : Universitas Gara Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/fisika.v2i2.1776

Abstract

Student creativity is an essential component in supporting meaningful and engaging learning processes, particularly at the elementary school level. However, learning activities are often still teacher-centered and lack the use of instructional media that stimulate student creativity. This study aimed to analyze the improvement of students’ creativity through tutoring activities based on the creation of simple teaching aids during the Impactful Community Service Program (KKN Berdampak) in Siamporik Dolok Village, Angkola Selatan District, South Tapanuli Regency. The study employed a descriptive quantitative approach supported by qualitative data. Participants were elementary school students involved in tutoring activities conducted by KKN students. Data were collected through structured observations and documentation. Students’ creativity was assessed using five indicators: generating creative ideas, suitability of teaching aids to learning materials, activeness in the creation process, ability to modify recycled materials, and group collaboration. Observations were conducted before and after the tutoring activities. The results showed an improvement in students’ creativity across all indicators, with the average creativity score increasing from 2.14 before the activity to 3.50 after the activity. Students demonstrated greater creativity in generating ideas, higher participation in learning activities, improved collaboration skills, and enhanced ability to utilize recycled materials as educational teaching aids. These findings indicate that tutoring activities based on the creation of simple teaching aids are effective in enhancing students’ creativity and support the objectives of the Impactful KKN program in fostering a smart, creative, and productive community.
Transformasi Pembelajaran Fisika: Pengaruh Media Interaktif terhadap Minat Siswa di SMA Negeri 7 Padangsidimpuan Darwis Lubis; Ainun Mardiyah; Elisa Elisa
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 1 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i1.92-97

Abstract

Studi ini berfokus pada penggunaan simulasi pembelajaran interaktif PhET dan hubungannya dengan minat siswa fisik di SMA Negeri 7 Padangsidimpuan. Dua kelas terdiri dari subjek penelitian. Kelas pertama menggunakan media interaktif untuk belajar, sedangkan kelas kedua belajar fisik tanpa bantuan media. Angket yang diberikan baik sebelum maupun sesudah perawatan menunjukkan minat siswa dalam belajar. Ini memungkinkan pengamatan perubahan minat sebelum dan sesudah penggunaan media interaktif. Uji t dua sampel independen, uji statistik komparatif, digunakan untuk memeriksa skor angket yang terkumpul untuk mengevaluasi perbedaan dalam minat belajar antara kelas yang menggunakan media interaktif dan kelas yang tidak. Hasil perhitungan, yang ditunjukkan oleh nilai p-value 0,0000, menunjukkan bahwa minat belajar kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif berbasis PhET harus lebih banyak dimasukkan ke dalam pembelajaran fisik. Salah satu cara untuk meningkatkan minat dan keinginan siswa untuk belajar materi fisik adalah dengan memberikannya lebih intensif.
Problem Based Learning on Socio-Scientific Issues to Strengthen Students’ Environmental Care Character at Ban Buketamong School Friendship 128, Cho Airong, Narathiwat, Thailand Taufik Hidayat; Ainun Mardiyah Lubis; Syahruddin Aritonang; Maryam bnesa; Darwis Lubis
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 7 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i7.14902

Abstract

This study aims to analyze the effect of Problem Based Learning integrated with socio-scientific issues on strengthening students’ environmental care character at Ban Buketamong School Friendship 128, Cho Airong, Narathiwat, Thailand. The research employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 30 Grade 8 students. Data were collected using a 25-item environmental care character questionnaire and analyzed through descriptive statistics and a paired sample t-test. The results showed that the mean score increased from 67.37 in the pretest to 82.80 in the posttest. The paired sample t-test indicated a significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.05), with a large effect size (Cohen’s d = 10.28). These findings demonstrate that Problem Based Learning based on socio-scientific issues significantly enhances students’ environmental awareness, responsibility, participation, and sustainable behavior. The integration of authentic environmental problems into learning activities provides meaningful opportunities for students to develop responsible attitudes and moral reflection toward environmental challenges. Therefore, this instructional approach is recommended to promote environmental care character among junior secondary school students.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN TEKNIK KOMIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 1 BATANG ANGKOLA Ainun Mardiyah; Darwis Lubis; Elisa Elisa; Malika Ritonga; Hesti Monica Sulastri
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 2 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i2.8-13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat modul fisika berbasis komik. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Selatan, tepatnya di SMK Negeri 1 Batang Angkola. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan RD yang menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Modul ini masuk dalam kategori "sangat layak", menurut hasil validasi, yang memiliki skor rata-rata 87,5%. Kontennya mudah dipahami dan disusun sesuai dengan kurikulum. Sementara itu, penyajian berbasis komik dan daya tarik visual dianggap menarik dan meningkatkan pemahaman siswa. Bakat awal siswa serupa, seperti yang terlihat dari skor rata-rata pra-tes kelas eksperimen sebesar 52,4 dan kelas kontrol 51,7. Skor rata-rata pasca-tes kelas eksperimen naik menjadi 82,1 setelah pembelajaran, dibandingkan dengan skor kelas kontrol 68,4. Dengan skor N-gain rata-rata 0,63 seperti yang ditunjukkan oleh perhitungan gain, hasil belajar kelas eksperimen meningkat dan dikategorikan sebagai sedang hingga tinggi. Selain itu, kelas kontrol masuk ke dalam kategori sedang dengan skor N-gain 0,34. Menurut hasil perhitungan, penggunaan modul komik untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa lebih berhasil daripada menggunakan teknik pengajaran tradisional. Menurut survei, sebagian besar siswa mengatakan bahwa modul berbasis komik meningkatkan perhatian mereka dan membantu mereka memahami materi pelajaran dengan lebih mudah. Hingga 88% siswa mengatakan bahwa penggunaan cerita dan grafik dalam presentasi membantu mereka memahami ide-ide fisika yang sebelumnya mereka anggap menantang.