Yanuar Yanuar
Universitas Tarumanagara

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Leadership dan Job Satisfaction terhadap Turnover Intention (Commitment sebagai Variabel Mediasi) pada PT XYZ Fhelia Gabriele Angeline; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i1.22673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara leadership dan job satisfaction terhadap turnover intention dengan commitment sebagai variabel mediasi pada karyawan PT XYZ. Alasan dipilihnya topik ini adalah karena studi mengenai berkembangnya perusahaan jasa yang mengakibatkan adanya persaingan bisnis yang ketat di bidang pelayanan terhadap pelanggan sangat populer dalam dekade ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah total sample 130 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan karakteristik responden karyawan tetap di PT XYZ. Metode penelitian yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program Smart PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa leadership dan job satisfaction memiliki pengaruh yang signifikan terhadap commitment. Namun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap turnover intention. Sedangkan commitment sebagai variabel mediasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap turnover intention. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk mengembangkan kepemimpinan dan kepuasan kerja karyawan untuk mengurangi terjadinya turnover intention. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah perusahaan perlu mengevaluasi kembali terhadap faktor yang membuat kinerja karyawan menurun yang akan berdampak pada terjadinya turnover intention, hal ini dapat diperhatikan melalui leadership, job satisfaction dan commitment karena ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan bagi perusahaan. This study aims to determine the effect of leadership and job satisfaction on turnover intention with commitment as a mediating variable for employees of PT XYZ. The reason for choosing this topic is because studies on the development of service companies which result in intense business competition in the field of customer service are very popular in this decade. This research is a quantitative descriptive study with a total sample of 130 people. The sampling technique used was purposive sampling with the characteristics of the respondents being permanent employees at PT XYZ. The research method used is Structural Equation Modeling (SEM) with the help of the Smart PLS 4.0 program. The results of the study show that leadership and job satisfaction have a significant effect on commitment. However, it does not have a significant effect on turnover intention. Meanwhile, commitment as a mediating variable has a significant influence on turnover intention. The results of this study can be a consideration for companies to develop leadership and employee job satisfaction to reduce turnover intention. The advice that can be given based on the results of this study is that companies need to re-evaluate the factors that make employee performance decrease which will have an impact on turnover intention, this can be considered through leadership, job satisfaction and commitment because these three variables have a significant influence on the company.
Pengaruh Budaya Organisasi, Desain Kerja terhadap Performa Kerja, Komitmen Pekerja sebagai Mediasi Gallen Kho; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i3.25368

Abstract

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana pengaruh yang diberikan oleh budaya organisasi dan desain kerja terhadap performa kerja pada pekerja di PT. XYZ dengan menggunakan komitmen pekerja sebagai variabel mediasi. Performa pekerja merupakan salah satu faktor penting yang harus terus ditingkatkan dalam suatu organisasi, dikarenakan pekerja dengan performa kerja yang baik akan dapat membuat organisasi tersebut terus maju dan dapat unggul dari kompetitornya. Dengan demikian performa kerja mendapatkan perhatian yang khusus untuk ditingkatkan dalam suatu organisasi. Sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden dengan pengolahan data menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) yang diolah dengan perangkat lunak SmartPLS versi 4 dan dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, komitmen pekerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap performa kerja, desain kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap performa kerja, tetapi desain kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap komitmen pekerja, dan desain kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa kerja melalui komitmen pekerja. The purpose of conducting this research is to examine how the influence exerted by organizational culture and work design has on the work performance of employees at PT. XYZ by using employees’ commitments as a mediating variable. Employees’ performances are some important factors that must be continuously improved in an organization, because workers with good work performance will be able to make the organization moving forward and be superior to their competitors. Thus work performance gets special attention to be improved in an organization. The sample in this study amounted to 65 respondents with data processing using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) which was processed with SmartPLS version 4 software and with a purposive sampling technique for selecting samples. The results of the study show that organizational culture, employees’ commitments have a positive and significant effect on work performance, work design does not have a significant effect on work performance, but work design has a positive and significant effect on worker’s commitments, and work design has a positive and significant effect on work performance through employee commitment.
Pengaruh employee engagement terhadap financial performance dengan tingkat customer satisfaction sebagai faktor mediasi pada hotel mewah ABC di bilangan Jakarta Selatan Raymond Obert Sanjaya; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i4.25392

Abstract

This study aims to determine the influence of employee engagement on financial performance mediated by customer satisfaction. The number of samples in this study was 154 respondents, all of whom were employees working at one luxury hotel in South Jakarta and customers who had experience living or conducting meetings & events at the hotel. This study uses a quantitative approach. The research data were obtained from the results of filling out the questionnaire and were analyzed quantitatively using the SEM-PLS analysis technique with the help of the SmartPLS program. The conclusions obtained from the results of this study are: (1) Employee engagement is proven to be a factor that significantly influences customer satisfaction; (2) Employee engagement is proven as a factor that significantly influences financial performance; and (3) Financial performance is proven as a factor that significantly influences customer satisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh employee engagement terhadap financial performance dengan dimediasi oleh customer satisfaction. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 154 responden yang seluruhnya merupakan karyawan yang bekerja di hotel mewah ABC di daerah Jakarta Selatan dan tamu yang memiliki pengalaman tinggal atau melakukan rapat serta acara di hotel-hotel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari hasil pengisian kuesioner dan dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis SEM-PLS dengan bantuan program SmartPLS. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah: (1) Employee engagement terbukti sebagai faktor yang secara signifikan memengaruhi customer satisfaction; (2) Employee engagement terbukti sebagai faktor yang secara signifikan memengaruhi financial performance; dan (3) Financial performance terbukti sebagai faktor yang secara signifikan memengaruhi customer satisfaction.
Membangun Keunggulan Kompetitif Melalui Sumber Daya Internal: Studi pada XYZ Aurelia Ivana Santosa; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 4 (2025): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v7i4.36201

Abstract

Ketatnya persaingan mengharuskan semua perusahaan untuk memiliki strategi yang dapat menjadi nilai tambah untuk mencapai keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan mengembangkan model teoritis mengenai kompensasi & penghargaan, budaya, dan inovasi organisasi terhadap keunggulan kompetitif di ‘XYZ’ dengan menggunakan kinerja karyawan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan sensus. Metode pengambilan data menggunakan survey dengan menyebar kuesioner ke seluruh populasi yang juga merupakan keseluruhan sampel dalam penelitian ini. Kuesioner didistribusikan kepada 62 karyawan aktif yang bekerja di ‘XYZ’. Model SEM-PLS digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dan diolah menggunakan Smart PLS 4. Hasil menunjukkan bahwa kompensasi & penghargaan, budaya organisasi, inovasi organisasi, dan kinerja karyawan secara positif dan signifikan mempengaruhi keunggulan kompetitif. Dalam hasil penelitian ini, kinerja karyawan mampu memediasi pengaruh kompensasi & penghargaan terhadap keunggulan kompetitif. Kebaruan penelitian ini adalah penggunaan kinerja karyawan sebagai variabel mediasi untuk menutup research gap pada penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keunggulan kompetitif. The intense competition in business requires all companies in the same industry with similar products to have strategies that can provide added value to achieve competitive advantage. This study aims to analyze the influence and develop a theoretical model regarding compensation & rewards, organizational culture, and organizational innovation on competitive advantage in ‘XYZ’, using employee performance as a mediating variable. The research employs a descriptive quantitative method and a census sampling technique. Data collection was conducted through a survey by distributing questionnaires to the entire population, which also served as the total sample for this study. The questionnaires were distributed to 62 active employees working at ‘XYZ.’ The SEM-PLS model was used to analyze the collected data, which was processed using Smart PLS 4. The results indicate that compensation & rewards, organizational culture, organizational innovation, and employee performance positively and significantly influence competitive advantage. In this study, employee performance also successfully mediates the relationship between compensation & rewards and competitive advantage. The novelty of this research lies in the use of employee performance as a mediator to address the research gap in previous studies. The findings are expected to contribute theoretically to understanding the factors that influence competitive advantage.
Pengaruh work motivation, work-life balance, dan career development terhadap organizational commitment melalui mediasi job satisfaction pada karyawan PT XYZ di Jakarta Selatan Callista Vanessa Xenia; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37548

Abstract

This study aims to determine the effect of work motivation, work-life balance, and career development on organizational commitment through the mediation of job satisfaction among employees of PT XYZ in South Jakarta. The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling approach. The respondents of this study consisted of 125 employees working at PT XYZ in South Jakarta as respondents. Data analysis was conducted using SmartPLS version 4.1. The results revealed that work motivation and work-life balance did not have a significant effect on organizational commitment, while career development had a positive and significant effect on organizational commitment. Job satisfaction was also found to have a positive and significant influence on job satisfaction. Furthermore, job satisfaction was found to mediate the relationship between work motivation and organizational commitment. The managerial implications of this study suggest that PT XYZ should strengthen career development program through regular training, mentoring, and clear promotion paths to strengthen employee commitment. The company also needs to review its compensation and incentive systems, involve employees in decision making to enhance a sense of ownership and provide recognition for achievements and collaborative activites to enhance meaning and engagement at work. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work motivation, work-life balance, dan career development terhadap organizational commitment melalui mediasi job satisfaction pada karyawan PT XYZ di Jakarta Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 125 karyawan yang bekerja di PT XYZ Jakarta Selatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SmartPLS 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work motivation dan work-life balance tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap organizational commitment, career development memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap organizational commitment, job satisfaction memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap organizational commitment, work motivation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction, serta job satisfaction dapat memediasi pengaruh antara work motivation terhadap organizational commitment. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah perlu meningkatkan program pengembangan karir melalui pelatihan berkala, mentoring, dan jalur promosi yang jelas demi komitmen karyawan. PT XYZ perlu melakukan evaluasi kembali terkait sistem kompensasi dan insentif, melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan agar rasa memiliki meningkat, serta perlu memberikan apresiasi atas hasil kerja dan kegiatan kolaboratif untuk meningkatkan makna dan keterlibatan dalam bekerja.
Peran work engagement dalam memediasi pengaruh work environment dan work-life balance terhadap turnover intention tenaga ahli anggota DPR RI Eka Fitri Suryani; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37576

Abstract

This study examines the influence of work environment and work-life balance on turnover intention among expert staff members of the Indonesian House of Representatives (DPR RI), with work engagement as a mediating variable. The turnover intention construct used in this study includes indicators reflecting the tendency to stay (retention); therefore, higher TI scores indicate a stronger intention to remain in the organization. A quantitative causal cross-sectional design was employed, involving 215 expert staff respondents, and the data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The findings reveal that both work environment and work-life balance significantly enhance employees’ tendency to stay, which substantively reduces turnover intention. Work environment demonstrates the strongest effect on work engagement, indicating that supervisory support, clarity of roles, and a supportive work climate function as critical job resources within the high-pressure political environment of DPR RI. Work engagement also significantly affects turnover intention and mediates the relationship between work environment and turnover intention. These results align with the motivational mechanism of the Job Demands–Resources (JD-R) Theory, suggesting that job resources strengthen engagement and ultimately reduce employees’ intention to leave. Theoretically, this study contributes to the limited body of research on work behavior in public–political sectors. Practically, it highlights the importance of improving the work environment, implementing flexible work-life balance policies, and developing engagement-enhancing programs to strengthen the retention of expert staff at DPR RI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work environment dan work-life balance terhadap turnover intention tenaga ahli anggota DPR RI, dengan work engagement sebagai variabel mediasi. Konstruk turnover intention dalam penelitian ini memuat indikator yang mencerminkan kecenderungan bertahan (retention), sehingga peningkatan skor TI menunjukkan meningkatnya keinginan untuk tetap bekerja. Pendekatan kuantitatif dengan desain kausal cross-sectional digunakan pada 215 responden tenaga ahli, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work environment dan work-life balance secara signifikan meningkatkan kecenderungan bertahan tenaga ahli, yang secara substantif menurunkan turnover intention. Work environment memiliki pengaruh paling kuat terhadap work engagement, menegaskan bahwa dukungan atasan, kejelasan peran, dan iklim kerja yang kondusif merupakan job resources penting dalam konteks kerja legislatif. Work engagement juga berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dan terbukti memediasi hubungan antara work environment dan turnover intention. Temuan ini konsisten dengan mekanisme motivasional dalam Job Demands–Resources (JD-R) Theory, di mana job resources meningkatkan engagement dan pada akhirnya menekan niat keluar. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian perilaku kerja di sektor publik-politik yang masih terbatas diteliti. Secara praktis, penelitian ini menekankan perlunya perbaikan lingkungan kerja, kebijakan work-life balance yang lebih fleksibel, serta program pengembangan engagement untuk meningkatkan retensi tenaga ahli DPR RI.
Faktor Penentu Kepuasan Kerja Karyawan Melalui Komitmen Organisasi pada Perusahaan Jasa Irsyad Sabil; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i2.37625

Abstract

Kepuasan kerja merupakan determinan penting bagi efektivitas organisasi dan dipengaruhi oleh faktor psikologis maupun struktural dalam lingkungan kerja. Penelitian ini menguji pengaruh kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja, serta menganalisis peran komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada karyawan PT XYZ menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 116 responden yang diperoleh dengan Probability Sampling berbasis Proportionate Stratified Random Sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengidentifikasi hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Komitmen organisasi memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan dipengaruhi secara signifikan oleh kepemimpinan transformasional. Selanjutnya, komitmen organisasi berperan sebagai mediasi dalam hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja tidak hanya dibentuk oleh karakteristik pekerjaan dan lingkungan, tetapi juga oleh proses psikologis yang diperkuat melalui komitmen terhadap organisasi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur perilaku organisasi dengan memperkuat bukti mengenai mekanisme pengaruh kepemimpinan transformasional, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi peningkatan kepuasan kerja melalui penguatan motivasi kerja, lingkungan kerja, dan komitmen organisasi. Job satisfaction is a critical determinant of organizational effectiveness and is influenced by psychological and structural factors within the work environment. This study examines the effects of transformational leadership, work motivation, and the work environment on job satisfaction, and analyzes the role of organizational commitment as a mediating variable. The research was conducted on employees of PT XYZ using a quantitative approach through a survey of 116 respondents obtained using probability sampling with proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) to identify direct and indirect relationships among the variables. The results indicate that transformational leadership, work motivation, and work environment have a positive and significant effect on job satisfaction. Organizational commitment has a positive influence on job satisfaction and is significantly affected by transformational leadership. Furthermore, organizational commitment mediates the relationship between transformational leadership and job satisfaction. These findings emphasize that job satisfaction is shaped not only by job and environmental characteristics but also by psychological processes strengthened through commitment to the organization. This study contributes to the organizational behavior literature by reinforcing evidence regarding the mechanisms of transformational leadership’s influence, while also providing practical implications for organizations in designing strategies to enhance job satisfaction through strengthening work motivation, the work environment, and organizational commitment.