Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH GREEN ACCOUNTING, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, DAN LEVERAGE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SUB-SEKTOR LOGAM DAN MINERAL YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2021-2023 Adam Nurdin Naufaldy; Sunu Priyawan
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i2.6826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh green accounting, good corporate governance, dan leverage terhadap kinerja keuangan. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 21 perusahaan sub-sektor logam dan mineral yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) periode 2021-2023. Kemudian sampel yang diambil dari populasi adalah sebanyak 13 perusahaan sub-sektor logam dan mineral. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling Adapun sumber data yang digunakan dalam mendukung penelitian ini berasal dari annual report dan sustainability report perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan software Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan green accounting tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, good corporate governance tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, dan leverage berpengaruh negative dan signifikan terhadap kinerja keuangan.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNING, AND CAPITAL SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN BANK CENTRAL ASIA DAN BANK RAKYAT INDONESIA Sherlin Yuda Winditya; Sunu Priyawan
Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset ilmu Akutansi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurnalrisetilmuakuntansi.v2i1.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan penilaian kriteria tingkat kesehatan bank antara Bank BCA dan Bank BRI periode 2018-2021 yang diukur menggunakan metode RGEC. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh berupa data sekunder dari laporan keuangan tahunan masing - masing bank. Dalam mengukur tingkat kesehatan bank, faktor yang akan digunakan, yaitu Risk profile menggunakan rasio NPL dan LDR, Good Corporate Governance (GCG) menggunakan self assessment, Earnings menggunakan rasio ROA dan BOPO, serta Capital menggunakan rasio CAR. Hasil penelitian dari analisis tingkat kesehatan bank dapat disimpulkan bahwa Bank BCA dan Bank BRI mendapatkan Peringkat Komposit 1 (PK-1) dengan predikat “Sangat Sehat”. Hal ini dibuktikan dengan Bank BCA memperoleh rata – rata nilai komposit sebesar 95,83% dan Bank BRI sebesar 90,00% selama 4 tahun. Jika dilihat dari perolehan nilai komposit selama empat tahun terakhir, Bank BCA lebih unggul dari pada Bank BRI dengan selisih rata – rata nilai komposit yaitu sebesar 5,83%. Hal ini membuktikan bahwa Bank BCA memiliki kinerja yang lebih tinggi dari pada Bank BRI.
Analisis Implementasi Metode Economic Order Quantity (EOQ) Sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian Bahan Kimia Laboratorium pada PT Sucofindo Surabaya Devi Nala Ratih; Sunu Priyawan
Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset ilmu Akutansi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurnalrisetilmuakuntansi.v2i1.206

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sebagai berikut Mengetahui Total biaya persediaan bahan kimia dan frekuensi dalam pembelian bahan kimia dan kebutuhan bahan kimia yang baik dalam satu periode pada PT Sucofindo Surabaya penelitian ini menggunakan metode deskritif kuantitatif. Dalam penelitian ini Sumber data primer diperoleh dari perusahaan PT Sucofindo Surabaya. Dalam pengumpulan datanya mnggunakan metode wawancara dan dokumentasi kepada pihak perusahaan yang berhubungan langsung dengan objek penelitian. Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan, peneliti menggunakan data bulan Januari hingga Juni 2022 didapatkan pemesanan optimal untuk bahan kimia kimia Hydroclorine Acid sebesar 5.910,82 cc, Nitrit acid 65% sebesar 2.743,18 cc, Sulfurit Acit sebesar 5.356,33 cc, Methanol sebesar 3.045,64 cc, Toluene PA sebesar 2.778,36 cc, Widj Sol sebesar 435,50 cc, Perclorine Acid sebesar 1.026,49 cc, dan Ethanol Absolute sebesar 725,83 cc.
DAMPAK PENINGKATAN TARIF PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) TERHADAP PERMINTAAN KONSUMEN DAN IMPLIKASINYA PADA KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN RITEL YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Candraningsih, Argaleka Ayu; Priyawan, Sunu
REMITTANCE: JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN Vol 6, No 1 (2025): REMITTANCE JUNI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/remittance.vol6no1.718

Abstract

This study aims to evaluate the effect of the increase in VAT rates on consumer behavior and its impact on the financial performance of retail companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The research approach used is quantitative descriptive. The results of the study indicate that although the increase in VAT does not directly affect consumer demand, the overall level of demand significantly impacts the financial performance of retail companies. Thus, retail companies are advised to prioritize demand-increasing strategies, such as maximizing marketing effectiveness and improving customer experience, to maintain financial sustainability. In addition, companies also need to monitor external dynamics that can affect consumer demand and adjust operational strategies based on market trends and consumer behavior patterns.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dari kenaikan tarif PPN terhadap permintaan konsumen dan pengaruhnya pada performa finansial perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kenaikan PPN tidak secara langsung memengaruhi permintaan konsumen, tingkat permintaan secara keseluruhan memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan ritel. Dengan demikian, perusahaan ritel disarankan untuk mengutamakan strategi peningkatan permintaan, seperti memaksimalkan efektivitas pemasaran dan meningkatkan pengalaman pelanggan, guna menjaga keberlanjutan finansial. Di samping itu, perusahaan juga perlu memantau dinamika eksternal yang dapat memengaruhi permintaan konsumen dan menyesuaikan strategi operasional berdasarkan tren pasar serta pola perilaku konsumen
PENGARUH KOMPETENSI AUDITOR, INDEPENDENSI AUDITOR DAN TIME AUDIT PRESSURE TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI KOTA SURABAYA Rahmatika, Hazzar Al Oktha; Priyawan, Sunu
REMITTANCE: JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN Vol 6, No 2 (2025): REMITTANCE DESEMBER 2025 (ON PROGRESS)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/remittance.vol6no2.750

Abstract

This study aims to analyze the influence of auditor competence, auditor independence, and audit time pressure on audit quality at Public Accounting Firms (KAP) in Surabaya. Auditor competence is assessed based on their technical abilities and understanding of accounting and auditing standards. In contrast, auditor independence and audit time pressure are assessed based on the extent to which these factors influence auditor objectivity and work results. This study employed a quantitative approach, utilizing a survey method. Data were obtained through questionnaires distributed to 40 auditors working at KAPs in Surabaya. The analysis technique used was multiple linear regression to test the simultaneous and partial effects of the independent variables on audit quality. The study sample was selected using purposive sampling, with the criterion being auditors with at least two years of experience. The results indicate that auditor competence and audit time pressure have a significant effect on audit quality, while auditor independence has no significant effect on audit quality. These findings highlight the importance of enhancing auditor competence and maintaining auditor independence to ensure high-quality audit results, as well as the necessity of effective time management to mitigate the adverse effects of time pressure on auditor performance.Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi auditor, independensi auditor, dan tekanan waktu audit (time audit pressure) terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Surabaya. Kompetensi auditor dinilai berdasarkan kemampuan teknis dan pemahaman mereka terhadap standar akuntansi dan audit, sedangkan independensi auditor dan tekanan waktu audit ditinjau dari sejauh mana faktor-faktor tersebut memengaruhi objektivitas dan hasil kerja auditor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada auditor yang bekerja di KAP di Kota Surabaya sebanyak 40 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk menguji pengaruh simultan maupun parsial dari variabel independen terhadap kualitas audit. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling dengan kriteria auditor yang memiliki pengalaman minimal dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi auditor dan time audit pressure berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sementara independensi auditor berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas audit. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan kompetensi dan penjagaan independensi auditor untuk memastikan hasil audit yang berkualitas, serta perlunya pengelolaan waktu yang lebih baik untuk mengurangi dampak tekanan waktu terhadap hasil kerja auditor.
Analisis Perlakuan Akuntansi Aktiva Tetap Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (Psap) No. 07 Pada Kantor Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Seleman, Krisogonus Avio; Priyawan, Sunu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami prosedur perlakuan akuntansi aktiva tetap sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No. 07 di Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai. Metode eksplanatori dengan pendekatan kualitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian. Data yang digunakan merupakan data utama (primer) yang didapatkan langsung dari objek penelitian melalui wawancara dan distribusi kuesioner. Informan penelitian ini adalah Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian, Bendahara Barang, dan Bendahara Keuangan. Dari hasil penelitian tersebut, Kantor Disperdagin Manggarai telah menerapkan prosedur akuntansi berdasarkan PSAP 07 tentang klasifikasi, pengakuan, penilaian dan penilaian awal, penukaran, biaya pasca perolehan, penyusutan dan penghentian, serta pelepasan aktiva tetap. Namun, Disperdagin belum mematuhi PSAP 07 dalam penerapan pelaporan struktur biaya serta penyajian dan pengungkapan aktiva tetap.
ANALISIS EFEKTIVITAS MANAJEMEN PIUTANG TERHADAP PENGENDALIAN PIUTANG TAK TERTAGIH PADA PT. SARAYU GARUDA ELEKTRINDO Dewi Ratna Sari; Sunu Priyawan
Journal of Student Research Vol. 1 No. 2 (2023): Maret : Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i2.988

Abstract

Pengkajian memiliki tujuan guna mengetahui efektifitas pengelolaan piutang terhadap pengendalian piutang tak tertagih pada PT. Sarayu Garuda Elektrindo dalam lima bulan terakhir dan untuk mengetahui pengelolaan yang efektif dalam pengendalian piutang tak tertagih pada PT. Sarayu Garuda Elektrindo. Metode yang dipakai pada pengkajian ini ialah deskriptif kuantitaif dalam sumber data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi berupa laporan penjualan juga laporan piutang. Rasio pengukuran pada pengkajian ini ialah rasio Receivable Turn Over (RTO), rasio Average Collectiod Period (ACP), rasio tunggakan, serta rasio penagihan. Berdasarkan perolehan pengkajian dapat disimpulkan jika pengelolaan piutang pada PT. Sarayu Garuda Elektrindo belum efektif, dilihat dari kebijakan kredit yang masih diloggarkan dengan tidak adanya batasan kredit untuk pelanggan, tidak adanya denda jika pelanggan terlambat melunasi kewajibannya, dan tidak adanya analisis 5C yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi calon pelanggan, serta terdapat hasil perhitungan rasio RTO dan ACP yang terdapat dibawah standar yang ditentukan pada perusahaan ialah pada bulan Juni perputaran piutang sebanyak 9,86 kali dan memerlukan waktu 37 hari guna mengganti piutang sebagai kas, bulan Juli perputaran piutang sebanyak 2,12 kali dan memerlukan waktu 170 hari guna menggantu piutang sebagai kas, di bulan Agustus perputaran piutang sebanyak 2,36 kali dan memerlukan waktu 153 hari untuk mengubah piutang menjadi kas, bulan September perputaran piutang sebanyak 2,26 kali dan memerlukan waktu 153 hari untuk mengubah piutang menjadi kas. Sedangkan pada bulan Oktober perputaran piutang sebanyak 1,34 kali dan memerlukan waktu 268 hari guna mengganti piutang sebagai kas. Untuk rasio tunggakan mengalami fluktuasi dari bulan Juni sebesar 20%, bulan Juli terjadi peningkatan menjadi 63%, bulan Agustus terjadi penyusutan menjadi 55%, di bulan September rasio tunggakan kembali naik menjadi 57%, dan di bulan Oktober juga mengalami kenaikan menjadi 67%. Sedangkan untuk rasio penagihan pada bulan Juni adalah yang paling tinggi sebesar 80%, pada bulan Juli mengalami penurunan penerimaan kas menjadi 37%, di bulan Agustus kembali mengalami kenaikan sebesar 45%, namun di bulan September kembali mengalami penurunan sebesar 43%, dan penurunan kembali terjadi di bulan Oktober sebesar 33%. Pada analisis umur piutang juga menunjukkan hasil yang terus mengalami kenaikan taksiran kerugian piutang, di bulan Juni taksiran kerugian piutang sebesar Rp. 6.307.900, bulan Juli sebesar Rp. 18.750.200, bulan Agustus sebesar Rp. 33.781.200, bulan September sebesar Rp. 66.930.480, dan bulan Oktober sebesar Rp. 115.103.920.
Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Ukuran Perusahaan, Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Pada PT Aplikasi Bisnis Digital Indonesia Egidiya Safitri Dewayyani; Sunu Priyawan
Journal of Student Research Vol. 1 No. 2 (2023): Maret : Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i2.1007

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, likuiditas dan pengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer berupa laporan keuangan dari PT Aplikasi Bisnis Digital Indonesia. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode ini digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, tujuannya adalah untuk menguji hipotesis yang ditetapkan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan leverage, ukuran perusahaan dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu pengambilan sampling dengan kriteria tertentu. Terdapat 36 unit observasi berdasarkan kebutuhan penelitian dari 12 sampel data. Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah nilai perusahaan, sedangkan variabel independennya adalah profitabilitas, utang, ukuran perusahaan dan likuiditas. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa variabel profitabilitas akan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan PT Aplikasi Bisnis Digital Indonesia tahun 2019-2021. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi laba yang dicapai maka semakin tinggi pula nilai perusahaan, sedangkan variabel leverage, ukuran perusahaan dan likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan pada PT Aplikasi Bisnis Digital Indonesia periode 2019-2021. Namun variabel profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan PT Aplikasi Bisnis Digital Indonesia periode 2019-2021.
Pengaruh Likuiditas dan Struktur Modal terhadap Kinerja Keuangan yang Dimediasi Green Accounting Disclosure pada Perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Dela Wahyu Putri Awanda; Sunu Priyawan
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v5i1.6018

Abstract

As a key driver of national economic performance, the food and beverage sector continues to face various challenges in ensuring sustainability, particularly in relation to environmental and social responsibilities. This study seeks to examine the influence of liquidity and capital structure on financial performance, with green accounting disclosure serving as a mediating variable, among food and beverage sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2021–2024. The research employs a quantitative approach using structural equation modeling (SEM) based on partial least squares (PLS). The sample consists of 10 corporations selected through purposive sampling, utilizing secondary data obtained from sustainability reports and annual financial statements. Empirical evidence indicates that liquidity does not significantly affect financial performance, whereas capital structure and green accounting disclosure exert significant effects on financial performance. Additionally, liquidity significantly influences green accounting disclosure, while capital structure does not. The findings further reveal that green accounting disclosure effectively mediates the relationship between liquidity and financial performance but fails to mediate the relationship between capital structure and financial performance. Overall, this study underscores the importance of sound funding structure management and environmental transparency in enhancing financial performance and supporting sustainable business practices.